Kolesterol tinggi atau dislipidemia perlu mendapat perhatian karena dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah, penyakit jantung, hingga stroke. Kolesterol sebenarnya tetap dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi. Namun, kadarnya yang terlalu tinggi dan berlangsung dalam waktu lama dapat memicu terbentuknya plak di pembuluh darah. Dokter Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Gibran Ilham Setiawan, Sp.PD, mengatakan masyarakat perlu memahami beberapa jenis lemak dalam darah, yakni Low Density Lipoprotein (LDL) yang kerap disebut kolesterol "jahat", High Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol "baik", serta trigliserida. "Sebenarnya kolesterol itu tetap dibutuhkan tubuh. Kayak bumbu gitu, asal jangan kebanyakan," kata Gibran dalam edukasi mengenai kolesterol di Gedung Pusat UGM, Senin (31/8/2026) sebagaimana diberitakan laman UGM.
Penyebab kolesterol tinggi Gibran menjelaskan, tingginya kadar kolesterol tidak selalu disebabkan pola makan yang kurang sehat atau minimnya aktivitas fisik.
Sejumlah faktor lain dapat memengaruhi kadar kolesterol, mulai dari pertambahan usia, riwayat keluarga, kondisi kesehatan tertentu, hingga faktor risiko lainnya. Oleh sebab itu, seseorang yang sudah memperbaiki pola hidup tetapi kadar kolesterolnya tetap tinggi disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.
"Bila sudah berupaya memperbaiki gaya hidup namun masih memiliki kadar kolesterol tinggi perlu berkonsultasi untuk mengetahui kondisi yang mendasarinya," katanya. Sebagai langkah awal, masyarakat dapat mulai membangun kebiasaan sehat dengan memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, dan kualitas tidur. Konsumsi makanan yang digoreng, lemak jenuh, serta minuman manis juga perlu dibatasi. Perubahan tersebut dapat dilakukan secara konsisten, misalnya selama 30 hari, kemudian dievaluasi untuk mengetahui dampaknya terhadap kondisi tubuh.
Obat bukan pengganti gaya hidup Gibran juga mengingatkan bahwa penggunaan obat penurun kolesterol tidak dapat menggantikan penerapan pola hidup sehat. Pemberian obat harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing pasien. "Obat itu bukan pengganti gaya hidup," tegasnya.
Kepala Biro Pelayanan Kesehatan Terpadu (BPKT) UGM, Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Kes., mengatakan pemeriksaan kesehatan rutin penting untuk mengetahui perubahan kondisi tubuh sedini mungkin.
Menurut dia, hasil pemeriksaan seharusnya menjadi dasar untuk melakukan tindak lanjut, bukan sekadar tersimpan sebagai catatan kesehatan. "Kami ingin mendorong dosen dan tenaga kependidikan melakukan screening rutin," ujarnya. UGM sebelumnya menggelar edukasi kolesterol bagi staf pendidikan yang memiliki riwayat kadar kolesterol tinggi berdasarkan pemeriksaan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) pada Agustus 2026. Andreasta mengatakan, setelah mengetahui kondisi kesehatannya, setiap orang perlu membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan tubuh. "Kita mengajak peserta menerapkan gaya hidup sehat. Ya, pola makan, aktivitas fisik, pengelolaan stres, beban kerja," kata Andreasta.
Konsultasi sesuai kondisi Dokter Gadjah Mada Medical Center (GMC) UGM, dr. Yuniantika, M.P.H., mengatakan konsultasi gizi dapat dilakukan secara personal dengan mempertimbangkan pola makan, jumlah porsi, kondisi kesehatan, serta penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes. Pasien kemudian dapat memperoleh rencana menu sesuai kondisi masing-masing dan menjalani evaluasi setelah beberapa minggu atau satu bulan. Sementara itu, Kepala Klinik Korpagama UGM, dr. Wahyudi Istiono, M.Kes., Sp.KKLP, mengatakan layanan kesehatan primer juga dapat menjadi pintu awal untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan. "Kita sudah melayani Bapak Ibu sekalian mulai dari tahun yang lalu, yaitu 24 jam, tiada hari libur, nonstop," ujar Wahyudi. Melalui pemeriksaan berkala, konsultasi dengan tenaga kesehatan, pola makan sehat, aktivitas fisik, serta pengelolaan stres, kadar kolesterol diharapkan dapat lebih terkontrol sehingga risiko penyakit kardiovaskular dapat ditekan.
| BEDCOVER AKIKO 180 FLAT HORIZON |
| SPREI CALIFORNIA 180 FALLON Baca Juga : |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar