This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 18 Oktober 2023

Mobil Perias Dilibas KA Blambangan di Perlintasan KA Surabayan, 3 Penumpang Tewas

 


SURYAMALANG.COMlLAMONGAN -Tiga  orang  korban meninggal lantaran ditabrak KA Insiden kecelakaan di perlintasan KA berpalang pintu swadaya di Desa Surabayan Kecamatan Sukodadi, Rabu (18/10/2023).

Kejadian sekitar pukul 03.15 WIB dialami mobil Toyota  Avanza nopol L 1357  CN yang dikemudikan Rofik (24) asal Dusun Winong Desa Wangunrejo Kecamatan Turi.

Mobil nahas yang dikemudikan Rofik berpenumpang  2 orang, Della Avelia Ananti (22) dan Tasmiati (54) itu remuk tak berbentuk tertabrak KA Blambangan nomor 185 dan terlempar sejauh 50 meter.

Dua orang saksi, Sutrisno (47) dan Mamat (45) kepada polisi di TKP menyebutkan, saat kejadian memang palang pintu yang dibangun dari swadaya masyarakat itu sedang belum ada yang menjaga.

Dan perlintasan itu dijaga hanya mulai 06.00 hingga 22.00 WIB. Sehingga tidak ada yang tahu pasti bagaimana saat kejadiannya.

Baru pada paginya ada yang melihat bangkai mobil yang wujudnya tak beraturan yang kemudian diinformasikan ke polisi.

Anggota Gakkum Sat Lantas Polres Lamongan, Aipda Ach. Isya Ansori, Bripka Eko Agus P dan Bripka Arif Andriyono  ke lokasi kejadian dan melakukan upaya mengevakuasi korban serta olah TKP.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lamongan, Ipda Hadi Siswanto menjelaskan, dari jejak di TKP menunjukkan, mobil  nahas Toyota Avanza warna hitam itu melaju dari Utara ke Selatan dengan kondisi palang pintu terbuka.

Kemungkinan, pengemudi mobil tidak konsentrasi sehingga tidak tahu pada saat hendak melintas itu ada KA Blambangan dengan masinis Arif  sedang melaju dari arah Timur ke Barat.

"Itu hasil olah TKP yang menunjukkan insiden kecelakaan di perlintasan KA Surabayan," kata Hadi didampingi Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro kepada SURYA, Rabu (18/10/2023).

Diperoleh keterangan, 3 penumpang mobil nahas itu adalah perias yang pagi itu hendak merias seorang calon wisudawan Unisda Sukodadi.

"Para korban itu perias yang hendak menuju ke calon pelanggannya. Informasi yang kami dapat mau merias calon wisudawan," kata Hadi.

Ia mengimbau pada masyarakat, kapanpun dan dimanapun hendak melintas di perlintasan KA, ada atau tidak ada palang pintu selalu waspada.

 " Jelang perlintasan, berhenti, tengok kanan kiri, aman, jalan," pintanya.

Sementara itu, kendaraan korban langsung dievakuasi dengan mobil derek dan diparkir di Selatan Terminal Lamongan.(Hanif Manshuri) 


















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/18/mobil-perias-dilibas-ka-blambangan-di-perlintasan-ka-surabayan-3-penumpang-tewas

Selasa, 17 Oktober 2023

Pemancing Umur 20 Tahun Hilang di Pantai Sioro Tulungagung, Motor dan HP Masih Ada

 


SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Seorang pemancing diduga hilang di Pantai Sioro Desa Ngrejo Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Minggu (15/10/2023).

Korban diperkirakan bernama Agung Ramadhan (20) warga Desa/Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung hingga kini belum ditemukan.

Kapolsek Tanggunggunung, Iptu Karnoto, mengaku mendapatkan laporan dugaan pemancing yang hilang ini pada pukul 17.00 WIB.

“Yang di lokasi hanya ditemukan kendaraannya. Sementara orangnya sampai sekarang tidak ditemukan,” ujar Karnoto.

Laporan ini bermula saat Adi Sucipto (47) warga Desa Padangan Kecamatan Ngantru datang ke lokasi pemancingan di sebuah tebing Pantai Sioro.

