Recent Posts

Labels

Follow us on facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Contact Us

Blog Archive

Arsip Koran

Labels

Labels

Blogroll

Find Us

Kenapa Cari Teman Makin Sulit Saat Dewasa? Ini Penjelasannya

Sabtu, 05 September 2026

 


Semasa sekolah, mencari teman terasa mudah karena selalu ada forced proximity: teman sekelas, teman kemah musim panas, hingga anak dari teman orang tua. Begitu dewasa, kesempatan semacam itu justru makin langka. Kamu mungkin punya banyak pengalaman menarik, teman tersebar di berbagai kota, tapi tetap kesulitan mencari orang untuk diajak menghabiskan akhir pekan. Fenomena ini ternyata bukan cuma perasaanmu sendiri.

Kenapa Pertemanan Tak Lagi Terjadi Begitu Saja Psikolog Janice McCabe, PhD, penulis buku Making, Keeping, and Losing Friends, dalam sebuah opini di The New York Times menyebut ada momen-momen krusial ketika "pasar pertemanan" terbuka lebar.

Hari-hari pertama di SMA dan kuliah adalah contohnya, saat hampir semua orang dalam kelompok yang sama sedang "membeli" dan "menjual" pertemanan. Begitu memasuki usia dewasa, dinamika ini berubah. Menurut psikolog dan pakar pertemanan Marisa Franco, PhD, dalam wawancaranya dengan American Psychological Association, kesempatan semacam itu jadi jauh lebih sedikit. "Kita tidak lagi berada di banyak lingkungan yang memungkinkan interaksi berkelanjutan tanpa rencana dan keterbukaan emosional," kata Franco dikutip Real Simple. Satu-satunya lingkungan yang sebanding hanyalah tempat kerja. Tapi itu pun tidak selalu sama, bisa jadi kamu baru bergabung, sementara tim lain sudah saling kenal bertahun-tahun, atau justru tidak punya banyak kesamaan dengan rekan kerja yang ada. Lalu, Harus Mencari Teman di Mana? Menurut Rebecca Marcus, LCSW, direktur klinis sekaligus pendiri RM Psychotherapy, ada beberapa langkah yang bisa dicoba. Ia menekankan pentingnya mengenali hobi yang bisa mempertemukan kamu dengan orang-orang yang sepemikiran, termasuk memanfaatkan kegiatan komunitas keagamaan bagi yang religius. "Ada banyak hal terkait olahraga atau aktivitas, seperti kelas seni," jelas Marcus. Marcus juga tidak menolak pendekatan lewat aplikasi seperti Bumble BFF. Menurutnya, saran yang ia berikan untuk mencari teman lewat aplikasi mirip dengan saran soal aplikasi kencan. "Aplikasi atau cara yang lebih formal untuk bertemu orang bisa jadi pilihan bagus kalau memang cocok buatmu. Yang lebih penting bukan soal detail di mana bertemu orang, tapi bagaimana perasaanmu saat menggunakan aplikasi itu," jelasnya. Terapis asal New York, Kathryn Lee, LMHC, sependapat. Menurutnya, kelebihan aplikasi seperti Bumble BFF adalah niatnya yang jelas, mirip aplikasi kencan, orang-orang mengunduhnya karena memang sedang mencari koneksi, jadi tidak perlu bertanya-tanya apakah lawan bicara terbuka untuk berteman.

Jangan Takut Canggung di Awal Aplikasi membuka banyak "kandidat" pertemanan baru, tapi kerja kerasnya tetap ada di tanganmu. Bedanya dengan kencan, pertemanan tidak membutuhkan chemistry instan untuk bisa berlanjut.

Kandidat doktor psikologi klinis, Carolyn Bruckmann, dalam artikelnya tahun 2025 untuk Harvard Kennedy School berjudul The Friendship Recession: The Lost Art of Connecting, menulis bahwa membangun pertemanan butuh keberanian mengambil risiko, dan rasa canggung adalah bagian alami dari proses itu. Menurutnya, pengalaman baru dan tantangan bersama justru bisa jadi perekat pertemanan, bukan penghalang.

Karena itu, Lee menyarankan pertemuan berbasis aktivitas. Punya kegiatan untuk difokuskan bisa mengurangi rasa canggung dan tekanan di awal pertemanan, sekaligus membuka ruang obrolan yang lebih natural. Coba main pickleball kalau ingin belajar olahraga baru, ikut paint-and-sip kalau ingin eksplorasi sisi kreatif, atau datang ke konser musisi favorit. Di tengah padatnya kesibukan orang dewasa, pertemanan memang sering terabaikan. Banyak ekspektasi kehidupan sosial dewasa justru terfokus pada pencarian pasangan romantis, sampai-sampai kencan pertama yang canggung, membosankan, atau bahkan buruk pun dianggap wajar.

Barangkali membangun komunitas pertemanan butuh pola pikir yang sama: tidak semua pertemanan akan bertahan, tapi justru itulah intinya — kamu terus mencoba sampai beberapa di antaranya berhasil.


BEDCOVER LADY ROSE 160 FLAT TARA



SUMBERhttps://lifestyle.kompas.com/read/2026/09/04/200300720/kenapa-cari-teman-makin-sulit-saat-dewasa-ini-penjelasannya?page=2

SPREI AKIKO 160 HAYDEN



Baca Juga :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar