This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 09 Juni 2026
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 9/06/2026
Dokter Gigi Ungkap Beragam Masalah Gigi yang Sering Tak Disadari
Banyak orang baru memutuskan pergi ke dokter gigi, ketika rasa sakit sudah tidak tertahankan. Padahal sebenarnya, masalah kesehatan gigi dan mulut seringkali tidak menimbulkan gejala yang mengganggu pada tahap awal. Akibatnya, kondisi yang seharusnya bisa ditangani dengan perawatan sederhana, justru berakhir menjadi masalah yang lebih serius dan membutuhkan penanganan lebih kompleks. Data Survei Kesehatan Indonesia menunjukkan, bahwa 57 persen masyarakat Indonesia mengalami masalah gigi dalam 12 bulan terakhir. Namun, hanya sebagian kecil yang aktif mencari perawatan medis.
Beragam Masalah Gigi yang Sering Tak Disadari Fenomena ini menunjukkan, masih banyak orang yang mengabaikan pemeriksaan gigi sebagai kebutuhan rutin, melainkan hanya dilakukan saat muncul keluhan. Padahal, banyak masalah gigi dan mulut yang seringkali tak disadari, karena tak menimbulkan gejala.
"Yang paling gampang itu adalah penyakit gusi. Penyakit gusi itu jarang menyebabkan rasa sakit, tapi tanda awal yang sudah pasti kelihatan itu adalah kalau sikat gigi berdarah," ujar drg. Melissa Delania, Sp.Pros dari SATU Dental saat ditemui usai acara Press Conference #BeraniTampil di Blok M, Jakarta, Jumat (5/6).
Penyakit gusi yang tidak menimbulkan rasa nyeri ini, sering luput dari perhatian. Banyak orang menganggap gusi berdarah saat menyikat gigi, akibat menyikat terlalu keras. Padahal kata drg. Melissa, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya peradangan pada jaringan gusi akibat penumpukan plak dan karang gigi. Selain penyakit gusi, gigi berlubang juga menjadi masalah yang sering tidak disadari. Menurut drg. Melissa, lubang pada gigi tidak selalu langsung menimbulkan rasa sakit. "Kalau bolong di lapisan email mungkin belum disadari oleh pasien, karena nggak menimbulkan rasa sakit. Jadi nanti pas datang sudah sakit, itu sudah ke layer yang lebih dalam," katanya. Ketika kerusakan telah mencapai lapisan dentin atau bahkan saraf gigi, pasien biasanya mulai merasakan nyeri hebat. Pada tahap ini, perawatan yang dibutuhkan umumnya lebih kompleks dibandingkan jika kerusakan ditemukan lebih awal.
Biaya Perawatan Bisa Lebih Besar Menunda pemeriksaan gigi juga dapat berdampak pada meningkatnya biaya perawatan. Tindakan pencegahan seperti pembersihan karang gigi atau penanganan lubang kecil umumnya lebih sederhana dan terjangkau dibandingkan perawatan saluran akar, pemasangan mahkota gigi, hingga pencabutan gigi. "Treatment-treatment pencegahan itu pasti lebih simpel, treatment-nya lebih cepat selesai, dan juga secara biaya jauh lebih murah dibandingkan treatment pengobatan," jelas drg. Melissa. Oleh karena itu, drg. Melissa menekankan pentingnya pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali untuk mendeteksi masalah gigi sejak dini, sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Risiko Kehilangan Gigi di Usia Tua Tidak hanya berdampak pada kesehatan saat ini, mengabaikan perawatan gigi juga dapat memengaruhi kualitas hidup di masa depan. Kerusakan gigi dan penyakit gusi yang tidak ditangani berpotensi menyebabkan kehilangan gigi permanen.
Drg. Melissa mengingatkan, bahwa menjaga kesehatan gigi merupakan investasi jangka panjang agar fungsi mengunyah tetap optimal hingga usia lanjut. "Siapa di sini yang enggak mau umur 70, umur 80, umur 90 tahun masih bisa makan daging? Masih bisa makan sate kambing, masih bisa gerogotin jagung? Pasti semua mau, kan? Nah, itu makanya kita harus rawat gigi kita supaya gigi kita bisa bertahan seumur hidup," pungkasnya.
Pendaki Tersesat 14 Hari di Gunung, Ditemukan Selamat berkat Minum Air Kantong Semar
Seorang pendaki bernama Jaslinda Saludin (49) ditemukan selamat setelah hilang selama 14 hari di kawasan pegunungan barat daya Malaysia. Jaslinda mengaku bertahan hidup tanpa makanan selama dua pekan dan hanya mengandalkan air yang ia temukan di dalam tanaman kantong semar. Ia merupakan satu dari 14 pendaki dan dua pemandu gunung yang mengikuti pendakian ke Gunung Batu Putih, dekat Tapah, Malaysia, pada 23 Mei 2026.
Jaslinda terpisah dari rombongan pada keesokan harinya, 24 Mei 2026, sebelum akhirnya ditemukan pada Sabtu (6/6/2026). Dalam ceritanya, Jaslinda mengatakan bahwa ia tidak memiliki makanan apa pun selama tersesat di pegunungan.
“Saya tidak punya makanan, saya tidak makan selama dua minggu. Saya minum air, air gelap, air cokelat, air dari tanaman kantong semar. Jadi mari kita semua bersyukur masih hidup,” kata Jaslinda.
Jaslinda diduga sempat berhenti untuk beristirahat karena mengalami sakit pada kaki sebelum melanjutkan perjalanan seorang diri menuju puncak gunung. Pemandu gunung menyebut, terakhir kali melihat Jaslinda sekitar pukul 07.30 pada 24 Mei 2026. Saat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Perak menerima laporan sekitar pukul 11.32 pada hari yang sama, informasi awal yang masuk berkaitan dengan dua pendaki yang terluka di Gunung Batu Putih.
Pemandu rombongan saat itu mengira Jaslinda telah bergerak menuju puncak gunung, seperti dilaporkan Malay Mail. Operasi pencarian dan penyelamatan baru dimulai pada 25 Mei 2026, setelah Jaslinda tidak terlihat selama 24 jam. Jaslinda kemudian ditemukan dua pekan setelah dilaporkan hilang di sebuah desa Orang Asli dekat Kampung Lubuk Gaharu, Pos Musoh, sekitar pukul 17.00.
Setelah ditemukan, Jaslinda dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, seperti dilaporkan The Star. Koordinator Pemandu Gunung Kehutanan Perak, Muzafar Mohamad (50) mengatakan, Jaslinda akhirnya ditemukan di area pencarian yang sebelumnya sudah disisir lebih dari sekali oleh tim penyelamat.
“Itu adalah area yang telah dilalui tim kami dari bagian atas dan bawah,” kata Muzafar.
Menurut Muzafar, medan pencarian di kawasan tersebut sangat sulit dan penuh tantangan. “Medannya sangat menantang, penuh dengan lembah, air terjun, dan medan yang sulit. Bahkan bagi pemandu gunung yang berpengalaman, mencapai bagian-bagian tertentu tidaklah mudah,” ujarnya. Jaslinda kemudian menyampaikan permintaan maaf karena pencarian dirinya telah melibatkan banyak pihak.
“Saya minta maaf karena telah menimbulkan masalah bagi warga Malaysia,” kata Jaslinda.
Suami Jaslinda, Haszman Othman (61), juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.
“Terima kasih kepada semua yang terlibat, terutama polisi, personel Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, LSM, Orang Asli, dan semua yang berpartisipasi dalam operasi pencarian,” kata Haszman.















