This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 01 September 2020

KUCING NORWEGIAN FOREST CAT


Norwegian Forest Cat


Anda juga bisa ikut ambil peran dalam penyebaran pengetahuan bebas. Mari bergabung dengan sukarelawan Wikipedia bahasa Indonesia!
Tutup.Kucing hutan norwegia.Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian Hutan norwegia.NorwegianForest.jpg
Nama lain kucing norway Skogkatt

Asal Bendera Norwegia Norway, Norwegia
Standar ras
TICA standar
FIFe standar
CFA standar
ACF standar
CCA standar
AACE standar
ACFA/CAA standar

Kucing domestik (Felis catus)
Kucing hutan norwegia (bahasa Inggris: Norwegian Forest cat) adalah salah satu ras kucing alami yang berasal dari daerah yang bernama Norway. Nenek moyang dari ras kucing ini diduga berasal dari hutan-hutan di daerah Norwegia dan Skandinavia. Keunikan dari kucing hutan norwegia adalah pada bulunya. Bulunya akan menjadi panjang dan tebal ketika musim dingin tiba, dan akan rontok atau menipis ketika musim semi tiba. Kucing hutan norwegia dengan bulu warna yang gelap akan cenderung mempunyai bulu yang lebih pendek daripada bulu yang berwarna terang.

Kucing hutan norwegia dapat terserang penyakit ginjal dan hati. Harapan hidup kucing hutan norwegia dapat mencapai sekitar 14-16 tahun atau lebih. Kucing hutan norwegia dihargai di Amerika Serikat sekitar $550-$800.

Sejarah

Kucing hutan norwegia diketahui telah muncul dari hutan sekitar 4000 tahun yang lalu, yang juga diperkirakan bahwa nenek monyangnya adalah kucing dari Eropa Selatan yang memiliki bulu pendek yang kemudian berimigrasi ke Norwegia pada zaman prasejarah. Kucing hutan norwegia sering muncul dalam sebuah dongeng-dongeng Norwegia. Dalam dongeng tersebut, kucing hutan norwegia dikatakan sebagai hewan peliharaan yang sering dipelihara oleh bangsa Viking. Kucing hutan norwegia disebut sebagai "kucing peri". Pada awal abad ke-16, kucing hutan norwegia digambarkan sebagai kucing yang berbadan besar dengan kaki yang panjang, bulu ekor yang tebal, serta memiliki bulu pada ujung telinga, sehingga seperti antena. Nenek moyangnya adalah kucing yang pintar menangkap ikan, dan senang bermain air.

Pada tahun 1930-an, ada sebuah asosiasi yang didirikan dengan tujuan memelihara ras kucing hutan norwegia. Pada saat terjadinya Perang Dunia II, asosiasi tersebut kemudian dibubarkan dan tidak diwujudkan sampai tahun 1970. Pada Desember 1975, sekelompok peternak kucing Norwegia membentuk sebuah klub dengan nama Norwegian Forest Cat, dengan tujuan menyelamatkan keturunan dan membentuk program pembiakan ras kucing hutan norwegia. Pada tahun 1976, barulah dilakukan pencatatan ras kucing hutan norwegia menggunakan garis keturunan dengan status "provisional". Kemudian pada tahun 1977, kucing hutan norwegia diterima untuk boleh mengikuti kontes kucing. Pada saat itulah sampai tahun 1990, para peternak kucing selalu bekerja dengan tekun untuk menemukan contoh yang bukan merupakan keturunan dari kucing hutan norwegia dan melakukan pendaftaran sertifikasi oleh suatu panel yang terdiri dari beberapa juri.

Kucing hutan norwegia telah dibantu oleh klub kucing bernama Carl-Fredrik Nordane untuk pendaftaran dan pengakuan. Akhrinya pada tahun 1970-an, kucing hutan norwegia pertama kali diakui oleh organisasi pendaftaran kucing bernama European Fédération Internationale Féline. Selanjutnya pada tahun 1993, kucing hutan norwegia diakui lagi oleh Cat Fanciers' Association.


Karakteristik


Kucing hutan norwegia dengan warna tabi.
Kucing hutan norwegia adalah kucing berbadan besar. Badannya juga kuat dengan kaki yang panjang dan ekor yang mengembang. Ras kucing ini memiliki cakar yang kuat, sehingga kucing hutan norwegia mudah untuk memanjat. Ras kucing ini memiliki semua pola warna, kecuali point.

Kucing hutan norwegia adalah kucing yang pendiam dan jarang mengeluarkan suara. Kucing ini dapat mengeluarkan suara yang keras jika tinggal bersamaan dengan anjing. Kucing hutan norwegia merupakan kucing yang baik, ramah, dan juga cerdas. Selain itu, kucing ini adalah kucing yang senang diperhatikan, senang berada di luar, mudah beradaptasi, dan dapat memburu dengan baik.




KUCING TURKISH ANGORA


TURKISH ANGORA


Anggora turki (bahasa Turki: Ankara kedisi, 'kucing ankara') adalah salah satu ras kucing domestik alami tertua. Ras ini berasal dari Ankara, Turki.Kucing ini sangat populer dan terkenal di Indonesia. Secara sederhana, ras kucing ini juga dikenal sebagai anggora atau kucing ankara.

Sejarah


Anggora yang berada di Ankara Zoo (Januari 2012).
Asal usul
Anggora adalah ras kucing alami yang sangat tua dan salah satu ras yang tertua di dunia. Berabad-abad lamanya kucing anggora mengalami seleksi alam di daerah pegunungan Ankara. Iklimnya yang sedemikian rupa membuat tubuhnya kuat dan bulunya berkembang menjadi panjang.

Anggora adalah ras kucing yang tidak diketahui dari mana asal terbentuknya. Namun, beberapa teori mengatakan bahwa anggora berasal dari seekor kucing liar dari Asia, yaitu kucing pallas. Akan tetapi, teori ini diragukan karena kucing pallas memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan anggora.

Teori lainnya mengatakan anggora berasal dari kucing liar afrika yang dijinakkan oleh suku Tatar. Keturunan kucing liar afrika dipercaya dibawa ke Turki oleh para pedagang Mesir pada zaman peradaban Mesir Kuno. Dari kucing-kucing tersebutlah, anggora berkembangbiak melalui seleksi alam dan perkawinan sedarah di daerah pegunungan yang tertutup.

Legenda

Kucing ini di Turki sering dikaitkan dengan beberapa mitos dan legenda.

Salah satu legenda yang amat populer adalah kucing anggora milik Nabi Muhammad SAW. Dikisahkan, Muezza sedang tertidur lelap di atas jubahnya. Ketika nabi akan bergegas untuk salat, beliau tidak ingin mengganggu kucingnya, sehingga kemudian memotong sebagian jubahnya.

Legenda lainnya mempercayai bahwa kucing-kucing dapat membawa harapan. Jika seseorang memiliki keinginan yang kuat, dia harus memangku seekor kucing dan membisikkan keinginannya ke telinga si kucing. Kemudian, dia harus membelai kucing itu dan jika kucing itu menyukainya, maka keinginannya akan segera terwujud.

Beberapa orang Turki juga mempercayai bahwa Mustafa Kemal Atatürk, pendiri Republik Turki, akan dilahirkan kembali suatu hari dalam bentuk seekor anggora putih dengan satu warna biru dan satu mata emas. Itulah alasannya mengapa kucing dengan bermata ganjil sangat dihormati di Turki.

Kepopuleran

Kemungkinan anggora telah ada di Eropa sejak zaman Perang Salib. Pada saat itu, tentara-tentara Perang Salib pernah membawa kucing berbulu panjang ketika kembali ke Eropa. Pada abad ke-15, kucing-kucing anggora pernah dibawa dari Turki ke Eropa oleh beberapa wisatawan untuk dikembangbiakkan di Prancis dan Inggris, sehingga kucing anggora cukup populer pada abad Renaisans.

Pada abad ke-16, seorang sarjana Prancis, Nicolas-Claude Fabri de Peiresc membawa beberapa ekor anggora bersamanya dari Ankara ke Prancis. Dia kemudian mulai mengembangbiakkan kucing tersebut dan memberikan anak-anak kucingnya kepada para bangsawan sebagai hadiah dan kehormatan, salah satunya kepada Kardinal Richelieu. Pada abad itu juga, anggora pertama kalinya dijual kepada orang-orang kaya di Prancis dan Inggris oleh Sultan Turki. Anggora semakin dikenal di Eropa ketika raja Louis XV dan Maria Antonia memelihara seekor anggora Ada sebuah kisah yang menceritakan bahwa Maria Antonia sangat mencintai kucing anggoranya, sehingga ia mengirim kucingnya melalui sebuah kapal—yang juga digunakannya untuk pelariannya—ke Amerika Serikat pada masa Revolusi Prancis.

