Dinas Perdagangan Ungkap Harga Beras di Alor, Tertinggi Rp 18.000 Per Kg

 

Dinas Perdagangan Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebut harga beras di wilayah tersebut saat ini berkisar Rp 15.000 hingga Rp 18.000 per kilogram. Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Alor, Mohamad Ridwan Nampira, mengatakan, harga beras yang dijual di pasar rata-rata sekitar Rp 15.000 per kilogram. Sementara harga tertinggi mencapai Rp 18.000 per kilogram untuk beras kualitas premium. "Kalau harga standar beras yang dijual di pasar itu berkisar Rp 15.000, Rp 16.000 hingga Rp 18.000," kata Nampira kepada Kompas.com, Rabu (12/8/2026).

Menurut Nampira, harga beras berpotensi lebih tinggi di wilayah pedalaman yang lokasinya jauh dari Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor.

Hal itu dipengaruhi oleh biaya distribusi dan jarak tempuh untuk membawa bahan pangan ke wilayah tersebut. Namun, hingga kini pihaknya belum menemukan pedagang yang menjual beras dengan harga mencapai Rp 30.000 per kilogram. "Kalau melambung sampai Rp 30.000 per kilogram, dari Dinas Perdagangan belum pernah menemukan," ujarnya.

Nampira mengatakan, Dinas Perdagangan Kabupaten Alor rutin melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok, termasuk beras, di sejumlah pasar. Petugas setiap hari mengecek harga beras di Pasar Kadelang dengan mengambil sampel dari tiga kios berbeda. Data tersebut kemudian dimasukkan ke dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang terintegrasi dengan Kementerian Perdagangan.

"Setiap hari kami pantau di pasar, ambil sampel harga beras dan posting di aplikasi SP2KP," kata dia. Mentan datang ke Alor Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendatangi Kabupaten Alor setelah mendengar keluhan mengenai tingginya harga beras dan persoalan distribusi pangan di daerah tersebut. Harga beras di sejumlah wilayah Alor sebelumnya disebut dapat mencapai Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram ketika distribusi pangan mengalami gangguan.

Keluhan tersebut disampaikan Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Alor, saat Amran memberikan kuliah umum di hadapan 5.155 mahasiswa baru Undip di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026). Adriano menyampaikan, kondisi yang dihadapi masyarakat di daerah asalnya, terutama terkait sulitnya distribusi pangan dan mahalnya harga beras.

Mendengar keluhan itu, Amran kemudian meminta jajaran Kementerian Pertanian menindaklanjuti persoalan distribusi pangan di Alor. Menteri Pertanian selanjutnya menindaklanjuti persoalan tersebut dengan melakukan kunjungan ke Alor untuk melihat secara langsung kondisi distribusi dan ketersediaan pangan di daerah kepulauan tersebut.

SPREI KINTAKUN DELUXE RUMBAI 160 RAFLY

SUMBERhttps://regional.kompas.com/read/2026/08/12/082421678/dinas-perdagangan-ungkap-harga-beras-di-alor-tertinggi-rp-18000-per-kg


SPREI LADY ROSE 180 T30 VANIA


Baca Juga :

Dinas Perdagangan Ungkap Harga Beras di Alor, Tertinggi Rp 18.000 Per Kg Dinas Perdagangan Ungkap Harga Beras di Alor, Tertinggi Rp 18.000 Per Kg  Reviewed by wongpasar grosir on 08.56 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.