This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 16 Oktober 2023

3 Bandit Bercelurit Rampas 3 HP dari Gerombolan 5 Remaja Bermotor di Probolinggo

 


SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Tiga bandit bercelurit merampas 3 handphone dari gerombolan 5 remaja di Jalan KH Hasan Genggong, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Sabtu (14/10/2023) sekira pukul 20.30 WIB.

Bahkan, salah satu korban mendapat serangan sabetan celurit dari pelaku.

Beruntung celurit yang digenggam pelaku terbalut penutup atau sarung.

Sehingga, korban tak mengalami luka sayatan, hanya benjol di kepala bagian belakang.

Korban diketahui bernama Farid Dwi Aditya Jamaludin (16), Ahmad Yusuf (18), Saudi Arabia (18), Muhammad Faizal Akbar (14), dan Hariawan (20).

Kelima korban merupakan warga Kelurahan Kedung Asem Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Seorang korban, Farid Dwi Aditya Jamaludin mengatakan peristiwa perampasan terjadi tatkala dia dan empat temannya tuntas mengisi BBM di SPBU Jalan KH Hasan Genggong, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Tuntas mengisi BBM, mereka melanjutkan perjalanan menuju kedai kopi di Jalan Suroyo, Kota Probolinggo.

Farid bersama empat temannya mengendarai dua motor Honda Vario.

"Baru beberapa meter bertolak dari SPBU, kami dipepet oleh pemotor berboncengan tiga sembari menggeber knalpot. Kemudian, mereka menghentikan laju kami. Tiga orang itu mengendarai Yamaha Vixion putih, Nopolnya belum tahu pasti," katanya, Minggu (15/10/2023).

Farid menjelaskan tanpa sebab, satu dari tiga pelaku, langsung menuduh dia dan rekannya telah melukai adiknya.

Korban pun bingung mendengar fitnahan pelaku.

"Saya mengelak tuduhan tersebut. Kami tak pernah bergesekan dengan orang lain. Selain itu, kami berangkat dari rumah menuju tempat nongkrong di Jalan Suroyo. Tidak ada tujuan lain," jelasnya.

Selanjutnya, tanpa basa-basi, satu pelaku itu lantas mengayunkan sebilah celurit yang dibawa ke arah kepala belakang Farid.

Hantaman celurit membuat Farid tersungkur dan hampir tak sadarkan diri.

"Untungnya celurit yang dibawa masih tertutup sarung. Sehingga, kepala belakang saya hanya benjol. Tidak ada luka sayatan. Dia hanya sekali mengayunkan celurit," terangnya.

Setelah itu, pelaku sekonyong-konyong merampas tiga ponsel korban.

Tiga ponsel yang dirampas pelaku milik Farid, Ahmad Yusuf, dan Muhammad Faisal Akbar.

"Usai merampas ponsel pelaku kabur ke arah utara. Ciri-ciri pelaku berambut agak gondrong dan bertato. Kami tak mengenalnya. Saat kejadian perampasan berlangsung kondisi jalan sepi dan gelap karena listrik tengah padam," ucapnya.

Ayah Farid, Eko Cahyono (45) mengungkapkan dia melaporkan kejadian perampasan yang menimpa sang anak dan empat kawannya ke Mapolres Probolinggo Kota.

"Ada tiga ponsel yang dirampas pelaku. Anak saya juga kena hantaman celurit sampai kepala belakangnya benjol. Untung, celurit itu masih terbungkus sarung. Saya berharap pelaku cepat diringkus," paparnya. 



















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/15/3-bandit-bercelurit-rampas-3-hp-dari-gerombolan-5-remaja-bermotor-di-probolinggo?page=2




Sabtu, 14 Oktober 2023

10 Wisata Sejarah di Malang Menarik Dikunjungi, Ada Bioskop Jadul sampai Masjid Era Diponegoro

 


SURYAMALANG.COM, - Intip 10 wisata sejarah di Malang yang menarik dikunjungi baik untuk anak muda ataupun para orang tua. 

Khususnya untuk anak muda, sederet wisata sejarah di Malang ini bisa jadi sumber wawasan agar lebih dekat mengenal akar budaya sendiri. 

Beberapa wisata sejarah di Malang ini memiliki histori dan keunikannya masing-masing seperti masjid, candi sampai bioskop jadul, zaman dulu. 

Di kawasan Kabupaten Malang ada masjid tertua yang sudah ada sejak era Pangeran Diponegoro. 

Lalu ada juga museum yang menyimpan peninggalan-peninggalan era kerajaan Majapahit. 

Selengkap intip 10 wisata sejarah di Malang yang menarik dikunjungi berikut ini:

1. Indonesian Old Cinema Museum (Bioskop Jadul)

Layar tancap atau bioskop jadul zaman dulu adalah bioskop keliling yang pernah menjadi ikon Indonesia. 

Mengutip Kompas.com (15/11/2022), layar tancap merupakan bagian dari sejarah perfilman di Indonesia, namun telah hilang tergerus perkembangan zaman.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan koleksi barang-barang berkaitan dengan layar tancap bisa mengunjungi Indonesian Old Cinema Museum.

Di museum ini, pengunjung bisa melihat gulungan film, layar putih, dan perlengkapan layar tancap lainnya.

Lokasinya berada di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 45, Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

2. Museum Ganesya (Koleksi Kerajaan Majapahit)

Museum Ganesya berada di dalam kompleks Hawai Water Park, tepatnya di Jalan Graha Kencana Utara V, Kota Malang, Jawa Timur.

Mengutip Kompas.com (15/1/2020), museum yang baru buka pada pertengahan 2019 ini memamerkan koleksi peninggalan Kerajaan Majapahit. 

Ada miniatur candi, genteng, saung dan rumah penduduk yang terbuat dari tanah liat.

Selain itu juga ada banaspati, guci, anglo, dan lainnya. 

Ada pula replika pusaka Kerajaan Singosari dan Kerajaan Majapahit yang dibuat persis dengan aslinya.

3. Masjid Bungkuk (Era Diponegoro)

Masjid At-Thohiriyah atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Bungkuk merupakan masjid tertua di Malang, seperti dikutip dari Kompas.com (20/4/2022).

Lokasinya berada di Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Nama masjid diambil dari pendirinya yaitu Kyai Hamimuddin atau dikenal sebagai Mbah Bungkuk.

Ia merupakan salah satu Laskar Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa yang singgah di kawasan Singosari.

Masjid Bungkuk dulunya berupa gubuk di tengah hutan.

Masjid ini merupakan bukti penyebaran Islam oleh Mbah Bungkuk di kawasan Malang yang kala itu mayoritas penduduknya memeluk Hindu. 

Kyai Hamimuddin alias Mbah Bungkuk wafat pada 1850 masehi dan dimakamkan tepat di belakang Masjid Bungkuk.

Beberapa peziarah mendatangi makam Mbah Bungkuk pada momen tertentu.

4. Petirtaan Watugede 

Petirtaan Watugede merupakan kolam pemandian yang sumbernya berasal dari mata air.

Mengutip laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, situs ini diperkirakan kompleks taman kerajaan pada masa Kerajaan Majapahit.

Situs ini berdiri di atas lahan seluas 2.516 meter persegi.

Ada mata air jernih yang memancar dari bawah pohon di tepi kolam.

Selanjutnya, mata air itu mengaliri dua buah kolam yang terletak di utara dan selatan.

Petirtaan Watugede yang ditemukan pada 1925 ini telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Nasional Lokasinya berada di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang

5. Pemandian Ken Dedes 

Menurut legenda, pemandian Ken Dedes adalah tempat bertemunya Ken Dedes dan Ken Arok, seperti dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Malang.

Lokasinya sekitar satu kilometer dari Candi Singasari, di Jalan Kendedes, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Fasilitas obyek wisata sejarah ini meliputi kolam dewasa dan anak-anak, serta wahanan permainan.

Pada tepi pemandian terdapat sebuah bukit kecil yang dikelilingi pepohonan rindang, biasanya dipakai pengunjung untuk piknik.

6. Kayutangan Heritage 

Kayutangan Heritage atau Kampoeng Heritage Kajoetangan merupakan sebuah kawasan yang ditata dengan apik, serta dipenuhi dengan bangunan bergaya peninggalan kolonial Belanda.

Mengutip Kompas.com (8/4/2021), pada kawasan ini terdapat struktur cagar budaya yang dibangun sejak 1870 hingga 1920.

Ada sekitar 22 bangunan heritage yang dilestarikan dan masih berfungsi sebagai hunian sekaligus tempat usaha di kawasan ini.

Pengunjung dan turis dapat melihat bangunan-bangunan tersebut yang menonjolkan ciri khas kolonial Belanda.

Lokasinya berada di Jalan Jenderal Basuki Rahmat Gg. 4, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. 

7. Kelenteng Eng An Kiong

Wisata sejarah di Malang selanjutnya adalah Kelenteng Eng An Kiong yang berada di Jl. R.E. Martadinata, Kotalama, Kec. Kedungkandang, Kota Malang.

Kelenteng Eng An Kiong merupakan kelenteng Tridarma, yang digunakan untuk beribadah tiga kepercayaan, yaitu Khonghucu, Taoisme, dan Buddha, seperti dikutip dari Kompas.com (5/1/2023).

Bangunan kelenteng yang didirikan pada 1825 ini, telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Pendiri Kelenteng Eng An Kiong adalah orang militer yang bernama Liutenant Kwee Sam Hway.

8. Museum Singhasari

Sesuai namanya, Museum Singhasari menyimpan benda-benda bersejarah peninggalan Kerajaan Singasari.

Lokasinya berada di Perumahan Singhasari Residence, Desa Klampok, Kecamatan Singasari, Kabupaten Malang. 

Kerajaan Singasari merupakan salah satu kerajaan besar di Indonesia bercorak Hindu-Buddha yang berada di daerah Singasari, Kabupaten Malang.

Kerajaan Singasari juga dikenal dengan nama Kerajaan Tumapel.

Mengutip Kompas.com (12/6/2022), terdapat sekitar 345 koleksi artefak bersejarah pada museum seluas sekitar 3.000 meter persegi itu.

Pengunjung bisa melihat berbagai macam artefak peninggalan Kerajaan Singosari, seperti arca Mahakal, Mahisha, Ganesha, Durga Gaya Singasari, dan Prajna Paramita

9. Candi Badut 

Candi Badut merupakan candi tertua di Jawa Timur, seperti dikutip dari Kompas.com (18/1/2023).

Candi bercorak Hindu ini merupakan peninggalan Kerajaan Kanjuruhan yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8, berdasarkan Prasasti Dinoyo.

Lokasinya berada di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Candi Badut ditemukan pada 1921 oleh Maureen Brecher, seorang Belanda.

Kemudian, bangunan candi dipugar pada 1923-1926.

Adapun nama Candi badut diambil dari nama kecil Raja Gajayana yaitu Liswa dalam bahasa Sansekerta, yang berarti anak komedi, tukang lawak, atau tukang tari.

Kata tersebut serupa maknanya dnegan badut di masa kini, yakni seseorang yang menjadi penghibur dengan berbuat lucu atau melawak.

10. Candi Jawar Ombo 

Candi Jawar Ombo berada di Desa Muliosari, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang.

Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Malang, bangunan candi pertama kali ditemukan penduduk setempat pada 1983 dalam kondisi masih terpendam tanah.

Hingga kini, Candi Jawar Ombo masih penuh dengan misteri lantaran belum banyak kajian sejarah dari peninggalan bersejarah ini.

Daya tarik Candi Jawar Ombo adalah bangunan candi yang menghadap ke arah Gunung Semeru.

Bangunan candi berciri khas candi Jawa Timur yakni tinggi dengan alas di bawahnya.

Pada pintu masuk candi terdapat arca batu yang memegang gada, yang diperkirakan sebagai wujud Dwarapala.

Demikian wisata sejarah di Malang yang menarik dikunjungi dari candi sampai museum. 
















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/13/10-wisata-sejarah-di-malang-menarik-dikunjungi-ada-bioskop-jadul-sampai-masjid-era-diponegoro?page=4

Petani Tembakau di Kabupaten Malang Untung Besar

 


SURYAMALANG.COM, MALANG - Musim kemarau menjadi berkah bagi petani tembakau di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Pasalnya, tanaman tembakau memiliki kualitas bagus, dan harga jualnya juga naik.

Petani tembakau asal Desa Jatiguwi, Setyo mengatakan harga jual tembakau kering antara Rp 120.000 sampai Rp 140.000 per kilogram (Kg).

Harga ini naik signifikan dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 90.000 per Kg.

"Cuaca sering hujan pada dua tahun lalu, sehingga mempengaruhi hasil panen, dan harga jualnya juga murah," kata Setyo kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (13/10).

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Dusun Krajan ini menyebutkan cuaca sangat mempengaruhi hasil tanaman tembakau. Jika musim hujan, hasil panen tembaku akan berkurang, dan kualitasnya kurang maksimal.

"Tidak ada kemarau pada tahun lalu sehingga panennya sedikit, dan kadar air di tanaman sangat banyak sehingga kualitasnya menurun," sebutnya.

Sebaliknya, panen tanaman tembakau akan berkualitas baik di musim kemarau. Menurutnya, kadar air di tembakau tidak cukup banyak saat musim kemarau.

Setyo menyebutkan lahan seluas 1 hektare dapat menghasilkan tembakau basah sebanyak 15 ton saat musim kemarau. Jika dikeringkan, tembakau akan menyusut menjadi 2 ton tembakau kering.

"Saat musim hujan, tembakau basah 1 kuintal hanya 17 Kg tembakau kering. Kalau musim kemarau, bisa sampai 20 Kg," bebernya.




















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/13/petani-tembakau-di-kabupaten-malang-untung-besar


Jumat, 13 Oktober 2023

Cor Beton di Proyek Pelebaran Jalan Karangkates Sering Sebabkan Kecelakaan Motor

 


SURYAMALANG.COM, BLITAR - Proyek pelebaran jalan dari Jembatan Karangkates ke arah wisata Pantai Modangan, memang sudah dikerjakan. Dari lebar awal 5 meter kini sudah jadi 7 meter karena kanan-kirinya masing-masing sudah dicor beton 1 meter.

Namun, pengecoran kedua tepi jalan setebal 4 centimeter di atas aspal lama itu tidak segera diratakan dengan diaspal baru. Akibatnya, batas antara aspal lama dengan cor beton itu seringkali membahayakan pengendara sepeda motor.

Terutama jika terjadi papasan dengan truk tebu yang lalu-lalang di jalan antara Kecamatan Donomulyo dengan Kecamatan Kalipare itu.

Dalam minggu ini, banyak pengendara sepeda motor yang terjatuh karena ban sepeda motornya tergores cor beton, yang pinggirannya sangat tajam dan bisa menyebabkan ban meletus.

Seperti yang menimpa seorang ibu-ibu berusia 35 tahun, Selasa (10/10/2023) sore kemarin. Ia jatuh dan tersungkur di utara jalan Jembatan Karangkates.

Ibu dan bayi yang digendongnya terus menangis saat ditolong banyak warga setelah ban sepeda motornya terkena bibir cor yang muncul ke atas aspal.

"Kalau nggak biasa lewat sini ya bisa terjatuh seperti itu karena tak sadar saat berpapasan dengan truk tebu, tiba-tiba menepi ke kiri lalu bannya terkena cor yang muncul dari aspal setebal 4 centimeter ya langsung terjatuh," ujar bapak-bapak yang menolongnya.


KUNJUNGI JUGA : 

Koper Kabin Cabin Bagasi 14 16 20  Inch Koper Luxes Aurora Series Luggage Suitcase Koper Pastel Warna Warni Beauty Case Travel Jalan Jalan Murah Koper Lollipop Lolipop Korea USB Cup Holder Hook Luxes seharga Rp147.000 - Rp537.000.

Rak Kosmetik Dengan Laci Anti Debu Acrylic Storage seharga Rp151.000.

Magic black 60ml penghitam motor mobil,trim restorer,dasboar,body motor mobil. seharga Rp9.500.

Keset Kaki Kamar RAINBOW 40x60 Bahan Wool Lembut Anti Slip Motif Lucu seharga Rp24.500 - Rp59.900

Memang, jatuhnya ibu itu karena sepeda motor Honda Beat yang dikemudikan anak gadis terlalu mengambil halun ke tepi jalan saat berpapasan dengan truk.

Tanpa disadari kalau tepi jalan di utara Jembatan Karangkates itu baru dibeton, ban sepeda motornya mengenai urukan beton yang dicor dari perusahaan cor asal Kabupaten Blitar itu.

"Kasihan anak bayi yang digendongnya terus menangis. Itu mungkin bukan cuma kaget namun juga kesakitan. Makanya, warga sini yang setiap saat lewat sini juga senang jalan ini diperlebar namun juga minta agar segera diaspal biar tak sering terjadi kecelakaan. Apalagi, kalau malam itu kian rawan karena sepanjang jalan ini gelap gulita," paparnya.

Tidak segera diaspal meski sudah diperlebar 1 meter masing-masing kiri-kanan jalan itu karena menunggu pekerjaan pengecoran tepi jalan itu sekalian tuntas.

"Warga harap bersabar karena proyek pelebaran jalan dan pengaspalan jalan ini akan tuntas pada bulan Nopember (hanya berlangsung sebulan meski proyek ini sepanjang 14 km dari panjang keseluruhan yang direncakan 21,1 km," kata Chairul Isnadi Kusuma, Kadis Bina Marga Pemkab Malang.(fiq)



















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/11/cor-beton-di-proyek-pelebaran-jalan-karangkates-sering-sebabkan-kecelakaan-motor

Kronologi Penyiksaan Kejam Satu Keluarga Terhadap Bocah 7 Tahun di Malang, Dicelupkan ke Air Panas

 


SURYAMALANG.COM, - Kronologi penyiksaan kejam yang dilakukan satu keluarga terhadap bocah 7 tahun terjadi di Kedungkandang, Kota Malang.

Bocah tak berdosa itu menahan siksaan selama berbulan-bulan dari 5 anggota keluarga termasuk ayah kandungnya sendiri. 

Nasib bocah berinisial D itu juga memilukan karena disekap, dicekik dan tangannya dicelupkan ke air mendidih. 

Perbuatan keji tersebut dilakukan oleh ayah kandung korban, ibu tiri korban beserta keluarga dari ibu tiri korban.

Warga sekitar berinisial R (53) mengatakan peristiwa itu diketahui oleh warga pada Senin (9/10/2023) malam.

R lalu menjelaskan kronologi penyiksaan itu akhirnya dilaporkan ke polisi. 

"Jadi, saya diinformasikan dan dilapori oleh salah satu warga saya. Bahwa ada anak yang disekap dan disiksa," ujarnya kepada Suryamalang.com Kamis (12/10/2023).

Korban berinsial D itu berhasil kabur dari kamar penyekapan kemudian minta tolong ke rumah tetangga.

"Laporan dari warga tersebut, diteruskan ke pihak RW lalu ke pihak kepolisian" jelasnya.

"Kemudian pada Selasa (10/10/2023), polisi datang dan langsung mengamankan seluruh penghuni rumah (para terduga pelaku) termasuk beberapa barang seperti kemoceng, cangkir, dan panci listrik," imbuh R.

R menerangkan, rumah yang ditempati bocah itu dihuni oleh 8 orang. 

"Yaitu korban, ayah korban, lalu ibu tirinya, orang tua dari ibu tiri, serta dua saudara tiri," tambahnya.

R juga mengaku korban sering dianiaya dan disiksa.

"Kalau air dari panci listrik itu sudah mendidih, korban disuruh memasukkan kedua tangannya ke dalam panci," ungkapnya.


KUNJUNGI JUGA : 

Panci listrik serbaguna Elektrik Cooker Multifungsi Panci Kukus Elektrik 

Free Dus Packaging Pet Opeadia 17 Inch Big Tas Kucing Astrounot Travel Bag Nyaman dan Cat

Fabrica Kawat Nyamuk Magnet Kasa Anti Serangga Miniflex Aluminium Custom DIY seharga Rp2.334 - Rp3.507.

-  DASTER FLOW SATIN IMPORT REALPICT-GESER/DASTER SATIN PART 1/DASTER TANPA LENGAN seharga Rp21.032 - Rp26.631

PREMIUM Timbangan Digital 10kg Premium Kitchen Scale High Quality seharga Rp55.000 - Rp67.000


Sementara salah seorang warga berinisial M mengungkap kondisi korban sangat memprihatinkan.

"Kondisinya sangat kurus dan penuh luka di sekujur tubuhnya. Lalu di bagian kedua tangannya berwarna putih, seperti bekas luka bakar," jujurnya.

M juga mengaku selama ini terduga pelaku menyekap korban di sebuah kamar kecil berukuran 1,5 meter x 1,5 meter.

"Jadi, korban ini disekap di ruangan kamar kecil dekat kamar mandi. Dan korban ini tidak diperbolehkan keluar sama sekali bahkan untuk sekolah sekalipun," pungkasnya.

