This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Sabtu, 25 November 2023
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 25/11/2023
Ready Stok Selimut Lady Rose 160 X 200
Kondisi Ambulans RSUD Kanjuruhan Malang Tabrakan dengan Truk di Karangduren, Ringsek Parah
SURYAMALANG.COM, - Kondisi ambulans RSUD Kanjuruhan Malang tampak ringsek parah setelah mengalami tabrakan dengan truk.
Peristiwa tabrakan itu terjadi di Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang pada hari Jumat (24/11/23).
Setelah kejadian, ambulans RSUD Kanjuruhan Malang terparkir di depan halaman rumah warga untuk diamankan.
Sedangkan polisi sudah berada di lokasi kejadian mengendalikan situasi lalu lintas dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Setelah tabrakan yang terjadi, sopir ambulans langsung dilarikan ke rumah sakit.
Dari pantauan Suryamalang.com, kondisi ambulans tampak ringsek parah hingga mengalami kerusakan di bagian depan.
Bahkan, sirene ambulans pun terlepas dari tempatnya.
Sementara itu di tepi jalan tampak banyak tabung oksigen berserakan yang bersumber dari muatan truk.
Truk yang tabrakan dengan ambulans tersebut merupakan truk pengangkut oksigen.
Humas RSUD Kanjuruhan, Lukito Condro mengatakan ambulans tersebut baru saja merujuk pasien dari RSUD Kanjuruhan ke RS Saiful Anwar (RSSA) di Kota Malang.
"Ambulans itu kecelakaan ketika pulang dari RSSA. Hanya ada sopir dan perawat bernama Nanang Suparto (41) di ambulans itu," kata Lukito kepada SURYAMALANG.COM.
Lukito belum bisa menjelaskan penyebab kecelakaan. Menurutnya, kondisi sopir ambulans harus menjalani operasi di RSUD Kanjuruhan.
Sedangkan Nanang Suparto sudah boleh pulang dari RS, tapi kondisinya masih mengalami syok pascakecelakaan.
"Sopir dan perawat belum bisa dimintai keterangan," imbuhnya.
Kecelakaan bermula saat mobil ambulans tersebut melaju dari arah utara sedangkan truk melaju dari arah selatan.
Setibanya di lokasi, sopir truk, Nurdiansyah (35) melihat ambulans keluar jalur dan memasuki lajur kanan.
"Ambulans itu tanpa sirene dan melaju kecang. Tiba-tiba ambulans itu ke kanan, dan langsung menabrak truk dari arah berlawanan," kata Binar Gumilang, warga sekitar.
Tabrakan itu mengakibatkan tiga orang terluka, sedangkan sopir truk tidak mengalami luka-luka.
Nurdi mengatakan saat itu truk melaju dengan kecepatan sedang.
Saat di lokasi, Nurdi melihat mobil ambulans melaju tanpa menyalakan sirene.
"Kemungkinan sopirnya mengantuk karena ambulans itu terus masuk ke jalur kanan," kata Nurdi.
Melihat ambulans masuk jalur berlawanan, Nurdin langsung membanting setir ke arah kiri.
Namun, truk yang dikemudikannya tetap bertabrakan dengan ambulans tersebut.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan muatan berupa tabung oksigen berserakan ke jalan raya.
"Truk rusak sekitar 40 persen," imbuhnya.
Terpisah, Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang, Ipda Joko Taruno menambahkan sopir ambulans diduga mengantuk hingga terjadi kecelakaan.
"Mobil ambulans melaju dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sedang sesampainya di TKP diduga mengantuk sehingga kendaraan lepas kendali berhaluan ke kanan, kemudian menabrak truk," imbuh Joko ketika dikonfirmasi.
Setelah Pacarnya Mati, Mahasiswi Pembuang Bayi di Gresik Dituntut 6 Bulan Penjara
SURYAMALANG.COM, GRESIK - Ulviyanti Durrotul (22), mahasiswi kampus swasta di Surabaya, dituntut hukuman penjara selama 6 bulan karena dinilai terbukti membuang bayi laki-lakinya.
Sementara, kekasihnya bernama Belva Pandega Nuswantara (24), warga Perumahan Pondok Menganti Indah, Desa Boteng Kecamatan Menganti, Gresik, sudah meninggal dunia.
Penasihat hukum Ulviyanti Durrotul, Pua Wirawan Fikri, mengatakan, tuntutan itu dibacakan jaksa Paras Setio berdasarkan Pasal 305 KUHPidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana di Pengadilan Negeri Gresik.
Pua akan menyampaikan pembelaan secara tertulis, sebab orangtua bayi telah bertanggungjawab dan bayi saat ini masih sehat dirawat neneknya di Pulau Madura.
Selain itu, pertimbangan jaksa yaitu terdakwa 1, Belva Pandega Nuswantara (24), warga Perumahan Pondok Menganti Indah, Desa Boteng Kecamatan Menganti sudah meninggal dunia. Kemudian, kedua terdakwa sudah menikah saat ditahan di Mapolres Gresik.
"Dalam persidangan, terdakwa 2 juga telah menyatakan menyesali perbuatannya, anaknya masih kecil dan membutuhkan asuhan ibu kandung, sebab saat ini anaknya masih sehat, dirawat neneknya di Pulau Madura," kata Pua, Jumat (24/11/2023).
Pua menambahkan, sidang yang dipimpin majelis hakim Sri Sulastuti ditunda pekan depan.
Sementara barang bukti motor PCX tahun 2022 Nopol W2245-ER beserta STNK dikembalikan ke terdakwa Ulviyanti Durrotul.
"Sidang akan dilanjutkan pekan depan. Saya akan menyampaikan pembelaan terhadap terdakwa agar divonis ringan," katanya.
Diketahui, pada 23 Agustus 2023 sekitar Pukul 03.30 WIB terdakwa membuang bayi laki-lakinya di halaman pagar Pondok Pesantren AL Hikmah Desa Gadingwatu Kecamatan Menganti, Gresik. Saat itu, keduanya belum menikah.


























































