This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 14 Oktober 2023

Petani Tembakau di Kabupaten Malang Untung Besar

 


SURYAMALANG.COM, MALANG - Musim kemarau menjadi berkah bagi petani tembakau di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Pasalnya, tanaman tembakau memiliki kualitas bagus, dan harga jualnya juga naik.

Petani tembakau asal Desa Jatiguwi, Setyo mengatakan harga jual tembakau kering antara Rp 120.000 sampai Rp 140.000 per kilogram (Kg).

Harga ini naik signifikan dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 90.000 per Kg.

"Cuaca sering hujan pada dua tahun lalu, sehingga mempengaruhi hasil panen, dan harga jualnya juga murah," kata Setyo kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (13/10).

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Dusun Krajan ini menyebutkan cuaca sangat mempengaruhi hasil tanaman tembakau. Jika musim hujan, hasil panen tembaku akan berkurang, dan kualitasnya kurang maksimal.

"Tidak ada kemarau pada tahun lalu sehingga panennya sedikit, dan kadar air di tanaman sangat banyak sehingga kualitasnya menurun," sebutnya.

Sebaliknya, panen tanaman tembakau akan berkualitas baik di musim kemarau. Menurutnya, kadar air di tembakau tidak cukup banyak saat musim kemarau.

Setyo menyebutkan lahan seluas 1 hektare dapat menghasilkan tembakau basah sebanyak 15 ton saat musim kemarau. Jika dikeringkan, tembakau akan menyusut menjadi 2 ton tembakau kering.

"Saat musim hujan, tembakau basah 1 kuintal hanya 17 Kg tembakau kering. Kalau musim kemarau, bisa sampai 20 Kg," bebernya.




















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/13/petani-tembakau-di-kabupaten-malang-untung-besar


Jumat, 13 Oktober 2023

Cor Beton di Proyek Pelebaran Jalan Karangkates Sering Sebabkan Kecelakaan Motor

 


SURYAMALANG.COM, BLITAR - Proyek pelebaran jalan dari Jembatan Karangkates ke arah wisata Pantai Modangan, memang sudah dikerjakan. Dari lebar awal 5 meter kini sudah jadi 7 meter karena kanan-kirinya masing-masing sudah dicor beton 1 meter.

Namun, pengecoran kedua tepi jalan setebal 4 centimeter di atas aspal lama itu tidak segera diratakan dengan diaspal baru. Akibatnya, batas antara aspal lama dengan cor beton itu seringkali membahayakan pengendara sepeda motor.

Terutama jika terjadi papasan dengan truk tebu yang lalu-lalang di jalan antara Kecamatan Donomulyo dengan Kecamatan Kalipare itu.

Dalam minggu ini, banyak pengendara sepeda motor yang terjatuh karena ban sepeda motornya tergores cor beton, yang pinggirannya sangat tajam dan bisa menyebabkan ban meletus.

Seperti yang menimpa seorang ibu-ibu berusia 35 tahun, Selasa (10/10/2023) sore kemarin. Ia jatuh dan tersungkur di utara jalan Jembatan Karangkates.

Ibu dan bayi yang digendongnya terus menangis saat ditolong banyak warga setelah ban sepeda motornya terkena bibir cor yang muncul ke atas aspal.

"Kalau nggak biasa lewat sini ya bisa terjatuh seperti itu karena tak sadar saat berpapasan dengan truk tebu, tiba-tiba menepi ke kiri lalu bannya terkena cor yang muncul dari aspal setebal 4 centimeter ya langsung terjatuh," ujar bapak-bapak yang menolongnya.


KUNJUNGI JUGA : 

Koper Kabin Cabin Bagasi 14 16 20  Inch Koper Luxes Aurora Series Luggage Suitcase Koper Pastel Warna Warni Beauty Case Travel Jalan Jalan Murah Koper Lollipop Lolipop Korea USB Cup Holder Hook Luxes seharga Rp147.000 - Rp537.000.

Rak Kosmetik Dengan Laci Anti Debu Acrylic Storage seharga Rp151.000.

Magic black 60ml penghitam motor mobil,trim restorer,dasboar,body motor mobil. seharga Rp9.500.

