This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 19 Oktober 2023

Pegawai Rendah Berlagak Pejabat Gadaikan 6 Mobil Sewaan di Tulungagung

 


SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Polisi menyerahkan berkas perkara JJ, pegawai rendahan berlagak pejabat di Pemkab Tulungagung, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung, Selasa (17/10/2023).

JJ yang terakhir menjadi staf Kecamatan Kedungwaru diduga menggadaikan 6 mobil sewaan.

Pelimpahan dilakukan penyidik Satreskrim Polres Tulungagung, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap.

“Benar sudah dilakukan pelimpahan tahap dua. Dalam waktu dekat kami limpahkan ke pengadilan,” ujar Kasi Intelijen Kejari Tulungagung, Amri Rahmanto Sayekti, Rabu (18/10/2023).  

Lanjut Amri, tidak ada pemeriksaan tambahan kepada JJ.

Tersangka JJ langsung dititipkan ke Lapas Kelas IIB Tulungagung.

Dalam modusnya, JJ mengaku menyewa mobil untuk kepentingan kegiatan di Pemkab Tulungagung.

“Kami akan hadirkan saksi dari Pemkab Tulungagung. Karena dia membawa nama Pemkab Tulungagung,” ungkap Amri.

Dugaan penipuan dan penggelapan ini dilakukan sejak dua tahun lalu.

Saat itu JJ masih bekerja di bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Tulungagung.

Dari berkas perkara, kerugian para korban hampir mencapai Rp 1 miliar.

“Modusnya dia menyewa mobil, kemudian digelapkan. Kendaraannya digadaikan lagi ke orang lain,” terang Amri.

Enam mobil yang digelapkan terdiri dari sebuah truk, satu pikap dan 4 minibus.

Uang hasil penggelapan mobil sewaan ini dipakai untuk judi online dan pergi ke tempat hiburan malam.

JJ dijerat dengan pasal 378 KHUPidana tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara.

Dalam menjalankan modusnya, JJ menggunakan ruang yang ada di Pemkab Tulungagung.

Ruang ini jarang digunakan sehingga seolah JJ seorang pejabat yang mempunyai ruang kerja sendiri.

Para calon korbannya pun yakin setelah bertemu JJ di ruang belakang kantor Prokopim ini.

Dari catatan kepolisian, sebelumnya JJ pernah dia kali melakukan tindak pidana.

Ia pernah dijatuhi hukuman dalam perkara penipuan pada 18 Desember 2018, berupa pidana penjara 1 tahun 4 bulan.

Lalu pada 17 Desember 2018 JJ kembali divonis bersalah dalam perkara pengeroyokan, dengan pidana penjara selama 1 tahun. 

















SUMBER :  https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/18/pegawai-rendah-berlagak-pejabat-gadaikan-6-mobil-sewaan-di-tulungagung?page=2

Rabu, 18 Oktober 2023

Respon Pertamina pada Pengemudi Mobil Bawa Kabur Uang Operator SPBU Rp 1,5 Juta, Kronologi Terungkap

 


SURYAMALANG.COM, - Pihak Pertamina merespons viralnya video pengemudi mobil bawa kabur uang operator SPBU senilai Rp 1,5 juta. 

Pertamina pun menjelaskan seperti apa kronologi yang sebenarnya terjadi di SPBU Masjid Agung Semarang itu.

Sedangkan pihak pengemudi yang mengendarai mobil Ford sampai kini belum diketahui identitasnya. 

Awalnya, masalah ini viral setelah beredar rekaman CCTV di SPBU yang dibagikan oleh akun Instagram @andreli_48 pada Senin (16/10/2023).

Dalam keterangan video, pengunggah menulis seorang operator SPBU tidak sadar uang yang dibawanya jatuh.

Lalu operator lain yang melihat ada uang jatuh mengira duit itu milik pengemudi mobil yang sedang mengisi BBM.

Setelah itu pengemudi mobil mengambil uang tersebut dan tidak mengakui perbuatannya saat dikejar oleh petugas SPBU. 

'Ditunggu itikad baiknya bagi pemilik mobil dg nopol tersebut???? uang hilang kurang lebih 1,5jt' tulis pengunggah.

'Lokasi : SPBU 44.501.18 / SPBU Masjid Agung Semarang . Jalan Arteri soekarno Hatta no.10,' imbuhnya. 

Respon Pertamina 

Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho, membenarkan peristiwa itu.

Terduga pelaku adalah pengemudi Ford dengan nomor polisi K8611** yang pada saat kejadian tengah mengisi BBM Pertamina Dex sebesar Rp 300.000.

Brasto mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di SPBU 4450118 Jalan Soekarno Hatta No 10 Kota Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (14/10/2023) sekitar pukul 18.45 WIB.

