This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 11 Oktober 2023

Cegah Bencana Hidrometrologi di Kota Batu, Gencarkan Bersih-bersih Sungai

 


SURYAMALANG.COM, BATU - Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai bersama masyarakat dan TNI membersihkan sungai yang berada di Jalan Lesti Kota Batu, Selasa (10/10/2023).

Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Timur terkait antisipasi menghadapi bencana hidrometrologi yang mengancam saat musim hujan tiba.

Untuk itu kegiatan bersih-bersih sungai dari sampah dilakukan mulai dari sungai Lesti hingga nantinya juga dilakukan masyarakat Kota Batu di sungai sekitar lingkungan mereka.

“Kami akan terus bergerak agar kegiatan ini menyebar diseluruh wilayah Kota Batu, sehingga masyarakat sadar dan peduli pentingnya menjaga kebersihan utamanya sungai dari pencemaran sampah,” kata Aries Agung Paewai, Selasa (10/10/2023).

Selain bersama masyarakat, bersih-bersih sungai juga diikuti Sabers Pungli, Poltekad Kodiklatad, warga RT 1-3 RW 4 Desa Pesanggrahan dan Dinas PUPR Kota Batu.

Dari bersih-bersih sungai itu didapati banyak sampah rumah tangga. Hal itu menandakan banyak masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Sehingga Pj Walikota Batu meminta agar masyarakat tak membuang sampah ke sungai, melainkan memilah sampah dari sumbernya, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjadi kompos ataupun didaur ulang.

“Segala langkah dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah instansi vertikal maupun relawan harus didukung oleh masyarakat yang sadar dan paham untuk mengolah dan memilah sampah dari rumahnya, kemudian di sambung dengan kesadaran wisatawan untuk membuang sampah pada tempatnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Aries menginginkan agar di usia Kota Batu yang ke-22 ini, gerakan bersih-bersih lingkungan sungai terus lebih intensif dilakukan untuk mencegah bencana hidrometrologi di tahun 2023-2024.














SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/10/cegah-bencana-hidrometrologi-di-kota-batu-gencarkan-bersih-bersih-sungai

Selasa, 10 Oktober 2023

Kasus Kopi Sianida Mencuat, Dokter Forensik Yakin Tak Ada Jejak Sianida di Jasad Mirna Salihin

 


TRIBUNJATIM.COM - Sejauh ini, film dokumenyer Ice Cold, Coffee and Jessica Wongso di Netflix masih ramai jadi perbincangan netizen.

Satu hal yang masih dibahas adalah klaim adanya jejak sianida di jasad Mirna Salihin saat meninggal dunia.

Hal ini diungkap langsung oleh Dokter Djaja Surya Atmadja.

Dokter Djaja adalah seorang ahli forensik yang saat itu terlibat dalam kasus kopi sianida dan memeriksa langsung jasad Mirna Salihin.

Dalam wawancara di kanal Youtube milik Dokter Richard Lee, Dokter Djaja Surya Atmadja menggugat keyakinan umum bahwa kopi sianida adalah penyebab kematian Mirna.

Dengan latar belakang 30 tahun pengalaman sebagai dosen dan peneliti sianida, Dokter Djaja Surya Atmadja mengklaim bahwa ia dapat mengenali sianida dari jarak jauh.

Namun, ketika ia memeriksa Mirna, ia tidak mendeteksi bau karakteristik sianida sama sekali.

"Saya kan dosen sianida selama 30 tahun, dari jauh aja saya bisa tahu itu sianida. Saya peneliti [sianida], makanya saya apal luar kepala. Jadi saya yakin itu bukan sianida," ujarnya tegas.

Menurut Dokter Djaja, pemeriksaan jasad Mirna Salihin tidak mengungkapkan adanya bukti yang mendukung dugaan bahwa sianida adalah penyebab kematian.

Ia bahkan menyebutkan bahwa tanda-tanda fisik yang biasanya terlihat pada korban sianida, seperti perubahan warna kulit menjadi merah, tidak ada pada Mirna yang malah memiliki kulit membiru.

Keputusannya untuk melakukan proses formalin pada jenazah Mirna, yang didasarkan pada keyakinannya bahwa sianida tidak terlibat dalam kasus ini, mengakibatkan panggilan dari pihak kepolisian untuk memberikan kesaksian dalam berita acara pemeriksaan (BAP).


KUNJUNGI JUGA : 

Panci listrik serbaguna Elektrik Cooker Multifungsi Panci Kukus Elektrik 

Free Dus Packaging Pet Opeadia 17 Inch Big Tas Kucing Astrounot Travel Bag Nyaman dan Cat

Fabrica Kawat Nyamuk Magnet Kasa Anti Serangga Miniflex Aluminium Custom DIY seharga Rp2.334 - Rp3.507.

-  DASTER FLOW SATIN IMPORT REALPICT-GESER/DASTER SATIN PART 1/DASTER TANPA LENGAN seharga Rp21.032 - Rp26.631


"Gara-gara itu saya dipanggil sama polisi di BAP. Saya ditanya kenapa melakukan formalin. Saya bilang saya berani kerjain karena enggak nyium apa-apa, itu masuk ke dalam berkasnya Mirna kesaksian ada," paparnya.

Namun, yang lebih mencurigakan adalah fakta bahwa Dokter Djaja tidak pernah dipanggil sebagai saksi dalam persidangan meskipun namanya tercantum dalam berita acara pemeriksaan (BAP) sebagai salah satu dokter pertama yang menangani mayat Mirna. Hal ini memunculkan pertanyaan besar tentang potensi kecurangan dalam kasus ini.

"Semua orang di BAP dipanggil ke pengadilan kecuali saya. Kesaksian dokter mustinya utama, saya jadi orang pertama tapi kali enggak dipanggil," tambahnya lagi.

Menilik video di kanal YouTube dr Richard Lee yang tayang Jumat (6/10/2023), dr Djaja membeberkan sejumlah hasil pemeriksaan Mirna.

Disebutkan, saat itu mirna sempat dibawa ke rumah sakit dalam posisi masih hidup.

Kala itu, Mirna Salihin juga sempat muntah-muntah.

Dokter pun langsung mengambil sampel muntahan itu untuk diperiksa lebih lanjut.

"Dia habis dari Olivier masih hidup. Dibawa ke rumah sakit Abdi Waluyo ke IGD, masih hidup. Dia muntah-muntah diambil sampel lambungnya sama dokternya. Dia meninggal, dikasih surat kematian," cerita Dr Djaja, Jumat (6/10/2023).

Namun, dari hasil pemeriksaan, muntahan Mirna Salihin itu negatif sianida.

Begitupun dengan sampel organ lainnya yang diperiksa.

Kemudian, ditemukan 0,2 mg/liter sianida di lambung Mirna Salihin.

"Akhirnya dia bilang setujunya diambil sample. Dibukalah lambungnya, diambil jaringan hati, darah, urine. Dikirim ke Puslabor, hasilnya sianida negatif. Yang muntahan juga hasilnya negatif," lanjutnya.

Meski begitu, dr Djaja masih kekeh bahwa kemaian Mirna Salihin itu bukan karena sianida seperti yang ditudingkan.

Menurutnya, sianida yang ditemukan di lambung Mirna itu bisa saja merupakan hasil dari pembusukan.

"Nah kecuali di lambung. Di lambung ketemu sianida 0,2 Mg itu kecil banget. Dan logikanya kalau dari awal ada sianida terus jumlahnya mengecil itu masuk akal. Nah tapi kalau awal tidak ada sianida, kan tanda tanya dari mana. Nah sianida kecil itu bisa jadi itu dari pembusukan," tandas Dokter Djaja.

Di sisi lain, pengacara terkenal Jessica Wongso, Otto Hasibuan, langsung bertindak ketika mengetahui bahwa Dokter Djaja tidak dipanggil ke pengadilan. Ia mencari dokter forensik kontroversial ini untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut, mengungkapkan ketidakpuasan atas ketidakadilan yang terjadi dalam kasus yang selalu menuai perdebatan dan kontroversi.

"Pak Otto dia baca satu per satu, ini kok enggak dihadirkan saya dicari dihubungin sama Pak Otto, ditanya kan, saya jawab yakin ini bukan sianida," ungkap dokter Djaja.