Adi Sucipto menemukan sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna hitam AG 5643 SN.

Di sepeda motor itu juga ditemukan sebuah HP mereka Pocco warna hitam, dua alat pancing dan pisau.

Adi mengenali barang-barang itu milik Agung, rekannya sesama pemancing.

Adi berusaha mencari keberadaan Agung, namun upayanya tidak membuahkan hasil.

Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada warga yang kebetulan juga ada di lokasi kejadian.

“Barang-barang milik korban dibawa ke rumah warga, lalu dilaporkan ke Polsek Tanggunggunung,” sambung Karnoto.

Laporan ini diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pos SAR Basarnas Trenggalek.

Masih menurut Karnoto, upaya pencarian dilakukan di hari  pertama namun belum berhasil.

Kendala utamanya adalah ombak di Pantai Sioro yang terkenal sangat tinggi.

Selain itu kontur pantai yang berupa tebing karang di atas permukaan air laut.

Akses ke lokasi juga berupa jalan setapak yang dicor, tidak bisa dilalui dengan mobil.

“Kalau motor matic saja mungkin akan kesulitan ke sana. Jadi memang mobilitas terbatas,” pungkas Karnoto.

Salah satu relawan dari Laznas LMI Tulungagung, Susanto, mengaku medan ke lokasi sangat sulit.

Lokasi hanya bisa dijangkau dengan sepeda motor.

Lokasi terdekat yang bisa diakses dengan mobil berjarak 3-5 kilometer.

"Kalau pakai mobil harus parkir, kemudian jalan 3-5 kilometer. Hanya roda 2 yang bisa masuk," katanya. 

Pantai Sioro adalah pantai yang masih asri dan bukan pantai yang menjadi destinasi wisata.

Untuk mencapai lokasi ini dulunya harus menerobos hutan belantara.

Namun kini hutan ini sudah berubah menjadi ladang jagung yang sangat luas, serta sebagian kebun pisang.

Para petani penggarap membuat jalan beton selebar sekitar 1 meter untuk lewat sepeda motor.

Jalan ini dipakai untuk mengangkut hasil pertanian, seperti jagung dan pisang.

Hanya wisatawan dengan minat khusus yang berkunjung ke Pantai Sioro, termasuk para pemancing.

Dari video yang dibagikan sesama pemancing, lokasi hilangnya korban ada sebuah batu datar di bawah sebuah tebing.

Diduga korban ada di batu datar itu untuk memancing, lalu tersapu ombak dan jatuh ke laut. 

















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/16/pemancing-umur-20-tahun-hilang-di-pantai-sioro-tulungagung-motor-dan-hp-masih-ada?page=2




Emak - Emak di Pasuruan Lapor Polisi Setelah Sadar Jadi Korban Arisan Online Bodong

 


SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Emak - emak ramai - ramai mengaku menjadi korban arisan online bodong dan melapor ke kantor Polres Pasuruan, Senin (16/10/2023) siang.

Mereka datang dengan hati yang terluka karena merasa dibohongi oleh arisan online yang diduga dilakukan oleh RD, pelaku yang mempromosikan arisan online ini.

Salah satu korban, IK, mengaku para pelaku ini biasa membuat program untuk 10 orang. Nah, korban biasanya harus modal sekitar Rp 1 juta.

Nantinya mereka dijanjikan untung Rp 350 ribu. Ada juga yang VIP. Itu modalnya Rp 10 juta dan dijanjikan akan kembali Rp 15 juta.

“Biasanya, pelaku menawarkan keuntungan itu cair dalam tiga sampai tujuh hari. Saya rugi kemungkinan Rp 11 juta,” kata IK, saat di Polres.


KUNJUNGI JUGA : 

Panci listrik serbaguna Elektrik Cooker Multifungsi Panci Kukus Elektrik 

Free Dus Packaging Pet Opeadia 17 Inch Big Tas Kucing Astrounot Travel Bag Nyaman dan Cat

Fabrica Kawat Nyamuk Magnet Kasa Anti Serangga Miniflex Aluminium Custom DIY seharga Rp2.334 - Rp3.507.

-  DASTER FLOW SATIN IMPORT REALPICT-GESER/DASTER SATIN PART 1/DASTER TANPA LENGAN seharga Rp21.032 - Rp26.631

PREMIUM Timbangan Digital 10kg Premium Kitchen Scale High Quality seharga Rp55.000 - Rp67.000

Dia mengaku, hari ini bersama 92 orang membuat laporan di Polres. Mereka datang dari Kota Pasuruan, Winongan, Grati, Bangil, Pandaan. 

“Kami sudah sadar sejak beberapa kali apa yang dijanjikan tidak pernah menjadi kenyataan. Beberapa kami sudah datang ke rumahnya di Rembang,” lanjutnya.

Ft, warga Winongan mengaku dirugikan sekitar Rp 50 juta. Semula dia enggan mengambil keuntungan yang dijanjikan pelaku. Lantaran tergiur keuntungan yang lebih besar.

”Karena misalnya saya dapat untung, langsung diiming-imingi lagi dengan keuntungan lebih besar. Makanya nggak pernah ambil,” terangnya. 

Fn, warga Panggungrejo, Kota Pasuruan mengaku sudah keluar modal senilai Rp 4,5 juta. Sedangkan keuntungan yang dijanjikan mencapai Rp 3 juta. 

“Saya diiming-imingi foto uang sekantong plastik. Ada yang katanya dibelikan iPhone, PCX, tapi ternyata semua itu beli sendiri. Cuma seolah-olah dapat dari arisan,” urainya. 

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Makung Ismoyo Jati bahkan mengaku akan menindaklanjuti laporan tersebut. Penyidik akan mendalami laporan dari ibu-ibu ini.

“Kami terima dulu laporannya. Kalau mengenai unsur-unsur pelanggarannya akan diuji lebih dulu. Kami juga akan minta keterangan korban,” tegasnya. (lih)




















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/17/emak-emak-di-pasuruan-lapor-polisi-setelah-sadar-jadi-korban-arisan-online-bodong

Senin, 16 Oktober 2023

Camat Kepanjen Sebut CFD Kepanjen Tidak Ada Kejelasan

 


SURYAMALANG.COM, MALANG - Yateno, Camat Kepanjen mengaku belum pernah melakukan pembahasan terkait rencana Car Free Day (CFD) yang akan dilaksanakan di sepanjang Jalan Sultan Agung hingga Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. 

CFD Kepanjen merupakan ide gagasan dari camat sebelumnya, Rahmad Ikhwanul Muslimin. Menurut Yateno, pelaksanaan CFD terkesan mandek dan tidak ada kejelasan. 

"Kalau itu kan (CFD) kegiatan camat yang dulu, setelah digagas camat yang dulu bersama teman-teman yang di Kepanjen, sekarang kok mandek setelah dipaparkan daerah. Karena semua harus ada perencanaan dan anggaran yang harus melibatkan beberapa pihak," terang Yateno.

Mengenai progres perencanaan CFD pun Yateno mengaku tidak ada kegiatan lanjutan untuk membahasnya. 

Bahkan, selama tujuh bulan menjabat sebagai camat usai dilantik oleh Bupati Malang, Yateno belum pernah mengikuti rapat mengenai CFD Kepanjen.

"Nggak ada (tahapan) setelah dipaparkan camat sebelum saya, hanya disampaikan ya nggak ada kegiatan sampe sekarang," ungkapnya. 

Ketidakterlibatan Yateno dalam pembahasan, dibuktikan olehnya yang tidak mengetahui konsep dari CFD Kepanjen.

"Konsepnya saya juga tidak tahu ini mandek karena kegiatan. Dan sekarang banyak refocusing ke infrastruktur dan yang lainnya. Sampai saat ini nggak ada kejelasan," tuturnya.

Mengenai dilanjutkannya atau tidak, menurut Yateno CFD Kepanjen memerlukan konsep yang matang. Karena dalam pelaksanaannya akan melibatkan lintas sektoral.

"Perlu kematangan dan dipertimbangkan secara betul. Karena ada rumah sakit (RSUD Kepanjen). Mengenai jalur mana yang dipake harus melibatkan masyarakat, Dishub, Bina Marga, jadi tidak hanya kecamatan," tukasnya.(isn)



















SUMBER  : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/15/camat-kepanjen-sebut-cfd-kepanjen-tidak-ada-kejelasan





3 Bandit Bercelurit Rampas 3 HP dari Gerombolan 5 Remaja Bermotor di Probolinggo

 


SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Tiga bandit bercelurit merampas 3 handphone dari gerombolan 5 remaja di Jalan KH Hasan Genggong, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Sabtu (14/10/2023) sekira pukul 20.30 WIB.

Bahkan, salah satu korban mendapat serangan sabetan celurit dari pelaku.

Beruntung celurit yang digenggam pelaku terbalut penutup atau sarung.

Sehingga, korban tak mengalami luka sayatan, hanya benjol di kepala bagian belakang.

Korban diketahui bernama Farid Dwi Aditya Jamaludin (16), Ahmad Yusuf (18), Saudi Arabia (18), Muhammad Faizal Akbar (14), dan Hariawan (20).

Kelima korban merupakan warga Kelurahan Kedung Asem Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Seorang korban, Farid Dwi Aditya Jamaludin mengatakan peristiwa perampasan terjadi tatkala dia dan empat temannya tuntas mengisi BBM di SPBU Jalan KH Hasan Genggong, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Tuntas mengisi BBM, mereka melanjutkan perjalanan menuju kedai kopi di Jalan Suroyo, Kota Probolinggo.

Farid bersama empat temannya mengendarai dua motor Honda Vario.

"Baru beberapa meter bertolak dari SPBU, kami dipepet oleh pemotor berboncengan tiga sembari menggeber knalpot. Kemudian, mereka menghentikan laju kami. Tiga orang itu mengendarai Yamaha Vixion putih, Nopolnya belum tahu pasti," katanya, Minggu (15/10/2023).

Farid menjelaskan tanpa sebab, satu dari tiga pelaku, langsung menuduh dia dan rekannya telah melukai adiknya.

Korban pun bingung mendengar fitnahan pelaku.

"Saya mengelak tuduhan tersebut. Kami tak pernah bergesekan dengan orang lain. Selain itu, kami berangkat dari rumah menuju tempat nongkrong di Jalan Suroyo. Tidak ada tujuan lain," jelasnya.

Selanjutnya, tanpa basa-basi, satu pelaku itu lantas mengayunkan sebilah celurit yang dibawa ke arah kepala belakang Farid.

Hantaman celurit membuat Farid tersungkur dan hampir tak sadarkan diri.

"Untungnya celurit yang dibawa masih tertutup sarung. Sehingga, kepala belakang saya hanya benjol. Tidak ada luka sayatan. Dia hanya sekali mengayunkan celurit," terangnya.

Setelah itu, pelaku sekonyong-konyong merampas tiga ponsel korban.

Tiga ponsel yang dirampas pelaku milik Farid, Ahmad Yusuf, dan Muhammad Faisal Akbar.

"Usai merampas ponsel pelaku kabur ke arah utara. Ciri-ciri pelaku berambut agak gondrong dan bertato. Kami tak mengenalnya. Saat kejadian perampasan berlangsung kondisi jalan sepi dan gelap karena listrik tengah padam," ucapnya.

Ayah Farid, Eko Cahyono (45) mengungkapkan dia melaporkan kejadian perampasan yang menimpa sang anak dan empat kawannya ke Mapolres Probolinggo Kota.

"Ada tiga ponsel yang dirampas pelaku. Anak saya juga kena hantaman celurit sampai kepala belakangnya benjol. Untung, celurit itu masih terbungkus sarung. Saya berharap pelaku cepat diringkus," paparnya. 



















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/15/3-bandit-bercelurit-rampas-3-hp-dari-gerombolan-5-remaja-bermotor-di-probolinggo?page=2




Sabtu, 14 Oktober 2023

10 Wisata Sejarah di Malang Menarik Dikunjungi, Ada Bioskop Jadul sampai Masjid Era Diponegoro

 


SURYAMALANG.COM, - Intip 10 wisata sejarah di Malang yang menarik dikunjungi baik untuk anak muda ataupun para orang tua. 

Khususnya untuk anak muda, sederet wisata sejarah di Malang ini bisa jadi sumber wawasan agar lebih dekat mengenal akar budaya sendiri. 

Beberapa wisata sejarah di Malang ini memiliki histori dan keunikannya masing-masing seperti masjid, candi sampai bioskop jadul, zaman dulu. 

Di kawasan Kabupaten Malang ada masjid tertua yang sudah ada sejak era Pangeran Diponegoro. 

Lalu ada juga museum yang menyimpan peninggalan-peninggalan era kerajaan Majapahit. 

Selengkap intip 10 wisata sejarah di Malang yang menarik dikunjungi berikut ini:

1. Indonesian Old Cinema Museum (Bioskop Jadul)

Layar tancap atau bioskop jadul zaman dulu adalah bioskop keliling yang pernah menjadi ikon Indonesia. 

Mengutip Kompas.com (15/11/2022), layar tancap merupakan bagian dari sejarah perfilman di Indonesia, namun telah hilang tergerus perkembangan zaman.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan koleksi barang-barang berkaitan dengan layar tancap bisa mengunjungi Indonesian Old Cinema Museum.

Di museum ini, pengunjung bisa melihat gulungan film, layar putih, dan perlengkapan layar tancap lainnya.

Lokasinya berada di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 45, Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

2. Museum Ganesya (Koleksi Kerajaan Majapahit)

Museum Ganesya berada di dalam kompleks Hawai Water Park, tepatnya di Jalan Graha Kencana Utara V, Kota Malang, Jawa Timur.

Mengutip Kompas.com (15/1/2020), museum yang baru buka pada pertengahan 2019 ini memamerkan koleksi peninggalan Kerajaan Majapahit. 

Ada miniatur candi, genteng, saung dan rumah penduduk yang terbuat dari tanah liat.

Selain itu juga ada banaspati, guci, anglo, dan lainnya. 

Ada pula replika pusaka Kerajaan Singosari dan Kerajaan Majapahit yang dibuat persis dengan aslinya.

3. Masjid Bungkuk (Era Diponegoro)

Masjid At-Thohiriyah atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Bungkuk merupakan masjid tertua di Malang, seperti dikutip dari Kompas.com (20/4/2022).

Lokasinya berada di Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Nama masjid diambil dari pendirinya yaitu Kyai Hamimuddin atau dikenal sebagai Mbah Bungkuk.

Ia merupakan salah satu Laskar Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa yang singgah di kawasan Singosari.

Masjid Bungkuk dulunya berupa gubuk di tengah hutan.

Masjid ini merupakan bukti penyebaran Islam oleh Mbah Bungkuk di kawasan Malang yang kala itu mayoritas penduduknya memeluk Hindu. 

Kyai Hamimuddin alias Mbah Bungkuk wafat pada 1850 masehi dan dimakamkan tepat di belakang Masjid Bungkuk.

Beberapa peziarah mendatangi makam Mbah Bungkuk pada momen tertentu.

4. Petirtaan Watugede 

Petirtaan Watugede merupakan kolam pemandian yang sumbernya berasal dari mata air.

Mengutip laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, situs ini diperkirakan kompleks taman kerajaan pada masa Kerajaan Majapahit.

Situs ini berdiri di atas lahan seluas 2.516 meter persegi.

Ada mata air jernih yang memancar dari bawah pohon di tepi kolam.

Selanjutnya, mata air itu mengaliri dua buah kolam yang terletak di utara dan selatan.

Petirtaan Watugede yang ditemukan pada 1925 ini telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Nasional Lokasinya berada di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang

5. Pemandian Ken Dedes 

Menurut legenda, pemandian Ken Dedes adalah tempat bertemunya Ken Dedes dan Ken Arok, seperti dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Malang.

Lokasinya sekitar satu kilometer dari Candi Singasari, di Jalan Kendedes, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Fasilitas obyek wisata sejarah ini meliputi kolam dewasa dan anak-anak, serta wahanan permainan.

Pada tepi pemandian terdapat sebuah bukit kecil yang dikelilingi pepohonan rindang, biasanya dipakai pengunjung untuk piknik.

6. Kayutangan Heritage 

Kayutangan Heritage atau Kampoeng Heritage Kajoetangan merupakan sebuah kawasan yang ditata dengan apik, serta dipenuhi dengan bangunan bergaya peninggalan kolonial Belanda.

Mengutip Kompas.com (8/4/2021), pada kawasan ini terdapat struktur cagar budaya yang dibangun sejak 1870 hingga 1920.

Ada sekitar 22 bangunan heritage yang dilestarikan dan masih berfungsi sebagai hunian sekaligus tempat usaha di kawasan ini.

Pengunjung dan turis dapat melihat bangunan-bangunan tersebut yang menonjolkan ciri khas kolonial Belanda.

Lokasinya berada di Jalan Jenderal Basuki Rahmat Gg. 4, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. 

7. Kelenteng Eng An Kiong

Wisata sejarah di Malang selanjutnya adalah Kelenteng Eng An Kiong yang berada di Jl. R.E. Martadinata, Kotalama, Kec. Kedungkandang, Kota Malang.

Kelenteng Eng An Kiong merupakan kelenteng Tridarma, yang digunakan untuk beribadah tiga kepercayaan, yaitu Khonghucu, Taoisme, dan Buddha, seperti dikutip dari Kompas.com (5/1/2023).

Bangunan kelenteng yang didirikan pada 1825 ini, telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Pendiri Kelenteng Eng An Kiong adalah orang militer yang bernama Liutenant Kwee Sam Hway.

8. Museum Singhasari

Sesuai namanya, Museum Singhasari menyimpan benda-benda bersejarah peninggalan Kerajaan Singasari.

Lokasinya berada di Perumahan Singhasari Residence, Desa Klampok, Kecamatan Singasari, Kabupaten Malang. 

Kerajaan Singasari merupakan salah satu kerajaan besar di Indonesia bercorak Hindu-Buddha yang berada di daerah Singasari, Kabupaten Malang.

Kerajaan Singasari juga dikenal dengan nama Kerajaan Tumapel.

Mengutip Kompas.com (12/6/2022), terdapat sekitar 345 koleksi artefak bersejarah pada museum seluas sekitar 3.000 meter persegi itu.

Pengunjung bisa melihat berbagai macam artefak peninggalan Kerajaan Singosari, seperti arca Mahakal, Mahisha, Ganesha, Durga Gaya Singasari, dan Prajna Paramita

9. Candi Badut 

Candi Badut merupakan candi tertua di Jawa Timur, seperti dikutip dari Kompas.com (18/1/2023).

Candi bercorak Hindu ini merupakan peninggalan Kerajaan Kanjuruhan yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8, berdasarkan Prasasti Dinoyo.

Lokasinya berada di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Candi Badut ditemukan pada 1921 oleh Maureen Brecher, seorang Belanda.

Kemudian, bangunan candi dipugar pada 1923-1926.

Adapun nama Candi badut diambil dari nama kecil Raja Gajayana yaitu Liswa dalam bahasa Sansekerta, yang berarti anak komedi, tukang lawak, atau tukang tari.

Kata tersebut serupa maknanya dnegan badut di masa kini, yakni seseorang yang menjadi penghibur dengan berbuat lucu atau melawak.

10. Candi Jawar Ombo 

Candi Jawar Ombo berada di Desa Muliosari, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang.

Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Malang, bangunan candi pertama kali ditemukan penduduk setempat pada 1983 dalam kondisi masih terpendam tanah.

Hingga kini, Candi Jawar Ombo masih penuh dengan misteri lantaran belum banyak kajian sejarah dari peninggalan bersejarah ini.

Daya tarik Candi Jawar Ombo adalah bangunan candi yang menghadap ke arah Gunung Semeru.

Bangunan candi berciri khas candi Jawa Timur yakni tinggi dengan alas di bawahnya.

Pada pintu masuk candi terdapat arca batu yang memegang gada, yang diperkirakan sebagai wujud Dwarapala.

Demikian wisata sejarah di Malang yang menarik dikunjungi dari candi sampai museum. 
















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/13/10-wisata-sejarah-di-malang-menarik-dikunjungi-ada-bioskop-jadul-sampai-masjid-era-diponegoro?page=4