This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 23 November 2022

HARGA SELIMUT LOREK KANCIL EMAS 23/11/2022 | WONGPASAR GROSIR MALANG

 

SELIMUT LOREK KANCIL EMAS 


Selimut Lorek 
Merek Kancil Emas 
Export Quality 
Ukuran 185 X 120 cm 
Lebih tebal dan halus 
1 kg muat 2 pcs











MAU IKUT GABUNG GROUP.... SILAHKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI !!



Untuk Pembelian Grosir dengan Motif berbeda atau Ongkos kirim termurah bisa ditanyakan via SMS/WA atau dapat dilihat di menu cek ongkir








Whatsapp

Whatsapp admin 1 : 08-1945-155-144
Whatsapp admin 2 :  08-770-116-5767
Whatsapp admin 3 :  0812-9393-9474
Whatsapp admin 4 :  0818-0408-1983


SHOPEE



ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / Twitter



KONTAK KAMI UNTUK PENDAFTARAN RESELLER





KAMI HANYA DI MALANG, TIDAK MEMILIKI CABANG DIMANAPUN
KECUALI PERWAKILAN AGEN AGEN, RESELLER, DROPSHIP DISETIAP DAERAH.

@ Pengiriman via JNE, JNT, WAHANA, POS INDONESIA, SAKURA, DAKOTA, DOT CARGO, KGP (Kerta Gaya Pusaka). dll.
@ Welcome Reseller & Customer















8 Temuan Baru Kasus Keluarga di Kalideres Tewas: Jasad si Ibu Masih Dirawat Meski Sudah Meninggal

 




TRIBUNNEWS.COM - Pihak kepolisian mengungkapkan temuan baru terkait kasus satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, yang ditemukan tewas.

Sebagai informasi, pasangan suami istri Rudyanto Gunawan (71) dan Reni Margaretha (66); adik Rudyanto, Budiyanto (68); dan anak pasutri, Dian Febbyana (42); ditemukan sudah tidak bernyawa pada Kamis (10/11/2022), setelah adanya laporan bau busuk pada Ketua RT setempat.

Saat ditemukan, jasad Rudyanto dalam posisi tertidur di atas kasur di kamar belakang.

Sementara, jasad Reni ditemukan dalam posisi serupa di kamar depan.

Jasad Dian juga ditemukan di kamar depan, tetapi letaknya di lantai.

Terakhir, jasad Budiyanto ditemukan dalam posisi telentang di sofa ruang tamu.

Berikut ini temuan-temuan baru terkait tewasnya satu keluarga di Kalideres:

1. Ponsel milik bersama

Ditrikrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, mengungkapkan ada dua ponsel milik keluarga di Kalideres yang tewas, yang telah ditemukan.

Dua ponsel tersebut dipakai keempat anggota keluarga secara bersama-sama.

Ada aplikasi PeduliLindungi atas nama masing-masing dua orang dalam ponsel yang ditemukan.

"Satu HP digunakan oleh masing-masing dua orang, dan kami lihat di sini ternyata ada aplikasi PeduliLindungi atas nama masing-masing dua orang," ungkap Hengki saat konferensi pers, Senin (21/11/2022), dikutip dari Kompas.com.

2. Riwayat pesan di ponsel korban

Dari ponsel tersebut, polisi juga menemukan riwayat pesan.

Hengki Haryadi menyebut, kalimat-kalimat yang ada di riwayat perpesanan rapi dan diselipi bahasa Inggris.

"Kata-katanya sangat rapi, terlihat berpendidikan, ada Bahasa Inggris di sela-sela tulisan tersebut," katanya kepada wartawan.

Diduga, yang menulis pesan-pesan tersebut adalah seorang perempuan.

Kendati demikian, Hengki mengatakan hal tersebut masih didalami oleh psikologi forensik.

Pasalnya, ponsel tersebut digunakan oleh satu keluarga bersama-sama.

Dari pemeriksaan ponsel milik korban, kata Hengki, tak menemukan adanya percakapan soal utang.

"Enggak ada di sana mengenai utang," ujarnya.

Tak hanya itu, Hengki mengungkapkan ponsel milik satu keluarga di Kalideres banyak berisikan pesan-pesan negatif.

Pesan tersebut, kata Hengki, hanya terjadi satu arah dari ponsel pertama ke ponsel kedua.

"Jadi banyak sekali kata-kata berisi tentang emosi yang bersifat negatif, yang saat ini sedang didalami oleh pihak psikologi forensik," ujar Hengki.

3. Rumah hendak dijual, tapi tak kunjung laku

Keluarga di Kalideres yang ditemukan tewas, ternyata sempat akan menjual rumah mereka lewat seorang mediator, tapi tak kunjung laku.

Karena itu, mereka pun memilih menggadaikan sertifikat rumah.

Hal ini diketahui pihak kepolisian dari keterangan pegawai koperasi yang sempat datang ke rumah keluarga Rudyanto Gunawan pada 13 Mei 2022 lalu, bersama seorang mediator.

Pegawai koperasi itu datang ke rumah keluarga Rudyanto untuk melakukan survei.

"Karena waktu itu sempat putus asa tidak ketemu siapa pembeli rumahnya, karena akan dijual seharga Rp1,2 miliar akhirnya dikembalikan sertifikat itu kepada almarhum Budiyanto ini. Tetapi ditolak. Suruh pegang aja," urai Hengki Haryadi.

4. Sang ibu, Reni Margaretha, sudah meninggal sejak Mei 2022

Satu dari tiga jenazah di Kalideres yang ditemukan tewas, Reni Margaretha, sudah meninggal sejak Mei 2022.

Fakta ini terungkap dari kesaksian seorang pegawai koperasi yang sempat berkunjung untuk men-survei rumah Reni.

Pegawai koperasi tersebut datang bersama mediator jual beli rumah yang kerap berkomunikasi dengan sang paman, Budiyanto.

Ketika tiba di rumah korban, mereka mencium bau busuk.

"Saat ditanya, Budyanto menjawab bahwa got lupa dibersihkan," ucap Hengki Haryadi.

Setelahnya, mereka masuk ke dalam rumah dan bertanya soal sertifikat rumah yang diketahui atas nama Reni Margaretha.

Kedua saksi tersebut lalu meminta dipertemukan langsung dengan Reni yang saat itu disebut Budiyanto sedang tertidur di dalam kamar.

Ketika pintu kamar dibuka, bau busuk tercium semakin tajam.

Namun, sang anak, Dian Febbyana, melarang lampu dihidupkan karena Reni sensitif terhadap cahaya.

"Diantar masuk ke dalam kamar begitu pintu kamar dibuka menyeruak bau lebih busuk lagi. Dian (anak Margaretha) bilang si ibu sedang tidur dan minta lampu jangan dihidupkan karena 'ibu saya sensitif terhadap cahaya' kata Dian," terang Hengki.

Tanpa sepengetahuan Dian, pegawai koperasi menyalakan flash ponsel dan melihat Reni sudah terbujur kaku.

Ia pun kaget dan berteriak mengucapkan kalimat takbir.

"Yang bersangkutan langsung teriak takbir Allahu Akbar, ini sudah jadi mayat," jelasnya.

Berdasarkan keterangan saksi ini, kata Hengki, pihaknya menarik kesimpulan bahwa ada satu korban yang sudah meninggal pada bulan Mei.

"Kita bisa menarik kesimpulan bahwa ada yang meninggal sejak bulan Mei diduga ini adalah atas nama Reni," kata Hengki.

5. Dian masih rawat ibunya meski sudah meninggal

Dian Febbyana diketahui masih menyisiri rambut Reni Margaretha meski sang ibu sudah meninggal.

Bahkan, ia juga memberi susu untuk sang ibu.

Hal ini diketahui dari kesaksian pegawai koperasi yang pernah datang ke rumah keluarga di Kalideres pada Mei 2022 lalu.

Kala itu, ia yang kaget tahu Reni sudah meninggal, memberi tahu kepada Dian.

Tetapi, oleh Dian dijawab bahwa sang ibu masih hidup dan masih diberi susu setiap hari.

"Saat pegawai koperasi di dalam kamar menyampaikan bahwa ibunya sudah jadi mayat, Dian jawab ibu saya masih hidup, tiap hari saya berikan minum susu, sambil disisir dan rambutnya rontok semua," terang Hengki Haryadi.