Keset Kaki Kamar RAINBOW 40x60 Bahan Wool Lembut Anti Slip Motif Lucu seharga Rp24.500 - Rp59.900

Memang, jatuhnya ibu itu karena sepeda motor Honda Beat yang dikemudikan anak gadis terlalu mengambil halun ke tepi jalan saat berpapasan dengan truk.

Tanpa disadari kalau tepi jalan di utara Jembatan Karangkates itu baru dibeton, ban sepeda motornya mengenai urukan beton yang dicor dari perusahaan cor asal Kabupaten Blitar itu.

"Kasihan anak bayi yang digendongnya terus menangis. Itu mungkin bukan cuma kaget namun juga kesakitan. Makanya, warga sini yang setiap saat lewat sini juga senang jalan ini diperlebar namun juga minta agar segera diaspal biar tak sering terjadi kecelakaan. Apalagi, kalau malam itu kian rawan karena sepanjang jalan ini gelap gulita," paparnya.

Tidak segera diaspal meski sudah diperlebar 1 meter masing-masing kiri-kanan jalan itu karena menunggu pekerjaan pengecoran tepi jalan itu sekalian tuntas.

"Warga harap bersabar karena proyek pelebaran jalan dan pengaspalan jalan ini akan tuntas pada bulan Nopember (hanya berlangsung sebulan meski proyek ini sepanjang 14 km dari panjang keseluruhan yang direncakan 21,1 km," kata Chairul Isnadi Kusuma, Kadis Bina Marga Pemkab Malang.(fiq)



















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/11/cor-beton-di-proyek-pelebaran-jalan-karangkates-sering-sebabkan-kecelakaan-motor

Kronologi Penyiksaan Kejam Satu Keluarga Terhadap Bocah 7 Tahun di Malang, Dicelupkan ke Air Panas

 


SURYAMALANG.COM, - Kronologi penyiksaan kejam yang dilakukan satu keluarga terhadap bocah 7 tahun terjadi di Kedungkandang, Kota Malang.

Bocah tak berdosa itu menahan siksaan selama berbulan-bulan dari 5 anggota keluarga termasuk ayah kandungnya sendiri. 

Nasib bocah berinisial D itu juga memilukan karena disekap, dicekik dan tangannya dicelupkan ke air mendidih. 

Perbuatan keji tersebut dilakukan oleh ayah kandung korban, ibu tiri korban beserta keluarga dari ibu tiri korban.

Warga sekitar berinisial R (53) mengatakan peristiwa itu diketahui oleh warga pada Senin (9/10/2023) malam.

R lalu menjelaskan kronologi penyiksaan itu akhirnya dilaporkan ke polisi. 

"Jadi, saya diinformasikan dan dilapori oleh salah satu warga saya. Bahwa ada anak yang disekap dan disiksa," ujarnya kepada Suryamalang.com Kamis (12/10/2023).

Korban berinsial D itu berhasil kabur dari kamar penyekapan kemudian minta tolong ke rumah tetangga.

"Laporan dari warga tersebut, diteruskan ke pihak RW lalu ke pihak kepolisian" jelasnya.

"Kemudian pada Selasa (10/10/2023), polisi datang dan langsung mengamankan seluruh penghuni rumah (para terduga pelaku) termasuk beberapa barang seperti kemoceng, cangkir, dan panci listrik," imbuh R.

R menerangkan, rumah yang ditempati bocah itu dihuni oleh 8 orang. 

"Yaitu korban, ayah korban, lalu ibu tirinya, orang tua dari ibu tiri, serta dua saudara tiri," tambahnya.

R juga mengaku korban sering dianiaya dan disiksa.

"Kalau air dari panci listrik itu sudah mendidih, korban disuruh memasukkan kedua tangannya ke dalam panci," ungkapnya.


KUNJUNGI JUGA : 

Panci listrik serbaguna Elektrik Cooker Multifungsi Panci Kukus Elektrik 

Free Dus Packaging Pet Opeadia 17 Inch Big Tas Kucing Astrounot Travel Bag Nyaman dan Cat

Fabrica Kawat Nyamuk Magnet Kasa Anti Serangga Miniflex Aluminium Custom DIY seharga Rp2.334 - Rp3.507.

