This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 13 Juli 2023

Operasi Patuh Semeru Polres Pamekasan Fokus Kelancaran Lalin



 Pamekasan (beritajatim.com) – Operasi Patuh Semeru 2023 yang digagas Polres Pamekasan, bersama sejumlah instansi gabungan di wilayah setempat, digelar dalam rangka menciptakan kondisi kamtibmas khususnya kelancaran arus lalu lintas.

Dalam operasi yang dijadwalkan digelar selama 14 hari, terhitung sejak Senin (10/7/2023) hingga Senin (24/7/2023) mendatang. Diikuti personil dari instansi lain, seperti Kodim 0826, Dinas Perhubungan (Dishub), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pamekasan.

“Sejak awal operasi, seluruh sumber daya personil maupun sarana pendukung sudah kita siapkan. Sehingga operasi ini berjalan optimal dan berhasil sesuai tujuan dan sasaran yang ditetapkan,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Satria Permana, Rabu (12/7/2023).

Selanjutnya Kasat Intelkam Polres Pamekasan, IPTU Legiman dimutasi sebagai Kapolsek Kokop Polres Bangkalan, diganti AKP Sumarto yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag Kerma Bagops Polres Pamekasan.

Nama terakhir Kabagops Narkoba Polres Pamekasan, IPTU Komar dimutasi sebagai Kapolsek Kangean Polres Sumenep. Hanya saja posisinya di lingkungan Polres Pamekasan, belum terisi alias belum ada pengganti.

“Mutasi jabatan di lingkungan instansi Polri merupakan sesuatu yang wajar, hal itu biasa dilakukan dalam rangka pembinaan karir sekaligus penyegaran di tubuh Polri,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Satria Permana.

Selain itu pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama yang sudah memberikan kontribusi positif selama menjabat, termasuk ucapan selamat kepada para pejabat baru pada posisi yang baru ditempati.

“Kami menilai pejabat lama sudah mampu membantu organisasi dan berkontribusi positif dalam membangun kondusifitas wilayah bersama masyarakat,” ungkapnya.

Bahkan pihaknya berharap mutasi tersebut dapat berdampak positif, sekaligus dapat menambah motivasi kerja para personel menjelang momentum politik 2024.

“Bagi pejabat yang baru, kita harapkan bisa segera menyesuaikan diri dengan posisi yang baru. Sehingga bisa menjalankan amanah dan tugas sesuai dengan fungsi masing-masing,” pungkasnya. [pin/ted]











SUMBERhttps://beritajatim.com/peristiwa/4-pejabat-utama-polres-pamekasan-jalani-mutasi-jabatan/

Rabu, 12 Juli 2023

Dalam Dua Hari 5 Jemaah Haji Asal Tuban Dikabarkan Meninggal Dunia, Total Sudah 12 Orang




Ilustrasi jamaah haji. (Pixabay)

Tuban (beritajatim.com) – Jelang kepulangan 5 jemaah haji asal Kabupaten Tuban, dikabarkan meninggal dunia di tanah suci dalam dua hari pada tanggal 10 – 11 Juli 2023.

Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Tuban, Ahmad Munir mengatakan, turut berbela sungkawa yang mendalam atas wafatnya para jemaah haji asal Kabupaten Tuban.

“Semoga diampuni segala dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ucap Ahmad Munir. Selasa (11/07/2023).

Diketahui, 5 orang jemaah haji yang meninggal dalam dua hari ini yakni :

1. Rusmiati binti Sri Sosro Darmo (85) kloter 18 asal Desa Klalen, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban meninggal dunia di RS. King Faisal pada hari senin 10 Juli 2023 pukul 05.10 WAS.

“Beliau meninggal karena sakit hypertensi dan akan dimakamkan di Makam Suroya Mekkah,” tutur Ahmad Munir.

2. Sulastri Lamidjo Karsiman (68) kloter 19 asal Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban meninggal dunia di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) senin 10 Juli 2023 pukul 15.10 WAS karena sakit sesak nafas dan mempunyai riwayat penyakit jantung.

3. Sardi Sarto Puro (67) kloter 24 asal Desa Kedungmakam, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban meninggal dunia di RS Al-Zaher Mekkah pada senin 10 Juli 2023 pukul 20.40 WAS karena diare kronis.

