Di balik maraknya riset tentang asupan penunjang kecerdasan, para pakar rupanya juga menyoroti kebiasaan makan yang diam-diam menggerogoti fungsi kognitifmu. Sebuah riset observasional terkini mengungkap temuan mencengangkan terkait bahaya di balik hobi mengonsumsi makanan asin. Siapa sangka, kegemaran menyantap hidangan tinggi garam yang kerap disepelekan ini ternyata menjadi biang keladi merosotnya daya ingat seseorang secara tajam. Fakta yang tak kalah menarik, menyadur Prevention, Senin (3/8/2026), ancaman kerusakan memori akibat tumpukan natrium ini diketahui mengincar kaum pria jauh lebih parah ketimbang perempuan.
Bahaya konsumsi garam berlebih bagi otak Menurunnya kemampuan mengingat peristiwa Studi observasional berjudul "Higher sodium intake is associated with episodic memory decline in cognitively unimpaired older males: A 6-year longitudinal study" yang diterbitkan dalam jurnal Neurobiology of Aging pada Juni 2026 ini, mengamati lebih dari 1.200 orang dewasa di Australia dengan fungsi kognitif normal.
Selama enam tahun, peneliti memantau bagaimana asupan garam harian peserta berkaitan erat dengan perubahan memori mereka. Melalui kuesioner harian dan tes neuropsikologis berkala, peneliti mengevaluasi kinerja ingatan episodik, kelancaran bahasa, fungsi eksekutif, hingga rentetan gejala awal dari penyakit Alzheimer.
Hasilnya tidak menunjukkan kaitan merata pada seluruh peserta. Namun, asosiasi signifikan muncul saat kelompok pria diperiksa lebih detail. Pria lansia dengan asupan natrium tinggi terpantau mengalami penurunan tajam pada ingatan episodik mereka, yakni memori mengenai peristiwa spesifik di masa lalu. "Ingatan episodik sangat penting karena merupakan salah satu domain kognitif paling awal yang terkena dampak penyakit Alzheimer, dan terkait erat dengan fungsi hipokampus," jelas ahli gizi sekaligus ilmuwan makanan, Jennifer Pallian, B.S.C., R.D..
Kerusakan pembuluh darah otak Kebiasaan menyantap hidangan asin selalu dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan masalah kardiovaskular. Ahli gizi dan profesor madya di University of South Florida College of Public Health, Lauri Wright, R.D.N., menyoroti bahwa dampak vaskular dari pola makan tinggi natrium pada akhirnya dapat menurunkan ketajaman pikiran dan daya ingatmu.
Tekanan darah tinggi bisa mencederai pembuluh otak dan memicu peradangan. Wright mencatat kondisi ini akan merusak jalur memori dan menyumbang penumpukan protein perusak bernama amiloid, yang dikenal luas sebagai ciri khas penyakit Alzheimer. Ahli saraf di Minneapolis Clinic of Neurology, Alexander Zubkov, M.D., menambahkan, kelebihan natrium perlahan ikut merusak jaringan sel dan pembuluh darah kecil otak. Pada akhirnya, aliran darah menuju daerah rentan seperti hipokampus menjadi makin berkurang. Meski peserta pria dan perempuan dalam riset ini sama-sama banyak mengonsumsi garam, pria tercatat memiliki tekanan darah diastolik jauh lebih tinggi.
"Sehingga, mereka kemungkinan menanggung beban vaskular dan peradangan kumulatif yang lebih besar dari garam. Bisa jadi hanya pria yang melewati ambang batas di mana dampak kognitif menjadi terukur selama enam tahun," kata dr. Zubkov. Tips menekan asupan garam harian Pallian memaparkan tren peningkatan asupan natrium saat ini sebagian besar didorong oleh masifnya ketergantungan pada makanan ultraproses. Faktor inilah yang kerap membuat proses pembatasan garam harian terasa sangat sulit untuk diterapkan dengan konsisten. Untuk mengakalinya, kamu bisa memprioritaskan makanan segar dan membatasi produk kemasan. Cobalah mengandalkan rempah alami sebagai penambah rasa untuk mengganti garam. Lalu, pastikan kamu selalu mengecek label nutrisi guna memastikan produk rendah natrium. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan orang dewasa menekan asupan natrium di bawah 2.000 miligram per hari. "Ketika kamu menggabungkan temuan ini dengan apa yang sudah kita ketahui tentang garam, tekanan darah, dan cedera otak vaskular, ini memperkuat alasan untuk menjaga asupan natrium di sisi yang lebih rendah sebagai bagian dari gaya hidup pelindung otak yang komprehensif, terutama bagi pria yang lebih tua," tutur Pallian.
Dokter Zubkov mengamini hal tersebut karena hasil temuannya dirasa sejalan dengan fakta medis yang ada.
"Konsisten dengan cerita yang lebih luas bahwa faktor risiko vaskular dan pola makan, seperti kelebihan natrium, dapat secara diam-diam membentuk penuaan otak jauh sebelum demensia muncul," pungkas dia.
SPREI ROSANNA VITO 120 DORAEMON POCKET
Tidak ada komentar: