This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Jumat, 18 Agustus 2023
READY STOK SELENDANG IRAMA MAS 18/08/2023 | WONGPASAR MALANG GROSIR
Kantor Notaris di Bangkalan Jadi Sasaran Maling
Momen HUT ke-78 RI, 454 Napi di Lamongan Terima Remisi
Kamis, 17 Agustus 2023
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 17/08/2023
MAU IKUT GABUNG GROUP.... SILAHKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI !!
ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / Twitter
KONTAK KAMI UNTUK PENDAFTARAN RESELLER
KAMI HANYA DI MALANG, TIDAK MEMILIKI CABANG DIMANAPUNKECUALI PERWAKILAN AGEN AGEN, RESELLER, DROPSHIP DISETIAP DAERAH.
@ Pengiriman via JNE, JNT, WAHANA, POS INDONESIA, SAKURA, DAKOTA, DOT CARGO, KGP (Kerta Gaya Pusaka). dll.@ Welcome Reseller & Customer
Lahan Tebu di Bojonegoro Terbakar, Satu Orang Terpanggang
Evakuasi korban kebakaran lahan tebu.
Bojonegoro (beritajatim.com) – Kebakaran lahan tebu terjadi di wilayah Desa Bulu Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro. Dalam peristiwa itu, satu orang ikut terpanggang hingga meninggal dunia. Peristiwa kebakaran diketahui Selasa (15/08/2023) sekitar pukul 18.00 WIB.
Menurut Kapolsek Sugihwaras Polres Bojonegoro, AKP Sudirman, peristiwa kebakaran lahan tebu itu diduga berasal dari rembetan api hasil pembakaran lahan kering. Api diduga berasal dari lahan milik korban, Mustain (70) warga desa setempat.
Sebab, sebelumnya korban berpamitan kepada istrinya akan membakar rumput kering di sawahnya. Api dari pembakaran lahan tersebut diduga merembet ke lahan tebu dan membesar. Korban diduga bermaksud memadamkan api. Tapi nahas, justru turut terbakar.
“Lahan tebu yang terbakar ini berjarak sekitar 50 meter dari lahan korban yang dibakar. Diduga korban terbakar saat bermaksud memadamkan api,” ujarnya, Rabu (16/08/2023).
AKP Sudirman menambahkan, hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, korban ditemukan warga saat pihak keluarga mencarinya karena tak kunjung pulang. Saat ditemukan, kondisi korban sudah terlentang dengan bekas luka bakar di tubuhnya sekitar 60 persen. “Tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan,” terangnya.
Kondisi korban sendiri diketahui sudah tua. Untuk berjalan sendiri harus memakai tongkat. Sehingga, pihak kepolisian menduga kuat saat itu korban panik karena api dari pembakaran lahan miliknya merembet ke lahan tebu. Karena panik, korban berusaha memadamkan api sendirian namun terperangkap kepulan asap dan ikut terbakar.
“Kondisi fisik korban tidak memungkingkan karena korban berjalan menggunakan tongkat, akhirnya korban terperangkap kepulan asap dan korban ikut terbakar sehingga korban meninggal dunia,” pungkasnya. [lus/ian]
SUMBER : https://beritajatim.com/peristiwa/lahan-tebu-di-bojonegoro-terbakar-satu-orang-terpanggang/
Selain Kasus Mutilasi, Pembunuhan Balita di Jombang Juga Belum Terungkap
Sungai Desa Japanan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang yang menjadi lokasi penemuan mayat korban mutilasi, Minggu (6/8/2023)
Jombang (beritajatim.com) – Kasus mutilasi dengan korban seorang wanita di Sungai Japanan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang Jawa Timur, Jumat (4/8/2023), hingga saat ini belum terungkap. Dengan begitu ada dua kasus pembunuhan di Jombang yang belum terungkap.
