Hand Sanitizer kerap menjadi pilihan praktis ketika tidak ada wastafel dan sabun di sekitar. Produk ini mudah dibawa dan dapat digunakan saat bepergian, berada di transportasi umum, maupun setelah menyentuh berbagai permukaan yang digunakan bersama. Namun, hand sanitizer tidak selalu dapat menggantikan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air. Para ahli menjelaskan, ada kondisi tertentu ketika mencuci tangan menjadi pilihan yang lebih efektif untuk membersihkan kuman dari kulit. Melansir Yahoo Health, Direktur Medis National Foundation for Infectious Diseases, Dr. Robert H. Hopkins Jr. mengatakan, mencuci tangan dengan sabun dan air umumnya lebih efektif dalam membantu mencegah penularan penyakit. Proses tersebut tidak hanya mengandalkan sabun, tetapi juga melibatkan aktivitas membasahi, menggosok, membilas, hingga mengeringkan tangan.
"Mencuci tangan dengan sabun dan air umumnya lebih efektif daripada menggunakan pembersih tangan dalam mencegah penularan penyakit. Tindakan fisik seperti membasahi tangan, menggosok, membilas, dan mengeringkan, semuanya berperan dalam menghilangkan kotoran, bahan kimia, dan kuman dari kulit," jelas Hopkin.
Tak Semua Kuman Bisa Diatasi Kepala Perawat American Nurses Enterprise, Dr. Bradley Goettl, menjelaskan pembersih tangan berbasis alkohol bekerja dengan mengganggu organisme yang menempel di tangan. Alkohol dapat merusak membran dan protein yang dibutuhkan bakteri serta banyak virus untuk bertahan hidup. "Pembersih tangan berbasis alkohol bekerja lebih dengan mengganggu organisme itu sendiri. Ia merusak membran dan protein yang dibutuhkan bakteri dan banyak virus untuk bertahan hidup," ujar Goettl. Meski demikian, kemampuan tersebut tidak berlaku untuk seluruh patogen. Hopkins menjelaskan sejumlah bakteri dan virus memiliki lapisan luar yang membuatnya lebih terlindungi dari efek alkohol. "Sayangnya, banyak bakteri dan virus, termasuk Clostridioides difficile (C. difficile, bakteri yang menyebabkan radang usus besar dan diare), norovirus, beberapa virus flu biasa, dan lainnya, terlindungi dari efek alkohol oleh lapisan luar berupa protein dan gula," imbuh Hopkins.
Karena itu, penggunaan hand sanitizer perlu disesuaikan dengan kondisi tangan dan situasi. Hopkins mengatakan pembersih tangan dengan kandungan alkohol minimal 60 persen tetap menjadi alternatif yang berguna ketika sabun dan air tidak tersedia. Hand sanitizer dapat digunakan ketika tangan tidak terlihat kotor dan tidak tersedia wastafel, misalnya saat berada di bandara, toko, transportasi umum, rapat, atau setelah menyentuh banyak permukaan yang digunakan bersama. Sebaliknya, sabun dan air lebih tepat digunakan ketika tangan terlihat kotor, berminyak, atau terkontaminasi. Kondisi tersebut termasuk setelah menggunakan kamar mandi, menangani daging mentah, mengganti popok, atau sebelum menyiapkan makanan. "Aturan saya sederhana. Jika tangan Anda terlihat kotor, berminyak, atau terkontaminasi, gunakan sabun dan air. Itu termasuk setelah menggunakan kamar mandi, menangani daging mentah, mengganti popok, atau sebelum menyiapkan makanan," kata Goettl. Goettl juga mengatakan mencuci tangan menjadi pilihan yang tepat ketika norovirus sedang menyebar di lingkungan seperti kantor atau sekolah anak.
Cara Menggunakan Hand Sanitizer dan Cuci Tangan Efektivitas hand sanitizer juga bergantung pada cara penggunaannya. Hopkins menyarankan penggunaan gel atau busa dalam jumlah yang cukup untuk menutupi seluruh permukaan kedua tangan.
"Gunakan pembersih tangan secukupnya untuk menutupi seluruh permukaan kedua tangan," kata Hopkins. Setelah itu, gosokkan produk secara merata hingga alkohol mengering. Bagian yang perlu diperhatikan meliputi ujung jari, sela-sela jari, ibu jari, hingga seluruh permukaan tangan. Proses menggosok perlu dilakukan sekitar 20 hingga 30 detik sampai tangan benar-benar kering. Sementara ketika mencuci tangan dengan sabun, Goettl mengingatkan agar tidak melakukannya terburu-buru. Bagian yang kerap terlewat antara lain ibu jari, ujung jari, sela-sela jari, punggung tangan, dan area sekitar kuku. Meski demikian, hand sanitizer tetap bermanfaat sebagai pilihan praktis ketika sabun dan air tidak tersedia. Namun, ketika tangan terlihat kotor, berminyak, atau berada dalam kondisi yang membutuhkan pembersihan lebih menyeluruh, mencuci tangan dengan sabun dan air tetap menjadi pilihan yang lebih tepat.
| BEDCOVER AKIKO 180 FLAT HORIZON |
| SPREI CALIFORNIA 180 FALLON Baca Juga : |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar