Ready Stok Sprei Lady Rose 120 X 200
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Kamis, 21 September 2023
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 21/09/2023
Video Viral Pemain Kota Malang Tendang Kepala Pemain Blitar, KONI Minta Maaf
MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji menyesalkan terjadinya insiden yang dilakukan pemain futsal Kota Malang ke pemain futsal Kabupaten Blitar dalam babak perempat final cabang olahraga (cabor) futsal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) VIII tahun 2023 di Sidoarjo pada 13 September.
Sutiaji mengaku sudah mendapat kabar soal aksi penendangan yang dilakukan pemain futsal Kota Malang ke pemain futsal Kabupaten Blitar.
Sutiaji menyebutkan kedua tim sudah saling memaafkan atas insiden tersebut. Aksi saling memaafkan ini terjadi setelah pertandingan berakhir.
"Saya bilang ke atletnya, 'kamu harus bisa mengendalikan emosi, karena yang dicari di dalam pertandingan adalah semangat, disiplin, kerja sama, dan fair play," kata Sutiaji kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (20/9).
Ketua Asosiasi Futsal Kota (AFK) Malang, Bagus Irmawanto mengatakan antara tim futsal Kota Malang dan Kabupaten Blitar tidak ada permasalahan. Kedua tim sudah saling memafaatkan.
"Kami sudah saling memaafkan setelah pertandingan berakhir," kata Bagus, Rabu (20/9).
Bagus memastikan atlet tersebut sudah mendapat hukuman. Bagus menyayangkan video tersebut viral saat atlet tersebut masih dalam pembinaan.
"Ini kan atletnya masih dalam tahap pembinaan. Atletnya juga telah mendapat sanksi," tandasnya.
Ketua Umum KONI Kota Malang, Djoni Sudjatmoko juga menyayangkan peristiwa pada cabor futsal tersebut.
"Kami meminta maaf dengan adanya peristiwa tersebut," ucap Djoni.
KUNJUNGI JUGA :
- Rak Kosmetik Dengan Laci Anti Debu Acrylic Storage seharga Rp151.000.
- Magic black 60ml penghitam motor mobil,trim restorer,dasboar,body motor mobil. seharga Rp9.500.
- Keset Kaki Kamar RAINBOW 40x60 Bahan Wool Lembut Anti Slip Motif Lucu seharga Rp24.500 - Rp59.900
Menurut Djoni, peristiwa itu terjadi di dalam pertandingan. Segala sesuatu yang ada di dalam pertandingan sudah masuk dalam regulasi dan sanksi.
"Karena itu terjadi di dalam lapangan, segala macam aturan sampai sanksi sudah ada regulasinya. Kami menerima segala keputusan dari PB Porprov atau sanksi dari panitia disiplin dalam pertandingan futsal tersebut," ujarnya.
Djoni menyebutkan seluruh atlet dalam kontingen Kota Malang telah telah memberi bekal terkait motivasi, fair play, dan menahan emosi. Menurutnya, pembekalan tersebut diberikan sebelum atlet berangkat maupun saat pagelaran Porprov Jatim VIII.
"Kami juga memberi arahan kepada cabor. Tim psikologi dan Pemonev juga turun langsung ke puslat agar pemain mengedepankan fair play," katanya.
Djoni mengaku KONI telah maksimal dalam hal untuk pencegahan hal non-teknis.
"Ikhtiar kami sudah maksimal untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di pertandingan. Tapi, kondisi di lapangan memang seperti itu," ujarnya.
PDAM Kota Malang Bangun 10 SPAM
SURYAMALANG.COM, MALANG - Perumda Air Minum Tugu Tirta atau PDAM Kota Malang sedang membangun 10 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
10 SPAM tersebut adalah SPAM Betek, SPAM Tlogomas, SPAM Tasikmadu, SPAM Joyoagung, SPAM Tidar, SPAM Mulyorejo, SPAM Sawojajar, SPAM Pisangcandi, SPAM Kebonsari, dan SPAM Merjosari.
Wali Kota Malang, Sutiaji meresmikan Tower SPAM di Kantor Pusat Perumda Air Minum Tugu Tirta, Rabu (20/9).
SPAM ini berkapasitas 10000 meter kubik dengan produksi sampai 40 liter per detik. Kualitas produksi SPAM ini telah memenuhi syarat uji kualitas air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 492/2010.
Sebelum meresmikan operasional tower, Sutiaji juga meninjau pengoperasian 100 liter per detik (lps) aliran air di proyek Water Treatment Plant (WTP) di Pandanwangi.
Sutiaji menyatakan dua fasilitas tersebut merupakan upaya Pemkot Malang untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat.
Menurutnya, Saat ini kebutuhan masyarakat akan air sangat penting. Nantinya Kota Malang butuh 2.000 lps dalam waktu lima tahun ke depan. Saat ini, Kota Malang telah aman di angka 1.000 lps.
"Nanti ada tambahan dari air permukaan pada tahun 2030. Kami berharap Kota Malang mandiri air baku. 100 persen ke air aman. Saat ini, Kota Malang masih di angka 87 sampai 90 persen untuk air aman," kata Sutiaji kepada SURYAMALANG.COM.
Air aman tidak hanya sekadar aman dikonsumsi, tapi juga aman pasokan.
Pemkot telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhi air aman, seperti pembangunan SPAM, dan juga pemanfaatkan air permukaan. Sutiaji optimis pemanfaatan air permukaan karena Kota Malang dilalui lima aliran sungai.
"Sungai Bango saja siap 1.000 lps. Kalau sungai lain sekitar 500 lps. Berarti total sudah sampai 2.000 lps. Kalau ditambah SPAM yang bisa sampai 500 lps, berarti sudah 2.500 lps," imbuhnya.(bni)
SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/09/20/pdam-kota-malang-bangun-10-spam
Rabu, 20 September 2023
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 20/09/2023
Ready Stok Sprei Lady Rose 120 X 200
MAU IKUT GABUNG GROUP.... SILAHKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI !!
ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / Twitter
KONTAK KAMI UNTUK PENDAFTARAN RESELLER
KAMI HANYA DI MALANG, TIDAK MEMILIKI CABANG DIMANAPUNKECUALI PERWAKILAN AGEN AGEN, RESELLER, DROPSHIP DISETIAP DAERAH.
@ Pengiriman via JNE, JNT, WAHANA, POS INDONESIA, SAKURA, DAKOTA, DOT CARGO, KGP (Kerta Gaya Pusaka). dll.@ Welcome Reseller & Customer
1 Pekerja Tewas dan 2 Temannya Kritis Akibat Berendam di Sungai Desa Poncol, Magetan
MAGETAN - Tiga pekerja bangunan asal Desa Plaosan Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, tenggelam saat berendam di sungai, Selasa (19/09/2023) siang.
Penyebabnya, ketiganya diduga tidak bisa berenang. Masing-masing bernama Andik Setiawan (23), Lardi (35) dan Febri (28).
Mereka bekerja di sebuah proyek di Desa Poncol, Kecamatan Poncol.
Rekan kerja korban sekaligus saksi mata Sujarwanto menjelaskan, pada saat jam istirahat sempat minum kopi bersama sama.
"Setelah itu mereka ingin mendinginkan badan karena cuaca panas sekali. Mereka terjun ke sungai satu per satu," ujar Sujarwanto.
Sayangnya korban bernama Andik, lanjut dia, tidak tertolong. Sementara Lardi dan Febri selamat meski kondisinya kritis.
KUNJUNGI JUGA :
- Rak Kosmetik Dengan Laci Anti Debu Acrylic Storage seharga Rp151.000.
- Magic black 60ml penghitam motor mobil,trim restorer,dasboar,body motor mobil. seharga Rp9.500.
- Keset Kaki Kamar RAINBOW 40x60 Bahan Wool Lembut Anti Slip Motif Lucu seharga Rp24.500 - Rp59.900
"Saya tidak tahu teman teman tidak bisa berenang. Ditunggu tidak muncul, kemudian terlihat tangan menyembul seperti minta tolong," terangnya.
Dia mengaku tidak berani memberikan pertolongan karena tidak bisa berenang. Maka dari itu ia memutuskan berteriak minta tolong kepada warga sekitar.
"Saya kemudian lapor perangkat desa, korban dilarikan ke Puskesmas agar segera mendapatkan pertolongan, dan diteruskan ke Polsek Kawedanan," pungkasnya.
Polisi masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Belum diketahui pasti penyebab dari ketiga korban tenggelam. Dugaan sementara penyebab kejadian akibat tidak bisa berenang.
Viral Bocah SD Tewas Tertimpa Tembok Masjid Saat Wudu, Roboh Gara-gara Tertabrak Motor Bocah SMP
SURYAMALANG.COM, - Beredar viral rekaman CCTV bocah SD tewas tertimpa tembok masjid saat wudu terjadi di Padang.
Pagar tembok yang menimpa bocah SD itu bisa roboh karena tertabrak motor yang dikendarai bocah SMP dari arah berlawanan.
Insiden ini persisnya terjadi di area parkir Masjid Raya Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (18/9/2023).
Bocah SD yang menjadi korban dalam peristiwa ini bernama Gian berusia 8 tahun.
Dalam video yang beredar, bocah kelas 2 SD itu awalnya sedang mengambil wudu bersama seorang temannya.
Saat mengambil wudu, terlihat teman korban pergi meninggalkan lokasi lebih dahulu sementara korban masih sibuk berwudu.
Dari balik tembok tampak dua sepeda motor yang dikendarai siswa SMP terparkir tepat di atas lokasi wudu.
Salah seorang siswa SMP kemudian terlihat bercanda di atas sepeda motornya sambil melakukan gaya freestyle.
Naas, motor yang ditumpangi salah satu siswa SMP itu tak terkendali lalu menabrak tembok beton pembatas yang di baliknya ada Gian sedang wudu.
Tak menunggu lama, tembok beton di depan keran air itu roboh dan menimpa tubuh mungil korban.
Melihat Gian tertimpa tembok beton, temannya yang berada tidak jauh dari tempat wudu langsung histeris ketakutan.
Meski panik, teman korban tampak berlari dan mencari pertolongan.
Salah seorang warga mengatakan, Gian baru saja menemani temannya jajan di warung sebelah masjid.
Selanjutnya Gian dan temannya kembali ke masjid dan tidak berlangsung lama ada suara beton roboh.
Warga pun sempat kaget karena ternyata ada satu anak tertimpa tembok beton dan tidak ada yang berani mengangkatnya.
"Sempat ada juga yang berteriak minta tolong," kata seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya, Selasa (19/9/2023).
Selanjutnya ada mobil pikap tidak sengaja lewat dan ada seorang bapak-bapak memberanikan diri untuk mengangkat korban ke atas mobil pikap.
Dirinya tidak mengetahui apa saja yang luka dari tubuh anak ini, namun di lokasi kejadian terdapat banyak darah.
Sementara itu, Pengurus Masjid Raya Lubuk Minturun, Desriadi, mengatakan anak yang tertimpa beton meninggal dunia.
"Iya itu murid TPQ Masjid Raya Lubuk Minturun. Akibat kejadian ini korban meninggal dunia," kata Desriadi.
Netizen yang melihat video tersebut merasa geram dengan tingkah anak SMP itu.
'Ini anak di bawah umur bawa motor, keluarga nya harus tanggung jawab loh' komentar warganet.
'Keluarga yang bawa motor harus tanggung jawab, siapa suruh pecicilan' sahut akun lain.
'Seenggaknya kalau beban hidup jgn membebani orang, innalilahi wa innailaihi rojiun' tulis netter.





















