Selain Reni, Dian, dan Budiyanto, Hengki mengungkapkan kedua saksi mata tak melihat keberadaan Rudyanto Gunawan saat itu.

6. Saksi mata diminta tak lapor

Pegawai koperasi dan mediator yang datang ke rumah sekeluarga di Kalideres pada Mei 2022 lalu, sempat diminta Budiyanyo untuk tak melapor ke ketua RT setempat ataupun polisi terkait kondisi Reni Margaretha yang sudah meninggal.

Menurut saksi mata, pesan tersebut disampaikan Budiyanto kepadanya saat ia berlari ketakutan seusai melihat jasad Reni terbujur kaku di dalam kamar.

"Pada saat keluar ketemu saksi yang lain, sudah kami ambil keterangan juga menyatakan yang sama bahwa sempat teriak Allahu Akbar dan salah satu saksi ini dikejar oleh Budiyanto."

"'Tolong Pak jangan sampai dilaporkan ke polisi, jangan dilaporkan pihak RT ataupun warga sini'. Dan ternyata tidak dilaporkan," terang Hengki Haryadi, dikutip dari TribunJakarta.com.

Hal tersebut, kata Hengki, sangat disesalkan pihak kepolisian.

Menurutnya, kejadian serupa seharusnya wajib dilaporkan ke polisi.

"Ini yang kami sesalkan, seharusnya kita semua sebagai warga masyarakat tidak boleh permisif, kejadian seperti ini agar dilaporkan saja," tegas Hengki.

7. Jasad sudah mengalami mumifikasi

Jasad satu keluarga di Kalideres yang ditemukan tewas, sudah mengalami mumifikasi.

Hal tersebut, kata Hengki Haryadi, tengah diteliti oleh tim forensik.

"Ini sedang kami teliti oleh forensik yang sudah meninggal dan terjadi mumifikasi," ungkapnya.

8. Barang-barang elektronik sudah dijual

Sejumlah barang milik sekeluarga di Kalideres yang ditemukan tewas, sudah dijual satu per satu.

Barang-barang tersebut adalah mobil, motor, AC, kulkas, blender, dan TV.

"Dari salah satu penghuni (korban), ternyata yang bersangkutan ini pernah menghubungi salah satu nomor. Ini berkaitan dengan penjualan barang-barang yang ada di dalam rumah," ujar Hengki.

"Barang-barang itu, yakni mobil, kendaraan (roda dua), kemudian AC, kulkas, blender, dan TV," lanjutnya.

Hengki memastikan, penyidiknya telah menemukan pihak-pihak yang membeli barang-barang tersebut.

Bahkan, penyidik memiliki bukti transaksi perdagangan tersebut.

"Kami sudah dapatkan siapa yang membeli, berapa duit dijualnya, dan sebagainya," katanya.

Penemuan bukti transaksi ini menjadi bukti penguat bahwa tidak ada praktik pencurian atau penggelapan atas barang-barang korban.

Dengan demikian, penyidik bisa melanjutkan proses penyelidikan ke dugaan motif lain tewasnya satu keluarga itu di luar dugaan pencurian atau penggelapan barang.

"Jadi, praduga awal yang menyatakan ada pencurian mobil, terus barang-barang yang ada di rumah, sementara bisa kami patahkan," tandas Hengki.




Pelaku Tabrak Lari di Jombang Dihakimi Massa, Tega Tabrak Anak Sendiri dan Videonya Viral

 




TRIBUNNEWS.COM - Kasus tabrak lari terjadi di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (22/11/2022).

Pelaku yang mengendarai mobil Toyota Innova dengan sengaja menabrak korban dan kabur usai melakukan aksinya.

Diketahui korban adalah Adi Wijaya (45) yang merupakan anak dari pelaku.

Akibat tabrak lari ini korban mengalami luka parah.

Warga yang mengetahui aksi tabrak lari ini mencoba mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya di wilayah Peterongan, Kabupaten Jombang yang berjarak sekitar 7 kilometer dari lokasi tabrakan.

Pelaku menjadi sasaran amukan massa karena melakukan tabrak lari.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Jombang, Ipda Anang Setyanto, menjelaskan pelaku diberhentikan dan ditangkap oleh warga saat memasuki gang perkampungan.

Warga sempat menghakimi pelaku dan amukan massa ini berhenti ketika polisi datang.

"Ditangkap oleh warga di jalan masuk kampung, Keplaksari, Peterongan. Kemudian dihakimi sama warga, lalu diamankan sama petugas lantas," ujarnya pada Selasa (22/11/2022) dikutip dari Kompas.com.

Pelaku yang babak belur dibawa ke Puskesmas Peterongan sebelum menjalani pemeriksaan.

Ipda Anang Setyanto menjelaskan penyebab awal kasus tabrak lari ini adalah perselisihan antara ayah dan anak.

Sebelum terjadi aksi tabrak lari, ayah dan anak ini sempat terlibat pertengkaran.

Ketika kejadian, pelaku dan korban membawa mobil sendiri-sendiri.

Pelaku menabrak korban ketika korban berada di luar mobil dan kabur usai melakukan aksinya.

“Kendaraan yang terlibat sudah kita amankan di Kantor Sat Lantas. Untuk sementara ini kejadian lakanya (kecelakaan) dulu yang kita terima. Soal faktor penyebabnya kira-kira apa, nanti dilimpahkan ke Reskrim," terangnya pada Selasa (22/11/2022) dikutip dari Kompas.com.

Video aksi kejar-kejaran antara pelaku dan warga viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @info_seputar_jombang pada Selasa (22/11/2022).

Dalam video tersebut, terlihat kondisi mobil sudah rusak parah ketika dikejar warga.

Pelaku mengendarai mobil dengan kondisi ban pecah sampai pelek depan terlepas.

Berikut keterangan yang ditulis dalam unggahan tersebut:

Kejar-Kejaran Mobil Tabrak Lari

Mobil Innova warna Silver Nopol S 1093 XC diketahui menabrak seseorang di depan taman Mojoagung. Sang sopir bukannya berhenti tetapi malah melarikan mobilnya kebarat dan dikejar warga sejauh 10KM hingga Keplaksari Peterongan siang ini. (22/11/22)

Sang sopir memacu mobil dengan kondisi pecah ban, hingga ahkirnya pelek depan kiri terlepas di sekitar Keplaksari, tak berhenti disitu sopir masih memaksa melaju sampat traffic light Keplaksari sejauh 400m dari lepasnya pelek.

Warga yang geram melihat aksi ini melampiaskan kekesalannya kepada sang sopir. Diketahui sopir juga merupakan warga Mojoagung saat ini dirawat di Puskesmas Peterongan. Satlantas Polres Jombang masih melakukan pendalaman kasus ini









HARGA KARPET SPON SPONS TIKAR KARAKTER GULUNG LIPAT 120 X 150 TERMURAH 23/11/2022 | WONGPASAR GROSIR MALANG

KARPET SPON SPONS TIKAR KARAKTER GULUNG LIPAT 120 X 150 TERMURAH


Ukuran -+ PJ 120-130 - LB 135-150 - T 2-3MM
VARIANT MOTIF
RANDOM UNTUK BOY / GIRL
Motif unik dan beragam; batik, bunga, animasi, klub bola , kartun, disney , bola
Mudah dibawa kemana-mana
Bahan plastik dan spons
Tidak mudah luntur
WATERPROOF












MAU IKUT GABUNG GROUP.... SILAHKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI !!



Untuk Pembelian Grosir dengan Motif berbeda atau Ongkos kirim termurah bisa ditanyakan via SMS/WA atau dapat dilihat di menu cek ongkir








Whatsapp

Whatsapp admin 1 : 08-1945-155-144
Whatsapp admin 2 :  08-770-116-5767
Whatsapp admin 3 :  0812-9393-9474
Whatsapp admin 4 :  08-214-294-2469


SHOPEE



ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / Twitter



KONTAK KAMI UNTUK PENDAFTARAN RESELLER





KAMI HANYA DI MALANG, TIDAK MEMILIKI CABANG DIMANAPUN
KECUALI PERWAKILAN AGEN AGEN, RESELLER, DROPSHIP DISETIAP DAERAH.

@ Pengiriman via JNE, JNT, WAHANA, POS INDONESIA, SAKURA, DAKOTA, DOT CARGO, KGP (Kerta Gaya Pusaka). dll.
@ Welcome Reseller & Customer