Brokoli dan bunga kol sama-sama termasuk sayuran silangan yang menyehatkan. Keduanya kaya serat, vitamin, dan antioksidan yang berperan penting bagi tubuh. Meski tampilannya hampir sama, brokoli dan bunga kol memiliki karakteristik yang berbeda. Bunga kol sering dianggap sebagai “sepupu” brokoli yang pucat, tetapi keduanya memiliki cita rasa dan profil nutrisi yang unik. Dilansir dari Today, Senin (20/10/2025), ahli gizi Frances Largeman-Roth mengatakan, brokoli adalah bagian bunga tanaman yang tumbuh di ujung tangkai dan sering dijual dalam bentuk mahkota bunga.
“Bunga brokoli seperti pohon kecil dan bisa renyah saat dimakan mentah, atau empuk setelah dimasak,” ujar Largeman-Roth. Sementara itu, bunga kol juga merupakan bagian bunga tanaman, tetapi bertekstur lebih padat dan mudah rapuh. Lalu, mana yang lebih ungguh dari segi serat dan nutrisi antara bunga kol dan brokoli?
Lebih sehat bunga kol atau brokoli? Ahli gizi dari NYU Langone Health, Leah Kaufman mengatakan, untuk menentukan mana yang lebih baik harus diketahui kandungan nutrisi, serat, dan vitamin yang terkandung pada bunga kol dan brokoli. Menurut Kaufman, secara nutrisi, bunga kol dan brokoli sangat mirip, tetapi tetap ada perbedaan kandungan nutrisi pada keduanya. Berikut rincian nutrisi antara brokoli dengan bunga kol: Nutrisi: Dalam satu cangkir (91 gram) brokoli mentah yang dicincang mengandung nutrisi: 30 kalori 2,5 gram protein 6 gram karbohidrat 0,3 gram lemak 2,3 gram serat 81 miligram vitamin C (memenuhi 90 persen dari nilai harian) 92 mikrogram vitamin K (memenuhi 75 persen dari nilai harian) 52 mikrogram folat (memenuhi 15 persen dari nilai harian). Sementara, dalam satu cangkir (107 gram) bunga kol mentah yang dicincang mengandung nutrisi sekitar: 27 kalori 2 gram protein 5 gram karbohidrat 0,3 gram lemak 2 gram serat 51 miligram vitamin C (memenuhi 57 persen nilai harian) 17 mikrogram vitamin K (memenuhi 15 persen nilai harian) 61 mikrogram folat (memenuhi 17 persen nilai harian).
Serat Brokoli dikenal sebagai sayuran non-tepung yang kaya serat dan baik untuk kesehatan pencernaan.
Dalam satu porsi brokoli terdapat sekitar 2,5 gram serat yang membantu menyehatkan usus.
Sementara itu, bunga kol juga tinggi serat dan rendah karbohidrat, dengan kandungan sekitar 2 gram serat dan hanya 5 gram karbohidrat per porsi. “Keduanya memiliki kandungan serat yang mirip, namun satu cangkir brokoli mengandung sedikit lebih banyak serat,” ujar ahli gizi Kaufman. Jika dimasak, kandungan seratnya menjadi lebih padat. Largeman-Roth mengatakan, satu cangkir brokoli matang mengandung sekitar 5 gram serat, sedangkan bunga kol matang hanya sekitar 3 gram. Ia menambahkan, serat dalam brokoli membantu menjaga pencernaan, memberikan rasa kenyang lebih lama, dan menekan rasa lapar. Penelitian juga menunjukkan, konsumsi brokoli dapat berdampak positif terhadap keseimbangan mikrobioma usus.
Meski keduanya bukan sumber protein utama, brokoli masih sedikit unggul dibandingkan bunga kol dalam hal kandungan proteinnya.
Vitamin dan mineral Kaufman menyampaikan, bunga kol dan brokoli sama-sama kaya nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin K, dan folat (vitamin B9). Menurut Largeman-Roth, brokoli merupakan sumber vitamin C yang sangat baik, dengan kandungan lebih dari 80 miligram per cangkir, setara dengan jumlah vitamin C dalam satu buah jeruk. Vitamin C berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh serta melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Alasannya, karena tubuh tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri, asupan dari buah dan sayur sangat dibutuhkan.
Selain itu, brokoli juga tinggi vitamin K yang berfungsi dalam proses pembekuan darah, serta mengandung kalsium yang membantu menjaga kekuatan tulang. Dikutip dari Times of India (11/5/2025), menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), secangkir brokoli mengandung 3 persen sampai 3,5 persen kebutuhan kalsium harian seseorang. Sementara itu, bunga kol yang juga menjadi sumber vitamin C yang baik, memberikan lebih dari setengah kebutuhan harian dalam satu porsi.
“Ia juga mengandung lebih banyak kolin, nutrisi penting bagi otak yang bisa sulit diperoleh jika seseorang tidak mengonsumsi daging,” ujar Largeman-Roth.
Antioksidan dan nutrisi lainnya Brokoli dan bunga kol dikenal sebagai sumber antioksidan dan fitokimia yang baik bagi tubuh. Kaufman mengatakan, warna hijau pada brokoli berasal dari senyawa tumbuhan yang juga berperan penting bagi kesehatan. “Brokoli mengandung antioksidan lutein, pigmen alami yang membantu menjaga kesehatan mata, kulit, otak, dan jantung,” ujarnya
Sementara itu, Largeman-Roth menambahkan, bunga kol juga mengandung sulforafan, senyawa dengan sifat anti-inflamasi yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronis dan melawan kanker.
Meski demikian, brokoli memiliki keunggulan tersendiri karena kaya glukosinolat, senyawa sulfur yang memberi aroma khas pada sayuran ini.






0 komentar:
Posting Komentar