-  DASTER FLOW SATIN IMPORT REALPICT-GESER/DASTER SATIN PART 1/DASTER TANPA LENGAN seharga Rp21.032 - Rp26.631

PREMIUM Timbangan Digital 10kg Premium Kitchen Scale High Quality seharga Rp55.000 - Rp67.000


Sementara salah seorang warga berinisial M mengungkap kondisi korban sangat memprihatinkan.

"Kondisinya sangat kurus dan penuh luka di sekujur tubuhnya. Lalu di bagian kedua tangannya berwarna putih, seperti bekas luka bakar," jujurnya.

M juga mengaku selama ini terduga pelaku menyekap korban di sebuah kamar kecil berukuran 1,5 meter x 1,5 meter.

"Jadi, korban ini disekap di ruangan kamar kecil dekat kamar mandi. Dan korban ini tidak diperbolehkan keluar sama sekali bahkan untuk sekolah sekalipun," pungkasnya.

Saat ini, korban telah dibawa ke RS Saiful Anwar (RSSA) untuk mendapatkan perawatan medis dan penyembuhan trauma psikologis. Sedangkan, para terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polresta Malang Kota.

Sederet Penyiksaan yang Dialami Korban

Polresta Malang Kota menetapkan lima orang tersangka, dalam kasus penganiayaan dan penyekapan seorang bocah berusia 7 tahun berinisial D. 

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

"Jadi, pada Senin (9/10/2023) sekitar pukul 18.00 WIB, pelapor berinisial MN mendapat laporan dari warga. Bahwa ada anak yang mengalami kekerasan di wilayah Kecamatan Kedungkandang," ujar Danang Kamis (12/10/2023). 

"Lalu pada Selasa (10/10/2023) siang, pelapor bersama Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang mendatangi rumah tersangka untuk mengevakuasi korban. Dan di hari itu juga, kejadian tersebut dilaporkan ke kami dan kami langsung mengamankan para tersangka," lanjutnya. 

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti.

Barang bukti yang diamankan yaitu satu kemoceng, satu buah panci listrik, satu buah pisau cutter, dan satu buah cincin akik. 

Dari hasil penyelidikan, kelima tersangka memiliki peranan masing-masing saat melakukan penganiayaan kepada korban D.

Kelima tersangka itu adalah JA (37) yang merupakan ayah kandung korban, lalu ibu tiri korban EN (42), lalu kakak tiri korban PA (21), nenek tiri korban inisial MS (65), dan paman tiri korban inisial SM (43).

Untuk peran tersangka JA, menganiaya dengan memasukkan kedua tangan korban ke dalam panci berisi air mendidih.

Lalu, memukul serta melempar bagian kepala dan bahu korban dengan kemoceng dan tongkat, menyundut rokok ke lidah korban, mencekik leher korban, dan menendang kaki korban.

Lalu tersangka PA, menjewer serta mencubit telinga dan tangan korban. Sekaligus, memukul pipi korban dengan tangan.

Kemudian tersangka EN, memukuli korban dengan tangan.

"Lalu untuk tersangka MS, melukai kening korban dengan pisau cutter. Sedangkan tersangka SM, memukuli korban dengan tangannya," jelasnya.

Di samping melakukan kekerasan, korban D juga dibiarkan dalam kondisi kelaparan hingga kekurangan gizi dan terindikasi mengalami busung lapar. 

Dari hasil pemeriksaan, diketahui para tersangka telah menganiaya sejak kurun waktu 6 bulan.

"Saat ditanya alasannya, tersangka menganggap korban D ini sering rewel dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan tersangka. Semisal, mengambil makanan tanpa izin," tambahnya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka telah dilakukan penahanan dan terancam meringkuk di dalam penjara dalam waktu yang cukup lama.

"Kelima tersangka kami kenakan Pasal 80 UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," terangnya.

Saat ini, pihak kepolisian bersama Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang fokus terhadap kondisi korban.

"Untuk korban, telah menjalani perawatan medis untuk memulihkan kondisi di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Dan saat ini, kami masih mencari keberadaan ibu kandung korban D,"

"Apakah saat ini sudah meninggal atau masih hidup. Sementara, masih dalam proses pencarian oleh petugas Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota," tandasnya.

