Sementara itu, keracunan kalium sianida memang memiliki ciri khas. Gejala keracunan bisa muncul secara instan setelah terjadi paparan, yakni:

  • Sesak Napas
  • Pusing
  • Pucat
  • Detak Jantung Cepat
  • Mual dan Muntah
  • Kejang
  • Kehilangan Kesadaran

Penting untuk diingat bahwa gejala keracunan sianida bisa sangat cepat muncul, dan tindakan medis segera sangat diperlukan untuk menyelamatkan nyawa.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal diduga terpapar kalium sianida, segera hubungi layanan darurat medis atau pusat racun lokal untuk mendapatkan bantuan dan perawatan secepat mungkin.

Pengakuan Dokter Djaja menambah lagi daftar kejanggalan yang ditemukan di kasus pembunuhan Mirna Salihin oleh Jessica Wongso.



















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/09/kasus-kopi-sianida-mencuat-dokter-forensik-yakin-tak-ada-jejak-sianida-di-jasad-mirna-salihin?page=3

Kemarau Panjang, 10 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan Polres Kediri untuk Warga Terdampak Kekeringan


 


TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Beberapa wilayah di Indonesia mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang, tak terkecuali di Kabupaten Kediri.

Musim kemarau disertai cuaca sangat panas yang mencapai suhu 37 derajat ini semakin menambah kesulitan warga. Apalagi sumber air bersih terbatas.

Para petani adalah pihak pertama merasakan kesulitan akibat kekeringan tersebut. Banyak dari mereka yang harus menggunakan diesel pompa air untuk mengairi sawah hingga membuat sumur bor.

Masyarakat di beberapa desa juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Melihat hal ini, pihak Polres Kediri tergerak untuk melakukan aksi sosial penyaluran 10 ribu liter air bersih untuk masyarakat.

Jajaran Polres Kediri menggelar kegiatan baksos penyediaan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di Desa Kebonrejo Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. 

Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho melalui Kasi Humas AKP Uji Langgeng mengatakan, saasaran dari bantuan air bersih ini adalah masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang dan hujan yang tak kunjung datang.

"Sebanyak 10.000 liter air bersih layak konsumsi disalurkan pada sejumlah titik melalui dua unit mobil tangki air, masing-masing mengangkut 5.000 liter," kata AKP Uji Langgeng, Senin (9/10/2023).

Ia menuturkan, selain sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, penyaluran air bersih ini juga dilakukan dalam rangka memperingati HUT Humas Polri ke-72 tahun 2023.

Selain itu, aksi ini juga mencerminkan komitmen kepolisian dalam menjaga kebersamaan dan keamanan wilayahnya.

"Semoga bantuan air bersih ini dapat membantu meringankan beban mereka dan memberikan manfaat yang besar," ujarnya.

 Sementara itu, warga menyambut positif inisiatif para aparat penegak hukum tersebut, dimana penyediaan air bersih ini sangat dirasakan oleh masyarakat setempat.

Mereka berbondong-bondong untuk mendapatkan air bersih yang sudah lama sulit didapatkan.

"Perhatian yang ditunjukkan oleh Polres Kediri diharapkan dapat menginspirasi kerja sama yang lebih erat antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih baik lagi," pungkasnya.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk jajaran Polres Kediri, Wakapolsek Kepung dan anggota. Juga Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa dan perangkat desa Kebonrejo serta warga yang menjadi penerima bantuan
























SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/10/kemarau-panjang-10-ribu-liter-air-bersih-disalurkan-polres-kediri-untuk-warga-terdampak-kekeringan

Senin, 09 Oktober 2023

Nasib Wanita Diramal Mati Muda Lalu Seolah Jadi Nyata, Tak Sadar Makan Permen Racun dari Si Peramal

 


TRIBUNJATIM.COM - Inilah kisah wanita diramal mati muda dan dibuat seolah menjadi kenyataan.

Wanita itu bernama Fernanda Silva Valoz da Cruz Pinto asal Brasil.

Fernanda tewas setelah memakan permen cokelat dari seorang wanita peramal gipsi.

Sebelumnya ia diramal mati muda oleh peramal itu.

Fernanda masih berusia 27 tahun.

Ia jatuh sakit pada 3 Agustus 2023.