4. Ladi Bin Sadiran (58) kloter 18 asal Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban meninggal dunia karena serangan jantung dan hypertensi di RS Al-Zaher Mekkah senin 10 Juli 2023 pukul 23.10 WAS.

5. Siti Ananingsih, S.Pd (69) kloter 18 asal Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban meninggal dunia karena serangan jantung di RS King Faisal Mekkah pada hari selasa 11 Juli 2023 pukul 11.00 WAS.

“Kelima jemaah haji tersebut dimakamkan di Makam Suroya Mekkah,” terang Munir.

Sebelumnya, sempat diberitakan bahwa 7 jemaah haji asal Tuban meninggal dunia saat beribadah di tanah suci, kini dari senin 11 Juli 2023 telah tercatat 12 jemaah haji asal Tuban yang meninggal dunia. [Ayu/ian]












SUMBERhttps://beritajatim.com/peristiwa/5-jemaah-haji-asal-tuban-dikabarkan-meninggal-dunia-total-sudah-12-orang/

Ayah Bunuh Diri, Mempelai di Kediri Nikah di Depan Jenazah





 Seorang ayah di Kediri bunuh diri menjelang pernikahan anaknya
Kediri (beritajatim.com) – Lantaran ayah bunuh diri menjelang pernikahan, mempelai di Kediri terpaksa melangsungkan akad nikah di depan jenazah.

Kisah sedih ini dialami pasangan Rara Devita Sari (17) dan Frendi Firdaus (20) dari Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Mempelai ini harus melangsung pernikahan didepan jenazah Sukijan. Sebab, pria 51 tahun itu bunuh diri sehari menjelang rencana pernikahan.

Baca Juga : Penyanyi Hong Kong Coco Lee Meninggal Dunia Setelah Percobaan Bunuh Diri

Betapa sedihnya mempelai di Kediri ini. Tenda-tenda pernikahan sudah terpasang di rumahnya dan pesta pun siap untuk diadakan.

Tetapi hal mengejutkan terjadi. Sukijan bunuh diri. Dia ditemukan oleh anaknya yang masih berusia 9 tahun di kamar rumahnya dalam posisi tergantung, pada Selasa (11/7/2023) pukul 07.00 WIB.

Sukijan bunuh diri menggunakan kain sarung berwarna hijau. Meskipun bergegas diturunkan dari gantungan, tetapi dia sudah dinyatakan meninggal dunia.

“Kami pastikan yang bersangkutan meninggal murni bunuh diri dengan beberapa tanda umum, serta tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan,” kata Kapolsek Semen AKP Ni Ketut Suartiningsih.

Baca Juga : Pencarian Pria Bunuh Diri di Jembatan Suramadu Masih Nihil

Menurut hasil penyelidikan kepolisian, Sujikan sebelumnya bekerja sebagai buruh bangunan di Kalimantan. Sebulan lalu dia pulang karena akan menggelar hajatan menikahkan anaknya.

Tetapi Sukijan diketahui memiliki hutang banyak untuk biaya pernikahan anaknya. Sang istri meminta agar pesta hajatan dimeriahkan. Itulah yang ditengarai memicunya melakukan perbuatan nekat.

Pihak keluarga menolak jenazah diautopsi. Mereka menerima kematian Sukijan karena bunuh diri. Tetapi sebelum jenazah dimakamkan, acara pernikahan pun dilaksanakan.

Kedua mempelai melakukan akad di depan jenazah Sukijan. Prosesi itu berlangsung khidmat dengan dihadiri kerabat serta para tetangga dan pelayat. [nm/ted]


















Senin, 10 Juli 2023

STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 10/07/2023

SAJADAH BESAR BUSA KISWAH ARBAIN RUMBAI


Sajadah dengan bahan busa yang empuk dengan bulu yang halus, nyaman untuk keperluan sholat dirumah dan cocok untuk koleksi pribadi...
> Bahan : Busa anti slip
> Ukuran : 75 x 112 cm
> Berat : 1kg
Sajadah Arbain Tebal Mekkah (Premium Quality)
Warna Dominan Hitam 
Ukuran standart...
Bisa di buat oleh oleh..
Dan berbahan lembut dan tebal.

GROSIR SAJADAH KAFILAH TERBARU 


Sajadah merek Kafilah 
Sajadah murah berkualitas 
Sajadah lembut 
Sajadah ukuran 100 X 50 cm 

LAP PIRING MAKAN BOTCH WARNA TEBAL 


Serbet Kain Kotak Lap Tangan Warna BOTCH Tua Katun Tebal Besar
Serbet Dapur Lap Serbaguna
Merk : Botch
Bahan : Katun
Motif : Kotak
Fungsi dan manfaat :
- Untuk membersihkan piring, lap tangan
- Untuk keperluan lap serbet rumah tangga
-Ukuran Serbet 60 cm x 60 cm / Jumbo

LAP PIRING MAKAN ANEKA PODUKSI 


Serbet lap Aneka Produksi Original dengan bahan katun berkualitas serta memiliki daya serap yang baik. Kuat, tahan lama dan lembut. Cocok untuk keperluan dapur dan ruang makan. Cocok untuk keperluan dapur dan ruang makan.
Minimum pembelian 1 Lusin = 12 pcs
Ukuran 1 pcs : +/- 50 X 50 cm 
Isi 1 Bungkus : 1 Lusin / 12 pcs
Dimensi Packing : 15 X 21 X 5 Cm
Warna 1 Bungkus : Merah, Biru, Hitam
Barang Original ( stiker Original disetiap pcs )




MAU IKUT GABUNG GROUP.... SILAHKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI !!



Untuk Pembelian Grosir dengan Motif berbeda atau Ongkos kirim termurah bisa ditanyakan via SMS/WA atau dapat dilihat di menu cek ongkir











Whatsapp

Whatsapp admin 1 : 08-1945-155-144
Whatsapp admin 2 :  0821-4294-2469
Whatsapp admin 3 :  0812-9393-9474
Whatsapp admin 4 :  0818-0408-1983



SHOPEE

ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / Twitter


KONTAK KAMI UNTUK PENDAFTARAN RESELLER





KAMI HANYA DI MALANG, TIDAK MEMILIKI CABANG DIMANAPUN
KECUALI PERWAKILAN AGEN AGEN, RESELLER, DROPSHIP DISETIAP DAERAH.

@ Pengiriman via JNE, JNT, WAHANA, POS INDONESIA, SAKURA, DAKOTA, DOT CARGO, KGP (Kerta Gaya Pusaka). dll.
@ Welcome Reseller & Customer













Sakit Hati Pria Nganjuk Perkara Ditagih Utang Rp50 Ribu, Bunuh Temannya di Kamar, sempat Cekcok






TRIBUNJATIM.COM - Kasus pengutang lebih kejam daripada orang yang meminjami uang benar adanya.

Tak sedikit kasus utang berujung maut.

Seperti di Nganjuk, Jawa Timur baru-baru ini.

Seorang pria di Desa Tekenglagahan, Kecamatan Loceret, Nganjuk membunuh temannya sendiri, Minggu (9/7/2023).

Ini karena S (27) sakit hati ditagih utang oleh temannya tersebut.

S meminjam MDB (28) sebesar Rp50 ribu.

MDB dibunuh S dan meninggal dengan kondisi luka bacokan di tubuhnya.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Nganjuk Ajun Komisaris Polisi (AKP) Supriyanto mengungkapkan, pembunuhan itu dilatarbelakangi persoalan peminjaman uang.

Mulanya S meminjam uang ke temannya yakni MDB sebesar Rp 50.000.

Uang itu akan digunakan S agar bisa menarik uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sebesar Rp 100.000.

Selanjutnya, korban pun menagih uangnya ke pelaku.

"Pada saat korban dan pelaku berada di hajatan tetangga, korban menanyakan uangnya ke pelaku dan dijelaskan pelaku bahwa uang sudah dikembalikan ke aplikasi Dana," kata Supriyanto, Minggu (9/7/2023), dilansir dari Kompas.com.

"Kemudian korban (MDB) dan pelaku (S) pulang ke rumah masing-masing," kata dia.

Tapi ternyata S masih menyimpan sakit hati dan membacok temannya sampai meninggal dunia.

"Pelaku membunuh korban di dalam kamar dengan cara membacok leher korban tiga kali," kata Supriyanto.

Ditangkap Sementara itu Kepala Kepolisian Resor Nganjuk Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad menegaskan S telah ditangkap.

"Pelakunya sudah diamankan," kata dia.

Adapun jenazah korban dibawa ke rumah sakit.

"Korbannya meninggal dunia dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk autopsi," katanya.

Sementara itu, kasus serupa juga terjadi di Pasuruan.

Sebuah karung berisi jasad manusia di sebuah kuburan di Dusun Awu, Desa Alastlogo, pada Minggu (25/6/2023) menghebohkan warga Pasuruan.

Terungkap jasad tersebut merupakan korban pembunuhan setelah diselidiki.

Pelakunya adalah pria yang tak terima ditagih utang oleh korban.

Sadi, korban tewas gara-gara menagih utang.

Sadi merupakan warga Dusun Sumur Licin, Kecamatan Kedawang, Pasuruan, Jawa Timur.

Dilansir dari Kompas.com, pelaku berinisial AM (63), warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, tersebut mengaku emosi karena korban menagih utang saat di rumah sumur bor, Sabtu (24/6/2023), lalu. 

Seperti diketahui, jasad korban ditemukan terbungkus karung.

"Pada hari Sabtu (24/6/2023) sekitar pukul 05.00 WIB di sebuah rumah penjaga sumur, korban menagih utang kepada tersangka sebesar Rp 13 juta sesuai yang sudah dijanjikan pelaku. Di sana, mereka cekcok," ungkap Kapolres Pasuruan Kota AKBP Makung Ismoyo, dalam konferensi pers, Rabu (28/6/2023).

Menurut Ismoyo, awalnya terjadi cekcok dan berujung perkelahian.

Pelaku memukul tengkuk kepala bagian belakang sebanyak dua kali.

Lalu memukul wajah sebelah kanan sebanyak tiga kali menggunakan kunci ledeng warna oranye hingga korban tidak sadarkan diri.

Setelah itu, pelaku lalu menjual motor korban merek Honda Beat warna merah putih ke seseorang warga di Desa Branang, Kecamatan Lekok, seharga Rp 2 juta.

"Sepeda motor itu dijual diduga untuk tujuan menghilangkan barang bukti, sekaligus mengambil keuntungan," jelasnya.

Lalu pada pukul 22.00 WIB, pelaku kembali ke rumah penjaga sumur bor dan memasukan jasad korban ke dalam sebuah karung goni warna putih.

"Kemudian tersangka menutup kepala korban menggunakan 2 buah kantong kresek putih dan biru, lalu menutup tubuh bagian atas korban dengan karung goni wama putih, serta diikat dengan tali rafia warna merah," tutur Makung.

Pada Minggu (25/6/2023) pukul 03.00 WIB dini hari tersangka membawa keluar jasad korban yang sudah terbungkus karung, menuju area pemakaman.

Barang bukti lainnya yang diamankan polisi adalah helm korban yang dikubur di dalam tanah.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam pasal berlapis, pasal 340 KUHP, pasal 339 KUHP, pasal 338 KUHP.

"Ancaman hukuman antara 20 hingga hukuman mati," pungkasnya.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang selama dua hari hingga akhirnya ditemukan tewas.

Jasad pria berusia 63 tahun itu ditemukan warga berada di dalam karung.

Diduga, pria paruh baya itu menjadi korban pembunuhan karena terdapat bekas pukulan benda tumpul di tubuhnya.

Saat ditemukan warga setempat, jasad belum diketahui identitasnya.

Jasad korban ditemukan terluka memar dan darah di wajah.

Identitas korban baru teridentifikasi setelah polisi menyelidiki. 

Kapolsek Lekok, AKP Agung Sujatmiko mengatakan, korban diduga tewas akibat penganiayaan seseorang dengan benda tumpul.

"Diduga ada bekas penganiayan benda tumpul, sehingga kepala korban luka-luka," ungkapnya melalui sambungan telepon, Senin (26/6/2023).




































Pipi Anak Lebam Pulang Sekolah, Ternyata Ditampar Guru, Ibu Ngamuk Ogah Damai: Saya Tak Terima






TRIBUNJATIM.COM - Orangtua siswa di Nunukan, Kalimantan Utara ngamuk dan tak terima anaknya ditampar gurunya di sekolah.

Saat ditanya ibu, sang anak justru menghindar dan tak menjawab.

Kondisi pipi sang anak pun memilukan imbas tamparan guru di sekolah.


Hingga kini, orangtua siswa tersebut ogah berdamai dengan sang guru dan menuntut guru tampar siswa itu dimutasi.

