Rabu, 24 Desember 2025

Cara Atur Pemakaian Listrik agar Token Rp 50.000 Bisa Cukup Sebulan

 


Listrik menjadi kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari di rumah, mulai dari penerangan hingga penggunaan peralatan elektronik. Bagi pelanggan listrik prabayar, pembelian token menjadi cara untuk mengontrol pemakaian sekaligus mengatur pengeluaran bulanan. Nominal token yang dipilih biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing rumah tangga

Agar pemakaian listrik tetap efisien, diperlukan pengelolaan yang cermat dan disiplin dalam penggunaan peralatan elektronik. Dengan pengaturan yang tepat, token listrik dapat dimanfaatkan secara optimal sepanjang bulan. Lantas, bagaimana cara mengatur pemakaian listrik agar token Rp 50.000 cukup buat sebulan penuh?

Pakar elektro dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Endroyono, menjelaskan bahwa kunci memahami kecukupan token listrik bukan terletak pada nominal rupiah, melainkan pada perbandingan antara energi listrik yang dibeli dan beban pemakaian harian. “Caranya sederhana, cukup membandingkan antara beban listrik (watt-jam) dengan Rp 50.000 itu dapat berapa kWh,” jelasnya saat dimintai pandangan Kompas.com, Senin (22/12/2025). Ia menuturkan, perhitungan realistis harus diawali dengan gambaran rata-rata pemakaian listrik di rumah tangga sederhana. Dengan asumsi tarif listrik terendah sekitar Rp 400 per kWh, token Rp 50.000 setara dengan sekitar 125 kWh energi listrik.

“Anggap saja harga terendah Rp 400 per kWh, maka Rp 50.000 bisa mendapatkan sekitar 125 kWh,” jelasnya. Jika konsumsi listrik rumah tangga berkisar 4 kWh per hari, atau setara dengan beban rata-rata sekitar 300 watt, energi tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan selama satu bulan penuh. “Kalau beban rumah satu hari sekitar 4 kWh, maka token Rp 50.000 masih bisa cukup untuk sebulan,” kata Endroyono.

Strategi hemat listrik agar token lebih awet Meski secara hitungan memungkinkan, Endroyono mengingatkan bahwa kedisiplinan dalam mengatur pemakaian listrik menjadi faktor penentu utama.

Menurutnya, perilaku sehari-hari sangat berpengaruh terhadap cepat atau lambatnya token listrik habis. Langkah pertama yang disarankan adalah menggunakan perangkat hemat energi.

“Gunakan lampu LED dengan daya kecil karena jauh lebih efisien,” ujarnya. Selain itu, ia menyarankan agar penggunaan peralatan berdaya besar dibatasi. “Hindari penggunaan setrika listrik, kompor listrik, dan peralatan sejenis karena dayanya besar. Pompa air juga perlu diatur agar tidak sering mati-hidup,” jelas Endroyono.

Ia menegaskan, ketika token listrik terbatas, kesadaran pengguna menjadi kunci.


SUMBERhttps://www.kompas.com/tren/read/2025/12/23/190000965/cara-atur-pemakaian-listrik-agar-token-rp-50.000-bisa-cukup-sebulan?page=2

0 komentar:

Posting Komentar