Usai Lari Jarak Jauh, Ice Bath Bisa Jadi Pilihan Recovery
Lari jarak jauh membuat tubuh menerima beban fisik yang lebih besar, terlebih bagi orang yang belum terbiasa berlari. Karena itu, pelari perlu memperhatikan kondisi tubuh setelah menyelesaikan latihan atau perlombaan, bukan hanya mengejar jarak yang ingin dicapai. Salah satu metode recovery yang dapat digunakan adalah ice bath, terutama setelah tubuh menerima impact yang cukup besar selama berlari. Race Director dari Indonesia Muda Road Runner (IMRR), Satrio Guardian, mengatakan kebutuhan recovery perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing pelari.
Saat Tubuh Menerima “Too Much Impact” Satrio mencontohkan kondisi pelari yang sebelumnya belum pernah berlari, tetapi tiba-tiba menyelesaikan sebuah lari dengan beban yang cukup berat.
“Kalau mungkin too much impact buat tubuh, misalnya belum pernah lari terus tiba-tiba langsung jauh itu too much impact,” ujar Satrio dalam konferensi pers perilisan Guardian Run 2026 di Senayan Park, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Menurut dia, ketika tubuh menerima beban seperti itu, pelari membutuhkan upaya untuk membantu proses recovery, termasuk melalui metode tertentu ataupun suplemen yang sesuai dengan kebutuhannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa recovery tidak bisa disamaratakan karena kondisi tubuh dan kebutuhan setiap pelari berbeda. Satrio juga mengingatkan bahwa penggunaan suplemen sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan karena kebutuhan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Ice Bath Jadi Salah Satu Pilihan Recovery Salah satu metode recovery yang disebut Satrio adalah ice bath, terutama ketika otot terasa terlalu kencang setelah berlari. “Recovery after lari yang pertama adalah biasanya ada apa namanya ice bath, ice bath itu salah satu recovery juga,” kata Satrio. Ia menjelaskan, ice bath dapat digunakan pada bagian tubuh yang terasa mengalami ketegangan setelah aktivitas lari. “Biasanya sih kaki ya, mainnya kalau lari kan kaki pasti yang dia apa namanya kerama atau apa, salah satunya itu ice bath,” ujar Satrio. Menurut Satrio, metode tersebut juga digunakan oleh atlet setelah menyelesaikan latihan, sehingga ice bath menjadi salah satu pilihan recovery yang dapat dilakukan setelah aktivitas fisik.
Selain ice bath, ia menyebut suplemen tertentu dapat membantu mempercepat recovery ketika tubuh menerima terlalu banyak impact.
Meski begitu, jenis suplemen yang dibutuhkan tidak bisa disamakan untuk semua orang karena bergantung pada kondisi tubuh dan program latihan. “Kebutuhannya apa, memang itu kita enggak bisa menyamakan, ini suplemennya ini, tapi kita harus cek dulu kebutuhan tubuh kita apa,” kata Satrio.
Satrio kemudian menyinggung pengalamannya mengenai atlet yang berlatih keras tetapi tidak mendapatkan nutrisi dan suplemen yang menurutnya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Ia mengatakan kondisi tersebut pernah dikaitkan dengan atlet yang mengalami “pengapuran” sebelum memasuki masa emasnya, meski pernyataan tersebut merupakan pengalaman dan penjelasan dari Satrio dalam konteks pembahasan nutrisi atlet. Karena itu, ia menekankan pentingnya mengetahui kebutuhan tubuh sebelum menentukan bentuk dukungan pemulihan yang akan digunakan.
“Berbeda program, berbeda latihan itu berbeda suplemen,” ujar Satrio.
![]() |
| Bedcover Bonita Rumbai Folix |
| SELIMUT ROSANNA VITO 160 LEVI |
Baca Juga :

Komentar
Posting Komentar