This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 24 Oktober 2023

5 Tukang Joget Sound Sytem Keroyok Penonton di Desa Demuk Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung

 


TULUNGAGUNG>- Sedikitnya 5 pria tukang joget saat pawai sound system bertindak brutal mengeroyok penonton umur 17 tahun berinisial ARS di Desa Demuk Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung.

Remaja nahas ini mendapat kekerasan fisik saat menyaksikan karnaval di Desa Demuk, pada Senin (16/10/2023) malam.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno, mengatakan saat itu korban berbaur dengan warga lain menyaksikan karnaval.

“Di tengah karnaval itu korban hendak membeli makanan. Dia berjalan di jalur yang dipakai karnaval,” terang Mujiatno, Senin (23/10/2023).

Saat itu korban berpapasan dengan rombongan pawai sound system, dengan sejumlah laki-laki yang berjoget mengikuti musik dari pengeras suara.

Mereka lalu mendorong ARS agar minggir dari jalan yang mereka lalui.


KUNJUNGI JUGA : 

Panci listrik serbaguna Elektrik Cooker Multifungsi Panci Kukus Elektrik 

Free Dus Packaging Pet Opeadia 17 Inch Big Tas Kucing Astrounot Travel Bag Nyaman dan Cat

Fabrica Kawat Nyamuk Magnet Kasa Anti Serangga Miniflex Aluminium Custom DIY seharga Rp2.334 - Rp3.507.

-  DASTER FLOW SATIN IMPORT REALPICT-GESER/DASTER SATIN PART 1/DASTER TANPA LENGAN seharga Rp21.032 - Rp26.631


Karena didorong cukup keras, ARS komplain dan meminta mereka tidak usah mendorong seperti itu.

“Korban hanya bilang, tidak usah mendorong. Tapi salah satu penari malah memukulnya,” sambung Mujiatno.

Halaman selanjutnya 

Setelah satu orang memukul ARS, teman-temannya datang ikut memukul.

Akibat dipukul beramai-ramai, ARS jatuh tak berdaya dan mengalami luka memar di mata sebelah kiri.

ARS lalu dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk menjalani observasi.

“Hasil pemeriksaan medis, korban saat itu mengalami sejumlah luka lebam, tapi diperkenankan rawat jalan,” ungkap Mujiatno.

Keesokan harinya, Selasa (17/10/2023) orang tua ARS melaporkan para pengeroyok anaknya ke Polsek Pucanglaban.

Polisi yang menerima laporan itu segera melakukan penyelidikan.

Namun belum sampai ada proses penangkapan, lima orang menyerahkan diri ke Mapolsek Pucanglaban, Kamis (19/10/2023) pukul 21.30 WIB.

Mereka mengaku kepada penyidik Unit Reskrim Polsek Pucanglaban sebagai pengeroyok ARS.

Empat orang sudah berusia dewasa, yaitu S (40), YRN (23), FE (19) dan DH (18), semuanya warga Desa Demuk.

Sedangkan satu terduga pelaku lainnya masih di bawah umur.

“Mereka semua sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan kami tahan. Kecuali yang masih anak-anak tidak kami tahan, tapi wajib lapor,” papar Mujiatno.  

Para tersangka akan dijerat dengan pasal 76C ayat (19) Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan, dan denda Rp 72 juta.

Penyidik kepolisian juga menggunakan pasal 170 KUHPidana ayat (1) dan (2) tentang pengeroyokan, dengan ancaman pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan dan 9 tahun. 















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/24/5-tukang-joget-sound-sytem-keroyok-penonton-di-desa-demuk-kecamatan-pucanglaban-tulungagung?page=3

Kemarau Panjang di Kediri, Desa Ponggok Dilanda Kekeringan Ekstrem Akibat Sumber Air Mengering

 


SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Kemarau panjang menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah di Kabupaten Kediri.

Wilayah paling terdampak adalah Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Sumur warga di daerah tersebut banyak yang tak keluar air, hingga terjadi kekeringan ekstrem.

Karena kekeringan ekstrem tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri melakukan dropping air bersih untuk membantu warga.

"Kalau wilayah yang terdampak (kemarau panjang) sampai kering itu di Kecamatan Mojo."

"Ada satu desa namanya Ponggok," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Senin (23/10/2023).

Keringnya sumur di wilayah Desa Ponggok, membuat para penduduk kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Padahal air merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat.

Mayoritas warga di Desa Ponggok sendiri masih menggunakan sumber air dari sumur.

Ketika sumur mengering, otomatis mereka kehilangan sumber air satu-satunya yang biasa diandalkan.

Kemarau panjang ditambah cuaca panas ekstrem ini menambah penderitaan warga.

Debit air sumur menurun drastis dan memaksa warga mencari sumber air lain.

"Kami mendapatkan informasi ini langsung bertindak untuk melakukan dropping air bersih untuk warga Ponggok," paparnya.

Pengiriman air bersih ini dimaksudkan supaya warga Desa Ponggok tetap memiliki air untuk kebutuhan harian mereka.

Tak hanya di wilayah Mojo, pihak BPBD Kabupaten Kediri juga melakukan pemantauan di wilayah Kediri lain, terutama dataran tinggi dan kawasan selatan.

Ancaman kekeringan saat kemarau panjang ini mungkin saja terjadi di wilayah lain. Untuk itu BPBD mengupayakan pencegahan dan penanggulangan yang efektif.

Menurut Stefanus, potensi kekeringan ekstrem di wilayah Kabupaten Kediri baru akan selesai ketika hujan turun.

"Dropping air bersih sudah kami lakukan, selanjutnya akan kami pantau terus beberapa wilayah untuk memastikan tidak ada kawasan yang warganya kesulitan air bersih," ujarnya.
















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/23/kemarau-panjang-di-kediri-desa-ponggok-dilanda-kekeringan-ekstrem-akibat-sumber-air-mengering



SPREI KINTAKUN WIRA


Senin, 23 Oktober 2023

Devi Athok Pastikan Golput, Juga Ratusan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan

 


SURYAMALANG.COM, MALANG - Keluarga korban dan korban luka-luka Tragedi Kanjuruhan memastikan tidk memilih partai, politisi maupun calon presiden pada Pemilu 2024.

Pernyataan ini dinyatakan secara tegas oleh salah satu keluarga Tragedi Kanjuruh, Devi Athok .

Devi mengaku atas tragedi yang menewaskan 135 korban belum menemukan keadilan hingga saat ini. Maka pihaknya memastikan tak menyumbang suara di Pemilu 2024.

"Saya pasti golput, kita sebagai rakyat memilih wakil rakyat. Tapi kenapa rakyat kita tidak membela? Kita ini cuma dibohongi saja, cuma janji. Sama sekali belum ada kejelasan perkara ini pun sama sekali belum ada titik terang," tegas ayah mendiang Natasya Deby (16) dan Naila Deby (13).

Devi juga menyinggung, para wakil rakyat yang saat ini duduk di kursi DPRD juga tidak berpihak kepada keluarga korban.

"Para dewan kenapa tidak membantu dalam proses keadilannya? Mereka hanya mencari suara, tapi waktu rakyat membutuhkan pembelaan kenapa mereka tidak hadir di pendampingan keluarga korban untuk mencari keadilan hukum," serunya.

Ia memperkirakan, akan ada ratusan suara yang turut golput. Golput ini ditujukan atas kekecawaan keluarga korban hingga Aremania.

Untuk keluarga korban meninggal yang masih menuntut keadilan, Devi memastikan ada sebanyak 52 orang.

"Kalau ini keluarga yang meninggal yang masih berseru mencari keadilan, ada sekitar 52 orang yang bisa pastikan. Tapi kan yang luka luka juga banyak, ada ratusan. Mereka juga menyerukan untuk golput, karena itu (alasannya) para calon calon tidak menyentuh keluarga dan korban korban yang luka," paparnya.

Tak hanya ratusan saja, ia juga memperkirakan ada ribuan suara yang menyatakan golput.

Karena masih banyak yang masih berjuang untuk keadilan kanjuruhan mereka menyatakan golput.

"Kami akan golput. Selama masalah tragedi kanjuruhan ini masih belum diusut, saya pribadi sebagai ayah korban dipastikan golput," tukasnya.

Sama halnya dengan keluarga koeban Tragedi Kanjuruhan lainnya, Rizal Putra Pratama, ia menyatakan dengan tegas bahwa dirinya akan golput di Pemilu 2024. 

"Kalau saya atas nama pribadi memilih golput. Percuma saja untuk memilih wakil rakyat, tapu mereka tidak mendengar suara dan membela keluarga korban Kanjuruhan," serunya.

Dan ia pun percaya, tak hanya keluarga korban saja yang akan golput, melainkan suporter, Aremania, hingga sebagian warga Malang akan menyuarakan kekecawaan mereka terhadap pemerintah dan aparat penegak hukum yang tidak segera menuntaskan Tragedi Kanjuruhan.

"Kalau dari keluarga korban lain semua sepakat golput, bukan hanya keluarga korban saja, mungkin suporter lain, Aremania, bahkan ada juga warga Malang," sebutnya.

Rizal menyatakan, bahwa ia sebagai rakyat hanya menuntut keadilan. Menurutnya, pasca satu tahun Tragedi Kanjuruhan belum mendapat keadilan dan titik terang. 

Dikatakannya, hal ini berkaitan dengan ratusan nyawa. Maka, sudah seharusnya tragedi diusut secara tuntas. 