Ia mengalami sakit perut yang parah, muntah, mimisan dan air liur berlebihan.

Kemudian Fernanda Silva Valoz da Cruz Pinto dilarikan ke rumah sakit Santa Casa de Misericórdia.

Sesampainya di rumah sakit, pihak dokter mengatakan tidak dapat berbuat apa pun dan meninggal pada keesokan harinya, seperti dilansir TribunJatim.com dari Tribunnews.

Sebelumnya, keluarga Fernanda juga memberi tahu dokter bahwa ia juga memiliki riwayat penyakit maag yang memiliki gejala mirip keracunan makanan.

Sehingga kematiannya belum dapat diklarifikasi.

Namun, setelah hasil autopsi keluar, Fernanda tersebut dinyatakan meninggal karena zat beracun, dikutip dari OddityCentral.

Menurut informasi awal yang diberikan oleh keluarganya, Fernanda memberi tahu mereka bahwa dia telah menerima permen coklat dari seorang peramal gipsi di pusat Kota Maceió.

Wanita tersebut, meramalkan dia akan segera meninggal.

Fernanda memakan permen tersebut, pada hari yang sama.

Kemudian jatuh sakit dan mulai mengalami gejala keracunan.

Sementara Kantor Polisi Bagian Pembunuhan dan Perlindungan Pribadi (DHPP) memulai penyelidikan terhadap kasus aneh ini.

Namun kemungkinan untuk benar-benar menemukan petunjuk baru sangat kecil.

Hal tersebut, karena kesenjangan waktu yang lama antara Fernanda dan penyelidikannya.

“Cerita yang tidak biasa ini menimbulkan kesulitan dalam penyelidikan,” kata Lucimério Campos dari DHPP kepada wartawan.

“Jarak waktu yang hampir dua bulan juga menghadirkan tantangan, karena penyelidikan pembunuhan dimulai di TKP, dan kami tidak berada di sana. Namun, kami akan melakukan segala upaya untuk mengompensasi hilangnya informasi ini dan memberikan solusi terhadap kasus ini," jelasnya.

Pihak kepolisian sangat mengapresiasi keluarga Fernanda karena telah membantu menjelaskan kronologi dengan jelas tanpa meminta tes toksikologi, bahkan tidak akan ada penyelidikan.

Terkait dugaan peramal yang memberikan permen coklat kepada korban saat ini masih menjadi teori.

Pihak kepolisian mengatakan, akan mengidentifikasi pelaku namun jika memungkinkan.

Pasalnya hal tersebut,akan membutuhkan waktu yang lama dan prosesnya sulit.

Sementara sistem pengawasan CCTV di daerah tempat mereka diduga bertemu tidak lagi memiliki rekaman rekaman dua bulan lalu.

Untuk menemukan saksi mata juga sulit dilakukan.

Ditambah lagi, setelah pemberitaan media yang luas mengenai kasus ini, pelakunya mungkin baru saja bersembunyi.

Soal peramalan, Indonesia juga sempat dihebohkan dengan artis yang diterawang akan meninggal dunia di tahun 2023.

Sosok yang meramalkan hal itu adalah Hard Gumay.

Ia menyebut bahwa si artis berinisial I.

Banyak yang menduga bahwa sosok itu adalah Indra Bekti, lantaran sang presenter kala itu jatuh sakit.

Sebagai sahabat Indra Bekti, Indy Barends geram dengan omongan peramal yang bikin sakit hatinya itu.

Memang, kala itu sudah seminggu lebih Indra Bekti jalani perawatan di rumah sakit.

Diketahui, Indra Bekti dilarikan ke rumah sakit akibat pecah pembuluh darah di otak pada 28 Desember 2022 lalu.

Sayangnya, kabar duka tersebut justru memunculkan isu baru yang juga tak kalah buruk.

Bahkan, ada peramal yang memprediksi bahwa Indra Bekti tak akan berumur panjang.

Indy Barends pun mencoba buka suara. Dia mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin mendengar isu tak jelas.

"Aku sudah nggak mau dengar yang aneh-aneh. Makanya keseharian aku jadi di rumah sakit terus, misal ada apa-apa aku jadi dapat info yang terupdate," ungkap Indy Barends saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (6/1/2023).

