Edisi Digital Terkini | Berita Aktual & Terpercaya

Recent Posts

Nyeri Kaki Saat Berjalan dan Hilang Saat Istirahat, Waspada Penyakit Arteri Perifer

 


Nyeri pada kaki yang muncul saat berjalan dan kemudian mereda setelah beristirahat mungkin kerap dianggap sebagai keluhan biasa. Namun, kondisi tersebut perlu diperhatikan karena dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada pembuluh darah kaki. Spesialis jantung dan pembuluh darah dari RSJPD Harapan Kita, dr. Ruth Grace Aurora, Sp.JP, menjelaskan bahwa keluhan pada kaki, seperti nyeri dan kesemutan, dapat disebabkan oleh berbagai kondisi.

Penyebabnya tidak selalu berkaitan dengan pembuluh darah, tetapi juga dapat berasal dari saraf maupun otot.

“Kalau yang penyebabnya adalah masalah pembuluh darah, umumnya sih bisa berhubungan,” ujar dr. Ruth dalam Talkshow Keluarga Sehat, dikutip dari Instagram @kemenkes, Kamis (1/10/2026), Salah satu gangguan pembuluh darah yang dapat menimbulkan keluhan tersebut adalah penyakit arteri perifer atau peripheral artery disease (PAD).

Nyeri muncul saat berjalan Dokter Ruth menjelaskan, salah satu ciri yang dapat mengarah pada gangguan pembuluh darah kaki adalah nyeri yang muncul atau semakin terasa ketika seseorang melakukan aktivitas, terutama berjalan. Keluhan tersebut kemudian dapat mereda ketika kaki digunakan untuk beristirahat. “Kalau dipakai berjalan, di mana langkah atau jarak walking distance-nya lebih tinggi, keluhannya akan memberat atau makin nyata. Tapi kalau dia beristirahat, keluhan kakinya mereda,” jelas dr. Ruth.

Kondisi tersebut dikenal sebagai klaudikasio. Jarak berjalan sebelum munculnya nyeri juga dapat semakin pendek apabila gangguan aliran darah semakin berat. Sebagai contoh, seseorang yang sebelumnya baru merasakan nyeri setelah berjalan cukup jauh dapat mengalami keluhan setelah berjalan dalam jarak yang lebih pendek. Pada kondisi yang lebih berat, nyeri bahkan dapat muncul ketika seseorang sedang beristirahat.

Kenali gejala lain Selain nyeri saat berjalan, terdapat sejumlah gejala lain yang perlu diperhatikan. Dokter Ruth mengatakan, ujung jari kaki dapat terasa lebih dingin, disertai berkurangnya sensasi atau rasa baal. Perubahan pada kondisi kulit juga dapat terjadi. Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah munculnya luka pada kaki atau ujung jari yang tidak kunjung sembuh. “Paling berat lagi gambarannya adalah luka. Jadi hati-hati juga kalau ada luka di daerah kaki atau daerah ujung-ujung kaki,” kata dr. Ruth.

Luka tersebut dapat semakin besar dan sulit sembuh karena gangguan aliran darah membuat oksigen dan nutrisi tidak tersalurkan dengan baik hingga ke bagian tubuh yang mengalami gangguan. Dokter Ruth menjelaskan, aliran darah membawa oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh. Ketika aliran tersebut terganggu, kondisi jaringan di bagian ujung kaki juga dapat ikut terdampak. Tidak hanya dialami lansia Penyakit arteri perifer sebelumnya lebih banyak dikenal sebagai penyakit yang berkaitan dengan usia lanjut.

Namun, menurut dr. Ruth, perubahan gaya hidup turut membuat penyakit pembuluh darah dapat ditemukan pada usia yang lebih muda. Salah satu faktor risiko yang paling banyak ditemukan adalah kebiasaan merokok. Selain itu, diabetes melitus, hipertensi, kadar kolesterol tinggi, serta berat badan berlebih juga dapat meningkatkan risiko. “Nomor satu sih merokok,” ujar dr. Ruth. Ia menambahkan, penyakit arteri perifer juga dapat berkaitan dengan kondisi lain, termasuk penyakit autoimun dan gangguan pembekuan darah. Namun, sebagian besar kasus yang ditemui berkaitan dengan adanya penyakit penyerta atau komorbid lain.

Kaki dan jantung memiliki kaitan Gangguan pembuluh darah di kaki juga tidak dapat dipandang sebagai masalah yang hanya terjadi pada bagian tubuh tersebut. Dokter Ruth menjelaskan, penyempitan pembuluh darah pada kaki dapat berkaitan dengan kondisi pembuluh darah di bagian tubuh lainnya. Pasien yang mengalami penyempitan pembuluh darah koroner atau pembuluh darah karotis, misalnya, juga dapat mengalami gangguan pada pembuluh darah kaki maupun tangan.

Hal ini berkaitan dengan sistem pembuluh darah yang mengalirkan darah ke berbagai bagian tubuh. Karena itu, keberadaan keluhan pada kaki, terutama pada seseorang yang memiliki faktor risiko penyakit pembuluh darah, perlu diperhatikan dan diperiksa lebih lanjut. Jangan abaikan keluhan Dokter Ruth mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan luka, kesemutan, maupun nyeri pada kaki, terutama jika memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, atau kebiasaan merokok.

Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mengetahui kondisi pembuluh darah dan faktor risiko yang mungkin menyertainya. “Sedini mungkin dicari komorbid-komorbid yang berpotensi menyebabkan penyempitan pembuluh darah kaki, pembuluh darah koroner juga,” ujar dr. Ruth. Selain melakukan pemeriksaan, pengendalian faktor risiko juga penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah, termasuk berhenti merokok serta mengontrol diabetes dan kadar kolesterol.

SPREI KINTAKUN DELUXE 120 T25 ADELINA




Komentar

Follow us on facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Contact Us

Blog Archive

Cari Blog Ini

Arsip Koran



Labels

Labels

Recent Posts

Social Media

About

BTemplates.com

Blogroll

Find Us