This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Kamis, 21 Mei 2026
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 21/05/2026
7 Penyebab Ketiak Gatal, dari Iritasi hingga Kanker
Ketiak yang gatal sering mengganggu aktivitas harian dan bisa menurunkan rasa percaya diri. Meski kerap dianggap sekadar masalah kebersihan biasa akibat tumpukan keringat, rasa tak nyaman di area lipatan ini sebenarnya merupakan sinyal dari tubuh tentang kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan penanganan tepat. Karakteristik anatomi ketiak terbilang unik, karena posisinya yang tersembunyi, saling bergesekan, dan cenderung lembap.
"Ada banyak peluang untuk terjadinya masalah," kata profesor dan Chair of Dermatology di George Washington School of Medicine, dr. Adam Friedman, melansir Today, Rabu (20/5/2026). Di bawah permukaan kulit ketiak terdapat persimpangan penting yang meliputi kelenjar getah bening, pembuluh darah, dan saraf.
"Hanya berdasarkan lokasinya saja, kamu bisa dengan mudah mengalami masalah, karena ini adalah kulit yang bersentuhan dengan kulit. Kami menyebutnya sebagai area intertriginosa," ujar dr. Friedman. "Kulit di ketiak juga cenderung sedikit lebih tipis, lebih sensitif, dan terpapar banyak hal," ungkap dokter spesialis kuilt di Weill Cornell Medicine, r. Jack Levy. Penyebab ketiak gatal yang perlu diwaspadai 1. Iritasi kulit biasa Pertanda paling umum dari rasa gatal di ketiak adalah dermatitis kontak iritan, yakni peradangan yang merusak pelindung alami kulit. Kondisi ini umumnya dipicu oleh berbagai hal yang bersentuhan langsung dengan area tersebut setiap hari. Faktor-faktor seperti gesekan pakaian yang ketat saat berolahraga, sisa detergen yang menempel di serat baju, sabun mandi, hingga maraknya penggunaan produk pencerah ketiak, bisa memicu masalah peradangan kemerahan ini. "Siapa pun bisa terkena ruam ini sebagai respons terhadap zat eksternal atau zat yang dibuat secara internal," ujar dr. Friedman.
2. Reaksi alergi spesifik Berbeda dari iritasi biasa, masalah ini menandakan bahwa sistem kekebalan tubuhmu bereaksi spesifik terhadap suatu zat pemicu alergi.
Reaksi ini menimbulkan peradangan lambat yang biasanya memunculkan ruam dalam rentang belasan hingga puluhan jam setelah kulit terpapar kandungan pewangi, pewarna, atau bahan logam dalam produk deodoran. "Hanya orang-orang yang (kulitnya) peka (sensitif) terhadap suatu zat yang mengalaminya. Biasanya ini berupa ruam yang sangat gatal dan mirip keracunan tanaman," jelas dr. Friedman. 3. Tanda penyakit kulit kronis Sensasi gatal yang muncul tiba-tiba tanpa paparan produk bahan kimia apa pun bisa menjadi sinyal adanya penyakit bawaan. Eksim sering kali menyerang area lipatan dan memunculkan bercak kulit yang sangat kering, bersisik, serta gatal yang rentan kambuh akibat perubahan cuaca maupun stres.
"Eksim terjadi ketika lapisan atas kulit, pelindungnya, tidak bekerja dengan baik, ditambah dengan disregulasi imun, dan bersama-sama, keduanya menciptakan ruam," papa dr. Friedman. 4. Penumpukan keringat Keringat memberi sinyal gatal ketika cairannya tidak bisa menguap dengan baik dan justru bercampur dengan sel kulit mati. Air keringat membuat lapisan atas kulit terlalu basah, lalu sisa penumpukan tersebut menyumbat pori-pori kulit sehingga berujung pada biang keringat. "Keringatmu sangat mengiritasi karena airnya memenuhi lapisan atas kulit, menyebabkannya menjadi terlalu lembap, dan setelah menguap, garam yang tersisa sangat gatal," terang dr. Friedman. "Miliaria apokrin adalah kondisi yang mengakibatkan peradangan pada kelenjar ini, yang dapat menyebabkan benjolan merah kecil di ketiak yang sangat gatal," lanjut dia.
5. Luka akibat cukuran Rutinitas mencukur bulu juga kerap meninggalkan sinyal masalah yang ditandai dengan ruam merah perih berhari-hari. Kondisi kulit yang tidak dibasahi dengan baik, penggunaan mata pisau yang sudah tumpul, serta teknik mencukur yang terlalu kasar, adalah penyebab utama timbulnya rasa gatal layaknya sensasi terbakar pada lipatan tersebut. 6. Infeksi bakteri atau jamur Rasa gatal tak tertahankan juga bisa berarti bahwa jamur dan bakteri sedang berkembang biak tak terkendali di area yang bersuhu hangat tersebut. Hal ini umumnya menginfeksi bagian folikel rambut dan menciptakan bercak ruam merah muda atau coklat yang batasnya terlihat jelas. "Kami bisa melakukan tes untuk ini dengan melihat di bawah lampu fluoresen, dan bakteri tersebut akan memancarkan warna merah koral," ujar dr. Levy. "Infeksi jamur umum lainnya adalah kurap, yang dapat terjadi di ketiak dan terasa sangat gatal," tambah dr. Friedman.
