This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 09 Oktober 2023

41 Suporter Bandel yang Mabuk dan Bawa Miras Terjaring Razia, Ada yang Beli Tiket Rp 200 Ribu Hangus

 


TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - 41 orang suporter Persebaya Surabaya terpaksa menonton pertandingan sepak bola dalam lanjutan Liga 1 2023-2024, antara Persebaya vs Persib Bandung, secara jarak jauh melalui layar ponsel di Ruang Tengah Mapolsek Pakal Polrestabes Surabaya, Sabtu (7/10/2023). 

Mereka terjaring razia yang dilakukan oleh anggota gabungan kepolisian Satlantas Polrestabes Surabaya, Anggota Polsek Pakal Polrestabes Surabaya, dan Anggota jajaran Polda Jatim, di titik penyekatan zona dua, dekat jalur akses Mapolsek Pakal, dan gerbang depan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Mereka dilarang masuk ataupun mendekat ke stadion, karena kedapatan membawa sekaligus menenggak minuman keras (miras).

Upaya mereka mengonsumsi miras berhasil diketahui setelah menjalani tes kesehatan uji tiup untuk mendeteksi kandungan alkohol, yang dilakukan oleh Tim Medis Dokkes Polrestabes Surabaya. 

Sepertinya tak cukup hanya mengonsumsi miras sebelum menonton pertandingan tersebut. Ternyata mereka juga ingin membawa masuk minuman memabukkan tersebut hingga ke dalam stadion, laiknya minuman ringan. 

Guna mengelabui para petugas keamanan; steward, kepolisian dan TNI yang berjaga, mereka mengemas ulang cairan memabukkan tersebut dalam wadah kemasan air mineral botol berbahan plastik. 

Tapi berkas kejelian petugas, akal bulus mereka tak mempan mengelabui petugas. 

Anggota Polsek Pakal, Ipda Edy mengatakan, ada sekitar 30-40 botol miras yang berhasil disita dari para suporter yang terjaring razia. 

Kemasannya mirip wadah air mineral yang lazim dijual oleh pedagang asongan. Apalagi cairan miras yang dimasukkan berwarna bening sebening air mineral biasa.


KUNJUNGI JUGA : 

Panci listrik serbaguna Elektrik Cooker Multifungsi Panci Kukus Elektrik 

Free Dus Packaging Pet Opeadia 17 Inch Big Tas Kucing Astrounot Travel Bag Nyaman dan Cat

Fabrica Kawat Nyamuk Magnet Kasa Anti Serangga Miniflex Aluminium Custom DIY seharga Rp2.334 - Rp3.507.

-  DASTER FLOW SATIN IMPORT REALPICT-GESER/DASTER SATIN PART 1/DASTER TANPA LENGAN seharga Rp21.032 - Rp26.631

PREMIUM Timbangan Digital 10kg Premium Kitchen Scale High Quality seharga Rp55.000 - Rp67.000


Kalau anggota yang berjaga kurang waspada, para suporter 'nakal' tersebut bisa lolos melenggang masuk menyusuri jalanan utama akses menuju Stadion GBT. 

"Ya begini ini, diwadahi botolan minum biasa. Ada yang kecil kayak minuman air putih anak-anak. Untung berhasil kami deteksi sebelum masuk, terpaksa kami giring ke sini," ujarnya seraya menghitung jumlah barang bukti botol miras saat ditemui TribunJatim.com, di ruang penyidik. 

Sementara itu, Kapolsek Pakal Polrestabes Surabaya, Kompol Imam Sholikin mengatakan, pihaknya melakukan mekanisme pemantauan dan pengawasan di depan pintu akses utama. 

Seluruh personel dilibatkan untuk mendeteksi para suporter yang masih 'nakal' terpengaruh miras sebelum menonton pertandingan. 

Mata merah, bau mulut memunculkan aroma menySetelah memastikan secara kasat mata dengan ciri-ciri tersebut, para suporter yang terindikasi, bakal dilakukan pemeriksaan secara medis menggunakan metode uji alkohol yang dilakukan Tim Medis Dokkes Polrestabes Surabaya. 

Mengantisipasi kedatangan suporter nakal yang terpengaruh minuman alkohol, merupakan salah satu siasat memastikan jalannya pertandingan di dalam stadion berjalan aman dan kondusif.

