Jumat, 28 Agustus 2026

Misteri Penyebab Banjir Bandang Nepal-Tibet, Diduga akibat Gempa

 


Banjir bandang menerjang Nepal, tepatnya di kawasan perbatasan Himalaya yang menghubungkan Nepal dan Tibet, China.  Musibah ini mengakibatkan sedikitnya sembilan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, sementara ratusan orang dilaporkan hilang. Bencana ini meluluhlantakkan infrastruktur di wilayah perbatasan. Banjir merendam akses jalan, jembatan, rumah warga, hingga proyek pembangkit listrik. 

Selain itu, material tanah longsor juga menerjang Gyirong, pintu penyeberangan darat utama ke Tibet. Kondisi tersebut mengakibatkan terputusnya akses jalan, jaringan komunikasi, dan aliran listrik.

Setidaknya 384 pelancong dilaporkan hilang akibat bencana ini. Rincian korban hilang meliputi 105 warga negara India, 93 warga Nepal, 17 warga Malaysia, 12 warga Inggris, empat warga Afrika Selatan, tiga warga Amerika Serikat (AS), serta masing-masing satu warga dari Australia dan Belanda. Selain para pelancong, delapan warga negara Korea Selatan yang bekerja di sebuah proyek pembangkit listrik tenaga air juga dinyatakan belum ditemukan.

Dugaan penyebab banjir Pemicu banjir bandang ini diduga berasal dari gempa bumi yang mengguncang kawasan tersebut.  Guncangan diduga memicu longsoran es dan batuan di Sungai Lhende Khola, sungai yang mengalir melintasi wilayah Nepal dan Tibet, hingga akhirnya memicu banjir bandang yang dahsyat. Pihak berwenang memperingatkan bahwa bahaya belum sepenuhnya usai. Risiko banjir susulan masih mengintai lantaran material longsoran masih menyumbat aliran di bagian hulu Sungai Lhende Khola. Mengingat beberapa sungai berhulu di Pegunungan Himalaya dan mengalir ke wilayah dataran rendah, peringatan siaga banjir juga telah diterbitkan di dua negara bagian India yang berbatasan dengan Nepal, yaitu Bihar dan Uttar Pradesh.

Kendala evakuasi dan bantuan internasional Personel kepolisian dan militer telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan.  Kendati demikian, pejabat setempat menyatakan bahwa helikopter tim SAR belum dapat mendarat di area terdampak sebelum debit air surut. Warga yang bermukim di daerah aliran sungai dan kawasan dataran rendah saat ini mulai dievakuasi ke tempat yang lebih aman, sementara warga lainnya diimbau untuk tetap waspada. Di sektor perbatasan darat, China telah menerjunkan sedikitnya 574 personel tim penyelamat.  Namun, endapan lumpur akibat banjir menjadi tantangan berat dalam proses evakuasi. Dukungan internasional juga mulai bergerak. Pemerintah India menyatakan terus berkoordinasi erat dengan otoritas Kathmandu untuk membantu operasi penyelamatan dan penyaluran bantuan.  Sementara itu, Korea Selatan berencana mengirimkan tim tanggap cepat yang terdiri dari pejabat pemerintah, personel pemadam kebakaran, serta aparat kepolisian.


SELIMUT BEDCOVER AKIKO 190 MARLON


SUMBERhttps://www.kompas.com/global/read/2026/08/27/145100370/misteri-penyebab-banjir-bandang-nepal-tibet-diduga-akibat-gempa



SPREI AKIKO POLOS 90 MARON





Baca Juga :

0 comments:

Posting Komentar