Minum Kopi Tiap Hari Bisa Turunkan Risiko Kematian, tapi Ada Syaratnya

 


Kebiasaan minum kopi hitam setiap pagi ternyata tak sekadar memberikan suntikan energi, tetapi juga berpotensi memperpanjang umur. Konsumsi rutin kopi diketahui dapat menurunkan risiko kematian akibat berbagai penyebab, termasuk penyakit kardiovaskular. Namun, manfaat kesehatan dari kebiasaan minum kopi ini bisa berkurang atau bahkan hilang jika ditambahi gula dan lemak jenuh secara berlebihan. Temuan tersebut terungkap dalam studi terbaru yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition. Penelitian ini meneliti hubungan antara asupan kopi harian, kadar gula tambahan, lemak jenuh, dan tingkat risiko kematian pada orang dewasa di Amerika Serikat.

Dosis tepat konsumsi kopi harian Dalam penelitian tersebut, para ahli menemukan bahwa mengonsumsi setidaknya satu cangkir kopi berkafein setiap hari berkaitan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan semua penyebab sebesar 16 persen. Dilansir dari Verywellhealth (2/7/2026), penurunan risiko kematian tersebut meningkat menjadi 17 persen bagi individu yang mengonsumsi dua hingga tiga cangkir kopi per hari. Meski demikian, manfaat kesehatan ini tidak mengalami peningkatan lagi saat konsumsi melebihi tiga cangkir. Bahkan, efek perlindungan kopi untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah justru melemah jika dikonsumsi lebih dari tiga cangkir sehari. Peneliti juga mencatat bahwa orang yang minum kopi hitam atau kopi dengan tingkat gula tambahan dan lemak jenuh yang rendah memiliki risiko kematian 14 persen lebih rendah dibandingkan orang yang tidak minum kopi sama sekali. Tapi, dampak positif ini tidak ditemukan pada individu yang menambahkan gula dan krimer dalam jumlah tinggi. Senior author studi yang juga menjabat sebagai Neely Family Professor di Friedman School, Fang Fang Zhang, Ph.D, menjelaskan alasan di balik arah penelitian ini. "Karena kenyataannya, tidak banyak orang yang minum kopi hitam tanpa tambahan apapun," ujar Zhang.

Batasan gula dan lemak pada kopi Tim peneliti yang dipimpin Zhang mengolah data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) kurun waktu 1999 hingga 2018. Data tersebut dihubungkan dengan National Death Index Mortality Data, mencakup sampel representatif nasional sebanyak 46.222 orang dewasa berusia 20 tahun ke atas.

Dalam penelitian ini, kadar gula rendah didefinisikan sebagai gula pasir, madu, atau sirop di bawah 5 persen dari Daily Value (DV) standar FDA. Jumlah ini setara dengan 2,5 gram per cangkir ukuran 8 ons (sekitar setengah sendok teh gula).

Sementara itu, kadar lemak jenuh rendah ditentukan sebesar 5 persen dari Daily Value FDA yang berasal dari susu, krim, maupun produk olahan susu lainnya. Takaran ini setara dengan 1 gram per cangkir 8 ons, atau setara dengan pilihan berikut: 5 sendok makan susu berkadar lemak 2 persen (2% susu) 1 sendok makan krim ringan

Kandungan nutrisi kopi dan penjelasan ahli Instruktur praktik dietetika medis di The Ohio State University Wexner Medical Center sekaligus ahli gizi terdaftar, Liz Weinandy, MPH, RD, menilai studi ini sangat krusial. Menurutnya, penelitian ini menjadi salah satu yang pertama membuktikan bahwa bahan tambahan dalam kopi sama pentingnya dengan kebiasaan minum kopi itu sendiri. Meskipun riset Zhang tidak meneliti mekanisme biologi spesifik mengapa kopi murni memiliki efek perlindungan tubuh, penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat membantu mempercepat metabolisme tubuh serta meningkatkan sensitivitas insulin. Selain kafein, biji kopi kaya akan kandungan flavonoid, zat antioksidan yang terbukti mampu menekan risiko berbagai penyakit kronis.

Sebaliknya, dampak buruk gula berlebih dan lemak jenuh tinggi dalam jangka panjang dapat merusak metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin, yang pada akhirnya memicu obesitas. "Ini baru satu penelitian, tapi ini mendukung apa yang sudah kita ketahui, bahwa gula dan lemak tak begitu bagus untuk tubuh manusia, dan kita perlu membatasinya," kata Weinandy.

Cara menikmati kopi yang lebih sehat Meskipun banyak riset nutrisi berfokus pada pantangan, Zhang menegaskan bahwa pesan utama dari studi ini sejatinya sangat positif bagi para penggemar kopi. "Nikmatilah kopi Anda jika Anda adalah seorang peminum kopi," kata Zhang. "Adalah hal yang baik bahwa kita melihat manfaat dari minum kopi. Tapi perhatikan apa yang Anda tambahkan ke dalamnya. Jika Anda menyukai sedikit susu, Anda boleh menambahkannya, jika Anda menyukai sedikit gula, Anda juga bisa melakukannya. Usahakan saja untuk tidak melebihi batas tersebut," tambah Zhang.

Bagi penikmat kopi yang ingin mengoptimalkan manfaat kesehatan kopi, para ahli menyarankan untuk mengurangi takaran pemanis dan krimer secara bertahap. Cara ini efektif untuk melatih indra pengecap tanpa harus kehilangan kebiasaan menikmati kopi harian.

BEDCOVER AKIKO 180 FLAT AURORA


Minum Kopi Tiap Hari Bisa Turunkan Risiko Kematian, tapi Ada Syaratnya Minum Kopi Tiap Hari Bisa Turunkan Risiko Kematian, tapi Ada Syaratnya  Reviewed by wongpasar grosir on 08.42 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.