Saat ini, korban telah dibawa ke RS Saiful Anwar (RSSA) untuk mendapatkan perawatan medis dan penyembuhan trauma psikologis. Sedangkan, para terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polresta Malang Kota.

Sederet Penyiksaan yang Dialami Korban

Polresta Malang Kota menetapkan lima orang tersangka, dalam kasus penganiayaan dan penyekapan seorang bocah berusia 7 tahun berinisial D. 

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

"Jadi, pada Senin (9/10/2023) sekitar pukul 18.00 WIB, pelapor berinisial MN mendapat laporan dari warga. Bahwa ada anak yang mengalami kekerasan di wilayah Kecamatan Kedungkandang," ujar Danang Kamis (12/10/2023). 

"Lalu pada Selasa (10/10/2023) siang, pelapor bersama Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang mendatangi rumah tersangka untuk mengevakuasi korban. Dan di hari itu juga, kejadian tersebut dilaporkan ke kami dan kami langsung mengamankan para tersangka," lanjutnya. 

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti.

Barang bukti yang diamankan yaitu satu kemoceng, satu buah panci listrik, satu buah pisau cutter, dan satu buah cincin akik. 

Dari hasil penyelidikan, kelima tersangka memiliki peranan masing-masing saat melakukan penganiayaan kepada korban D.

Kelima tersangka itu adalah JA (37) yang merupakan ayah kandung korban, lalu ibu tiri korban EN (42), lalu kakak tiri korban PA (21), nenek tiri korban inisial MS (65), dan paman tiri korban inisial SM (43).

Untuk peran tersangka JA, menganiaya dengan memasukkan kedua tangan korban ke dalam panci berisi air mendidih.

Lalu, memukul serta melempar bagian kepala dan bahu korban dengan kemoceng dan tongkat, menyundut rokok ke lidah korban, mencekik leher korban, dan menendang kaki korban.

Lalu tersangka PA, menjewer serta mencubit telinga dan tangan korban. Sekaligus, memukul pipi korban dengan tangan.

Kemudian tersangka EN, memukuli korban dengan tangan.

"Lalu untuk tersangka MS, melukai kening korban dengan pisau cutter. Sedangkan tersangka SM, memukuli korban dengan tangannya," jelasnya.

Di samping melakukan kekerasan, korban D juga dibiarkan dalam kondisi kelaparan hingga kekurangan gizi dan terindikasi mengalami busung lapar. 

Dari hasil pemeriksaan, diketahui para tersangka telah menganiaya sejak kurun waktu 6 bulan.

"Saat ditanya alasannya, tersangka menganggap korban D ini sering rewel dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan tersangka. Semisal, mengambil makanan tanpa izin," tambahnya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka telah dilakukan penahanan dan terancam meringkuk di dalam penjara dalam waktu yang cukup lama.

"Kelima tersangka kami kenakan Pasal 80 UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," terangnya.

Saat ini, pihak kepolisian bersama Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang fokus terhadap kondisi korban.

"Untuk korban, telah menjalani perawatan medis untuk memulihkan kondisi di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Dan saat ini, kami masih mencari keberadaan ibu kandung korban D,"

"Apakah saat ini sudah meninggal atau masih hidup. Sementara, masih dalam proses pencarian oleh petugas Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota," tandasnya.

















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/12/kronologi-penyiksaan-kejam-satu-keluarga-terhadap-bocah-7-tahun-di-malang-dicelupkan-ke-air-panas?page=3

Kamis, 12 Oktober 2023

Kisah Mantan Pemabuk Meninggal di Atas Sajadah, Sosok yang Pernah Menolongnya Kaget: Dulu Dia Dingin

 


TRIBUNJATIM.COM - Inilah kisah mantan pemabuk meninggal dunia di atas sajadah.

Sosok yang pernah menolongnya kaget.

Sosok yang kaget itu adalah influencer Malaysia bernama Don Jany.

Don Jany membagikan kisah akhir hidup seorang pria pemabuk yang justru meninggal saat salat.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun radio, Don Jany mengatakan jika pria tersebut adalah tetangganya sendiri.

Ia juga sering melihat pria tersebut dalam keadaan mabuk dan memiliki sikap dingin.

Bahkan beberapa kali Don Jany membantu pria tersebut saat mabuk di jalan.

"Saya melihat saudara ini, dia seorang pemabuk, saya melihatnya tergeletak di dekat tempat parkir. Saya juga membantu mengangkatnya.

"Saat itu aku masih muda, jadi ketika kita sudah melakukan sesuatu yang baik, kita pasti ingin orang-orang mengucapkan terima kasih, tapi aku merasa kecil hati karena ia tidak pernah mau mengucapkan terima kasih dan ketika dia melihatku, dia tetap bersikap dingin", ungkap Don Jany, dikutip TribunJatim.com dari TribunStyle.

Sejak saat itu, sang influencer bertekad untuk mencoba membantu orang-orang seperti pria pemabuk dengan memproduksi konten positif tentang agama.

"Hanya dalam hati saya saat itu, saya berpikir bagaimana saya ingin mendekatkan orang seperti ini kepada Tuhan karena kita tidak bisa mengharapkan orang seperti ini pergi ke masjid untuk belajar, menonton acara keagamaan di YouTube".

"Saat itu saya baru bergabung dengan kelompok relawan dan baru membuat konten. Saat memproduksi konten, saya tidak menghina orang yang masuk penjara dan tidak menyinggung pecandu narkoba".

Don Jany pun sama sekali tidak menyangka pria tersebut justru terkesan dengan konten dakwah yang dihasilkannya.

"Rupanya video saya sampai ke saudara ini".

"Suatu hari, pria tersebut sedang mabuk dan dia melihatku lalu dia menegurku.

'Aku melihat videomu di Facebook, aku merasa ingin kembali kepada Tuhan tapi aku tidak tahu caranya'.

"Saat mengobrol, matanya berair dan aku bisa melihat ketulusannya. Saat aku ingin kembali, dia ingin memelukku sambil memegang alkohol. Tapi dia merasa nyaman bersamaku".

Selang beberapa tahun, Don Jany mendapat kabar duka atas meninggalnya pria tersebut.

Dan kejadian yang paling memilukan adalah ia meninggal di atas sajadah saat sedang salat.

"Saya mendapat telepon yang mengatakan saudara ini telah meninggal. Jadi saya datang, bertemu keluarganya dan membantu merawat jenazahnya. Saya bertanya kepada keluarganya, kenapa saudara ini meninggal, apa penyakitnya?".

"Rupanya dia meninggal di rumah, dia meninggal setelah salat Isya. Dia tidur dekat sajadah dan meninggal dalam tidurnya".

Don Jany pun tidak menyangka dengan nasib pria pemabuk itu.

Pasalnya dulu ia menemukan pria pemabuk itu tergeletak di jalan dengan alkoholnya, tapi kini ia meninggal di atas sajadah saat sedang salat.

"Saya menemukannya tergeletak di jalan sambil minum alkohol , namun Tuhan mencabut nyawanya tergeletak di atas sajadah".

Sementara itu, warga Perumahan Cahaya Abadi, Kelurahan Suka Mulya, Kecamatan Sematang Borang, Palembang, dibuat geger dengan meninggalnya ketua masjid saat pelaksanaan salat tarawih hari pertama Ramadhan 1444 H.

Kisah ketua masjid meninggal saat salat tarawih ini viral usai unggahan akun Instagram @promopalembang.

"Innailahi wainailahi rojiun, telah meninggal ketua masjid Jami An Anur Bapak Ir Purnomo Adjie. Sebelum meninggal beliau memberikan kata sambutan dan pesan agar ibadah kita bulan ramadhan ini harus lebik baik dari sebelumnya, dan meminta maaf kepada semua jamaah masjid."

"Rakaat pertama salat tarawih berada di shaf pertama di belakang imam berjarak 5 jamaah dengan saya, beliau roboh dengan posisi dalam keadaan sujud, dibantu oleh jemaah masjid dilarikan ke RS, namun allah berkehendak lain, di hari pertama bulan Ramadhan, insyaallah beliau husnul khatimah, Aamin," tulis akun Promo Palembang.

Ketua Masjid An Nur bernama Ir Purnomo Adjie atau Purnomo Hadi Suwito (61) meninggal dalam posisi sujud saat sedang salat tarawih berjemaah.




















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/11/kisah-mantan-pemabuk-meninggal-di-atas-sajadah-sosok-yang-pernah-menolongnya-kaget-dulu-dia-dingin?page=3