Ready Stok Sprei My Love 160 X 200 Sprei Rumbai
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Jumat, 20 Desember 2024
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 20/12/2024
Kronologi Warga Pulau Rinca Digigit Komodo
Apa Saja Gejala Flu Burung pada Manusia? Berikut 6 Daftarnya...
Apa saja gejala flu burung pada manusia? Gejala flu burung pada manusia bisa mirip dengan flu biasa, namun seringkali lebih parah. Disarikan dari Medline Plus dan Verywell Health, berikut tanda-tanda flu burung yang perlu diwaspadai:
Demam tinggi: Demam mendadak dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celsius biasanya menjadi tanda awal infeksi flu burung. Batuk: Batuk, baik kering maupun berdahak, sering muncul pada tahap awal infeksi. Sakit tenggorokan: Rasa nyeri atau tidak nyaman di tenggorokan juga sering dirasakan oleh penderita flu burung. Sesak napas: Kesulitan bernapas menandakan bahwa virus telah menyerang saluran pernapasan bawah. Nyeri otot dan kelelahan: Gejala lain yang sering dilaporkan adalah nyeri otot dan rasa lelah yang ekstrem. Mata merah atau konjungtivitis: Pada beberapa kasus, penderita juga mengalami iritasi atau mata merah. Gejala-gejala ini biasanya muncul dalam waktu 2–8 hari setelah seseorang terpapar virus flu burung. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala flu burung, terutama setelah kontak dengan unggas atau berada di daerah yang mengalami wabah flu burung. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Penularan flu burung ke manusia umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan unggas terinfeksi, baik yang masih hidup maupun sudah mati. Selain itu, lingkungan yang terkontaminasi, seperti kandang atau area dengan kotoran unggas juga bisa menjadi media penularan flu ini.
Kontak fisik atau sentuhan langsung dengan permukaan terkontaminasi, seperti alat atau benda yang telah terkena virus flu burung juga menyebarkan penyakit ini. Penularan antar manusia sangat jarang terjadi, tetapi kasus ini tetap menjadi perhatian karena potensi mutasi virus.
Bagaimana cara mencegah flu burung? Untuk mencegah flu burung, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan: Cuci tangan rutin menggunakan sabun dan air mengalir setelah menyentuh unggas atau lingkungan sekitar unggas. Hindari kontak dengan unggas sakit atau liar Pastikan daging dan telur dimasak hingga benar-benar matang dengan suhu minimal 74 derajat celsius dan telur hingga matang sempurna. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat berinteraksi dengan unggas, seperti masker, sarung tangan, dan pakaian pelindung. Jaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan area kandang unggas secara rutin untuk mencegah penyebaran virus. Hindari pasar unggas hidup, khususnya di daerah dengan laporan kasus flu burung. Dengan memahami gejala, penyebaran, dan pencegahan flu burung, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan melindungi diri dari risiko infeksi. Tetap patuhi protokol kesehatan dan selalu ikuti informasi terkini soal flu burung.
Kamis, 19 Desember 2024
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 19/12/2024
Ready Stok Bedcover California 160 X 200
Ready Stok Sprei My Love 160 X 200 Sprei Rumbai
MAU IKUT GABUNG GROUP.... SILAHKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI !!
Whatsapp admin 1 : 08-1945-155-144Whatsapp admin 4 : 0818-0408-1983
SHOPEE
SHOPEE
Shopee : https://shopee.co.id/grosirpspreiShopee : https://shopee.co.id/tokowongpasarShopee : https://shopee.co.id/wongpasargrosir
ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / Twitter
MORE VIDEOS ►
Subscribe for More Youtube :
ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / TwitterFollow WP : https://twitter.com/TokoWongpasarWP Instagram : https://www.instagram.com/wongpasarbesar/
MORE CHAT ► Telegram : https://t.me/tokowongpasar
MORE BLOG ►
KONTAK KAMI UNTUK PENDAFTARAN RESELLER
Apa Itu Demam Babi Afrika? Kenali Gejala, Penyebab, dan Penularannya
Wabah demam babi Afrika di Indonesia mengalami peningkatan di beberapa daerah di Indonesia. Lantas, apa itu demam babi Afrika? Penyakit demam babi Afrika (African Swine Fever/ASF) adalah penyakit menular dan mematikan yang dapat menyerang babi yang diternak dan babi liar. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Asfivirus dan keluarga Asfarviridae. Virus ini bisa membuat babi sakit dengan tingkat kematian 100 persen. Virus ini bisa menyebar dengan kontak langsung dengan babi yang terinfeksi ASF dan dengan kontak tidak langsung, seperti dari pakan sisa dan dari peternak. Untuk lebih jelasnya, ketahui apa itu penyakit demam babi Afrika, gejala, penyebab, dan penularannya berikut ini.
Apa itu demam babi Afrika? Dikutip dari Buku Saku Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, penyakit demam babi Afrika (African Swine Fever/ASF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Asfivirus dan keluarga Asfarviridae. Virus ini dapat menyerang babi yang diternakkan dan babi liar di segala usia, serta dapat membuat babi sakit dengan tingkat kematian 100 persen. Penyakit ini tidak bersifat zoonosis dan hanya merupakan penyakit yang menyerang babi. Namun, hingga saat ini, belum ada vaksin dan obat demam babi Afrika.
Gejala demam babi Afrika Penyakit yang menyerang babi ini dapat memicu timbulnya beberapa gejala. Adapun gejala demam babi Afrika yang perlu diketahui, yakni: Demam tinggi, atau sekitar 41-42 derajat celsius Lesu Muncul bercak merah pada kulit Keluar leleran pada mata atau hidung Diare Risiko kematian pada babi kemudian dapat meningkat dalam 6-13 hari, atau hingga 20 hari setelahnya. Dikutip dari World Organisation for Animal Health (WOAH), masa inkubasi penyakit ini umumnya adalah selama 4-19 hari, dengan periode akut selama 3-4 hari. Namun, serangan virus yang kurang atau tidak mematikan umumnya tidak memicu gejala yang serius dan dapat berkembang dalam jangka waktu 2-15 bulan. Babi yang tidak mengalami kematian karena virus ini dapat menjadi pembawa virus seumur hidup.
Penyebab demam babi Afrika Penyakit demam babi Afrika disebabkan oleh virus dari genus Asfivirus dan keluarga Asfarviridae. Virus ASF dapat bertahan selama beberapa hari dalam beberapa material tanpa perlakuan apapun
Misalnya, di dalam urine, virus ASF dapat bertahan hingga 15 hari. Sedangkan dalam daging olahan yang disimpan pada suhu ruang adalah selama 105-300 hari.
Penularan demam babi Afrika Penularan demam babi Afrika bisa melalui dua cara, yakni secara langsung dan tidak langsung. Penularan langsung adalah kontak langsung dengan babi yang terinfeksi dengan virus ASF. Sedangkan penularan tidak langsung adalah lewat: Pakan sisa (swill) Manusia, seperti peternak, dokter hewan, pedagang, dan paramedis Objek atau material tertentu yang bisa membawa agen penyakit, seperti pakaian, kendaraan, atau sepatu dan sandal Camplak Ornithodorus Sp. yang organisme pembawa penyakit, tetapi belum pernah ditemukan di Indonesia Penyakit demam babi Afrika tidak berbahaya bagi manusia.
Namun, masyarakat diimbau untuk segera melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencegah penyebarannya.
Dikutip dari rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (18/12/2024), terdapat beberapa tindakan pencegahan demam babi Afrika yang bisa dilakukan oleh masyarakat, seperti: Melaporkan kepada petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat dalam waktu 1x24 jam jika ditemukan babi yang sakit atau mati Tidak menjual atau membeli babi yang sakit Melakukan pembersihan dan desinfeksi peternakan babi Mengonsumsi daging babi dari babi yang sehat, yang sudah diawasi pemotongannya oleh otoritas yang berwenang dan dimasak dengan matang Menjaga kebersihan diri dan lingkungan Dengan memahami apa itu penyakit demam babi Afrika, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir dan dapat melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan.
SUMBER : https://www.kompas.com/tag/penyakit-demam-babi-afrika




















