Edisi Digital Terkini | Berita Aktual & Terpercaya

Recent Posts

KARPET CALIFORNIA PENTAGON UKURAN 150 X 190 cm - WONGPASAR GROSIR

 



KARPET CALIFORNIA AMARA UKURAN 150 X 190 cm - WONGPASAR GROSIR

 


 

Kisah Sulaiman, Anak Petani Asal Flores Sukses Jadi Penulis Buku, Kini Mengabdi di Sekolah Rakyat

 


Keputusan Sulaiman Sulang (42) untuk mengabdikan diri di Sekolah Rakyat menghadirkan pengalaman yang tidak pernah dia dapatkan dan bayangkan sebelumnya. Di Sekolah Rakyat Kabupaten Malang, Jawa Timur. ia merasakan kehangatan yang tidak ia temukan dalam bentuk yang sama meski pernah 15 tahun menjadi staf tata usaha di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri. Bulan pertama bertugas sebagai wali asuh di Sekolah Rakyat Kabupaten Malang, Sulaiman mengamati langsung proses mendampingi anak-anak dengan latar belakang yang beragam dari keluarga yang paling tidak mampu, dari Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulaiman tumbuh dalam keluarga sederhana. Orangtuanya dahulu bekerja sebagai petani.

Pendidikan merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan Maka, ia pun tahu betul rasanya hidup dalam keterbatasan, bahkan pendidikan merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan.

“Saya lahir dari keluarga yang enggak mampu, dan bisa sukses, mereka juga harus lebih, mereka harus lebih sukses daripada saya,” kata Sulaiman, dilansir Antara, Sabtu (29/8/2026). Sulaiman dulu merantau ke Malang untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan perjalanan yang tak mudah.

Selama kuliah ia menumpang tinggal di rumah bibinya dan bekerja di rumah dosen untuk bisa makan sehari-hari. “Tapi saya enggak full tinggal di bibi saya. Saya sore itu pasti ke rumahnya dosen. Di situ saya membantu cuci piring, siram tanaman setiap sore hari, menyapu halaman. Itu hanya untuk bisa buat makan. Itu saya lakukan hampir 4 tahun,” ungkapnya. Bekerja di rumah dosen bukan hal yang negatif sepenuhnya. Sulaiman justru bisa sambil banyak membaca buku dan menulis.

Penulis yang dapat penghargaan Tamat kuliah Sulaiman ternyata aktif menjadi penulis buku sampai mengdapatkan penghargaan di tingkat Provinsi Jawa Timur. “Ketika saya lulus dari kuliah, saya bekerja, saya sampai menulis 44 judul buku, dan terbitan semuanya ISBN. Baru-baru 2025, saya dapat penghargaan dari Ibu Gubernur Jawa Timur, sebagai penulis buku terbanyak di Jawa Timur,” ucap Sulaiman. Di samping itu ia pun aktif dalam kegiatan konservasi lingkungan melalui inovasi pengolahan limbah sampah.

“Saya selalu ikut pelatihan pengolahan sampah, konservasi. Akhirnya, oleh beberapa NGO dari luar negeri itu mengundang saya ke Malaysia, ke beberapa negara, ke beberapa provinsi,” ujarnya.

Perlu pakai hati dan ikhlas Dari pengalaman di Sekolah Rakyat sejauh ini ia meresapi bahwa, mendampingi siswa Sekolah Rakyat tidak cukup hanya dengan aturan, melainkan harus pula menggunakan hati dan keikhlasan.

Sebagai informasi, murid-murid Sekolah Rakyat tinggal di asrama sepanjang hari. “Sekolah Rakyat itu sungguh luar biasa. Karena di situ, kita mengajarin anak-anak yang memang tidak mampu. Anak-anak yang sudah tidak ada orangtuanya. Anak-anak yang tinggal sama mbah-nya saja. Anak-anak yang hidupnya sebatang kara,” kata Sulaiman yang akrab disapa Sule. Ia bercerita, kerap menedapat pertanyaan dari para murid Sekolah Rakyat yakni 'Pak Sule ke mana?' ketika dirinya tidak terlihat di lingkungan sekolah. Baginya momen kecil ini menjadi alasannya betah menjadi wali asuh. “Jadi kalau saya dua hari libur gitu ya atau ada dinas kemana, itu anak-anak mencari, Pak Sule kemana? Kok tidak kelihatan?,” ungkap Sulaiman.