7. Kemungkinan kanker Dalam persentase kasus yang terbilang jarang terjadi, sensasi gatal yang tak kunjung sembuh bisa merujuk pada indikasi kanker tertentu. Kondisi ini biasanya beriringan dengan munculnya benjolan dan pembengkakan kelenjar getah bening. Jika rasa gatal menetap, dan diikuti dengan gejala lain seperti nyeri hebat yang menjalar, munculnya benjolan baru, ruam yang menyebar ke tubuh lain, atau demam tinggi, segera konsultasi ke dokter.
Banjir Kutai Barat Hari Keempat, Bantuan Belum Datang dan Warga Dihantui Teror Hewan Liar
Bencana banjir yang melanda enam kecamatan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Memasuki hari keempat, warga di Kecamatan Long Iram mulai didera rasa cemas lantaran curah hujan diprediksi masih akan terus turun tinggi. Arbian Saputra, salah seorang warga Kecamatan Long Iram, mengaku saat ini tengah bersiap-siap mengevakuasi barang-barang berharganya ke tempat yang aman sebagai langkah antisipasi jika debit air kembali merangkak naik. "Saya sudah mulai mengemasi barang, siap-siap kalau air terus naik. Kalau memang air terus naik, saya akan mengungsi ke posko darurat yang sudah disiapkan di Puskesmas. Tapi untuk sementara ini, saya bertahan saja dulu di rumah," kata Arbi saat dihubungi Kompas.com dari Balikpapan, Kamis (21/5/2026).
Ketinggian air di Kampung Anah Capai 2,5 meter Pemuda yang akrab disapa Arbi Long Iram ini menerangkan, saat ini ketinggian air di pusat Kecamatan Long Iram Kota berada pada level 1 hingga 1,5 meter.
Namun, kondisi jauh lebih parah terjadi di daerah pinggiran seperti Kampung Anah, di mana ketinggian air dilaporkan sudah tergenang hingga mencapai 2,5 meter dan merendam rumah warga. Situasi pelik ini otomatis melumpuhkan mobilitas warga. Apalagi, tidak semua warga di wilayah tersebut memiliki fasilitas perahu kayu pribadi untuk digunakan sebagai alat transportasi darurat.
"Kalau kendaraan bermotor sudah tidak mungkin digunakan, bahkan sebagian besar sudah diungsikan oleh pemiliknya ke lokasi yang lebih tinggi seperti di daerah Sukomulyo. Begitu juga dengan binatang ternak, sudah dipindahkan semua ke tempat tinggi," jelasnya. Akibat keterbatasan armada perahu, warga yang terdesak kebutuhan logistik harian seperti beras, telur, dan mi instan, terpaksa nekat berjalan kaki menerobos banjir setinggi dada. Hingga hari keempat banjir, sebagian besar warga memilih bertahan di dalam rumah dengan cara membuat panggung kayu tambahan atau mengungsi ke lantai dua. Namun, sebagian warga yang rumahnya terendam parah sudah mulai bergeser ke rumah kerabat yang berada di kawasan dataran tinggi.
Berharap ada bantuan logistik
Di tengah kondisi yang kian sulit, Arbi membeberkan bahwa uluran bantuan logistik dari pemerintah daerah belum menyentuh wilayahnya. "Setahu saya di lingkungan RT 5 belum ada bantuan sama sekali. Kami sangat berharap ada bantuan logistik darurat yang masuk, terutama bahan makanan pokok," kata dia. Selain kesulitan beraktivitas, warga Long Iram kini juga dihantui oleh teror kemunculan satwa liar dari dalam hutan yang berbatasan langsung dengan pemukiman.
Banjir besar ini memaksa hewan-hewan tersebut keluar dari sarangnya. "Ketakutan kami saat ini adalah hewan liar seperti ular kobra yang sering muncul karena pemukiman kami berdekatan dengan hutan. Kalau untuk ancaman binatang lain sepertinya tidak ada," ungkap Arbi. Dia menambahkan, banjir akibat luapan Sungai Mahakam ini diakui warga memang sudah menjadi fenomena musiman yang umum terjadi di Kutai Barat.
Bahkan pada bulan April lalu, banjir sempat merendam wilayah Long Iram. "Namun, banjir kali ini merupakan yang tertinggi dan terparah sepanjang tahun 2026," pungkas Arbi.