Peristiwa bermula ketika operator SPBU hendak memasukkan uang setoran BBM senilai Rp 1,5 juta tetapi uang.

Pada saat itu, operator SPBU mengira uang yang dibawa sudah masuk ke saku.

Setelahnya, teman operator mengira uang yang jatuh milik pengemudi Ford.

"Kemudian ditunjukkan kepada penumpang Ford dan uang diambil penumpang Ford dan dibawa pergi," jelas Brasto kepada Kompas.com, Selasa (17/10/2023).

Operator baru menyadari uangnya tidak ada di saku setelah pengemudi Ford pergi.

Brasto menyampaikan, saat ini pihak SPBU 4450118 masih berkoordinasi secara internal.

Namun, pihaknya belum melaporkan peristiwa pengemudi Ford yang membawa uang operator senilai Rp 1,5 juta tersebut ke pihak kepolisian.

"Kami berharap penumpang mobil Ford tersebut berniat baik dengan segera mengembalikan uang tersebut ke operator SPBU dimaksud," katanya lagi.

Brasto menambahkan, apabila pengemudi Ford mengetahui hal tersebut, maka dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 melalui:

Voice: 135

Video Call: aplikasi MyPertamina

Chatbot NADIA: Aplikasi MyPertamina dan WhatsApp di nomor 08111350135

Email: pcc135@pertamina.com

Instagram:pertamina.135

Twitter: @pertamina135

Facebook: Pertamina Call Center 135.



















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/17/respon-pertamina-pada-pengemudi-mobil-bawa-kabur-uang-operator-spbu-rp-15-juta-kronologi-terungkap?page=2



Mobil Perias Dilibas KA Blambangan di Perlintasan KA Surabayan, 3 Penumpang Tewas

 


SURYAMALANG.COMlLAMONGAN -Tiga  orang  korban meninggal lantaran ditabrak KA Insiden kecelakaan di perlintasan KA berpalang pintu swadaya di Desa Surabayan Kecamatan Sukodadi, Rabu (18/10/2023).

Kejadian sekitar pukul 03.15 WIB dialami mobil Toyota  Avanza nopol L 1357  CN yang dikemudikan Rofik (24) asal Dusun Winong Desa Wangunrejo Kecamatan Turi.

Mobil nahas yang dikemudikan Rofik berpenumpang  2 orang, Della Avelia Ananti (22) dan Tasmiati (54) itu remuk tak berbentuk tertabrak KA Blambangan nomor 185 dan terlempar sejauh 50 meter.

Dua orang saksi, Sutrisno (47) dan Mamat (45) kepada polisi di TKP menyebutkan, saat kejadian memang palang pintu yang dibangun dari swadaya masyarakat itu sedang belum ada yang menjaga.

Dan perlintasan itu dijaga hanya mulai 06.00 hingga 22.00 WIB. Sehingga tidak ada yang tahu pasti bagaimana saat kejadiannya.

Baru pada paginya ada yang melihat bangkai mobil yang wujudnya tak beraturan yang kemudian diinformasikan ke polisi.

Anggota Gakkum Sat Lantas Polres Lamongan, Aipda Ach. Isya Ansori, Bripka Eko Agus P dan Bripka Arif Andriyono  ke lokasi kejadian dan melakukan upaya mengevakuasi korban serta olah TKP.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lamongan, Ipda Hadi Siswanto menjelaskan, dari jejak di TKP menunjukkan, mobil  nahas Toyota Avanza warna hitam itu melaju dari Utara ke Selatan dengan kondisi palang pintu terbuka.

Kemungkinan, pengemudi mobil tidak konsentrasi sehingga tidak tahu pada saat hendak melintas itu ada KA Blambangan dengan masinis Arif  sedang melaju dari arah Timur ke Barat.

"Itu hasil olah TKP yang menunjukkan insiden kecelakaan di perlintasan KA Surabayan," kata Hadi didampingi Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro kepada SURYA, Rabu (18/10/2023).

Diperoleh keterangan, 3 penumpang mobil nahas itu adalah perias yang pagi itu hendak merias seorang calon wisudawan Unisda Sukodadi.

"Para korban itu perias yang hendak menuju ke calon pelanggannya. Informasi yang kami dapat mau merias calon wisudawan," kata Hadi.

Ia mengimbau pada masyarakat, kapanpun dan dimanapun hendak melintas di perlintasan KA, ada atau tidak ada palang pintu selalu waspada.

 " Jelang perlintasan, berhenti, tengok kanan kiri, aman, jalan," pintanya.