Adapun sosok siswa ditampar guru itu ialah siswi SMP Negeri di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara.

Siswi SMP tersebut diduga ditampar oknum guru IPS berinisial Y di sekolah.


Akibat kejadian itu, siswi tersebut mengalami luka lebam pada wajahnya dan tak mau bersekolah.

Orangtua siswi yang tak terima menuntut pihak sekolah untuk dilakukan mutasi terhadap oknum guru yang memukul anaknya.

Sementara, pihak sekolah sudah melakukan upaya mediasi terkait permasalahan tersebut,

Namun, hingga kini belum menemukan titik terang.

Ibu siswi tersebut, Maslina mengatakan, kasus ini baru mencuat ke permukaan karena sebelumnya dia berharap tuntutan mutasi bagi oknum guru pemukul anaknya dikabulkan.

Akan tetapi, sudah cukup lama dia bersabar, tetapi belum ada tindakan bagi guru tersebut dari pihak sekolah.

"Kalau guru itu tidak dipindah, tidak mau betul anak saya sekolah," kata dia, Sabtu (8/7/2023).

Maslina bercerita, penamparan itu terjadi pada 21 Juni 2023 di sekolah putrinya.

"Waktu pulang, anak saya memang tidak mau cerita, tapi melihat pipinya merah dan naluri seorang ibu, saya minta dia cerita, dan akhirnya dia menjawab habis ditampar guru IPS," ujar dia.

Kemudian, Maslina meminta agar anaknya menceritakan secara detail.

Namun, anaknya menolak menjawab dan memilih menghindar.


Menurut dia, anaknya tidak pernah neko-neko atau berbuat yang tidak-tidak sampai bereaksi berlebihan.

Hal itu seperti saat dia meminta anaknya untuk menceritakan sebab musabab dugaan penamparan tersebut terjadi.

"Anak saya tidak mau cerita, tapi dia bilang ditampar gurunya. Sampai lebam juga kondisi wajahnya waktu itu. Itulah yang membuat saya tidak terima," tegas dia.

Maslina kemudian meminta pihak sekolah menjelaskan duduk perkaranya dan menyatakan keberatannya atas apa yang menimpa anaknya.

Akhirnya pada 23 Juni 2023, pihak sekolah datang ke rumahnya di Desa Bukit Harapan RT 03, Kecamatan Sebatik Tengah, untuk mediasi.

Saat itu, kepala sekolah tempat anaknya belajar, membawa serta Kepala UPTD Sebatik Tengah, Pengawas tingkat SMP, dan Sekretaris PGRI Sebatik Tengah, tanpa menghadirkan guru yang memukul anaknya.

"Saya tidak mau damai sebelum guru yang pukul anak saya dipindah. Anak saya tidak mau masuk sekolah selama ada guru yang pukul dia," kata dia.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Sebatik Tengah, Usman menegaskan, kasus ini sedang tahap investigasi dan klarifikasi.

Langkah tersebut dilakukan agar perkaranya terang benderang dan tindak lanjut yang diambil menjadi solusi terbaik.

"Permintaan mutasi sebenarnya sudah diakomodir. Cuma butuh proses. Pemberian teguran ada aturan yang harus dijalankan, jangan langsung tanpa tahu sejauh mana kesalahan. Sehingga, ketika nanti jalan ceritanya tidak sesuai yang diceritakan orang, setelah itu diberikan hukuman tidak setimpal kan malah tidak etis," jelas dia.


Menurut dia, kasus ini harus ditinjau dan dirapatkan dengan banyak pihak, karena tuntutan mutasi pihak keluarga korban akan berdampak pada kinerja Dinas Pendidikan dan juga kekurangan guru pada sekolah dimaksud.

"Masih investigasi, masih proses, belum ada keputusan yang mengarah jenis hukuman. Begitu juga terkait masalah si anak tidak mau sekolah, kita perlu tahu motivasinya apa. Apakah takut dipukul atau karena hal lain. Kita masih akan perjelas semua," kata dia.

Pihak UPTD akan memperjelas permasalahan mulai dari apa yang melatarbelakangi tindak pemukulan dan dampak psikologi terhadap anak dan sejauh mana.

Selain itu, termasuk apa jenis sanksi yang diberikan terhadap Y dan bagaimana menindaklanjuti persoalan anak yang dikatakan mogok sekolah pascaperistiwa tersebut.