This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 02 Juli 2025
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 2/7/2025
Kondisi Nasikah Usai Viral Dituding Dibuang Anaknya
Fitriya, anak kedua Nasikah (74), memberikan klarifikasi terkait kondisi ibunya setelah video yang menunjukkan mereka menitipkan Nasikah ke Griya Lansia Husnul Khatimah Malang menjadi viral di media sosial. Video tersebut diunggah Ketua Yayasan Griya Lansia, Arief Camra, yang menyebut tindakan itu sebagai pembuangan. Dalam video yang kini telah dihapus, Arief menuliskan, “Dua anak kandung buang ibunya ke Griya Lansia, Sidoarjo, Jumat 27 Juni 2025. Jangan nangis dengan berita ini… dalam draft yang ditandatangani, jika beliau ini tutup usia, maka dua anaknya nggak perlu dikabari.” Pernyataan ini memicu hujatan dari netizen yang menganggap keluarga Nasikah telah membuang orang tuanya.
Menanggapi hal tersebut, Fitriya menegaskan bahwa tindakan mereka bukanlah pembuangan, melainkan menitipkan Nasikah karena beberapa pertimbangan.
Setelah viral, Nasikah dijemput kembali oleh keluarganya dan kini dirawat secara bergantian di sebuah kamar kos di kawasan Babatan. “Bu sehat, makannya banyak, nggak pilih-pilih juga sama makanan. Apapun yang saya masak ya dimakan,” ujar Fitriya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (1/7/2025). Ia juga menyatakan bahwa suasana hati ibunya tetap ceria, sama seperti sebelum video tersebut viral. “Moodnya tidak berubah. Tetap ceria seperti yang kemarin mbak lihat,” tegasnya. Sebelumnya, Arief mengaku menolak niatan Fitriya menitipkan ibunya dengan alasan bahwa Nasikah masih memiliki keluarga.
“Karena terjadi perselisihan antarsaudara, saling lempar tanggung jawab ibunya, maka terpaksa saya beri tawaran yang agak berat,” ungkap Arief. Arief menawarkan agar Nasikah boleh dititipkan dengan syarat tidak boleh dijenguk dan ketika meninggal tidak akan dikabari. “Supaya niatan itu tidak terwujud. Tapi niatan beliau sampai hari H masih menggebu-gebu untuk menyerahkan,” ujarnya. Arief mengunggah konten tersebut sebagai bentuk tanggung jawab transparansi kepada para donatur.
| Sprei Kintakun |
5 Langkah Cek Kesehatan Keuangan Keluarga
Mengatur keuangan keluarga bukan sekadar soal mencatat pengeluaran atau menabung. Lebih dari itu, penting bagi setiap keluarga untuk secara rutin melakukan evaluasi kondisi finansial atau yang dikenal sebagai financial check-up. Langkah ini dapat menjadi sarana menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, sekaligus wujud perhatian dan kasih sayang kepada pasangan serta anggota keluarga. Melalui program edukasi keuangan Sikapi Uangmu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan terbuka dalam membicarakan kondisi keuangan.
Dikutip dari akun Instagram @sikapiuangmu, berikut lima langkah untuk mengevaluasi keuangan keluarga atau financial check-up yang bisa dilakukan bersama pasangan:
1. Berapa Persen Penghasilan yang Disisihkan? Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah besaran penghasilan bulanan yang berhasil disisihkan untuk masa depan. Menurut OJK, idealnya minimal 10 hingga 20 persen dari penghasilan dialokasikan untuk tabungan atau investasi. Dana ini sangat penting, terutama untuk menghadapi kebutuhan jangka panjang atau situasi darurat yang tidak terduga.
2. Sudah Punya Dana Darurat? Setiap keluarga disarankan memiliki dana darurat sebesar 3 sampai 6 kali total pengeluaran bulanan. Dana darurat ini berfungsi sebagai pelindung keuangan ketika terjadi hal-hal tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau kebutuhan mendesak lainnya. “Ini penting banget buat berjaga-jaga,” tulis OJK dalam kampanye edukasi keuangannya. 3. Apakah Sudah Memiliki Proteksi Dasar? Proteksi dasar juga menjadi salah satu pilar penting dalam perencanaan keuangan keluarga. Minimal, setiap anggota keluarga perlu terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Jika kondisi keuangan memungkinkan, OJK menyarankan untuk menambahkan perlindungan tambahan seperti asuransi jiwa dan asuransi pendidikan.
4. Apakah Cicilan Masih Terkendali? Pengelolaan utang juga harus menjadi perhatian. Total cicilan utang dalam rumah tangga sebaiknya tidak melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan. “Total cicilan utang nggak boleh lebih dari 30 persen penghasilan sebulan ya, Sobat,” tulis OJK dalam panduan edukatifnya. Jika melebihi angka tersebut, kondisi keuangan bisa terganggu dan berisiko menimbulkan stres finansial.
5. Punya Rencana Masa Depan? Perencanaan masa depan tak kalah penting. Anak butuh sekolah, orang tua perlu perhatian, dan diri sendiri juga berhak menikmati waktu untuk istirahat atau healing. Semua kebutuhan tersebut harus direncanakan secara matang agar tidak mengganggu kestabilan keuangan rumah tangga di masa depan.
Ngobrolin Uang, Tanda Kasih Sayang dalam Keluarga Banyak orang merasa bahwa membicarakan keuangan bisa memicu stres atau konflik dalam keluarga. Namun, OJK menegaskan bahwa justru komunikasi terbuka soal uang adalah bentuk kasih sayang. “Ngomongin uang itu bikin pusing,” mungkin itu yang sering kita dengar. Tapi justru kalau nggak dibicarakan, pusingnya bisa dobel! Untuk itu, OJK menyarankan agar keluarga melakukan financial check-in secara rutin. Aktivitas financial check-in ini bisa dilakukan dalam suasana santai dan tidak perlu formal.
Beberapa momen yang bisa dimanfaatkan misalnya pada awal bulan, saat menyusun anggaran, sambil makan malam bersama keluarga, atau bahkan sambil bersantai dan scroll media sosial bareng. Komunikasi terbuka tentang uang bisa mempererat hubungan dan membantu keluarga menghadapi tantangan finansial secara bersama-sama.
| Sprei Kintakun |
SUMBER : https://money.kompas.com/read/2025/07/02/100938526/5-langkah-cek-kesehatan-keuangan-keluarga?page=2




