"Keadilan bagi kita aja belum didapatkan, lantas kita memilih golput," tukasnya.
















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/22/devi-athok-pastikan-golput-juga-ratusan-keluarga-korban-tragedi-kanjuruhan?page=2

Alasan Polisi Larang Sepeda Listrik di Jalan Raya Kota Malang Meski Pakai Helm SNI

 


SURYAMALANG.COM, MALANG - Polres Malang Kota mengingatkan lagi larangan sepeda listrik di jalan raya karena di wilayah Kota Malang mulai marak.

Meskipun memakai helm dan alat berkendara lainnya, tetap saja mengendarai sepeda listrik di jalan raya tidak diperbolehkan.

Kasatlantas Polres Malang Kota, Kompol Akhmad Fani Rakhim mengatakan, sepeda listrik bukanlah sepeda motor listrik.

Perbedaan itu telah tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) RI Nomor PM 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu Dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik.

Sesuai aturan tersebut, sepeda listrik dirancang hanya digunakan di rute-rute pendek, terbatas dan dibatasi kecepatannya maksimum 25 kilometer per jam. Selain itu, sepeda listrik hanya dilengkapi lampu utama, lampu belakang dan reflektor.

Lalu di dalam Pasal 5 ayat (1) Permenhub tersebut, disebutkan bahwa sepeda listrik dapat dioperasikan pada lajur khusus dan / atau kawasan tertentu.


KUNJUNGI JUGA : 

Panci listrik serbaguna Elektrik Cooker Multifungsi Panci Kukus Elektrik 

Free Dus Packaging Pet Opeadia 17 Inch Big Tas Kucing Astrounot Travel Bag Nyaman dan Cat

Fabrica Kawat Nyamuk Magnet Kasa Anti Serangga Miniflex Aluminium Custom DIY seharga Rp2.334 - Rp3.507.

-  DASTER FLOW SATIN IMPORT REALPICT-GESER/DASTER SATIN PART 1/DASTER TANPA LENGAN seharga Rp21.032 - Rp26.631

PREMIUM Timbangan Digital 10kg Premium Kitchen Scale High Quality seharga Rp55.000 - Rp67.000


Pada Pasal 5 ayat (3) Permenhub itu juga disebutkan bahwa kawasan tertentu yang dimaksud adalah permukiman, jalan yang ditetapkan untuk hari bebas kendaraan, kawasan wisata, area sekitar sarana angkutan umum massal sebagai bagian dari Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik yang terintegrasi, area kawasan perkantoran, dan area di luar jalan.

Untuk menandai perbedaan keduanya, sepeda listrik tidak dilengkapi dengan nomor polisi. Sementara, sepeda motor listrik wajib melengkapi dengan surat-surat hingga nomor polisi.

"Oleh sebab itu, kami terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan di jalan raya. Sementara untuk tindakan tilang, masih belum diberlakukan dan diganti dengan teguran dan edukasi," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (22/10/2023).

Dia menjelaskan, risiko keselamatan dalam berkendara sangat tinggi apabila ada masyarakat yang tetap memaksakan menggunakan sepeda listrik di jalan raya.

Pasalnya, hal tersebut membahayakan keselamatan pengendara sepeda listrik serta pengguna jalan lainnya.

"Kami kembali mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menggunakan sepeda listrik di jalan raya. Karena membahayakan pengendara itu sendiri, dan pengguna jalan lainnya, meskipun mengenakan helm berstandar SNI sekalipun," pungkasnya.

Kasatlantas Polres Malang Kota, Kompol Akhmad Fani Rakhim.

















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/22/alasan-polisi-larang-sepeda-listrik-di-jalan-raya-kota-malang-meski-pakai-helm-sni


Sabtu, 21 Oktober 2023

Kronologi Bocah di Malang Hanyut Terseret Arus Sungai Brantas, Berawal dari Terpeleset saat Bermain



Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bocah laki-laki bernama Dava (6), warga Jalan Muharto Gang 5 RT 6 RW 6 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang hanyut terseret arus Sungai Brantas, Kamis (19/10/2023) siang.

Ketua RW setempat, Muhammad Tamin (54) menjelaskan kronologi tersebut. "Jadi, awalnya korban bersama kedua temannya yaitu Nando dan Rehan bermain di pinggir sungai sekitar pukul 13.00 WIB. Kemudian, korban ini terpeleset lalu terseret derasnya arus sungai, dan salah satu temannya berusaha menolong dengan cara memegangi tangan korban," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (19/10/2023).

Karena tidak kuat, pegangan itu pun terlepas dan korban pun hanyut terbawa arus sungai.


KUNJUNGI JUGA : 

Panci listrik serbaguna Elektrik Cooker Multifungsi Panci Kukus Elektrik 

Free Dus Packaging Pet Opeadia 17 Inch Big Tas Kucing Astrounot Travel Bag Nyaman dan Cat

Fabrica Kawat Nyamuk Magnet Kasa Anti Serangga Miniflex Aluminium Custom DIY seharga Rp2.334 - Rp3.507.

-  DASTER FLOW SATIN IMPORT REALPICT-GESER/DASTER SATIN PART 1/DASTER TANPA LENGAN seharga Rp21.032 - Rp26.631

PREMIUM Timbangan Digital 10kg Premium Kitchen Scale High Quality seharga Rp55.000 - Rp67.000

BEDCOVER LADY ROSE 180 X 200 {sprei rumbai} seharga Rp395.000.

Weyon Official Kipas Angin Standing Fan Penyejuk Ruangan Kipas Air Circulation fan Air Cooler seharga Rp179.000


"Kedua teman korban itu langsung laporan ke warga, dan saya menerima laporan tersebut sekitar pukul 14.00 WIB. Paman korban juga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kedungkandang," jelasnya

Tidak lama berselang, petugas gabungan dari Polsek Kedungkandang bersama PMK Kota Malang, PMI Kota Malang dan relawan tiba di lokasi dan langsung melakukan proses evakuasi.

Arus deras ditambah licinnya bebatuan Sungai Brantas, menjadi kendala dalam proses pencarian korban. Dan hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan bersama warga terus melakukan pencarian.

Sementara itu, salah seorang warga sekitar, Fadli (40) mengungkapkan, bahwa Sungai Brantas yang menjadi lokasi hanyutnya korban cukup dalam.

"Jadi, kondisi Sungai Brantas ini banyak cerukan dan palung. Dan kedalamannya lumayan dalam, sekitar 3 meter," pungkasnya.










SUMBER https://jatim.tribunnews.com/2023/10/19/kronologi-bocah-di-malang-hanyut-terseret-arus-sungai-brantas-berawal-dari-terpeleset-saat-bermain


Sosok Korban Pembacokan di Malang Dikenal Rajin Beribadah, Dihabisi Tetangga Sepulang Istighosah

 



TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang membuat warga setempat kaget.

Pasalnya, pelaku dan korban merupakan tetangga rumahnya saling berhadapan.

Persitiwa pembunuhan ini terjadi kemarin Rabu (18/10/2023) malam dan sempat menggegerkan warga.

Korban, Husairi (60) mendapatkan luka bacokan celurit di tubuhnya hingga ia meninggal dunia. Dugaanya, pelaku yakni Samidi (55) memiliki dendam dengan Husairi.

Kabar pembacokan itu, kini menyebar ke seluruh Desa Ganjaran bahkan hingga ke luar desa.

Zuhri, tetangga korban yang juga pemilik warung kopi di dekat rumahnya mengaku kaget mendengar kabar tersebut.

Ia masih tidak menyangka, Husairi yang kesehariannya ngopi di warung milik Zuhri harus meninggal di tangan tetangganya juga.

Padahal, baru saja kemarin Rabu (18/10/2023) siang, korban masih ngopi ditempatnya. Namun, hal itu menjadi kali terakhirnya bertemu.

"Kemarin siang masih ngopi di sini. Nggak nyangka saja, padahal orangnya rajin beribadah," terang Zuhri.

Diakui Zuhri, korban adalah sosok yang ramah dan rajin beribadah. Bahkan, sebelum terjadi pembunuhan, korban saat itu pulang dari istigosah.

"Iya, kemarin pulang istigosah," tandasnya.

Ia menambahkan, keseharian Zuhri tidak bekerja. Namun, ia sering mengantar istrinya untuk pergi ke sawah. Selain itu, Husairi juga kerap mengantar keponakannya ke sekolah.

Karena memang, sehari-hari Husairi tinggal bersama keponakannya. Zuhri juga menambahkan, bahwa korban tidak memiliki anak.

"Korban tidak punya anak. Sehari-hari ia tinggal sama istri dan tiga keponakan dari istrinya," sebutnya.

Sementara itu, Zuhri juga mengenal Samidi. Meskipun jarang ngopi di warung miliknya, akan tetapi Samidi sesekali menyapanya ketika melintas di depan warung.

"Pelaku kadang lewat sini ya nyapa biasa aja," imbuhnya.

Mengenai motif pembunuhan yang dilakukan oleh Samidi, Zuhri tidak mengatakan secara gamblang. Ia hanya menyebut, bahwa pelaku memiliki dendam terhadap Husairi.

"Pelaku punya dendam ke korban sudah lama sepeninggal istrinya," tukasnya.










SUMBERhttps://jatim.tribunnews.com/2023/10/19/sosok-korban-pembacokan-di-malang-dikenal-rajin-beribadah-dihabisi-tetangga-sepulang-istighosah