This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Jumat, 28 Maret 2025
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 28/3/2025
Punya Benjolan Bernanah? Bisa Jadi Abses, Ini Cara Mengatasinya
Apa Perbedaan Ular Kobra Jawa dan King Kobra? Kenali Ciri-Cirinya!
Ular kobra jawa dan king kobra merupakan jenis reptil berbisa yang dapat membahayakan manusia. Kehadiran mereka di permukiman warga sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama saat musim penghujan tiba. Pada periode ini, telur ular mulai menetas dan anak ular keluar dari sarangnya. Meski memiliki nama yang mirip dan sama-sama berbisa, ular kobra jawa berbeda dengan king kobra. Pemerhati satwa liar, Boedi Setiawan, menjelaskan bahwa secara taksonomi kedua ular ini termasuk dalam genus yang berbeda
“King kobra adalah anggota genus Ophiophagus, sedangkan ular kobra termasuk dalam genus Naja,” ujar Boedi, yang akrab disapa Cak Boeseth, kepada Kompas.com, Rabu (26/3/2025).
Perbedaan ini membuat kedua ular memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari ciri fisik, habitat, hingga cara bertahan hidup. Perbedaan Ciri Fisik Dari segi ukuran, king kobra merupakan ular berbisa terpanjang di dunia. Panjang tubuhnya bisa mencapai lima hingga enam meter. Sementara itu, ular kobra jawa memiliki ukuran lebih kecil, yaitu sekitar 2,8 hingga 3 meter. Perbedaan lain terlihat pada struktur taring. Ular kobra jawa memiliki dua lubang bisa, yang memungkinkan mereka menyemprotkan racun ke arah mangsa tanpa menggigit. Sebaliknya, king kobra tidak memiliki kemampuan menyemprot bisa. “Jadi, kalau ada kobra jawa, paling tidak jaga jarak lebih dari satu meter. Jika bertatap muka langsung, hati-hati karena bisa yang disemprotkan dapat menyebabkan kebutaan,” jelas Cak Boeseth yang juga dosen Divisi Klinik Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya
Perbedaan Habitat King kobra umumnya hidup di hutan yang jauh dari permukiman manusia dan memiliki umur rata-rata 15 hingga 20 tahun di alam liar. Sementara itu, ular kobra jawa lebih sering ditemukan di daerah persawahan, tegalan, dan ladang, dengan usia hidup sekitar lima hingga 10 tahun. “Selama masih ada hutan, biasanya ada king kobra. Tapi kalau kobra jawa, karena habitatnya lebih dekat dengan permukiman, maka sering ditemukan masuk ke rumah warga,” ujarnya. Dari segi persebaran, kobra jawa banyak ditemukan di Pulau Jawa, Bali, Lombok, dan Flores. Sementara itu, king kobra memiliki jangkauan yang lebih luas, mulai dari India hingga Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Perbedaan Cara Bersarang Perbedaan lain dari kedua spesies ini terletak pada cara mereka membuat sarang. King kobra betina biasanya membangun sarang berbentuk gundukan dari tumpukan dedaunan kering atau pohon mati.
Perbedaan Cara Bersarang Perbedaan lain dari kedua spesies ini terletak pada cara mereka membuat sarang. King kobra betina biasanya membangun sarang berbentuk gundukan dari tumpukan dedaunan kering atau pohon mati.
King kobra memiliki bisa yang sangat mematikan, yaitu Ophiophagus hannah, yang dapat membunuh seekor gajah atau setara dengan 20 manusia. “Kalau kobra jawa, racunnya lebih lemah dan di Indonesia sudah tersedia antivenom-nya. Tapi untuk king kobra, penawarnya masih harus diimpor, sehingga lebih berbahaya,” ungkapnya. Periode Ganti Kulit dan Musim Menetas Baik king kobra maupun kobra jawa mengalami moulting atau pergantian kulit setiap 30 hingga 40 hari sekali. Selain itu, mereka juga memiliki periode reproduksi yang mirip, yaitu dua bulan untuk bertelur dan dua bulan berikutnya untuk masa penetasan. Biasanya, telur ular menetas saat musim penghujan, yaitu sekitar November hingga Januari. Namun, perubahan cuaca dapat memengaruhi waktu penetasan. “Karena musim hujan tahun ini agak mundur hingga Maret, banyak telur ular kobra yang menetas lebih lambat. Ini yang menyebabkan lebih banyak fenomena ular masuk ke rumah warga,” tutur Cak Boeseth yang juga berprofesi sebagai fotografer satwa liar.
Ular Kobra dan Interaksi dengan Manusia Meskipun berbisa, sebenarnya ular kobra bukanlah predator manusia. Mereka hanya akan menyerang jika merasa terancam. “Jika ular merasa terganggu, mereka akan berdiri dan mengembangkan lehernya sebagai bentuk pertahanan diri,” katanya. Itulah alasan mengapa kobra jawa sering disebut sebagai “ular sendok” karena tudung lehernya yang menyerupai sendok. Dengan memahami perbedaan antara ular kobra jawa dan king kobra, masyarakat dapat lebih waspada dan mengetahui cara menghadapi kemunculan ular berbisa ini, terutama di musim penghujan.