Karena pada 11 bulan sebelum kasus mutilasi yang menggemparkan itu, di Jombang juga pernah ada temuan mayat seorang balita yang diduga korban pembunuhan. Mayat balita laki-laki ini pertama kali ditemukan Heri Kusworo (37) dan Aditya Saputra (19), warga Desa Jombok, Kesamben, Jombang, , Kamis (22/9/2002), sekitar pukul 10.00 WIB.
Kondisi korban tanpa busana di tepian sungai yang tidak tergenang air. Sebagian kepalanya terbenam di lumpur. Ketika ditemukan warga, posisi tubuhnya miring dengan kedua kaki tertekuk ke depan. Tangan kanannya balita malang ini tertindih tubuhnya yang kurus. Sedangkan tangan kirinya menjulur ke depan.
Saat itu Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat, sedangkan Kasat Reskrim adalah AKP AKP Giadi Nugraha. Polisi memastikan balita yang umurnya diperkirakan 4-7 tahun tersebut korban pembunuhan. Ada bekas kekerasan di kepala depan atau dahi dan di dada korban.
Polisi kesulitan mengungkap kasus tersebut karena tidak ada identitas. Selain itu, tidak ada kamera CCTV radius 5 Km dari lokasi penemuan jasad korban. Upaya pencarian identitas korban sudah dilakukan petugas hingga radius 10 Km dari TKP.
Polisi juga menyebarkan sketsa wajah korban. Wajah korban digambar menggunakan pensil. Kemudian ciri-cirinya disebutkan secara detail. Gambar sketsa itu disebar melalui media sosial. Di antaranya, jenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan 103 centimeter.
Kemudian memiliki warna kulit sawo matang, badan kurus dan bulu mata panjang atau lentik. Ciri-ciri berikutnya memiliki tahi lalat di tangan kanan sisi depan di atas pergelangan tangan. Rambut hitam lurus potongan tidak teratur, tanda lahir di lutut kanan dan lipatan paha kanan serta gigi karies. Korban perkiraan umur 4 sampai dengan 5 tahun.
Sebelas bulan berlalu. Kasus serupa muncul lagi di Jombang. Insiden mengerikan ini pertama kali terbongkar ketika seorang pencari ikan bernama Sunawan menemukan dua karung berisi potongan tubuh manusia di Sungai Desa Japanan pada Jumat malam (4/8/2023) sekitar pukul 21.00 WIB.
Temuan ini segera dilaporkan ke kepala desa, yang kemudian melapor ke Polsek Mojowarno. Petugas bersama dengan warga dan relawan bergerak cepat ke tempat kejadian. Dua karung tersebut ternyata memuat potongan tubuh manusia.
Di dalam karung pertama, terdapat sejumlah potongan tubuh termasuk kaki, sementara di karung kedua, ditemukan dua tangan. Kedua karung ini kemudian dibawa ke ruang jenazah di RSUD Jombang. Hingga saat ini identitas korban masih misterius. Polisi hanya mengungkap bahwa korban berjenis kelamin perempuan.
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto, Selasa (15/8/2023), mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih berupaya menguak identitas korban maupun pelaku. Namun hingga saat ini upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Upaya yang dilakukan polisi di antaranya membuka laporan orang hilang. Walhasil, selama satu minggu lebih itu ada enam laporan orang hilang. Dari jumlah itu, empat laporan terbantahkan. Sedangkan dua laporan masih ditindaklanjuti.
“Empat laporan yang terbantahkan itu karena berbagai alasan. Semisal, orang yang dilaporkan hilang, sudah pulang. Yang kedua sudah melewati batas tanggal. Artinya, temuan mayat tanggal 4 Agustus, tapi orang tersebut hilangnya tanggal 9 Agustus 2023,” katanya menegaskan.
Aldo mengakui kesulitan mengungkap identitas korban. Sehingga polisi susah mengungkap kasus ini. Selain itu juga minimnya petunjuk di lapangan. “Untuk sementara kita melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan barang bukti,” pungkasnya. [suf]






