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/12/kronologi-penyiksaan-kejam-satu-keluarga-terhadap-bocah-7-tahun-di-malang-dicelupkan-ke-air-panas?page=3

Kamis, 12 Oktober 2023

Kisah Mantan Pemabuk Meninggal di Atas Sajadah, Sosok yang Pernah Menolongnya Kaget: Dulu Dia Dingin

 


TRIBUNJATIM.COM - Inilah kisah mantan pemabuk meninggal dunia di atas sajadah.

Sosok yang pernah menolongnya kaget.

Sosok yang kaget itu adalah influencer Malaysia bernama Don Jany.

Don Jany membagikan kisah akhir hidup seorang pria pemabuk yang justru meninggal saat salat.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun radio, Don Jany mengatakan jika pria tersebut adalah tetangganya sendiri.

Ia juga sering melihat pria tersebut dalam keadaan mabuk dan memiliki sikap dingin.

Bahkan beberapa kali Don Jany membantu pria tersebut saat mabuk di jalan.

"Saya melihat saudara ini, dia seorang pemabuk, saya melihatnya tergeletak di dekat tempat parkir. Saya juga membantu mengangkatnya.

"Saat itu aku masih muda, jadi ketika kita sudah melakukan sesuatu yang baik, kita pasti ingin orang-orang mengucapkan terima kasih, tapi aku merasa kecil hati karena ia tidak pernah mau mengucapkan terima kasih dan ketika dia melihatku, dia tetap bersikap dingin", ungkap Don Jany, dikutip TribunJatim.com dari TribunStyle.

Sejak saat itu, sang influencer bertekad untuk mencoba membantu orang-orang seperti pria pemabuk dengan memproduksi konten positif tentang agama.

"Hanya dalam hati saya saat itu, saya berpikir bagaimana saya ingin mendekatkan orang seperti ini kepada Tuhan karena kita tidak bisa mengharapkan orang seperti ini pergi ke masjid untuk belajar, menonton acara keagamaan di YouTube".

"Saat itu saya baru bergabung dengan kelompok relawan dan baru membuat konten. Saat memproduksi konten, saya tidak menghina orang yang masuk penjara dan tidak menyinggung pecandu narkoba".

Don Jany pun sama sekali tidak menyangka pria tersebut justru terkesan dengan konten dakwah yang dihasilkannya.

"Rupanya video saya sampai ke saudara ini".

"Suatu hari, pria tersebut sedang mabuk dan dia melihatku lalu dia menegurku.

'Aku melihat videomu di Facebook, aku merasa ingin kembali kepada Tuhan tapi aku tidak tahu caranya'.

"Saat mengobrol, matanya berair dan aku bisa melihat ketulusannya. Saat aku ingin kembali, dia ingin memelukku sambil memegang alkohol. Tapi dia merasa nyaman bersamaku".

Selang beberapa tahun, Don Jany mendapat kabar duka atas meninggalnya pria tersebut.

Dan kejadian yang paling memilukan adalah ia meninggal di atas sajadah saat sedang salat.

"Saya mendapat telepon yang mengatakan saudara ini telah meninggal. Jadi saya datang, bertemu keluarganya dan membantu merawat jenazahnya. Saya bertanya kepada keluarganya, kenapa saudara ini meninggal, apa penyakitnya?".

"Rupanya dia meninggal di rumah, dia meninggal setelah salat Isya. Dia tidur dekat sajadah dan meninggal dalam tidurnya".

Don Jany pun tidak menyangka dengan nasib pria pemabuk itu.

Pasalnya dulu ia menemukan pria pemabuk itu tergeletak di jalan dengan alkoholnya, tapi kini ia meninggal di atas sajadah saat sedang salat.

"Saya menemukannya tergeletak di jalan sambil minum alkohol , namun Tuhan mencabut nyawanya tergeletak di atas sajadah".

Sementara itu, warga Perumahan Cahaya Abadi, Kelurahan Suka Mulya, Kecamatan Sematang Borang, Palembang, dibuat geger dengan meninggalnya ketua masjid saat pelaksanaan salat tarawih hari pertama Ramadhan 1444 H.

Kisah ketua masjid meninggal saat salat tarawih ini viral usai unggahan akun Instagram @promopalembang.

"Innailahi wainailahi rojiun, telah meninggal ketua masjid Jami An Anur Bapak Ir Purnomo Adjie. Sebelum meninggal beliau memberikan kata sambutan dan pesan agar ibadah kita bulan ramadhan ini harus lebik baik dari sebelumnya, dan meminta maaf kepada semua jamaah masjid."