Indy Barends mengaku hanya akan mendengar kabar dari dokter.

"Aku nggak mau dengar dari orang lain tentang Bekti.

Jadi aku datang ke RS cuma pengin standby dan bisa tanya-tanya langsung ke dokter," ungkap Indy Barends.

Lagi pula, Indy Barends lebih meyakini takdir Tuhan dibandingkan peramal.

"Misal peramal bicara ini itu, ya kita kan punya Tuhan ya. Kalau misal meramal yang baik ya diaminin, kalau diramal yang nggak baik ya nggak usah dipikirin. Biar nggak jadi beban pikiran," tutup Indy Barends.

Di sisi lain, Indra Bekti kini kondisinya telah membaik bahkan dikabarkan rujuk dengan istrinya, Aldila Jelita.






















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/08/nasib-wanita-diramal-mati-muda-lalu-seolah-jadi-nyata-tak-sadar-makan-perman-racun-dari-si-peramal?page=4



41 Suporter Bandel yang Mabuk dan Bawa Miras Terjaring Razia, Ada yang Beli Tiket Rp 200 Ribu Hangus

 


TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - 41 orang suporter Persebaya Surabaya terpaksa menonton pertandingan sepak bola dalam lanjutan Liga 1 2023-2024, antara Persebaya vs Persib Bandung, secara jarak jauh melalui layar ponsel di Ruang Tengah Mapolsek Pakal Polrestabes Surabaya, Sabtu (7/10/2023). 

Mereka terjaring razia yang dilakukan oleh anggota gabungan kepolisian Satlantas Polrestabes Surabaya, Anggota Polsek Pakal Polrestabes Surabaya, dan Anggota jajaran Polda Jatim, di titik penyekatan zona dua, dekat jalur akses Mapolsek Pakal, dan gerbang depan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Mereka dilarang masuk ataupun mendekat ke stadion, karena kedapatan membawa sekaligus menenggak minuman keras (miras).

Upaya mereka mengonsumsi miras berhasil diketahui setelah menjalani tes kesehatan uji tiup untuk mendeteksi kandungan alkohol, yang dilakukan oleh Tim Medis Dokkes Polrestabes Surabaya. 

Sepertinya tak cukup hanya mengonsumsi miras sebelum menonton pertandingan tersebut. Ternyata mereka juga ingin membawa masuk minuman memabukkan tersebut hingga ke dalam stadion, laiknya minuman ringan. 

Guna mengelabui para petugas keamanan; steward, kepolisian dan TNI yang berjaga, mereka mengemas ulang cairan memabukkan tersebut dalam wadah kemasan air mineral botol berbahan plastik. 

Tapi berkas kejelian petugas, akal bulus mereka tak mempan mengelabui petugas. 

Anggota Polsek Pakal, Ipda Edy mengatakan, ada sekitar 30-40 botol miras yang berhasil disita dari para suporter yang terjaring razia. 

Kemasannya mirip wadah air mineral yang lazim dijual oleh pedagang asongan. Apalagi cairan miras yang dimasukkan berwarna bening sebening air mineral biasa.


KUNJUNGI JUGA : 

Panci listrik serbaguna Elektrik Cooker Multifungsi Panci Kukus Elektrik 

Free Dus Packaging Pet Opeadia 17 Inch Big Tas Kucing Astrounot Travel Bag Nyaman dan Cat

Fabrica Kawat Nyamuk Magnet Kasa Anti Serangga Miniflex Aluminium Custom DIY seharga Rp2.334 - Rp3.507.

-  DASTER FLOW SATIN IMPORT REALPICT-GESER/DASTER SATIN PART 1/DASTER TANPA LENGAN seharga Rp21.032 - Rp26.631

PREMIUM Timbangan Digital 10kg Premium Kitchen Scale High Quality seharga Rp55.000 - Rp67.000


Kalau anggota yang berjaga kurang waspada, para suporter 'nakal' tersebut bisa lolos melenggang masuk menyusuri jalanan utama akses menuju Stadion GBT. 

