Seorang mantan profesor di International Islamic University Malaysia (IIUM), Solehah Yaacob, dipecat setelah sejumlah klaimnya mengenai peradaban Melayu kuno menuai kritik dari sejarawan serta akademisi. Salah satu pernyataannya yang paling kontroversial adalah klaim bahwa orang Melayu pada zaman dahulu dapat terbang dan mengajarkan teknik kung fu terbang kepada orang China. IIUM kemudian menegaskan bahwa Solehah tidak lagi memiliki hubungan dengan universitas tersebut.
Dalam pernyataan pada Minggu (23/8/2026), Kantor Komunikasi Advokasi dan Promosi IIUM mengatakan bahwa Solehah telah diberhentikan dari layanan akademik pada 27 April. Universitas juga menegaskan bahwa perempuan tersebut tidak lagi berhak menggunakan gelar, jabatan, maupun afiliasi resmi dengan IIUM. “Dia bukan lagi profesor dan tidak berhak mengklaim hubungan apa pun dengan universitas,” kata IIUM dalam pernyataannya, seperti dikutip Soth China Morning Post.
Solehah, yang sebelumnya merupakan profesor bidang linguistik, menentang keputusan tersebut dan membawa kasus pemecatannya ke mahkamah di Malaysia. Ia juga menuding IIUM bertindak tidak profesional dalam proses pemberhentiannya.
Kepada media lokal Free Malaysia Today, Solehah mengatakan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia bahkan memberikan penghargaan Malaysia Research Assessment kepadanya sehari sebelum ia diberhentikan. “Saya diberhentikan dalam waktu 24 jam dan tidak diperbolehkan mengajukan banding,” ujar Solehah, seperti dikutip Free Malaysia Today. Menurutnya, IIUM sempat menawarkan pembayaran yang setara dengan gaji enam bulan, tetapi tawaran tersebut ditolaknya.
Kontroversi Solehah Sejumlah pernyataan Solehah sempat menimbulkan kontroversi di media sosial. Selain mengenai kemampuan terbang orang Melayu, ia pernah membuat klaim bahwa bangsa Romawi kuno mempelajari teknik pembuatan kapal dari para pelaut Melayu. Pada awal Agustus, Solehah juga menyampaikan dugaan bahwa kekayaan bijih besi di Kedah mungkin berasal dari hujan meteor. Ia menyebut Gunung Jerai di Kedah sebagai salah satu lokasi yang menurutnya pernah dihantam meteor.
Klaim kontroversial lainnya berkaitan dengan Khadijah, istri Nabi Muhammad, yang menurut Solehah memiliki hubungan dengan dunia Melayu. Ia juga pernah mengkritik masyarakat Melayu awal karena pengaruh Hindu-Buddha yang berkembang di wilayah tersebut.
Selain itu, sebuah artikel akademiknya pada 2018 mendapat sorotan setelah diketahui menggunakan tulisan satir dari media Amerika Serikat, The Onion, sebagai salah satu sumber.
Berbagai klaim tersebut mendapat kritik dari sejumlah sejarawan dan akademisi. Mereka menilai pernyataan Solehah tidak logis dan berpotensi merusak pemahaman masyarakat terhadap sejarah. James Chin, akademisi bidang kajian Asia dari University of Tasmania, mengatakan bahwa Solehah juga mengembangkan aktivitas di luar lingkungan akademik dengan memimpin tur kapal pesiar berbayar yang didasarkan pada teori-teori sejarah yang ia kemukakan. Acara tersebut merupakan pelayaran selama empat hari tiga malam dari Port Klang menuju Phuket yang dijadwalkan berlangsung pada 30 November hingga 3 Desember. Dalam pelayaran tersebut, Solehah dijadwalkan menyampaikan pidato berjudul “The Mystery of the Roman Ship Deception” atau “Misteri Tipu Daya Kapal Romawi” di atas kapal Adora Mediterranea. Chin mengatakan, pelayaran tersebut secara khusus dirancang untuk membawa peserta ke lokasi-lokasi yang menurut Solehah dapat mendukung teori penelitiannya. Ia menambahkan, Solehah telah menyampaikan sejumlah klaim serupa selama beberapa tahun tanpa mendapat konsekuensi yang berarti. Namun, situasinya berubah setelah pernyataan-pernyataan tersebut menjadi sorotan di media sosial.
“Sungguh luar biasa bahwa IIUM mengambil tindakan sebagai respons terhadap reaksi keras di media sosial,” ujar Chin kepada This Week in Asia. “Universitas bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan karena, untuk waktu yang lama, ada banyak hal tidak masuk akal yang terjadi di universitas-universitas Malaysia, dengan akademisi membicarakan banyak hal yang gila,” pungkasnya.
| SELIMUT JOVANKA POLOS 160 BLUE DENIM |
| SPREI AKIKO POLOS 90 MARON Baca Juga : |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar