Psikiater Anak Ingatkan Perasaan Anak Tidak Bisa Disepelekan

 


Perasaan anak kecil tak boleh dianggap sepele oleh orang dewasa, terutama ketika mereka menghadapi persoalan yang dinilai kecil. Hal itu disampaikan oleh dokter psikiatri konsultan anak dan remaja dari RS Marzoeki Mahdi, dr. Widi Primaciptadi Sp.KJ Subsp. AR(K). Ia menyebut sikap meremehkan semacam itu bisa berdampak besar pada kondisi emosional anak.

“Seringkali orang dewasa merespons dengan kalimat seperti ‘itu cuma masalah kecil aja, nanti juga lupa, jangan lebay’. Padahal bagi anak, masalah itu bisa terasa sangat nyata dan sangat besar,” kata dr. Widi dikutip dari ANTARA, Jumat (13/2/2026). Menurut dr. Widi, orang dewasa tidak bisa menyamakan persepsi mereka dengan cara anak memaknai masalah. Apa yang terlihat ringan bagi orang dewasa, bisa terasa sangat berat bagi anak dengan sistem regulasi emosi yang belum matang.

Stres Anak Bisa Terasa Berat Meski Masalah Terlihat Kecil Dokter Widi menjelaskan, kesulitan regulasi emosi anak bukan semata-mata dipicu oleh kejadian itu sendiri, melainkan oleh bagaimana mereka memaknai peristiwa tersebut. Tekanan dari teman sebaya, konflik keluarga, atau tuntutan akademik yang terlihat kecil bagi orang dewasa, bisa terasa sangat menekan bagi anak. “Jika tekanan bertemu dengan sistem regulasi emosi yang belum matang dan identitas diri yang masih berkembang, dampaknya bisa menjadi sangat besar,” ujar dr. Widi.

Perubahan Perilaku yang Harus Diwaspadai Stres pada anak sering muncul secara perlahan, bukan secara dramatis. Perubahan perilaku yang perlu diperhatikan antara lain: Menarik diri dari teman-teman Sering menyalahkan diri sendiri Mudah marah dan tersinggung Gangguan tidur atau sulit konsentrasi Tidak lagi menikmati aktivitas yang dulu disukai Perubahan ini biasanya muncul secara konsisten sebelum muncul risiko keinginan menyakiti diri sendiri. Oleh karena itu, peran orang dewasa sangat penting untuk mencegah stres menumpuk.

Peran Orang Tua dan Lingkungan Dokter Widi menekankan pentingnya dukungan orang tua dan lingkungan dalam menahan tekanan pada anak.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain: Membangun percakapan rutin dengan anak Memvalidasi perasaan mereka Tidak membandingkan dengan anak lain Menjadikan rumah dan sekolah sebagai ruang aman Dengan pendekatan yang tepat, keputusan untuk menyakiti diri sendiri bisa ditekan, sekaligus memperkuat sistem perlindungan bagi anak.





Psikiater Anak Ingatkan Perasaan Anak Tidak Bisa Disepelekan Psikiater Anak Ingatkan Perasaan Anak Tidak Bisa Disepelekan  Reviewed by wongpasar grosir on 08.34 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.