This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 01 Juli 2025
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 1/7/2025
Studi Baru: Teh Hijau Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi teh hijau secara rutin, baik dalam bentuk panas maupun dingin, dapat memberikan manfaat dalam membantu menurunkan tekanan darah. Temuan ini membuka peluang untuk menjadikan teh hijau sebagai bagian dari pendekatan alami dalam menjaga kesehatan jantung.
Apa itu hipertensi? Sebelum menjelaskan soal penelitian yang dilakukan, perlu diketahui bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi kesehatan yang umum, Menariknya, sekitar satu dari tiga penderita tidak menyadari bahwa mereka mengalaminya, karena hipertensi umumnya tidak menunjukkan gejala jelas. Namun, hal ini tidak berarti hipertensi dapat dianggap remeh.
Melansir Eating Well pada Selasa (24/6/2025), tekanan darah yang tinggi jika dibiarkan tanpa penanganan dapat merusak organ-organ penting seperti jantung, ginjal, mata, dan otak. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, serta penyakit ginjal kronis. Selain faktor genetik, usia, jenis kelamin, dan etnis, gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, stres, dan kualitas tidur turut memengaruhi tekanan darah.
Apa hasil penelitian? Penelitian dilakukan oleh para peneliti dari Iran dan University of Nevada dengan menerapkan tinjauan sistematis dan meta-analisis dari hampir 15.000 studi sebelumnya. Setelah proses penyaringan, mereka memilih 36 studi acak terkontrol (randomized controlled trials) yang sesuai kriteria, yaitu studi terhadap orang dewasa yang menyajikan data tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, serta berlangsung lebih dari dua minggu. Bentuk teh hijau yang dianalisis mencakup daun teh hijau, ekstrak teh hijau, epigallocatechin-3-gallate (EGCG), dan katekin teh hijau.
Katekin adalah senyawa antioksidan utama dalam teh hijau. Hasil gabungan dari studi-studi tersebut menunjukkan bahwa minum teh hijau secara rutin dikaitkan dengan penurunan tekanan darah sistolik (angka atas) maupun diastolik (angka bawah) rata-rata 1 mmHg. Meskipun penurunan ini dianggap tidak signifikan secara klinis, secara statistik hasilnya tetap menunjukkan adanya potensi manfaat teh hijau terhadap tekanan darah Sementara itu, para peneliti belum dapat menentukan dosis ideal atau bentuk teh hijau mana yang paling efektif karena perbedaan desain dan metodologi pada setiap studi. Dalam kesimpulan mereka, teh hijau dianggap dapat menjadi komponen tambahan dalam pengelolaan hipertensi, tetapi tidak menggantikan pengobatan utama yang direkomendasikan dokter.
Cara minum teh hijau yang disarankan Menambahkan teh hijau ke dalam rutinitas harian sangat mudah. Teh hijau dikenal sebagai versi yang lebih ringan dari teh hitam, dengan kandungan kafein yang lebih rendah. Justru karena kandungan kafein yang rendah itulah teh hijau dinilai lebih bersahabat terhadap tekanan darah, mengingat zat stimulan berlebih dapat memicu kenaikan tekanan darah.
Lebih dari itu, manfaat teh hijau tidak hanya terbatas pada tekanan darah. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa teh hijau dapat membantu mengurangi peradangan, memperbaiki kadar gula darah dan kolesterol, mendukung kesehatan otak, melancarkan pencernaan, hingga menurunkan risiko kanker. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari senyawa aktif dalam teh hijau, disarankan untuk mengonsumsinya saat perut kosong.
Hal ini bertujuan agar tubuh menyerap lebih banyak antioksidan, meskipun tetap aman dikonsumsi setelah makan. Perlu diperhatikan, kandungan tanin dalam teh hijau dapat mengganggu penyerapan zat besi dari sumber nabati, terutama bagi mereka yang mengalami anemia. Oleh karenanya, minum teh hijau di sela waktu makan bisa menjadi pilihan terbaik. Selain itu, demi meminimalkan risiko paparan mikroplastik yang mungkin terdapat pada kantong teh, penggunaan teh hijau daun lepas (loose-leaf) dengan saringan lebih dianjurkan bagi konsumen yang ingin mengonsumsi teh hijau secara rutin.
