3 Keluarga Kehilangan 9 Anggota Keluarga Sekaligus Saat Tertidur Lelap

 


Sembilan anggota keluarga tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka setelah atap sebuah rumah bertingkat di Lahore, Punjab, Pakistan, ambruk akibat diguyur hujan deras. Proses evakuasi yang berlangsung intensif selama hampir 24 jam akhirnya berhasil mengeluarkan jenazah para korban. Para korban merupakan bagian dari tiga keluarga yang tertimbun reruntuhan, sebagaimana dikonfirmasi oleh para saksi mata dan pernyataan resmi pemerintah.

Berdasarkan keterangan Layanan Darurat Punjab, sejumlah korban selamat sempat tertimbun di bawah tumpukan puing bangunan yang sangat besar.  Beberapa di antara korban yang berhasil diselamatkan saat ini berada dalam kondisi kritis, sebagaimana dilansir Associated Press.

Peristiwa naas tersebut terjadi pada Rabu (29/7/2026) malam di lingkungan Baghbanpura, Lahore, yang merupakan ibu kota Provinsi Punjab.  Warga sekitar terbangun oleh suara gemuruh dan dentuman keras saat rumah tersebut mendadak runtuh.

Petugas penyelamat darurat bersama tetangga setempat segera berupaya mengevakuasi para korban dari balik material bangunan.  Menurut penuturan warga setempat, hujan mosun yang turun terus-menerus telah melemahkan struktur atap lantai atas bangunan.  Atap tersebut akhirnya roboh akibat kurangnya perawatan. Runtuhnya atap bagian atas itu memicu kegagalan struktur secara beruntun, yang kemudian merobohkan lantai-lantai di bawahnya hingga meratakan seluruh bangunan.




Tragedi ini menambah panjang daftar korban jiwa akibat cuaca ekstrem di Pakistan.  Sejak akhir Juni lalu, intensitas curah hujan yang tinggi telah menewaskan lebih dari 100 orang dalam berbagai insiden terkait hujan.  Salah satu insiden fatal sebelumnya menewaskan 14 anak-anak ketika atap sebuah tempat bimbingan belajar ambruk. Pihak berwenang di Pakistan memperingatkan, mereka tidak dapat mengesampingkan kemungkinan berulangnya cuaca ekstrem yang memicu banjir bandang pada 2022. 

Kala itu, banjir dahsyat merendam sekitar sepertiga wilayah Pakistan, menewaskan 1.737 orang, dan memaksa jutaan jiwa mengungsi. Dalam beberapa tahun terakhir, Pakistan memang kerap mengalami curah hujan di atas rata-rata normal. 

Para ilmuwan mengaitkan tren peningkatan curah hujan ini dengan fenomena perubahan iklim global.  Meskipun Pakistan menyumbang kurang dari 1 persen dari total emisi gas rumah kaca global, berbagai penelitian menunjukkan bahwa negara tersebut termasuk salah satu yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.

SPREI AKIKO POLOS 120 GREEN TEA

SUMBERhttps://www.kompas.com/global/read/2026/07/31/110100770/3-keluarga-kehilangan-9-anggota-keluarga-sekaligus-saat-tertidur-lelap


SPREI MY LOVE 180 KEISHA


Baca Juga :

3 Keluarga Kehilangan 9 Anggota Keluarga Sekaligus Saat Tertidur Lelap 3 Keluarga Kehilangan 9 Anggota Keluarga Sekaligus Saat Tertidur Lelap Reviewed by wongpasar grosir on 08.52 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.