Selasa (16/12/2025) siang, suasana di depan ruang kelas X-E9 dan X-E10 SMA Negeri 1 Sumenep, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tampak berbeda dari hari biasanya. Lorong kelas yang biasanya lengang berubah menjadi ruang pamer dadakan, dipenuhi deretan kostum karnaval berukuran besar yang menarik perhatian siswa, guru dan pengunjung lainnya. Sebanyak 20 kostum karnaval bertema Wonderland Indonesia Timur, dipajang rapi di sepanjang dua ruang kelas tersebut.
Kostum-kostum itu dibagi ke dalam dua kategori besar, yakni flora dan fauna, dengan ukuran dan diameter yang menyerupai kostum karnaval profesional.
Pantauan di lapangan, beragam objek alam khas Indonesia Timur menjadi sumber inspirasi para siswa.
Mulai dari Etlingera, capungan Banggai, burung rangkong, hingga anggrek mesem, divisualisasikan dalam bentuk kostum dengan detail warna dan struktur yang mencolok. Puluhan kostum tersebut dipajang di depan kelas sebelum diperagakan secara bergantian di aula sekolah. Para siswa tidak menata kostum secara sembarangan. Mereka menggunakan manekin agar seluruh bagian kostum terlihat jelas dan keindahan detailnya dapat dinikmati dari berbagai sudut.
Salah satu panitia acara, Rebecca menjelaskan, seluruh kostum dibuat dan dipamerkan oleh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sumenep. “Semua kostum ini dibuat oleh siswa kelas 1. Mulai dari konsep sampai finishing,” kata Rebecca saat ditemui di lokasi pameran, Selasa (16/12/2025). Menurut Rebecca, proses pembuatan kostum dilakukan secara berkelompok dengan waktu pengerjaan sekitar dua bulan.
“Mereka diberi kebebasan memilih tema turunan, tapi tetap dalam bingkai Indonesia Timur. Di situ kreativitas dan kerja sama mereka benar-benar diuji,” tambahnya.
Rebecca menambahkan, kegiatan pembuatan dan pameran kostum karnaval ini bukan kali pertama digelar di sekolah tersebut. “Ini sudah menjadi agenda rutin dan bagian dari kegiatan Penamata. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-8,” ucapnya. Sementara itu, pimpinan proyek (Pimpro) Penamata ke-8, Sultan Maulana Al Zain mengatakan, parade cosplay kostum hanya salah satu rangkaian acara.
“Selain cosplay kostum, kami juga menggelar pementasan teater, tari, musik tong-tong, dan mural,” tutur Sultan. Dijelaskannya, Penamata digelar selama lima hari sebagai ruang ekspresi bagi seluruh siswa.
“Kami ingin semua siswa punya kesempatan unjuk diri sesuai minat dan bakatnya,” tuturnya lagi.
Menurut Sultan, event ini juga melibatkan performer dari luar sekolah sebagai bentuk kolaborasi seni. “Harapannya, Penamata tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah pembelajaran kreatif dan apresiasi seni bagi siswa,” harapnya.






0 komentar:
Posting Komentar