Senin, 24 Agustus 2026

Pusing dan Mual Setelah 10 Menit di Bawah Matahari, Apa Sebabnya?

 


Sebagian orang mungkin pernah merasa tubuh mendadak lemas, pusing, atau mual setelah berada di bawah sinar matahari, bahkan ketika baru terpapar selama sekitar 10 menit. Kondisi tersebut bukan selalu sekadar rasa tidak nyaman akibat cuaca panas. Tubuh dapat mengalami kesulitan mempertahankan suhu normal ketika harus menghadapi panas, terutama saat udara sangat panas dan lembap. Dokter spesialis penyakit dalam dari Aster CMI Hospital Bangalore, Dr. Pooja Pillai menjelaskan, paparan panas dalam waktu singkat dapat memicu keluhan tertentu ketika kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri tidak berjalan optimal.

Tubuh kehilangan cairan dan garam saat berada di bawah terik matahari Ketika berada di luar ruangan dalam kondisi panas, tubuh akan mengeluarkan keringat sebagai mekanisme untuk menurunkan suhu. Bersamaan dengan keringat, tubuh juga kehilangan air dan garam. Menurut Pillai, kondisi tersebut dapat lebih cepat menimbulkan keluhan apabila seseorang sudah mengalami dehidrasi ringan atau tidak cukup mengonsumsi cairan.

“Jika seseorang sudah sedikit mengalami dehidrasi atau tidak cukup minum, paparan panas dalam waktu singkat dapat menyebabkan pusing, mual, lemas, sakit kepala, dan kelelahan,” ujar Pillai, dilansir dari OnlyMyHealth, Minggu (23/8/2026). Dehidrasi juga dapat menurunkan volume darah. Akibatnya, jantung menjadi lebih sulit memompa darah secara efisien menuju otak dan organ tubuh lainnya. Pelebaran pembuluh darah akibat panas bisa membuat kepala terasa ringan Rasa pusing setelah terkena panas juga berkaitan dengan respons alami tubuh terhadap peningkatan suhu. Pembuluh darah di dekat permukaan kulit akan melebar agar panas berlebih dapat dilepaskan. “Hal ini membantu mendinginkan tubuh, tetapi terkadang dapat menurunkan tekanan darah untuk sementara. Berkurangnya aliran darah ke otak dapat membuat seseorang merasa melayang atau pusing,” kata Pillai.

Keluhan tersebut dapat lebih mudah dialami orang yang belum terbiasa dengan cuaca panas, lanjut dia.  Lansia, anak-anak, serta orang dengan kondisi medis tertentu juga dapat lebih sensitif terhadap paparan panas. Mengenakan pakaian tebal, melewatkan waktu makan, berolahraga di bawah matahari, atau berada di luar ruangan pada siang hari yang terik dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan. Mual bisa menjadi tanda tubuh mulai kewalahan menghadapi panas Selain pusing, paparan panas juga dapat menyebabkan mual. Ketika suhu tubuh meningkat, sistem pencernaan dapat bekerja lebih lambat sementara aliran darah lebih banyak diarahkan menuju kulit untuk membantu proses pendinginan. “Ketika suhu tubuh meningkat, sistem pencernaan dapat melambat dan tubuh mengarahkan lebih banyak darah ke kulit untuk mendinginkan tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut atau mual,” tutur Pillai. Dalam beberapa kasus, pusing dan mual dapat menjadi tanda awal kelelahan akibat panas (heat exhaustion). Karena itu, tubuh perlu segera didinginkan dan kebutuhan cairan harus dicukupi. Untuk mencegah keluhan, Pillai menyarankan minum air yang cukup, mengenakan pakaian ringan dan menyerap keringat, menggunakan topi atau payung, serta menghindari paparan langsung matahari dalam waktu lama, terutama ketika suhu sedang sangat tinggi. Jika keluhan sering muncul meski hanya terpapar panas sebentar, pemeriksaan ke dokter disarankan untuk mencari kemungkinan penyebab lain, seperti tekanan darah rendah atau anemia. Sementara itu, apabila keluhan disertai keringat berlebihan, kram otot, kebingungan, jantung berdebar cepat, atau pingsan, pertolongan medis diperlukan karena kondisi tersebut dapat menandakan masalah akibat paparan panas yang lebih serius.

BEDCOVER HAWAI 180 FLAT MARLO




SUMBERhttps://lifestyle.kompas.com/read/2026/08/23/213100020/pusing-dan-mual-setelah-10-menit-di-bawah-matahari-apa-sebabnya-

SPREI MY LOVE 180 KEISHA

0 komentar:

Posting Komentar