Hal yang perlu diperhatikan Meskipun manfaat teh hijau menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa tidak ada satu jenis makanan atau minuman yang bisa menjadi “obat ajaib”. Untuk menjaga tekanan darah tetap sehat, pendekatan holistik tetap dibutuhkan, mulai dari pola makan kaya makanan utuh (buah, sayur, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan lemak sehat), membatasi natrium, meningkatkan aktivitas fisik, mengelola stres, hingga memastikan tidur yang berkualitas. Sebagai inspirasi, program makan 30 hari berbasis DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) bisa menjadi pilihan untuk membantu mengontrol tekanan darah. Bahkan perubahan kecil seperti mengganti lima menit waktu duduk dengan aktivitas fisik intens sudah terbukti menurunkan tekanan darah secara nyata.
Kisah Kakek 71 Tahun Masih Aktif Mendaki Gunung Tertinggi di Bali
I Wayan Tegteg usianya kini telah menginjak 71 tahun. Namun, tenaganya masih sangat kuat. Dia masih sanggup mendaki gunung tertinggi di Bali, bahkan hingga dua kali dalam sebulan. Kakek kelahiran 31 Desember 1954 itu pertama kali melakukan pendakian pada tahun 1980. Hingga kini, 45 tahun sudah lamanya I Wayan Tegteg bersahabat dengan gunung. Sehari-harinya, I Wayan Tegteg bekerja sebagai pemandu Gunung Agung. Dia mulai menjadi pemandu pada Maret 2000. "Saya bekerja di Gunung Agung karena memang impitan finansial. Jadi dalam sebulan bisa dua kali naik Gunung Agung. Tapi tergantung costumer juga," tutur Tegteg, Senin (30/6/2025) petang.
Gunung Agung dikenal sebagai gunung tertinggi di Bali. Terletak di Kabupaten Karangasem dengan ketinggian puncak sekitar 3.142 meter di atas permukaan laut (mdpl).
"Pengalaman saya sebagai guide tidak ada yang mistis. Saya hanya tahu rute naik dan turun di Gunung Agung. Kalau ada tamu (turis asing) tanya, mengapa Gunung Agung dianggap suci? Jawaban saya simple saja," ucap dia.
Dia akan menjelaskan bahwa sebagai umat Hindu, dia meyakini adanya Tuhan (Brahman) sebagai Dewa Pencipta atau Brahma, Pemelihara atau Wisnu, dan Pelebur atau Ciwa, bersemayam di Gunung Agung. Selain itu, Tegteg mengaku tidak tahu persis apa sesungguhnya yang menjadi pantangan mendaki Gunung Agung. Namun, sebelum melakukan pendakian, dia selalu memohon izin dan berdoa, menyampaikan bahwa dirinya akan mendaki bersama kliennya. Tegteg pun ingat pernah membantu pendaki yang tersesat.
"Semoga ditunjukkan jalan terbaik. Lalu menjelang turun, menyampaikan puja dan puji atas anugerah dan kenikmatan yang di anugerahkan. Memohon senantiasa ditunjukkan jalan terbaik ketika turun," katanya. Saat ini, Tegteg tinggal di Desa Selat, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Biasanya, ketika memandu para wisatawan asing, dia akan menjelaskan dengan detail tentang rute-rute yang akan dilalui.
"Saya juga harus memperhatikan langkah tamu dan napas tamu," terangnya. Tegteg merasa bahagia jika para pendaki yang dipandunya merasa puas. Saat menjadi guide, dia selalu berpegang pada prinsip pelayanan.




