"Rakaat pertama salat tarawih berada di shaf pertama di belakang imam berjarak 5 jamaah dengan saya, beliau roboh dengan posisi dalam keadaan sujud, dibantu oleh jemaah masjid dilarikan ke RS, namun allah berkehendak lain, di hari pertama bulan Ramadhan, insyaallah beliau husnul khatimah, Aamin," tulis akun Promo Palembang.

Ketua Masjid An Nur bernama Ir Purnomo Adjie atau Purnomo Hadi Suwito (61) meninggal dalam posisi sujud saat sedang salat tarawih berjemaah.




















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/11/kisah-mantan-pemabuk-meninggal-di-atas-sajadah-sosok-yang-pernah-menolongnya-kaget-dulu-dia-dingin?page=3



Lansia di Jember Tewas usai Diserempet Pengendara Motor, Luka di Kepala

 


TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Waginten, wanita umur 50 tahun tewas dalam kecelakaan tragis di Jalan Raya Kotta Blater Desa Curahnongko Kecamatan Tempurejo Jember, Jawa Timur, Rabu (11/10/2023)

Pengemudi sepeda motor Vario bernomor polisi P-6026-GG, dinyatakan meninggal dunia, setelah dievakuasi di Puskesmas Desa Andongsari Kecamatan Ambulu Jember.

Kanit Laka Satlantas Polres Jember, Iptu Edy Purwanto mengatakan bahwa, kronologi kejadian itu bermula saat korban dan pengendara sepeda motor Beat bernama Ari Suripno mengendari kendaraan masing-masing dari arah timur.

"Melaju dari timur ke barat,sesampainya di TKP Kendaraan sepeda motor Honda Beat mendahului Kendaraan korban," katanya dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, saat itu pengendara sepeda motor Beat bernomor polisi P-5297-IG, kurang cukup ke kanan jalan raya. Sehingga menyerempet kendaraan korban.

"Sehingga dengan jarak yang dekat terjadi benturan antar kedua pengendara ini. Maka terjadilah laka lantas jalan raya tersebut," kata Edy.

Edy mengungkapkan, saat kecelakaan tersebut korban mengalami luka serius dan pendarahan di bagian kepala. Bahkan sempat dilarikan di Puskesmas terdekat.

"Mengalami luka di kepala dan meninggal dunia setelah dirawat di Puskesmas Andongsari Kabupaten Jember," ulasnya.

Polisi telah melakukan oleh tempat kejadian perkara. Edy mengaku telah mengamankan dua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

"Pengendara Beat, diketahui laki-laki asal Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo. Sementara korban perempuan asal Desa Sidodadi Tempurejo Jember," jlentrehnya.























SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/11/lansia-di-jember-tewas-usai-diserempet-pengendara-motor-luka-di-kepala

Rabu, 11 Oktober 2023

Anggota DPR dari PKB Akui Anaknya PAnggota DPR dari PKB Akui Anaknya Pemabuk.tapi Sopan Pada Orangtuaemabuk.tapi Sopan Pada Orangtua

 


SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Edward Tannur, anggota Fraksi PKB DPR RI dari NTT, mengaku kaget ketika anaknya Gregorius Ronald Tannur (31) alias GRT menjadi tersangka penganiayaan hingga tewas terhadap janda asal Sukabumi, Dini Sera Afrianti (29) di basement tempat hiburan malam Surabaya. 

Ia tak menyangka, anak sulungnya melukai seseorang sekaligus menghilangkan nyawanya. 

Menurutnya, Ronald Tannur  memiliki watak kalem, sopan, menurut, dan selalu mengayomi kedua orangtua. 

"Itu yang buat saya kaget. Anak pertama saya, anak itu kalem sekali sopan sekali. Selalu melayani orangtua," ujar Edward Tannur kepada awak media di sebuah balai pertemuan kawasan Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, pada Selasa (10/10/2023) sore. 

Entah apa penyebabnya. Mengetahui pertama kali kasus sang anak pada pekan lalu, Edward Tannur hanya geleng-geleng kepala. Apalagi pada hari kejadian tersebut, dia tidak sedang di Surabaya. 

"Tapi kok bisa jadi seperti itu, saya kok kaget. Kenapa ini. Kerasukan setan atau apa ini, sampai terjadi seperti ini. Saya enggak tahu. Saya tidak ada di tempat," jelasnya. 

Saat pertama kali kabar mengenai kasus tersebut didengarnya dari sang istri. Dada dan hati Edward Tannur sesaknya bukan main. Ia mengaku sakit hati dengan perbuatan yang dilakukan sang anak. 

Berkalang terlalu lama dengan rasa sakit hati, iba dan emosi yang terus berkecamuk di benaknya, disadari tak memberikan solusi. 

Kejadian yang tak diinginkan itu, terlanjur terjadi menjadi takdir. Edward Tannur memasrahkan sang anak untuk bertanggung jawab secara hukum. 

"Jadi mamanya kontak. Saya kaget dan menyesal. Sakit hati juga. Tapi kemarin sudah terjadi. Ini bukan kehendak kita. Tapi beliau (GRT) sendiri yang menjalankan kegiatan yang sudah terjadi," terangnya. 

Edward Tannur mengaku tidak mengetahui sosok Dini korban tewas yang santer disebut-sebut sebagai kekasih dari sang anak. 


KUNJUNGI JUGA : 

Panci listrik serbaguna Elektrik Cooker Multifungsi Panci Kukus Elektrik 

Free Dus Packaging Pet Opeadia 17 Inch Big Tas Kucing Astrounot Travel Bag Nyaman dan Cat

Fabrica Kawat Nyamuk Magnet Kasa Anti Serangga Miniflex Aluminium Custom DIY seharga Rp2.334 - Rp3.507.

-  DASTER FLOW SATIN IMPORT REALPICT-GESER/DASTER SATIN PART 1/DASTER TANPA LENGAN seharga Rp21.032 - Rp26.631

PREMIUM Timbangan Digital 10kg Premium Kitchen Scale High Quality seharga Rp55.000 - Rp67.000


"Selama ini enggak pernah cerita. Memang sering pergi tapi kan kita enggak mungkin anak muda kita awasi dia terus, marah dia," katanya. 

Selama ini, perihal urusan asmara gejolak muda yang sedang dialami sang anak. Ia tak terlalu banyak 'cingcong' atau larangan yang mengekang.

Sebagai orangtua, Edward Tannur selalu dan tak pernah bosan memberikan 'wejangan' kepada GRT; soal urusan asmaran untuk pendamping hidup, merupakan hak prerogatif pribadi dari si anak. 

"Jadi mamanya kontak. Saya kaget dan menyesal. Sakit hati juga. Tapi kemarin sudah terjadi. Ini bukan kehendak kita. Tapi beliau (GRT) sendiri yang menjalankan kegiatan yang sudah terjadi," terangnya. 

Edward Tannur mengaku tidak mengetahui sosok Dini korban tewas yang santer disebut-sebut sebagai kekasih dari sang anak. 

"Selama ini enggak pernah cerita. Memang sering pergi tapi kan kita enggak mungkin anak muda kita awasi dia terus, marah dia," katanya. 

Selama ini, perihal urusan asmara gejolak muda yang sedang dialami sang anak. Ia tak terlalu banyak 'cingcong' atau larangan yang mengekang.

Sebagai orangtua, Edward Tannur selalu dan tak pernah bosan memberikan 'wejangan' kepada GRT; soal urusan asmaran untuk pendamping hidup, merupakan hak prerogatif pribadi dari si anak. 

Mengenai kegiatan sang anak selama di Surabaya. Edward Tannur mengungkapkan, sang anak kerap membantu ibundanya jikalau hendak bepergian ke suatu tempat. 

Soal pekerjaan, sang anak diketahui gemar melakukan aktivitas bisnis secara digital yakni jual beli saham atau sejenisnya. 

"Ronald aktivitasnya seperti kadang membantu mamanya ke mana-mana. Atau dia ada juga permainan saham. Jual beli saham. Ya seperti itu," terangnya. 

Soal kebiasaan menenggak minuman keras (miras), Edward Tannur mengaku tak menampik anaknya memang terkadang menenggak miras karena diajak beberapa temannya. 

Namun, ia selalu berusaha memberikan nasehat kepada sang anak atas kebiasaan tersebut. Yakni, untuk jangan terlalu sering menenggak miras. Dan jangan sampai terlalu mabuk hingga kelewatan melakukan perbuatan melanggar hukum.

