Cerita Ibu di Palembang, Typo Transfer COD Rp 93 Juta, Duit Habis Dipakai Kurir Ekspedisi

 


Niat hati hendak melunasi tagihan belanja Cash on Delivery (COD) sebesar Rp 93.000, seorang ibu rumah tangga di Palembang, Sumatera Selatan, bernasib naas. Wanita berinisial NI (54) justru mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah akibat salah mengetik (typo) nominal saat melakukan transfer via m-banking. Warga Jalan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang ini secara tidak sengaja mengemas angka nol berlebih, hingga nominal yang terkirim membengkak menjadi Rp 93.000.000. Apesnya, uang salah transfer tersebut tak kunjung dikembalikan oleh sang kurir ekspedisi. Saat ditelusuri, saldo puluhan juta itu rupanya sudah ludes dipakai oleh terduga pelaku. Berikut adalah kronologi lengkap insiden salah transfer berujung penggelapan uang COD di Palembang:

Kronologi Kejadian: Berawal dari Tagihan COD Rp 93 Ribu Kejadian berawal pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 10.01 WIB. Saat itu, seorang kurir dari salah satu jasa ekspedisi mendatangi kediaman NI di Jalan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang, untuk mengantarkan barang pesanan dengan sistem Cash on Delivery (COD).

Kurir tersebut menghubungi NI melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp guna mengonfirmasi keberadaan paket dan meminta pembayaran secara nontunai. "Awalnya Terlapor ini WA Pak, mengatakan paket COD saya sudah diantar ke rumah," ujar NI saat memberikan keterangan di Polrestabes Palembang. Kurir tersebut lantas memberikan nomor rekening Bank Central Asia (BCA) pribadinya agar NI dapat menyetorkan uang tagihan barang sebesar Rp 93.000. NI pun langsung membuka aplikasi perbankan digital di ponselnya untuk memproses transaksi. "Saya diminta transfer Pak, seperti biasa senilai Rp 93 ribu," ungkap NI.

Kekeliruan Fatal dan Baru Disadari Beberapa Hari Kemudian Proses transaksi perbankan yang semula berjalan normal tersebut ternyata menyimpang jauh dari perkiraan. NI tanpa sadar memasukkan nominal angka secara keliru saat mengonfirmasi transfer. Bukan Rp 93.000 yang terkirim, melainkan Rp 93.000.000. NI mengaku tidak langsung menyadari kekeliruan fatal tersebut di hari kejadian. Ia baru tersadar setelah beberapa hari berlalu saat mengecek mutasi dan saldo di aplikasi m-banking miliknya. "Saya baru sadar Pak, setelah beberapa hari ternyata saya transfer sebesar Rp 93 juta," katanya. Mengetahui ada kelebihan angka nol yang berujung pada pengiriman dana fantastis, NI bergegas mengontak sang kurir melalui pesan singkat dan sambungan telepon untuk meminta itikad baik pengembalian sisa uang. Namun, upaya komunikasi tersebut tidak membuahkan hasil. "Saya pun menghubungi Terlapor untuk meminta mengembalikan uang tersebut, tetapi tak dikembalikan-kembalikan," tuturnya.

RADUGA - Sprei Kintakun Rumbai 180

Cari Pelaku, Ajak ke Bank, Ternyata Uang Sudah Habis Merasa iktikad baiknya diabaikan dan uang tak kunjung ditransfer balik, NI berinisiatif melacak dan mencari keberadaan kurir tersebut secara langsung.

Setelah berhasil menemui terduga pelaku, NI membujuknya untuk ikut mendatangi kantor cabang Bank BCA terdekat. NI berharap pihak bank dapat membantu memproses cetak buku tabungan atau melakukan pencairan dan pengembalian sisa dana secara resmi. Namun, harapan NI seketika pupus saat petugas bank memeriksa rincian transaksi rekening sang kurir. Uang salah kirim sebesar puluhan juta rupiah tersebut ternyata sudah dipindahtangankan dan ludes tidak bersisa. "Saya cari Pak keberadaan Terlapor dan saya temui, kemudian saya ajak ke Bank BCA. Namun Pak, setelah sampai di Bank BCA, uang tersebut sudah habis dipakainya," beber NI dengan nada kecewa.

Diserahkan ke Polrestabes Palembang Mengetahui uangnya telah dihabiskan oleh terduga pelaku tanpa izin, NI langsung mengamankan dan menyerahkan kurir tersebut ke Markas Kepolisian Resor Terapung dan Besar (Polrestabes) Palembang pada Jumat (7/8/2026). "Oleh itulah Pak, Terlapor saya serahkan ke sini, agar dia bertanggung jawab dan mengembalikan uang saya," tegas NI.

Pihak kepolisian membenarkan adanya penyerahan terduga pelaku tindak pidana penggelapan uang salah transfer tersebut.

Pamapta Piket SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Andi, mengonfirmasi bahwa penanganan perkara salah transfer yang berujung dugaan penggelapan ini tengah diproses secara hukum oleh jajaran Satreskrim.

"Tersangka sudah diterima dan hingga kini sudah diserahkan ke penyidik untuk diperiksa dan diproses lebih lanjut," terang Ipda Andi.

BEDCOVER HAWAI 180 FLAT DAMIRA


SUMBERhttps://regional.kompas.com/read/2026/08/08/061705178/cerita-ibu-di-palembang-typo-transfer-cod-rp-93-juta-duit-habis-dipakai?page=2


SPREI MY LOVE 180 T30 SHARON


Baca Juga : 

Cerita Ibu di Palembang, Typo Transfer COD Rp 93 Juta, Duit Habis Dipakai Kurir Ekspedisi Cerita Ibu di Palembang, Typo Transfer COD Rp 93 Juta, Duit Habis Dipakai Kurir Ekspedisi Reviewed by wongpasar grosir on 08.43 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.