Ia berharap pengalamannya menulis buku dan menjalankan konservasi lingkungan dapat dibagikan ke para murid Sekolah Rakyat. “Saya selalu menyampaikan, ini lah anak petani. Bisa menulis buku sebanyak itu, bisa keliling Indonesia, bisa diundang di beberapa negara. Tanpa uang, tanpa ngeluarin duit. Nah itu motivasi-motivasi yang saya sampaikan ke mereka bahwa jangan mudah putus asa, karena kita orang nggak punya,” tandasnya.

SELIMUT JOVANKA POLOS 160 BLUE DENIM


SUMBER : https://www.kompas.com/edu/read/2026/08/30/154126871/kisah-sulaiman-anak-petani-asal-flores-sukses-jadi-penulis-buku-kini?page=2

SPREI CALIFORNIA 180 FALLON

Baca Juga :

Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Nusa Penida Bali, 919 KK Bergantung pada Bantuan

 


Sebanyak 919 kepala keluarga (KK) di Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, mengalami kesulitan air bersih. Kondisi tersebut membuat pemerintah desa meminta bantuan distribusi air bersih kepada pemerintah daerah. Bantuan air disalurkan menggunakan mobil tangki milik BPBD, pemadam kebakaran (Damkar) dan PDAM. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Pejukutan I Made Arsana Atmaja mengatakan, kekurangan air bersih terjadi di desanya setiap tahun ketika musim kemarau. "Warga kami mengajukan permohonan bantuan. Warga di semua dusun kekurangan air bersih," kata Arsana saat dihubungi, Senin (31/8/2026).

Dia mengungkapkan, Desa Pejukutan memiliki lima dusun dengan total 919 KK. Krisis air mulai terjadi sejak Juni dan diperkirakan berlangsung hingga Desember.

"Kekurangan airnya setiap tahun ini. Setiap tahun kami kekurangan air kalau musim kemarau seperti ini," ujarnya.

Kondisi tersebut terjadi karena warga Pejukutan masih mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air. "Tidak ada air sumur bor dari bawah. Kalau musim kering begini enggak ada hujan, otomatis kering," kata dia. Warga membeli air bersih Selama ini, warga juga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk air sebanyak 1.100 liter, warga harus membayar sekitar Rp 150.000. "Kalau beli itu dari tahun ke tahun kemarin beli terus," ujarnya. Arsana berharap bantuan air bersih dapat terus diberikan hingga musim kemarau berakhir pada Desember 2026. "Harapan kami di desa, kalau bisa dibantu sampai dengan bulan Desember. Untuk membantu meringankan beban masyarakat kami, khususnya dalam beli air," kata Arsana. 38.000 liter air disalurkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klungkung I Putu Widiada mengatakan, pihaknya bersama Damkar dan PDAM Klungkung telah menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Pejukutan sejak Jumat (28/8/2026). Dalam tiga hari, sebanyak 38.000 liter air telah didistribusikan kepada warga. Pada Jumat, 28 Agustus 2026, sebanyak 14.000 liter air disalurkan ke Banjar Cemlagi. Kemudian pada Sabtu (29/8/2026), sebanyak 10.000 liter dikirim ke Banjar Pelilit. Sementara pada Minggu (30/8/2026), distribusi kembali dilakukan ke Banjar Cemlagi sebanyak 14.000 liter. "Air ditampung di sumur maupun penampungan yang sebelumnya telah dikoordinasikan dengan pemerintah desa," jelasnya. Distribusi dilakukan menggunakan dua mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter, yakni armada Damkar dan BPBD Provinsi Bali, serta satu mobil tangki PDAM dengan kapasitas 4.000 liter.

SELIMUT ROSANNA VITO 160 LEVI



SUMBER : https://denpasar.kompas.com/read/2026/08/31/092019978/kemarau-picu-krisis-air-bersih-di-nusa-penida-bali-919-kk-bergantung-pada


SPREI CALIFORNIA 180 FALLON

Baca Juga :

Klaim Orang Melayu Bisa Terbang, Profesor Malaysia Dipecat

 


Seorang mantan profesor di International Islamic University Malaysia (IIUM), Solehah Yaacob, dipecat setelah sejumlah klaimnya mengenai peradaban Melayu kuno menuai kritik dari sejarawan serta akademisi. Salah satu pernyataannya yang paling kontroversial adalah klaim bahwa orang Melayu pada zaman dahulu dapat terbang dan mengajarkan teknik kung fu terbang kepada orang China. IIUM kemudian menegaskan bahwa Solehah tidak lagi memiliki hubungan dengan universitas tersebut.

Dalam pernyataan pada Minggu (23/8/2026), Kantor Komunikasi Advokasi dan Promosi IIUM mengatakan bahwa Solehah telah diberhentikan dari layanan akademik pada 27 April. Universitas juga menegaskan bahwa perempuan tersebut tidak lagi berhak menggunakan gelar, jabatan, maupun afiliasi resmi dengan IIUM. “Dia bukan lagi profesor dan tidak berhak mengklaim hubungan apa pun dengan universitas,” kata IIUM dalam pernyataannya, seperti dikutip Soth China Morning Post.

Solehah, yang sebelumnya merupakan profesor bidang linguistik, menentang keputusan tersebut dan membawa kasus pemecatannya ke mahkamah di Malaysia. Ia juga menuding IIUM bertindak tidak profesional dalam proses pemberhentiannya.

Kepada media lokal Free Malaysia Today, Solehah mengatakan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia bahkan memberikan penghargaan Malaysia Research Assessment kepadanya sehari sebelum ia diberhentikan. “Saya diberhentikan dalam waktu 24 jam dan tidak diperbolehkan mengajukan banding,” ujar Solehah, seperti dikutip Free Malaysia Today. Menurutnya, IIUM sempat menawarkan pembayaran yang setara dengan gaji enam bulan, tetapi tawaran tersebut ditolaknya.

Kontroversi Solehah Sejumlah pernyataan Solehah sempat menimbulkan kontroversi di media sosial. Selain mengenai kemampuan terbang orang Melayu, ia pernah membuat klaim bahwa bangsa Romawi kuno mempelajari teknik pembuatan kapal dari para pelaut Melayu. Pada awal Agustus, Solehah juga menyampaikan dugaan bahwa kekayaan bijih besi di Kedah mungkin berasal dari hujan meteor. Ia menyebut Gunung Jerai di Kedah sebagai salah satu lokasi yang menurutnya pernah dihantam meteor.

Klaim kontroversial lainnya berkaitan dengan Khadijah, istri Nabi Muhammad, yang menurut Solehah memiliki hubungan dengan dunia Melayu. Ia juga pernah mengkritik masyarakat Melayu awal karena pengaruh Hindu-Buddha yang berkembang di wilayah tersebut.

Selain itu, sebuah artikel akademiknya pada 2018 mendapat sorotan setelah diketahui menggunakan tulisan satir dari media Amerika Serikat, The Onion, sebagai salah satu sumber.