Pada tahun 1620, seorang penjelajah Asia berkebangsaan Italia, Pietro della Valle mendarat di Turki dan kemudian kembali ke Roma dengan membawa 7 pasang kucing anggora. Ia kemudian memberikan kucing-kucing tersebut kepada para bangsawan Romawi.

Pada abad ke-18, banyak orang yang salah mengenai kucing anggora. Ketika itu, setiap kucing berbulu panjang di Persia disebut sebagai ras kucing anggora. Padahal kucing-kucing tersebut merupakan kucing ras persia. Pada waktu itu, banyak sekali kucing berbulu panjang di sekitar kota Angora (sekarang Ankara) dan sekitar daerah Persia (sekarang Iran). Pada waktu itu juga, tidak ada sama sekali perbedaan antara kucing berbulu panjang yang hidup di Angora dengan yang di Persia.

Ketika banyak pedagang Eropa yang berbisnis di timur tengah, kucing-kucing yang berasal dari Turki dan Persia semakin banyak di impor ke Eropa. Kelompok kucing berbulu panjang sangat populer ketika kontes kucing mulai diadakan di Inggris pada tahun 1870. Sejak adanya kontes kucing itu, sifat-sifat genetik antara ras persia dengan ras anggora mulai berkembang menjadi lebih murni dan spesifik.

Pada tahun 1917, pemerintahan Turki bekerja sama dengan Kebun Binatang Ankara (atau Ankara Zoo) untuk melakukan program pengembangbiakan terhadap kucing anggora. Tujuan dari program ini adalah untuk melindungi dan melestarikan kucing ras anggora putih murni dengan mata ganjil. Program tersebut hingga saat ini masih berjalan.

Pada tahun 1954, anggora pertama kalinya dijual ke Amerika Serikat dan mulai dikembangkan dengan pesat pada tahun 1960-an di Amerika Serikat[13], Skandinavia, dan Britania Raya.[2]

Orang-orang Turki sangat menghargai kucing anggora, sehingga ketika itu untuk mendapatkan seekor anggora saja dari Kebun Binatang Ankara sangat sulit. Namun pada tahun 1962, seorang istri dari Kolonel Angkatan Darat Walter Hibah yang tinggal di Turki bernama Liesa F. Grant berhasil mengimpor sepasang anggora dari kebun binatang tersebut ke Amerika Serikat.

Pengakuan internasional

Anggora dengan warna bulu putih pertama kali diakui pada tahun 1968 oleh organisasi pendaftar kucing bernama Cat Fanciers' Association (CFA). Karena sudah diakui, maka sejak tahun 1970 telah diselenggarakan sebuah kontes kucing anggora tahunan. Selanjutnya pada tahun 1976, anggora mendapatkan kelas baru di CFA, yaitu kelas kejuaraan. Namun pada tahun 1978, hanya anggora berwarna putih murni saja yang diakui.[8][9] Anggora juga telah diakui oleh FIFe pada tahun 1993 dan hingga kini telah diakui oleh banyak organisasi pendaftar kucing.

Deskripsi


Anggora dengan mata ganjil.
Karakteristik
Anggora adalah kucing dengan ciri khas berbulu panjang yang indah.[2] Anggora memiliki tubuh yang sedang dengan badan berotot[2] yang panjang, ramping, langsing dan elegan. Anggora memiliki hidung yang panjang, kepala yang berbentuk segitiga, serta telinga yang panjang, lebar, dan berbentuk segitiga. Kakinya panjang dan tinggi serta ekornya panjang serta mengembang.

Anggora yang paling disukai adalah anggora putih dengan ciri khas warna matanya yang ganjil.

Warna

Semua warna pada anggora diakui oleh LOOF (Livre Officiel des Origines Félines) dan juga FIFe, kecuali warna ungu, kayu manis, titik warna, cokelat, sepia, dan cerpelai. Beberapa pendaftaran kucing juga ada yang mengakui titik warna.




KUCING SIBERIAN CAT


SIBERIAN CAT


Kucing siberia.Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian
Siberia.Nama lain Kucing hutan siberi kucing bulu setengah panjang moskwa
Neva masquerade (versi titik warna).Asal Bendera Rusia Siberia, Rusia standar,ras
TIC standar,FIFe standar,WCFstandar,CFA standar,FFEstandar,ACF standar,AACE standar,ACFA/CA standar.
Kucing domestik (Felis catus).Kucing siberia (atau kucing bulu setengah panjang moskwa) adalah salah satu ras kucing domestik alami[1] yang berasal dari Siberia, Rusia.[2] Kucing siberia memiliki nama lengkap kucing hutan siberia.[1][3] Beberapa organisasi pendaftaran kucing menyebut kucing siberia titik warna dengan sebutan neva masquerade, termasuk Fédération Internationale Féline (FIFé).

Kucing ini masih merupakan kerabat dekat ras maine coon dan kucing hutan norwegia. Kucing siberia diperkirakan sudah ada sejak 1000 tahun SM dan sudah pernah mengikuti kontes kucing di Inggris pada tahun 1871.

Karakteristik

Kucing siberia merupakan ras kucing bertubuh pendek dengan bulu sedang.Kucing ini memiliki daun telinga yang ujungnya meruncing dengan ukuran mata yang kecil jika dibandingkan dengan ukuran kepalanya.[1] Kucing siberia memiliki ekor yang mengembang.

Kepribadian

Kucing siberia adalah kucing yang ramah, baik, cerdas, giat, kuat, dan lincah. Kucing ini akan mengeong dengan suara khasnya ketika menyambut pemiliknya. Kucing siberia sangat suka air dan mereka sering menjatuhkan mainan ke dalam air. Kucing ini bukanlah kucing hipoalergenik. Kucing siberia senang bermain dan berjelajah keluar rumah.



KUCING BIRMAN


KUCING BIRMAN

SEJARAH

Kucing Birman mempunyai rekam jejak yang panjang, seperti halnya kucing Persia. Meskipun bernama Birman kucing ini lebih dikenal sebagai kucing alami asal Perancis.

Hanya saja orang Birma sering mengaitkan kucing jenis ini dengan legenda atau mitos yang berkembang di masyarakat.

Kucing ras ini seringkali dikenal sebagai sahabat para biksu atau pendeta di Myanmar, bahkan beberapa orang mempercayainya sebagai kucing yang suci.

Konon kucing ini adalah teman seorang pendeta bernama Mun Ha asal Birma saat bersemedi di kuil Lao Tsun. Ciri fisiknya berwarna putih dan bernama Sinh.

Ia bahkan dipercaya bisa berubah warna menjadi kuning keemasan dan bola mata yang awalnya kuning menjadi biru.

Hal itu terjadi setelah pendeta temannya bertapa tersebut meninggal pasca serangan sekelompok perampok.
Sejarah kucing ini berawal dari kunjungan dua orang Perancis ke sebuah kuil pada tahun 1919.Pengunjung tersebut telah membantu seorang pendeta di kuil tersebut, sehingga mereka dihadiahi sepasang kucing ras Birma.Kemudian dibawa pulang oleh keduanya dan kucing betina melahirkan, sementara jantan mati dalam perjalanan.
Dari situlah kemudian kucing ras Birman berkembang biak cukup pesat. Sayangnya, mereka pernah hampir punah saat meletusnya perang dunia kedua.
Diketahui hanya ada seekor kucing betina saja yang masih bertahan hingga kemudian bisa diselamatkan.

Ciri Ciri Kucing Birman

Secara fisik kucing ras ini memiliki ciri-ciri diantaranya:

>Mempunyai tubuh sedang
>Berbulu sedang serta halus
>Warna bulunya yang umum adalah seal point dan blue poin,Beberapa juga terdapat varian warna berupa titik pada bagian ekor, wajah, telinga, dan kaki.
>Kucing ini tampak berotot
>Kaki kucing ini relatif kuat
>Kepalanya tampak bulat dan lebar dengan hidung yang melekuk
>Matanya juga bulat serta berwarna biru
>Leher dan ekornya ditumbuhi oleh bulu yang lebih panjang serta lebat, sehingga tampak lucu dan menggemaskan.Begitu pula Karena kesetiannya, Birman tak segan untuk menunggu pemiliknya saat pulang ke rumah setelah pergi dari luar.

Selain itu ia juga suka menjelajahi lingkungan sekitarnya karena naluri keingintahuannya yang tinggi.

Ia bahkan bisa keluar dari rumah atau kandangnya tanpa sepengetahuan pemiliknya hanya sekedar jalan-jalan. Karena itu, sebaiknya pantau kucing Birmanmu sesekali.

CARA PERAWATAN

Kucing Birman membutuhkan perawatan secara maksimal untuk menjaga tubuhnya tetap sehat serta bugar. Hal itu meliputi pemberian makanan dan minuman, memandikannya, hingga tempat tinggal yang nyaman.

Soal makanan dan minuman, kucing ini terbilang fleksibel, sebab ia bisa makan apa saja sebagaimana kucing biasa.
Begitu pula dengan tempat tinggal Kamu hanya perlu menyiapkan kandang atau ruangan kecil khusus untuk privasinya termasuk pula beberapa kebutuhan lain seperti tempat istirahat dan area bermain agar mereka lebih nyaman.

Namun yang paling penting dalam merawatnya adalah membersihkan tubuhnya. Untuk itu perhatikan beberapa tips dan cara berikut ini:

1. Memandikan kucing
2. Sisir dan potong kuku kucing
3. Gunakan air hangat untuk memandikan kucing
4. Bersihkan bagian muka.

KUCING HIMALAYAN


KUCING HIMALAYAN

Kucing himalaya atau kucing persia himalaya (dahulu bernama kucing persia warna poin) adalah salah satu ras kucing domestik yang merupakan hasil persilangan antara kucing persia dengan kucing siam. Persilangan tersebut bertujuan untuk mendapatkan ras kucing dengan tipe badan yang sama seperti kucing persia, tetapi dengan pola warna seperti kucing siam. Kucing himalaya sangat identik dengan mata yang berwarna biru dan pola warna poin.

Sejarah

Kucing himalaya adalah kucing yang sebenarnya sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Akan tetapi, kucing himalaya baru diperkenalkan di Eropa pada tahun 1950-an dengan nama yang berbeda, yaitu kucing persia warna poin. Pada tahun 1957, kucing ini terdaftar sebagai ras kucing yang berbeda dengan kucing persia dan diberi nama kucing himalaya. Namun, beberapa pendaftaran kucing memasukkan kucing himalaya ke dalam variasi warna kucing persia karena pola dan karakternya yang sama.

Pada saat ini, kucing himalaya sudah dimasukkan ke dalam ras yang berbeda dengan kucing persia oleh The International Cat Association (TICA), tetapi masih dimasukkan dalam kelompok yang sama dengan kucing persia dan kucing eksotis, yaitu kelompok "Standar Kelompok Ras Persia". Menurut beberapa peternak kucing, kucing himalaya masih dianggap sebagai versi warna lain dari kucing persia sehingga tidak dianggap sebagai ras terpisah.

Karakteristik

Kucing himalaya adalah kucing yang bertubuh gemuk, besar, dan bulat dengan kaki yang pendek seperti kucing persia. Hal tersebut membuat mereka sulit untuk melompat. Namun, beberapa ras kucing ini ada yang memiliki tubuh seperti kucing siam, yaitu tubuh yang langsing, ramping, dan anggun.

Kucing himalaya dibagi menjadi dua jenis berdasarkan bentuk wajahnya, yaitu kucing himalaya wajah boneka dan kucing himalaya wajah datar. Kucing himalaya wajah boneka memiliki wajah yang sedikit pesek jika dilihat dari samping, sementara kucing himalaya wajah datar memiliki wajah yang sangat pesek jika dilihat dari samping sehingga terlihat seperti datar.

Kucing himalaya memiliki bulu warna poin yang panjang pada telinga, wajah, kaki dan ekornya. Bulunya hadir dengan gabungan pola tabi, links, atau torti dengan warna anjing laut, biru, ungu, merah, krem, atau cokelat.

Kepribadian

Seperti kucing siam, kucing himalaya adalah kucing yang aktif, senang bermain, dan tidak senang bermalas-malasan. Kucing ini adalah kucing yang cerdas, tenang, lembut, komunikatif, dan manis seperti kucing persia. Kucing himalaya adalah kucing yang senang dibelah. Mereka merupakan kucing yang setia dan sangat bersahabat.

Kesehatan

Pada umumnya, kucing himalaya merupakan ras kucing yang cukup bagus dari segi kesehatan dan tidak mudah terserang penyakit. Tetapi, kucing himalaya memiliki penyakit turunan yang berasal dari kucing persia, yaitu PKD (Penyakit Ginjal Polikistik; kista pada ginjal).

KUCING EUROPEAN SHORTHAIR


EUROPEAN SHORTHAIR


Kucing bulu pendek eropa (bahasa Inggris: European Shorthair cat; disebut juga kucing bulu pendek kelt)[3] adalah ras kucing berbulu pendek yang berasal dari Swedia.[4] Ras ini adalah ras kucing yang baru sedikit diakui oleh beberapa organisasi pendaftaran kucing. Ras ini dikembangbiakan untuk melestarikan kucing alami yang telah tinggal di desa-desa dan kota-kota di Eropa selama berabad-abad. Banyak orang yang salah mengacu pada kucing liar sebagai kucing ras bulu pendek eropa.

Sejarah

Kucing bulu pendek eropa adalah kucing yang masih merupakan kerabat dekat ras kucing bulu pendek britania raya dan kucing bulu pendek amerika. Kucing bulu pendek eropa pertama kali dikembangkan pada tahun 1980. Ras kucing ini dihasilkan dari persilangan ras bulu pendek britania raya dengan ras persia dengan pembiakan yang selektif agar tercipta kucing dengan badan pendek dengan moncong yang pendek dan bulu yang tebal.

Kepopuleran

Ras kucing ini tidak terlalu populer di luar Skandinavia karena masih ada banyak kucing yang tidak memiliki tempat tinggal yang serupa tampak di Eropa.

Karakteristik

Kucing bulu pendek eropa adalah kucing berbadan sedang dengan berat sekitar 15 pon atau sekitar 6,8 kg, yang berarti beratnya lebih berat 3 pon (1,3 kg) dari rata-rata berat ras kucing lainnya.[5] Badan kucing ini berotot dan memiliki dada yang luas. Kakinya kuat dan sesuai dengan tubuhnya dengan panjang yang sedang. Cakarnya berbentuk bulat. Ekornya relatif panjang, tebal pada bagian pangkal, dan ujungnya meruncing. Kepalanya besar dan sedikit bulat. Telinganya berukuran sedang. Matanya berbentuk bulat dengan warna yang sesuai dengan warna bulunya. Warna matanya bisa berwarna kuning, jingga, hijau, dan biru.

Kucing bulu pendek eropa memiliki bulu yang tebal, lembut, licin, dan pendek. Bulunya terdapat 3 pola, yaitu dua warna, tabby, dan van, dengan warna hitam, biru, krim, merah, perak, putih, dan tempurung kura-kura.

Temperamen dan kepribadian

Kucing bulu pendek eropa memiliki temperamen yang sangat berbeda dengan kucing lainnya. Beberapa kucing bulu pendek eropa memiliki temperamen yang tenang dan juga ada yang sangat energik dan menghibur (lucu). Kucing bulu pendek eropa juga ada yang sangat penyayang dan sering berkenalan dengan orang sementara lainnya ada juga yang senang menghabiskan waktunya di luar rumah. Kucing bulu pendek eropa adalah kucing yang ramah dan dapat mudah tinggal bersama hewan peliharaan lainnya dan juga anak-anak.[6] Selain itu, kucing ini juga adalah kucing yang aktif, tangkas, lincah dan cerdas.

Kesehatan

Kucing bulu pendek eropa adalah kucing yang kuat dan tidak memiliki masalah kesehatan tertentu.

Harapan hidup

Informasi lebih lanjut: Umur kucing
Harapan hidup kucing ini tergantung pada apakah kucing itu tinggal di luar ruangan atau tidak. Kucing yang tinggal di luar ruangan memiliki harapan hidup dari 5 sampai 12 tahun, sedangkan kucing yang tinggal di dalam ruangan dapat hidup sampai 22 tahun.