"Kalau mabuk, saya lihat, ya kalau mungkin ada teman (yang ngajak), yang anak muda ini kan kadang-kadang sekali sekali sudah biasa. Boleh minum tapi jangan sampai kelewatan. Begitulah saya sering menasehati," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Kuasa Hukum keluarga korban Dini, Dimas Yemahura Alfarauq mengatakan, hubungan percintaan antara GRT dan Dini belum genap setahun. Mereka diketahui baru berpacaran kurun waktu lima bulan. 

Disinggung mengenai perlakuan kasar cenderung mengarah ke kekerasan fisik dari GRT ke Dini. 

Dimas mengungkapkan, GRT diduga sempat beberapa kali melakukan kekerasan fisik kepada Dini, selama kurun waktu lima bulan ini menjalin hubungan percintaan. 

"Kalau dari beberapa teman, pernah beberapa kali Dini mengalami perlakuan itu. Selama kurun 5 bulan menjalani hubungan. Informasinya begitu," katanya, saat dihubungi TribunJatim.com, Jumat (6/10/2023).

"Tapi yang paling parah hingga terjadi sampai seperti ini, bahkan Dini sampai mengirim voice note kepada salah seorang temannya," tambahnya. 

Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, Dini bekerja sebagai freelance. Dan ia menegaskan, Dini tidak bekerja di dalam tempat hiburan yang menjadi lokasi dirinya terkapar. 

Uang hasil bekerja di Kota Surabaya selalu dikirimkan untuk keluarga dan anak semata wayang Dini yang berusia 12 tahun. 

"Satu anak, 12 tahun. Sejak lahir, ditinggal mencari nafkah. Si Dini belum pernah ketemu anaknya. Tapi ujungnya dia MD sekarang. (Profesi) berganti ganti, freelance," pungkasnya. 

Sekadar diketahui, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce mengatakan, pihaknya telah menetapkan sosok GRT sebagai tersangka atas tindakan penganiayaan hingga menyebabkan pacarnya; Dini, meninggal dunia, pada Jumat (6/10/2023). 

Tersangka yang ternyata merupakan anak salah satu pejabat DPR RI Dapil NTT itu, dengan Pasal 351 Ayat 3 KUHP Tentang Tindak Pidana Penganiayaan yang menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

"Korban dan pelaku sempat cekcok. Pelaku kemudian memukul korban hingga mengalami luka memar di sekujur tubuhnya," ujarnya dalam konferensi pers, di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (6/10/2023). 

Mengenai kronologi kejadiannya, Pasma Royce menerangkan, GRT dan Dini bersama beberapa teman mereka berkaraoke di salah satu tempat hiburan malam dalam gedung pusat perbelanjaan kawasan Jalan Mayjen Yono Suwoyo No 9, Pradah Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya, sejak Selasa (3/10/2023) malam. 

Kemudian, sekitar pukul 00.30 WIB pada Rabu (4/10/2023) dini hari, kedua sejoli tersebut terlibat pertengkaran di area parkir basement pusat perbelanjaan tersebut.

Berdasarkan hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka. Pasma mengungkapkan, tersangka GTR melakukan kekerasan fisik kepada Dini. 

Yakni, tersangka GRT menendang kaki kanan dan memukul kepala Dini menggunakan botol minuman Tequila, sebanyak dua kali. 

"Posisi GRT masuk mobil dijalankan, lalu  parkir kanan. Padahal posisi korban duduk di sebelah kiri sehingga korban terlindas, sampai terseret kurang lebih 5 meter," jelasnya. 

Kemudian, tersangka GRT sempat membawa korban ke RS terdekat. Namun, nyawa korban tak dapat terselamatkan.

Disinggung mengenai motif tersangka GRT melakukan serangkaian kekerasan fisik terhadap korban. 

Pasma mengatakan, pihaknya masih mendalami mengenai motif tersangka GRT melakukan perbuatan kekerasan fisik terhadap Dini yang dipacarinya selama lima bulan.

"Kami masih mendalami motif pelaku. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya," pungkasnya. 




















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/10/anggota-dpr-dari-pkb-akui-anaknya-pemabuktapi-sopan-pada-orangtua?page=3