Sementara itu, kendaraan korban langsung dievakuasi dengan mobil derek dan diparkir di Selatan Terminal Lamongan.(Hanif Manshuri) 


















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/18/mobil-perias-dilibas-ka-blambangan-di-perlintasan-ka-surabayan-3-penumpang-tewas

Selasa, 17 Oktober 2023

Pemancing Umur 20 Tahun Hilang di Pantai Sioro Tulungagung, Motor dan HP Masih Ada

 


SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Seorang pemancing diduga hilang di Pantai Sioro Desa Ngrejo Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Minggu (15/10/2023).

Korban diperkirakan bernama Agung Ramadhan (20) warga Desa/Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung hingga kini belum ditemukan.

Kapolsek Tanggunggunung, Iptu Karnoto, mengaku mendapatkan laporan dugaan pemancing yang hilang ini pada pukul 17.00 WIB.

“Yang di lokasi hanya ditemukan kendaraannya. Sementara orangnya sampai sekarang tidak ditemukan,” ujar Karnoto.

Laporan ini bermula saat Adi Sucipto (47) warga Desa Padangan Kecamatan Ngantru datang ke lokasi pemancingan di sebuah tebing Pantai Sioro.

Adi Sucipto menemukan sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna hitam AG 5643 SN.

Di sepeda motor itu juga ditemukan sebuah HP mereka Pocco warna hitam, dua alat pancing dan pisau.

Adi mengenali barang-barang itu milik Agung, rekannya sesama pemancing.

Adi berusaha mencari keberadaan Agung, namun upayanya tidak membuahkan hasil.

Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada warga yang kebetulan juga ada di lokasi kejadian.

“Barang-barang milik korban dibawa ke rumah warga, lalu dilaporkan ke Polsek Tanggunggunung,” sambung Karnoto.

Laporan ini diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pos SAR Basarnas Trenggalek.

Masih menurut Karnoto, upaya pencarian dilakukan di hari  pertama namun belum berhasil.

Kendala utamanya adalah ombak di Pantai Sioro yang terkenal sangat tinggi.

Selain itu kontur pantai yang berupa tebing karang di atas permukaan air laut.

Akses ke lokasi juga berupa jalan setapak yang dicor, tidak bisa dilalui dengan mobil.

“Kalau motor matic saja mungkin akan kesulitan ke sana. Jadi memang mobilitas terbatas,” pungkas Karnoto.

Salah satu relawan dari Laznas LMI Tulungagung, Susanto, mengaku medan ke lokasi sangat sulit.

Lokasi hanya bisa dijangkau dengan sepeda motor.

Lokasi terdekat yang bisa diakses dengan mobil berjarak 3-5 kilometer.

"Kalau pakai mobil harus parkir, kemudian jalan 3-5 kilometer. Hanya roda 2 yang bisa masuk," katanya. 

Pantai Sioro adalah pantai yang masih asri dan bukan pantai yang menjadi destinasi wisata.

Untuk mencapai lokasi ini dulunya harus menerobos hutan belantara.

Namun kini hutan ini sudah berubah menjadi ladang jagung yang sangat luas, serta sebagian kebun pisang.

Para petani penggarap membuat jalan beton selebar sekitar 1 meter untuk lewat sepeda motor.

Jalan ini dipakai untuk mengangkut hasil pertanian, seperti jagung dan pisang.

Hanya wisatawan dengan minat khusus yang berkunjung ke Pantai Sioro, termasuk para pemancing.

Dari video yang dibagikan sesama pemancing, lokasi hilangnya korban ada sebuah batu datar di bawah sebuah tebing.

Diduga korban ada di batu datar itu untuk memancing, lalu tersapu ombak dan jatuh ke laut. 

















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/16/pemancing-umur-20-tahun-hilang-di-pantai-sioro-tulungagung-motor-dan-hp-masih-ada?page=2




Emak - Emak di Pasuruan Lapor Polisi Setelah Sadar Jadi Korban Arisan Online Bodong

 


SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Emak - emak ramai - ramai mengaku menjadi korban arisan online bodong dan melapor ke kantor Polres Pasuruan, Senin (16/10/2023) siang.

Mereka datang dengan hati yang terluka karena merasa dibohongi oleh arisan online yang diduga dilakukan oleh RD, pelaku yang mempromosikan arisan online ini.

Salah satu korban, IK, mengaku para pelaku ini biasa membuat program untuk 10 orang. Nah, korban biasanya harus modal sekitar Rp 1 juta.

Nantinya mereka dijanjikan untung Rp 350 ribu. Ada juga yang VIP. Itu modalnya Rp 10 juta dan dijanjikan akan kembali Rp 15 juta.

“Biasanya, pelaku menawarkan keuntungan itu cair dalam tiga sampai tujuh hari. Saya rugi kemungkinan Rp 11 juta,” kata IK, saat di Polres.


KUNJUNGI JUGA : 

Panci listrik serbaguna Elektrik Cooker Multifungsi Panci Kukus Elektrik 

Free Dus Packaging Pet Opeadia 17 Inch Big Tas Kucing Astrounot Travel Bag Nyaman dan Cat

Fabrica Kawat Nyamuk Magnet Kasa Anti Serangga Miniflex Aluminium Custom DIY seharga Rp2.334 - Rp3.507.

-  DASTER FLOW SATIN IMPORT REALPICT-GESER/DASTER SATIN PART 1/DASTER TANPA LENGAN seharga Rp21.032 - Rp26.631

PREMIUM Timbangan Digital 10kg Premium Kitchen Scale High Quality seharga Rp55.000 - Rp67.000

Dia mengaku, hari ini bersama 92 orang membuat laporan di Polres. Mereka datang dari Kota Pasuruan, Winongan, Grati, Bangil, Pandaan. 

“Kami sudah sadar sejak beberapa kali apa yang dijanjikan tidak pernah menjadi kenyataan. Beberapa kami sudah datang ke rumahnya di Rembang,” lanjutnya.

Ft, warga Winongan mengaku dirugikan sekitar Rp 50 juta. Semula dia enggan mengambil keuntungan yang dijanjikan pelaku. Lantaran tergiur keuntungan yang lebih besar.

”Karena misalnya saya dapat untung, langsung diiming-imingi lagi dengan keuntungan lebih besar. Makanya nggak pernah ambil,” terangnya. 

Fn, warga Panggungrejo, Kota Pasuruan mengaku sudah keluar modal senilai Rp 4,5 juta. Sedangkan keuntungan yang dijanjikan mencapai Rp 3 juta. 

“Saya diiming-imingi foto uang sekantong plastik. Ada yang katanya dibelikan iPhone, PCX, tapi ternyata semua itu beli sendiri. Cuma seolah-olah dapat dari arisan,” urainya. 

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Makung Ismoyo Jati bahkan mengaku akan menindaklanjuti laporan tersebut. Penyidik akan mendalami laporan dari ibu-ibu ini.

“Kami terima dulu laporannya. Kalau mengenai unsur-unsur pelanggarannya akan diuji lebih dulu. Kami juga akan minta keterangan korban,” tegasnya. (lih)




















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/17/emak-emak-di-pasuruan-lapor-polisi-setelah-sadar-jadi-korban-arisan-online-bodong

Senin, 16 Oktober 2023

Camat Kepanjen Sebut CFD Kepanjen Tidak Ada Kejelasan

 


SURYAMALANG.COM, MALANG - Yateno, Camat Kepanjen mengaku belum pernah melakukan pembahasan terkait rencana Car Free Day (CFD) yang akan dilaksanakan di sepanjang Jalan Sultan Agung hingga Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. 

CFD Kepanjen merupakan ide gagasan dari camat sebelumnya, Rahmad Ikhwanul Muslimin. Menurut Yateno, pelaksanaan CFD terkesan mandek dan tidak ada kejelasan. 

"Kalau itu kan (CFD) kegiatan camat yang dulu, setelah digagas camat yang dulu bersama teman-teman yang di Kepanjen, sekarang kok mandek setelah dipaparkan daerah. Karena semua harus ada perencanaan dan anggaran yang harus melibatkan beberapa pihak," terang Yateno.

Mengenai progres perencanaan CFD pun Yateno mengaku tidak ada kegiatan lanjutan untuk membahasnya. 

Bahkan, selama tujuh bulan menjabat sebagai camat usai dilantik oleh Bupati Malang, Yateno belum pernah mengikuti rapat mengenai CFD Kepanjen.

"Nggak ada (tahapan) setelah dipaparkan camat sebelum saya, hanya disampaikan ya nggak ada kegiatan sampe sekarang," ungkapnya. 

Ketidakterlibatan Yateno dalam pembahasan, dibuktikan olehnya yang tidak mengetahui konsep dari CFD Kepanjen.

"Konsepnya saya juga tidak tahu ini mandek karena kegiatan. Dan sekarang banyak refocusing ke infrastruktur dan yang lainnya. Sampai saat ini nggak ada kejelasan," tuturnya.

Mengenai dilanjutkannya atau tidak, menurut Yateno CFD Kepanjen memerlukan konsep yang matang. Karena dalam pelaksanaannya akan melibatkan lintas sektoral.

"Perlu kematangan dan dipertimbangkan secara betul. Karena ada rumah sakit (RSUD Kepanjen). Mengenai jalur mana yang dipake harus melibatkan masyarakat, Dishub, Bina Marga, jadi tidak hanya kecamatan," tukasnya.(isn)



















SUMBER  : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/15/camat-kepanjen-sebut-cfd-kepanjen-tidak-ada-kejelasan