"Ya begini ini, diwadahi botolan minum biasa. Ada yang kecil kayak minuman air putih anak-anak. Untung berhasil kami deteksi sebelum masuk, terpaksa kami giring ke sini," ujarnya seraya menghitung jumlah barang bukti botol miras saat ditemui TribunJatim.com, di ruang penyidik. 

Sementara itu, Kapolsek Pakal Polrestabes Surabaya, Kompol Imam Sholikin mengatakan, pihaknya melakukan mekanisme pemantauan dan pengawasan di depan pintu akses utama. 

Seluruh personel dilibatkan untuk mendeteksi para suporter yang masih 'nakal' terpengaruh miras sebelum menonton pertandingan. 

Mata merah, bau mulut memunculkan aroma menySetelah memastikan secara kasat mata dengan ciri-ciri tersebut, para suporter yang terindikasi, bakal dilakukan pemeriksaan secara medis menggunakan metode uji alkohol yang dilakukan Tim Medis Dokkes Polrestabes Surabaya. 

Mengantisipasi kedatangan suporter nakal yang terpengaruh minuman alkohol, merupakan salah satu siasat memastikan jalannya pertandingan di dalam stadion berjalan aman dan kondusif.

Suporter yang terpengaruh miras, cenderung memiliki perilaku yang ofensif sehingga berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban jalannya kegiatan. 

"Modusnya ada yang dimasukkan dalam wadah botol air mineral, ada juga kami tadi juga temukan melalui alat deteksi minuman beralkohol. Sehingga kami juga dapatkan kelihatan mata merah. Ini yang menjadi masalah. Ternyata mereka kami lakukan pemeriksaan ternyata benar mereka mabuk," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di depan Mapolsek Pakal. 

Setelah terjaring razia, para suporter tersebut bakal dikenai sanksi pembinaan, dengan melarang menonton pertandingan di dalam stadion. 

Mereka bakal dikumpulkan dan ditahan sementara di ruang tengah Mapolsek Pakal, hingga pelaksanaan pertandingan di dalam stadion rampung, bahkan saat suporter lain dari dalam stadion membubarkan diri. 

Namun, guna memberikan efek jera, para suporter nakal tersebut juga dikenai sanksi pidana ringan atas dasar mengonsumsi miras.

"Sementara ini kami lakukan pembinaan. Ini juga sudah dilakukan nonton bareng di sini. Juga nanti kita lakukan tipiring. Kami sudah mengimbau pada panpel, dan rekan-rekan Bonek apabila mau nonton sepak bola, tolong hindari dan jangan minum miras," pungkasnya. 

Pantauan TribunJatim.com di dalam ruang tengah Mapolsek Pakal, puluhan orang suporter yang terjaring razia mengonsumsi alkohol itu duduk bersilah memenuhi ruang tengah berukuran 5 m x 4 m itu. 

Beberapa di antaranya memilih pasrah dengan nasib mereka sore hari itu; tak lagi dapat menyaksikan pertandingan secara langsung di Stadion GBT, tapi malah berada di Mapolsek Pakal dan menyaksikan pertandingan melalui ponsel. 

Kepasrahan mereka seperti terasa lengkap, seraya menyanyikan beberapa mars lagu pembangkit semangat untuk Persebaya dengan suara kompak bak paduan suara. 

Hingga akhirnya, nuansa ruangan mapolsek paling ujung wilayah barat Kota Surabaya itu, bak stadion mini yang sesak dengan suporter sepak bola. 

Namun, ada juga yang terus mengeluh meracau protes meratapi nasibnya yang gagal total menyaksikan tim kesayangannya Persebaya berlaga. 

Mereka yang protes dan mengeluh itu, salah satunya, adalah GH (15) warga Sukomanunggal, Surabaya.

Sejak awal duduk di area ruang tengah mapolsek, dirinya terus menerus mengeluh dan meracau protes akan sanksi yang terpaksa dialaminya itu. 

Pasalnya, ia sejak jauh-jauh hari sudah membeli tiket asli pertandingan tersebut seharga Rp 200 ribu. 

Bahkan, laki-laki bertopi berambut gondrong itu, berupaya memohon-mohon kepada anggota kepolisian yang menjaga mereka, agar segera dibebaskan, meskipun hanya untuk menonton pertandingan di pertengahan babak kedua. 

Mungkin saking jengkelnya karena permintaan tersebut tak kunjung dituruti, GH sesekali melampiaskannya dengan menyanyikan lagu mars Persebaya.

Seraya berdiri lalu memainkan tangan bak dirigen suporter di dalam tribun stadion untuk memandu para suporter lainnya agar tetap bersemangat mendukung Persebaya, bagaimanapun kondisi mereka. 

"Pak ayo tak ndelok babak keloro ae gak opo-opo (pak ayo saya ingin menonton babak kedua saja tidak apa-apa)," ujar GH. 

Di lain sisi, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce mengatakan, pihaknya telah berjaga di sekitar GBT dan gate stadion untuk melakukan pemeriksaan mencegah masuknya benda-benda yang dilarang dan membahayakan keamanan pertandingan.

"Begitu juga screening tiket di gerbang utama berjalan lancar," katanya, pada awak media di Stadion GBT. 

Kendati pertandingan tersebut ternyata Persebaya terpaksa menelan kekalahan dengan skor akhir 2-3 dari Persib, Kombes Pol Pasma Royce tetap mengapresiasi kedewasaan seluruh elemen suporter yang tetap sportif dan legawa atas hasil pertandingan tersebut, dengan tetap menjaga kondusivitas. 

"Terima kasih juga kepada suporter yang tertib selama menonton dan keluar stadion usai pertandingan, walapun tim kesayanganya kalah, begitu juga ucapan terima kasih atas dukungan dan kerja sama dari seluruh anggota TNI, kepolisian dan unsur terkait yang telah menjaga situasi tetap kondusif," pungkasnya.

















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/08/41-suporter-bandel-yang-mabuk-dan-bawa-miras-terjaring-razia-ada-yang-beli-tiket-rp-200-ribu-hangus?page=3

Sabtu, 07 Oktober 2023

Bus Bagong Adu Banteng dengan Daihatsu Zebra, Sopir Sempat Terjepit Dievakuasi Warga, Ringsek Parah

 


TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Sebuah Bus Bagong mengalami kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan umum Desa Purwotengah, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jumat (6/10/2023).

Laka tersebut melibatkan dua kendaraan yakni Bus PO Bagong bernomor polisi N 7923 UG yang dikendarai SWD (58) warga Sidoarjo serta Mobil Daihatsu Zebra bernomor polisi AG 1586 TI yang dikemudikan SWN (55) warga Kabupaten Malang.

Akibat laka lantas tersebut, Daihatsu Zebra mengalami ringsek parah, sementara bodi depan bus bagian kanan rusak. Pengemudi Daihatsu Zebra juga sempat terjepit dan dibantu oleh warga untuk evakuasi.

Dari keterangan saksi di lapangan, kecelakaan dipicu oleh dugaan pengemudi bus yang mengemudi dengan kecepatan tinggi karena saling salip dengan kendaraan lain di depannya.

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri Iptu Budi Winariyanto mengatakan, sebelum laka terjadi, Bus Bagong melaju dari arah selatan ke utara.

Sesampainya di TKP, bus yang dikemudikan SWD tersebut berjalan terlalu ke kanan. "Namun karena jarak terlalu dekat, dan di depannya ada kendaraan Daihatsu Zebra tadi, jadi laka tidak dapat dihindarkan. Terjadilah tabrakan," kata Iptu Budi saat dikonfirmasi.

Menurut Iptu Budi, kendaraan Daihatsu Zebra yang mengalami ringsek parah itu berisi tiga penumpang yakni SWN sebagai supir, PN dan DS di kursi penumpang.

Si supir, lanjutnya, mengalami luka yang robek di bagian kakinya kanannya. Sementara PN bengkak pada tangan dan DS luka di kaki.

"Semua korban dilarikan ke RS Bhayangkara Kediri untuk mendapatkan perawatan medis," ujar Iptu Budi.

Dari video yang beredar, kondisi mobil Daihatsu Zebra memang tampak ringsek. Bahkan, supir sempat terjepit dan dibantu evakuasi oleh petugas dan warga.














SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/07/bus-bagong-adu-banteng-dengan-daihatsu-zebra-sopir-sempat-terjepit-dievakuasi-warga-ringsek-parah