Berbagai klaim tersebut mendapat kritik dari sejumlah sejarawan dan akademisi. Mereka menilai pernyataan Solehah tidak logis dan berpotensi merusak pemahaman masyarakat terhadap sejarah. James Chin, akademisi bidang kajian Asia dari University of Tasmania, mengatakan bahwa Solehah juga mengembangkan aktivitas di luar lingkungan akademik dengan memimpin tur kapal pesiar berbayar yang didasarkan pada teori-teori sejarah yang ia kemukakan. Acara tersebut merupakan pelayaran selama empat hari tiga malam dari Port Klang menuju Phuket yang dijadwalkan berlangsung pada 30 November hingga 3 Desember. Dalam pelayaran tersebut, Solehah dijadwalkan menyampaikan pidato berjudul “The Mystery of the Roman Ship Deception” atau “Misteri Tipu Daya Kapal Romawi” di atas kapal Adora Mediterranea.  Chin mengatakan, pelayaran tersebut secara khusus dirancang untuk membawa peserta ke lokasi-lokasi yang menurut Solehah dapat mendukung teori penelitiannya. Ia menambahkan, Solehah telah menyampaikan sejumlah klaim serupa selama beberapa tahun tanpa mendapat konsekuensi yang berarti. Namun, situasinya berubah setelah pernyataan-pernyataan tersebut menjadi sorotan di media sosial.

“Sungguh luar biasa bahwa IIUM mengambil tindakan sebagai respons terhadap reaksi keras di media sosial,” ujar Chin kepada This Week in Asia. “Universitas bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan karena, untuk waktu yang lama, ada banyak hal tidak masuk akal yang terjadi di universitas-universitas Malaysia, dengan akademisi membicarakan banyak hal yang gila,” pungkasnya.

SELIMUT JOVANKA POLOS 160 BLUE DENIM

SUMBER : https://www.kompas.com/global/read/2026/08/30/220302170/klaim-orang-melayu-bisa-terbang-profesor-malaysia-dipecat?page=2


SPREI AKIKO POLOS 90 MARON

Baca Juga :

Paparan Polusi Udara, Ancaman Stroke dan Stunting di Depan Mata

 


Kebakaran hutan dan lahan belakangan ini semakin meluas, membawa korban bukan hanya kerusakan sumber daya alam, satwa, dan lingkungan hidup, tapi juga ancaman bagi keberlangsungan hidup manusia dalam arti sesungguhnya. Risiko peningkatan insiden penyakit pembuluh darah, khususnya stroke dan stunting perlu menjadi perhatian serius. Sekali pun stroke adalah salah satu penyakit katastropik yang bisa dicegah dan diobati, lonjakan tajam terjadi belakangan ini akibat pertumbuhan populasi, meningkatnya penduduk usia lanjut di seluruh dunia, juga paparan terhadap faktor risiko lingkungan dan perilaku gaya hidup. Temuan ini telah dipublikasikan oleh jurnal kesehatan bergengsi The Lancet Neurology dan dipresentasikan pada Kongres Stroke Sedunia di Abu Dhabi, Oktober 2024.

Polusi Udara dan Tingkat Keparahan Stroke Lima faktor utama faktor risikonya adalah hipertensi, partikel polusi udara, merokok, kolesterol tinggi, dan polusi udara akibat kegiatan rumah tangga seperti memasak dengan kayu bakar dan bakaran sampah.

Paparan jangka pendek dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, gangguan irama jantung dan gagal jantung pada kelompok rentan seperti lansia atau mereka yang telah mempunyai kondisi kesehatan tertentu. Sedangkan paparan jangka panjang berakibat pada kematian. Studi selama 2 tahun di Camden, New Jersey, Amerika Serikat menunjukkan fluktuasi PM 2.5 (partikel udara sangat halus berukuran kurang dari 2,5 mikrometer atau 30 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia) berhubungan dengan tingkat keparahan stroke. Saat ini, polusi udara semakin dikenal sebagai faktor determinan lingkungan terjadinya penyakit otak dan pembuluh darah. PM 2.5 berkaitan dengan stres oksidatif, peradangan sistemik dan gangguan fungsi dinding pembuluh darah yang mengganggu kerja syaraf dan pembuluh darah itu sendiri. PM 2.5 terhirup, menembus alveoli (kantung udara mikroskopis di ujung bronkiolus paru-paru yang berfungsi sebagai tempat utama pertukaran oksigen dan karbon dioksida) dan masuk sirkulasi darah, menyebabkan pelepasan sitokin (protein yang mengatur kekebalan tubuh).

Sementara itu ozon (hasil reaksi polusi dan sinar matahari) menyebabkan cedera oksidatif pada saluran napas. Kedua proses di atas mendukung teori aksis peradangan paru-otak yang memberi studi berbasis bukti untuk kejadian penyakit otak dan pembuluh darah yang berhubungan dengan polusi. Paparan Polusi pada Ibu Hamil Berisiko Sebabkan Anak Stunting Didanai UNICEF, Vital Strategies merupakan kegiatan studi yang meneliti dampak polusi udara terhadap beban ekonomi dan kesehatan di Indonesia, yang apabila sebaliknya polusi dapat dikontrol, maka sektor ekonomi dan kesehatan pun bisa menuai manfaat. Studi awal menunjukkan, bahwa kebijakan yang dijalankan saat ini tidak cukup mengatasi tren kualitas udara di Indonesia pada tahun 2030. Vital Strategies memaparkan bahwa risiko stunting akibat polusi udara dimulai sejak dalam kandungan, saat ibu hamil menghirup PM 2.5 – dan berlangsung hingga anak lahir, berimbas pada masa tumbuh kembangnya (Vital Strategies (2021). New Research Underscores that Childhood Stunting from Air Pollution is a Global Health Threat). Paparan polusi pada ibu hamil dapat menurunkan fungsi plasenta. Akibatnya, pasokan oksigen dan nutrisi ke janin berkurang, memicu risiko bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Paparan partikel halus seperti PM2.5 pada bayi dan anak juga memicu gangguan pernapasan dan ISPA. Sakit berulang membuat tubuh anak fokus melawan infeksi, sehingga energi dan nutrisi untuk pertumbuhan terhambat.

Balita yang sakit, ditambah anemia, mempunyai nafsu makan buruk. Apalagi jika stimulasi tidak dipahami orangtua. Bisa dibayangkan betapa sia-sianya pembagian ‘Makan Bergizi Gratis” dalam situasi carut marut serupa itu. Barangkali untuk kembali pada tujuan semula, kita perlu mengingat 5 pilar pencegahan stunting sebagai strategi nasional (stranas) yaitu: 1. Komitmen dan visi kepemimpinan tertinggi negara; 2. Kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku; 3. Konvergensi, koordinasi, dan konsolidasi program pusat, daerah, dan desa; 4. Gizi dan ketahanan pangan, 5. Pemantauan dan evaluasi

Pemenuhan gizi sebagai intervensi spesifik tidak memberi dampak apa pun, jika kontribusi intervensi sensitif yang jauh lebih luas tidak digarap, yakni pengentasan anemia, sanitasi dan higiene yang terpenuhi dengan baik, pencegahan polusi, pengadaan air bersih, cakupan imunisasi yang mampu menciptakan kekebalan kelompok – bukan hanya individu – perlindungan keluarga terhadap bahaya rokok, edukasi pola makan sehat keluarga, dan akses keluarga terhadap pasokan pangan bergizi serta terjangkau. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Sebaliknya, untuk menggandeng partisipasi publik dan lintas sektor, dibutuhkan iklim politik dan kepercayaan tinggi terhadap petinggi negara, dengan berjalannya kebijakan sesuai aturan perundangan yang berlaku, mencegah kaum oportunis meraup untung dan membuka peluang korupsi dengan korban masyarakat itu sendiri.

BEDCOVER AKIKO 180 FLAT HORIZON



SUMBER : https://lifestyle.kompas.com/read/2026/08/31/070923820/paparan-polusi-udara-ancaman-stroke-dan-stunting-di-depan-mata?page=2


SPREI CALIFORNIA 180 FALLON

Baca Juga :

Follow us on facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Contact Us

Blog Archive

Cari Blog Ini

Arsip Koran



Labels

Labels

Recent Posts

Social Media

About

BTemplates.com

Blogroll

Find Us