Ready Stok Sprei Fata Polos 120 X 200
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Sabtu, 05 Agustus 2023
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 05/08/2023
LDII Galang Pemuka Lintas Agama Bersihkan Sungai Bedadung Jember
Jember (beritajatim.com) – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggalang pemuka lintas agama untuk membersihkan Sungai Bedadung, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (4/8/2023).
Sungai tersebut berdekatan dengan kantor Dewan Pimpinan Daerah LDII Jember di Kecamatan Patrang. Tak hanya membersihkan sampah dari aliran sungai, mereka juga mengecat jembatan.
“Kerja bersama bakti untuk negeri ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian sosial kita terhadap kebersihan lingkungan sekitar, karena kebersihan adalah bagian dari iman,” kata Ketua DPD LDII Jember, Akhmad Malik Afandi.
Selain itu, LDII ingin terus menjaga kerukunan antar umat beragama. “Untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama tidak hanya dilakukan dengan acara diskusi atau sarasehan kebangsaan tapi bisa juga dengan kegiatan gotong royong bersama seperti hari ini,” kata Malik.
Malik menegaskan, kerja bakti itu adalah perwujudan dari nilai-nilai Pancasila. “Sejatinya kita semua saudara dan kita semua Indonesia,” kata Malik.
Hal ini dipertegas Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Abdul Muis. Menurutnya, isu kebersihan lingkungan adalah isu bersama tanpa memandang agama. “Kita boleh menganggap bahwa agama yang kita yakini adalah yang paling benar. Tapi itu untuk ke dalam. Sedangkan dalam hidup bermasyarakat kita juga bisa menghormati dan menghargai ada kebenaran agama lain yang diyakini kebenarannya oleh penganutnya,” kata Muis.
Itulah kenapa Muis mengpresiasi gagasan LDII. “Acara seperti ini perlu terus ditindaklanjuti dengan tempat dan tema yang berbeda sehingga bukan hanya bersih sungainya tapi bersih juga hatinya,” katanya.(wir/kun)
Diduga Korban Mutilasi Pencari Ikan di Jombang Temukan 2 Karung Berisi Potongan Tubuh Manusia
Dua karung berisi potongan tubuh manusia yang ditemukan di sungai Desa Japanan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang, Jumat (4/8/2023) malam
Jombang (beritajatim.com) – Seorang pencari ikan di Jombang menemukan dua karung berisi potongan tubuh manusia di sungai Desa Japanan Kecamatan Mojowarno, Jumat (4/8/2023) sekitar pukul 21.00 WIB.
Pencari ikan tersebut kemudian melaporkan temuan itu ke kepala desa setempat dan diteruskan ke Polsek Mojowarno. Petugas dibantu warga dan sejumlah relawan mendatangi lokasi. Benar saja, dua karung tersebut berisi potongan tubuh manusia.
Karung pertama mulai leher hingga kaki. Sedangkan karung kedua berisi dua tangan. Dua karung tersebut kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Jombang. “Mayat dalam karung ini pertama kali ditemukan oleh pencari ikan,” kata Kepala Desa Japanan Kecamatan Mojowarno, Junaidi Catur Wicaksono.
Anggota relawan Semar (Semangat Masyarakat) Jombang Supriyanto menambahkan, pihaknya ikut mengevakuasi mayat dalam karung tersebut. Menurut Supri, dua karung berisi potongan tubuh manusia tersebut posisinya berjajar.
Dia memperkirakan usia korban di bawah 25 tahun. Hanya saja, Supriyanto tidak tahu jenis kelamin mayat tersebut. “Karena langsung dimasukkan ke dalam kantung mayat warna kuning. Satu karung berisi dua tangan, satu lagi tubuh dan kaki,” pungkas relawan yang membantu evakuasi mayat tersebut. [suf]
Jumat, 04 Agustus 2023
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 04/07/2023
MAU IKUT GABUNG GROUP.... SILAHKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI !!
ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / Twitter
KONTAK KAMI UNTUK PENDAFTARAN RESELLER
KAMI HANYA DI MALANG, TIDAK MEMILIKI CABANG DIMANAPUNKECUALI PERWAKILAN AGEN AGEN, RESELLER, DROPSHIP DISETIAP DAERAH.
@ Pengiriman via JNE, JNT, WAHANA, POS INDONESIA, SAKURA, DAKOTA, DOT CARGO, KGP (Kerta Gaya Pusaka). dll.@ Welcome Reseller & Customer
Bawa Misi Keadilan Tragedi Kanjuruhan, Midun Kayuh Sepeda Keranda Menolak Lupa
Mihtahudin Ramli alias Midun, mengayuh Sepeda Keranda dari Malang ke Jakarta, Kamis (3/8/2023).
Malang (beritajatim.com) – Seorang pria membawa misi keadilan pada Tragedi Kanjuruhan. Aksi bersepeda yang dimodif keranda jenasah, dilakukan Mihtahudin Ramli alias Midun (52), warga Kelurahan Ngaglik, Kota Batu. Midun nekat mengayuh sepeda yang dimodif Keranda bertuliskan 135 Menolak Lupa itu, menuju Ibukota Negara Indonesia di Jakarta.
Misi itu berkaitan untuk mencari keadilan bagi 135 nyawa korban Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu. Siapa sebenarnya Midun? Pria paruh baya ini adalah seorang penjaga malam di Batu Town Square (BATOS). Ia juga dikenal seorang sopir dan punya jiwa petualang. Beberapa tempat di Indonesia, pernah Midun singgahi dengan berjalan kaki hingga mengayuh sepeda angin miliknya.
Ditanya semangat apa yang membuat dirinya melakukan ekspedisi kemanusiaan mengayuh Sepeda Keranda Menolak Lupa dari Malang ke Jakarta? “Intinya Agustus ini bulan kemerdekaan, barangkali memang setiap bulan kemerdekaan saya sering pergi jadi kepergian saya ini saya bernadzar memang untuk ekspedisi antar stadion, lintas stadion jalur pantura itu,” tegas Midun, Kamis (3/8/2023) sore setibanya di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Midun menjelaskan, pesan yang akan ia bawa dalam nadzar bersepeda ke Jakarta adalah, cukup sudah di Kanjuruhan saja kejadian seperti 1 Oktober 2022 lalu. “Cukup 1 Oktober 2022 itu saja. Jangan ada lagi tragedi di stadion manapun. Saran saya kita tidak pantas untuk melupakan dan kejadian tersebut sekedar untuk dikenang saja,” terang Midun.
Midun berharap, semoga ada hidayah dalam kasus Tragedi Kanjuruhan. Dirinya hanya bisa istigfar mengingat kejadian tersebut. “Semoga ada hidayah dari Tuhan, barangkali setelah ini ada perubahan. Saya bisa apa mas, saya juga bukan siapa siapa, saya gak punya apa-apa. Jadi hanya Tuhan saja yang bisa menolong kita semua,” tutur Midun.
Adapun jarak bersepeda keranda yang akan Midun tempuh yakni, melalui Jalur Pantai Utara (Pantura). Dari Stadion Kanjuruhan, Midun akan singgah di Stadion Gajayana, kemudian Gelora Delta Sidoarjo. Lalu Gelora Bung Tomo Surabaya. Stadion Joko Samudro Gresik. Kemudian Stadion Surya Jaya Lamongan. Lanjut ke Kota Tuban, Rembang, Semarang hingga sambung ke Jakarta. “Insya Allah, semoga Allah memberi kekuatan dan kesehatan saya. Target 17 Agustus sudah berada di GBK Senayan. Bertepatan dengan detik detik Proklamasi Kemerdekaan” ujarnya.
Jika memungkinkan, aspirasi dan misi yang ia bawa bisa sampai ke Istana Negara. “Ya kepingin cuman kan mungkin banyak yang harus di lewati, banyak yang harus saya jawab. Kalau saya ditanya saya lebih baik cari yang gak repot saja lah, kalau bisa stadion GBK kan mungkin itu bisa ya, sekedar kalau disitu ada upacara diperkenankan upacara ya tidak apa apa,” papar Midun.
Midun berharap dirinya bisa bertemu Presiden apabila Tuhan meridhoi. “Insya Allah bisa bertemu Presiden,” terangnya. Midun mengaku, untuk mengayuh Sepeda Keranda ia harus meminta ijin pada istri dan anak anaknya lebih dulu. Termasuk mengurus ijin bepergian ke tempat tinggalnya di Kelurahan Ngaglik, Kota Batu.
Midun juga akan bermalam diseluruh Stadion yang ia singgahi mulai dari Malang sampai Jakarta. Masih kata dia, Midun mengaku sebelumnya ingin jalan kaki saja ke Jakarta. Namun, saran dari teman temannya kalau hal itu cukup berat. “Akhirnya disediakan sepeda, saya latihan sejak Juni mempersiapkan fisik. Olahraga juga. Kalau jarak jauh belum pernah. Ini baru pertama.
Midun menambahkan, untuk mengayuh sepeda Keranda cukup jauh, dirinya harus merayu istri dan anaknya lebih dulu. “Harus merayu istri dan anak dulu dulu cukup lama, karena yang utama ijin anak istri. Bekal sudah lengkap, tadi dikasih bekal jamu madu juga sama istri,” ujarnya.
Midun menambahkan, ia suka berpetualang dan selalu mengambil cuti buat liburan. “Ya yang paling sering upacara bendera di mana gitu, di momen Agustus pokoknya. Kemarin terakhir ke Sumatra. Rencanannya tahun ini saya ke Kupang, karena ada kejadian Kanjuruhan ini, akhirnya ekspedisi ke stadion di Jawa sampai Jakarta,” Midun mengakhiri. (yog/kun)
Laka Tunggal, Mobil Tabrak Pagar di Ponorogo, Imigran Asal India Luka di Pelipis
Kendaraan roda empat yang menabrak pagar milik salah satu warga di Ponorogo. (Foto/Istimewa)
Ponorogo (beritajatim.com) – Sebuah mobil Toyota Inova dengan nomor polisi AE 1817 SM mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Pulung-Ponorogo. Tepatnya masuk Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Kejadian kecelakaan tunggal itu, terjadi pada hari Kamis (3/8) sore.
Dalam insiden tersebut, seorang imigran asal India, yang kini menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), bernama Muhammad Dape (53), mengalami luka ringan dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Pulung.
Menurut keterangan dari anggota Polsek Pulung, Aiptu Junari, menyebut bahwa yang bersanhky mengendarai mobil sendirian. Kala itu, Muhammad Dape sedang melaju dari arah timur atau Kecamatan Pulung menuju barat atau Ponorogo Kota. Namun, tiba-tiba mobil yang dikendarai selip dan menabrak pagar rumah salah satu warga yang berada di utara jalan. “Ban mobil selip. Sopir yang asal India itu juga diduga mengantuk,” kata Aiptu Junari, Kamis (03/08/2023).
Anak korban, Mars Henci, mengungkapkan bahwa ayahnya mengalami luka di pelipis dan sudah dibawa ke Puskesmas Pulung. Namun, dia belum bisa memastikan apakah ayahnya mengantuk saat mengemudi.
Henci menambahkan bahwa ayahnya, yang sebelumnya merupakan orang India, kini sudah menjadi WNI dan telah tinggal lama di Ponorogo. Meskipun bukan asli Ponorogo, ayahnya diketahui sangat hapal dengan jalan-jalan di daerah tersebut. Pada saat kecelakaan terjadi, ia sebenarnya hendak pergi ke pasar Legi untuk berbelanja. “Sudah lama tinggal di sini dan biasanya juga belanja ke Pasar Legi,” pungkas Mars Henci. (end/kun)







































