Jerawat tidak hanya muncul di wajah. Benjolan serupa juga dapat muncul di telinga dan terasa lebih mengganggu karena area tersebut memiliki kulit yang lebih sensitif serta tulang rawan. Meski demikian, munculnya jerawat di telinga umumnya bukan tanda seseorang kurang menjaga kebersihan. Disadur dari Prevention, dokter kulit menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat terjadi ketika pori-pori tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, maupun sisa produk rambut. Sejumlah dokter kulit membagikan cara mengatasi jerawat di telinga sekaligus hal-hal yang sebaiknya dihindari agar kondisi tidak semakin parah.
Jangan Asal Memencet Jerawat di Telinga Dokter kulit bersertifikat dari Manhattan Dermatology Specialists Susan Bard mengatakan, langkah paling baik ketika muncul jerawat di telinga adalah membiarkannya dan tidak menyentuhnya.
“Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah tidak menyentuhnya. Biarkan saja,” kata Bard. Namun, jika ingin membantu mempercepat proses penyembuhan, dokter kulit bersertifikat dari MDCS Dermatology Marisa Garshick menyebutkan beberapa pilihan perawatan.
Obat jerawat oles yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, atau retinoid dapat digunakan untuk mengatasi jerawat di telinga. Meski begitu, penggunaannya tidak boleh berlebihan karena kulit di sekitar telinga lebih tipis dan rentan mengalami iritasi serta sensitif terhadap bahan tertentu. Kompres hangat juga dapat menjadi pilihan. Kain yang sedikit dibasahi dapat dihangatkan, kemudian ditempelkan pada area yang mengalami jerawat selama sekitar 10-15 menit. Suhu hangat dapat membantu membuka pori-pori dan memungkinkan jerawat mengeluarkan isinya sehingga proses penyembuhan lebih cepat. Area tersebut juga perlu dijaga tetap bersih. Gunakan pembersih yang lembut dan hindari menggosok terlalu keras agar kulit tidak semakin teriritasi.
Sementara itu, dokter kulit bersertifikat dan pendiri Borealis Dermatology Navin S. Arora, mengingatkan agar jerawat di telinga tidak dipencet sembarangan. “Memencet jerawat di telinga dapat menyebabkan infeksi atau kerusakan karena kulit di dalam telinga bersifat sensitif,” jelasnya.
Selain infeksi, memencet jerawat juga dapat meningkatkan risiko peradangan dan meninggalkan bekas luka. Kuku bahkan dapat menyebabkan trauma tambahan pada kulit dan mendorong bakteri masuk lebih dalam.
Benjolan di Dalam Telinga Belum Tentu Jerawat Penanganan perlu lebih hati-hati jika benjolan berada jauh di dalam liang telinga dan sulit dilihat atau disentuh. Garshick menjelaskan, lingkungan di dalam liang telinga yang hangat dan lembap dapat menjadi tempat bakteri dan jamur berkembang. Penggunaan earphone secara rutin juga dapat menyebabkan gesekan dan iritasi yang berkontribusi terhadap munculnya jerawat. “Jerawat di area ini lebih sulit dijangkau dan memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi jika tidak ditangani dengan tepat,” tutur Garshick.
Karena itu, jerawat yang berada di dalam liang telinga sebaiknya tidak ditangani sendiri.
Garshick menyarankan untuk memeriksakannya kepada tenaga kesehatan, terutama karena tindakan memasukkan benda ke dalam telinga dapat menyebabkan luka atau infeksi. Benjolan di telinga juga belum tentu merupakan jerawat. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat berupa kista, peradangan folikel rambut, infeksi telinga, atau pertumbuhan kulit jinak. Jerawat di telinga pada umumnya dapat membaik dalam hitungan hari hingga beberapa minggu, tergantung jenisnya. Namun, jika benjolan tidak membaik setelah tujuh hingga 10 hari, semakin besar, terasa sangat nyeri, atau disertai kemerahan, bengkak, cairan dari telinga, demam, maupun gangguan pendengaran, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Langkah sederhana seperti tidak memencet, menjaga kebersihan, dan menghindari iritasi dapat membantu mencegah jerawat di telinga menjadi semakin parah. Sementara itu, benjolan yang berada jauh di dalam telinga sebaiknya ditangani oleh tenaga medis.
| KARMUT CALIFORNIA 150 ADELIO |
| SPREI CALIFORNIA 180 FALLON Baca Juga : |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar