This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 16 April 2025
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 16/04/2025
Kelainan Kulit yang Umum pada Lansia: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Saat lanjut usia (lansia), kondisi kulit Anda akan mengalami banyak perubahan. Namun, itu juga dipengaruhi oleh banyak faktor sebelumnya, seperti yang dikutip dari WebMD. Beberapa faktor yang memengaruhinya, meliputi keturunan, pola makan, perawatan kulit, dan gaya hidup lainnya, seperti kebiasaan merokok.
Kulit yang selalu terpapar sinar matahari tanpa perawatan yang dibutuhkan sejak muda, meningkatkan risiko kerusakan kulit saat lansia. Paparan sinar matahari adalah penyebab utama kerusakan kulit.
Kerusakan kulit akibat sinar matahari disebabkan oleh sinar ultraviolet (UV) matahari, yang memecah jaringan elastis (elastin) di kulit dan menyebabkan kulit kendur, berkerut, dan berjerawat, terkadang dengan pertumbuhan pra-kanker dan bahkan kanker kulit.
Faktor lain yang berkontribusi terhadap penuaan kulit termasuk hilangnya jaringan lemak antara kulit dan otot. Selain itu, stres, dan gerakan wajah sehari-hari (tersenyum dan cemberut, misalnya). Artikel ini selanjutnya akan menunjukkan macam kelainan kulit yang umum pada orang lansia.
Disari dari American Association of Retired Persons (AARP) dan buku "Gizi Geriatri" (2019) oleh Dwi Sarbini, Siti Zulaekah, dan Farida Nur Isnaeni, berikut macam kelainan kulit yang umum terjadi saat lansia: Ulkus dekubitus Ulkus dekubitus merupakan cedera atau luka terbuka pada kulit yang disebabkan adanya tekanan berkepanjangan dalam jangka waktu panjang di area tertentu. Kelainan kulit ini sering terjadi pada lansia, terutama yang menderita penyakit kronis, seperti kaner stadium akhir, penyakit ginjal tahap akhir, kelumpuhan total, penyakit hati, penyakit jantung, dan diabetes.
Dermatitis eksema Pada lansia sering dijumpai penyakit kulit dermatitis disertai eksema dengan bentuk-bentuk bermacam-macam, seperti: Eksema nummuler yang merupakan lesi berbentuk uang logam dengan disertai rasa gatal. Lesi ini biasanya tampak pada bagian tungkai bawah, punggung tangan, esktremitas atas, dan batang tubuh. Dermatitis statis yang tampak berwarna kecoklatan pada kulit. Kelainan ini muncul akibat insufisiensi vena, karena varises dan edema pada pedis. Dermatitis seboroik yang menyebabkan kulit menjadi kering, warna kulit kemerahan dan bersisik pada kulit kepala, badan, muka, atau regio anogenital. Dermatitis kontak, yang terdiri dari dua jenis, yaitu alergik dan dermatitis kontak iritan. Dermatitis kontak bisa terjadi di seluruh bagian tubuh yang terbuka. Namun, dermatitis kontak iritan paling sering terjadi di tangan. Dermatitis kontak alergik biasanya hanya terjadi pada lansia yang pernah berinteraksi dengan bahan tertentu. Linken simpleks kronikus (neurodermatiitis), yang ditandai oleh planket yang menebal dan gatal. Kondisi kulit ini paling banyak terjadi di pergelangan kaki. Eksema asteatotik, diakibatkan oleh kulit kering dan umumnya dijumpai pada ekstremitas bawah. Ini membuat kulit tampak kering, dengan skuama lebar, dan agak kemerahan.
Keratosis seboroik Keratosis seboroik adalah benjolan seperti kutil non-kanker yang sering muncul di wajah, dada, bahu, atau punggung. Warna kutil ini biasanya cokelat atau kehitaman. Kondisi ini tidak memerlukan pengobatan, tetapi jika menyebabkan iritasi dokter bisa melakukan operasi pengangkatan.
Lentigo senilis
Lentigo senilis atau flek hitam yang tampak seperti bintik-bintik kecoklatan atau kehitaman, yang sering muncul di wajah, tangan, bahu, dan lengan.
Orang dengan kulit cerah dan orang yang menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari paling rentan terhadap lentigo senilis.
Kondisi kulit pada orang lansia ini biasanya tidak berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan.
Cherry angioma
Cherry angioma atau tahi lalat merah adalah benjolan kecil non-kanker di kulit, yang terdiri dari pembuluh darah, sehingga membuatnya tampak kemerahan.
Namun, beberapa bentuk kelainan kulit ini lebih halus, serupa dengan kulit normal. Kondisi kulit ini biasanya muncul setelah usia 30 tahun.
Tinea pedis Tinea pedis adalah infeksi kaki yang umum disebabkan oleh jamur yang disebut dermatofita, yang tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembap. Gejalanya meliputi kulit gatal, pecah-pecah, melepuh, atau mengelupas di antara jari-jari kaki. Ini juga kerap membuat kulit telapak kaki kemerahan dan bersisik. Infeksi juga dapat menyebar ke kuku kaki, mengubahnya menjadi kuning tebal dan keruh.
Rosacea Rosacea menyebabkan kemerahan dan pembuluh darah terlihat, biasanya di wajah. Ini adalah kondisi kambuhan, yang berarti ada periode ketika gejalanya sangat buruk dan ada saat gejalanya tidak terlalu parah. Kelainan kulit ini lebih umum di kalangan wanita berkulit putih. Suatu penelitian menemukan bahwa 75,7 persen orang dewasa berusia 70 tahun ke atas memiliki setidaknya satu kelainan kulit yang memerlukan perawatan baik di rumah (43 persen) atau oleh dokter (57 persen).
Ratusan Siswa SMP di Buleleng Tak Bisa Membaca, Ada Apa?
Ratusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, ternyata tidak bisa membaca dengan lancar. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, mengungkapkan, total ada 363 siswa SMP di Buleleng dengan kemampuan membaca rendah. "Rinciannya, sebanyak 155 siswa masuk dalam kategori Tidak Bisa Membaca (TBM) dan 208 siswa masuk kategori Tidak Lancar Membaca (TLM)," ujar dia, saat dikonfirmasi Rabu (16/4/2025) di Buleleng. Ariadi menjelaskan, ada sejumlah penyebab siswa tidak bisa atau tidak lancar membaca. Di antaranya adalah kurangnya motivasi, pembelajaran tidak tuntas, disleksia, disabilitas, dan kurangnya dukungan keluarga.
Kemudian, ada juga faktor eksternal lainnya, yakni efek jangka panjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan kesenjangan literasi dari jenjang sekolah dasar (SD). Selanjutnya, pemahaman keliru tentang kurikulum merdeka, kekhawatiran tenaga pendidik, hingga dampak lingkungan dan keluarga yang menyebabkan psikologis siswa terganggu. "Misalnya, siswa memiliki trauma di masa kecil akibat kekerasan rumah tangga, perceraian, atau kehilangan anggota keluarga. Atau korban perundungan," ungkap Ariadi.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Buleleng, I Made Sedana menjelaskan, fenomena pelajar SMP yang belum bisa membaca ini merupakan cerminan rendahnya literasi siswa. Ia menyarankan agar Dinas Pendidikan melakukan pemetaan awal untuk memastikan kebutuhan masing-masing siswa. "Apakah siswa tersebut berkebutuhan khusus atau bagaimana. Selain itu, pola mengajar guru juga harus dicermati, apakah sistem administrasi menyebabkan guru sibuk dan abai dalam melakukan pengajaran," kata dia.
Menurut dia, ada sejumlah faktor yang menyebabkan ratusan siswa belum lancar membaca. "Pertama, faktor motivasi belajar yang rendah. Kedua, peran orangtua yang tidak memerhatikan anaknya untuk belajar. Selanjutnya, faktor disleksia, yaitu gangguan pada neuron anak," kata dia. Namun, menurut dia, faktor yang paling dominan ialah soal motivasi belajar para siswa yang rendah.
Sementara itu, anak-anak atau para siswa sekarang lebih senang bermedia sosial atau bermain game yang justru tidak mengedukasi. "Dan yang lainnya itu mungkin kurikulum. Juga masuk ada di dalamnya faktor media sosial," ungkap dia. Ia melanjutkan, kebiasaan siswa bermain media sosial sangat memengaruhi tingkat pembelajaran. "Karena ada anak-anak yang lancar baca, tapi disuruh nulis dia tidak bisa. Waktu saya sodorkan handphone untuk mengetik, lancar sekali itu. Berarti ada budaya menulis yang hilang di kalangan anak muda," sebut dia.
Selasa, 15 April 2025
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 15/04/2025
Ready Stok Sprei Lady Rose 160 X 200 Tinggi 30
Ready Stok Bedcover Fata 180 X 200 Sprei Flat
MAU IKUT GABUNG GROUP.... SILAHKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI !!
Whatsapp admin 1 : 08-1945-155-144Whatsapp admin 4 : 0818-0408-1983
SHOPEE
SHOPEE
Shopee : https://shopee.co.id/grosirpspreiShopee : https://shopee.co.id/tokowongpasarShopee : https://shopee.co.id/wongpasargrosir
ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / Twitter
MORE VIDEOS ►
Subscribe for More Youtube :
ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / TwitterFollow WP : https://twitter.com/TokoWongpasarWP Instagram : https://www.instagram.com/wongpasarbesar/
MORE CHAT ► Telegram : https://t.me/tokowongpasar
MORE BLOG ►
KONTAK KAMI UNTUK PENDAFTARAN RESELLER
Timnas U17 Indonesia Vs Korea Utara: Ayah Evandra Florasta Tetap Bangga, Menang Kalah Diterima
Kondisi Jalan Tempat Mahasiswi UGM Ditemukan Tewas, Jalur Wisata yang Rawan Kecelakaan




