Kamis, 27 Maret 2025
Kapolri dan Panglima Janji Usut Tuntas Kasus Penembakan dan Judi Sabung Ayam di Lampung
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto berjanji akan mengusut tuntas kasus perjudian sabung ayam yang menyebabkan tiga anggota Polsek Negara Batin, Way Kanan, Lampung meninggal dunia. Hal ini Kapolri sampaikan saat bertemu dengan pihak keluarga Briptu Anumerta Ghalib di Lampung Selatan, Rabu (26/3/2025). "Saya dan Pak Panglima mendengarkan apa yang menjadi harapan keluarga dan kita akan melakukan proses penegakan hukum secara tuntas dari sisi saya dan dari sisi Panglima," ujar Kapolri Sigit dikutip dari keterangannya, Rabu. Kapolri dan Panglima memastikan, seluruh harapan yang disampaikan oleh keluarga korban akan didengar oleh TNI dan Polri
Tak hanya menuntaskan kasus penembakan itu sendiri, kata Sigit, juga menyelesaikan kasus judi sabung ayam yang terjadi.
![]() |
| GEMI - Sprei Kintakun Rumbai 180 |
Kapolri juga menjamin akan menindak anggota Korps Bhayangkara yang terbukti terlibat dalam aksi perjudian sabung ayam tersebut. "Kita usut tuntas. Tugasnya Pak Kapolda untuk menghukum sesuai dengan pelanggaran yang dia lakukan," lanjut Sigit.
Diberitakan, dua anggota TNI ditetapkan sebagai tersangka di kasus tewasnya tiga anggota polisi di Way Kanan, Lampung, pada 17 Maret 2025. "Sehingga di tanggal 23 Maret 2025, resmi kedua tersangka ini kita jadikan sebagai tersangka untuk penyidikan lebih lanjut," ujar Ws Danpuspom Mayjen TNI Eka Wijaya Permana, dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Selasa (25/3/2025), dikutip dari Kompas TV. Kopda Basarsyah alias Kopda B disangkakan Pasal 340 juncto 338. B mengakui telah menembak ketiga korban.
Sementara Peltu YHL disangkakan Pasal 303 KUHP tentang perjudian. "Namun, untuk Kopda B karena memiliki senjata pabrikan, tetapi bukan organik, itu akan kita lakukan Undang-undang Darurat," ujar Eka. Sementara, Polda Lampung menjadikan satu anggota Polri yang bertugas di Polda Sumsel menjadi tersangka perjudian sabung ayam.
"Satu orang anggota Polri dari Polda Sumsel (Sumatera Selatan), yakni Bripda KP, telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan," kata Kapolda Lampung Inspektur Jenderal (Irjen) Helmy Santika, saat konferensi pers di Mapolda Lampung. "KP mengakui mengikuti perjudian itu dan mendapat undangan dari oknum (Kopda B)," kata Helmy. Selain itu, KP juga ikut mempromosikan agenda sabung ayam yang berujung pada perjudian dan tewasnya tiga anggota polisi itu. Dengan demikian, dalam rentetan kasus ini, telah ditetapkan sebanyak empat orang tersangka dalam dua klaster.
Mengapa Pasien Tipes Direkomendasikan Makan Bubur? Ini Alasannya
Saat seseorang didiagnosis tipes, dokter biasanya menyarankan untuk mengonsumsi makanan lunak seperti bubur. Mengapa demikian? Bubur bukan hanya makanan yang mudah dicerna, tetapi juga memiliki manfaat medis bagi pasien yang mengalami infeksi Salmonella typhi. Bubur lebih mudah dicerna Tipes menyerang sistem pencernaan, menyebabkan peradangan pada usus yang membuatnya lebih sensitif. Menurut Healthline, makanan lunak seperti bubur membantu mengurangi beban kerja usus, sehingga tubuh lebih mudah menyerap nutrisi tanpa memperparah iritasi.
Mengurangi risiko iritasi usus Saat terinfeksi tipes, dinding usus mengalami peradangan dan lebih rentan terhadap luka. Sebuah studi dalam jurnal Farmaka Universitas Padjadjaran menyebutkan bahwa diet lunak rendah serat, seperti bubur, dianjurkan untuk mencegah iritasi lebih lanjut dan mempercepat pemulihan.
Menjaga asupan nutrisi saat nafsu makan menurun Pasien tipes sering mengalami mual dan kehilangan nafsu makan. Bubur yang dikombinasikan dengan protein seperti telur dapat menjadi solusi untuk tetap memenuhi kebutuhan energi dan gizi harian. Bubur telur mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin yang membantu mempercepat pemulihan pasien tipes.
Membantu proses hidrasi tubuh Demam tifoid dapat menyebabkan dehidrasi akibat diare atau demam berkepanjangan. Bubur mengandung air dalam jumlah yang cukup tinggi, sehingga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Makanan lunak seperti bubur direkomendasikan bagi penderita tipes karena lebih mudah dicerna, mengurangi risiko iritasi usus, serta membantu pemenuhan gizi dan hidrasi tubuh. Jika Anda atau keluarga mengalami gejala tipes, segera konsultasikan ke dokter dan pastikan untuk mengonsumsi makanan yang sesuai untuk mempercepat proses pemulihan.
Rabu, 26 Maret 2025
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 26/3/2025





