Suporter yang terpengaruh miras, cenderung memiliki perilaku yang ofensif sehingga berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban jalannya kegiatan. 

"Modusnya ada yang dimasukkan dalam wadah botol air mineral, ada juga kami tadi juga temukan melalui alat deteksi minuman beralkohol. Sehingga kami juga dapatkan kelihatan mata merah. Ini yang menjadi masalah. Ternyata mereka kami lakukan pemeriksaan ternyata benar mereka mabuk," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di depan Mapolsek Pakal. 

Setelah terjaring razia, para suporter tersebut bakal dikenai sanksi pembinaan, dengan melarang menonton pertandingan di dalam stadion. 

Mereka bakal dikumpulkan dan ditahan sementara di ruang tengah Mapolsek Pakal, hingga pelaksanaan pertandingan di dalam stadion rampung, bahkan saat suporter lain dari dalam stadion membubarkan diri. 

Namun, guna memberikan efek jera, para suporter nakal tersebut juga dikenai sanksi pidana ringan atas dasar mengonsumsi miras.

"Sementara ini kami lakukan pembinaan. Ini juga sudah dilakukan nonton bareng di sini. Juga nanti kita lakukan tipiring. Kami sudah mengimbau pada panpel, dan rekan-rekan Bonek apabila mau nonton sepak bola, tolong hindari dan jangan minum miras," pungkasnya. 

Pantauan TribunJatim.com di dalam ruang tengah Mapolsek Pakal, puluhan orang suporter yang terjaring razia mengonsumsi alkohol itu duduk bersilah memenuhi ruang tengah berukuran 5 m x 4 m itu. 

Beberapa di antaranya memilih pasrah dengan nasib mereka sore hari itu; tak lagi dapat menyaksikan pertandingan secara langsung di Stadion GBT, tapi malah berada di Mapolsek Pakal dan menyaksikan pertandingan melalui ponsel. 

Kepasrahan mereka seperti terasa lengkap, seraya menyanyikan beberapa mars lagu pembangkit semangat untuk Persebaya dengan suara kompak bak paduan suara. 

Hingga akhirnya, nuansa ruangan mapolsek paling ujung wilayah barat Kota Surabaya itu, bak stadion mini yang sesak dengan suporter sepak bola. 

Namun, ada juga yang terus mengeluh meracau protes meratapi nasibnya yang gagal total menyaksikan tim kesayangannya Persebaya berlaga. 

Mereka yang protes dan mengeluh itu, salah satunya, adalah GH (15) warga Sukomanunggal, Surabaya.

Sejak awal duduk di area ruang tengah mapolsek, dirinya terus menerus mengeluh dan meracau protes akan sanksi yang terpaksa dialaminya itu. 

Pasalnya, ia sejak jauh-jauh hari sudah membeli tiket asli pertandingan tersebut seharga Rp 200 ribu. 

Bahkan, laki-laki bertopi berambut gondrong itu, berupaya memohon-mohon kepada anggota kepolisian yang menjaga mereka, agar segera dibebaskan, meskipun hanya untuk menonton pertandingan di pertengahan babak kedua. 

Mungkin saking jengkelnya karena permintaan tersebut tak kunjung dituruti, GH sesekali melampiaskannya dengan menyanyikan lagu mars Persebaya.

Seraya berdiri lalu memainkan tangan bak dirigen suporter di dalam tribun stadion untuk memandu para suporter lainnya agar tetap bersemangat mendukung Persebaya, bagaimanapun kondisi mereka. 

"Pak ayo tak ndelok babak keloro ae gak opo-opo (pak ayo saya ingin menonton babak kedua saja tidak apa-apa)," ujar GH. 

Di lain sisi, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce mengatakan, pihaknya telah berjaga di sekitar GBT dan gate stadion untuk melakukan pemeriksaan mencegah masuknya benda-benda yang dilarang dan membahayakan keamanan pertandingan.

"Begitu juga screening tiket di gerbang utama berjalan lancar," katanya, pada awak media di Stadion GBT. 

Kendati pertandingan tersebut ternyata Persebaya terpaksa menelan kekalahan dengan skor akhir 2-3 dari Persib, Kombes Pol Pasma Royce tetap mengapresiasi kedewasaan seluruh elemen suporter yang tetap sportif dan legawa atas hasil pertandingan tersebut, dengan tetap menjaga kondusivitas. 

"Terima kasih juga kepada suporter yang tertib selama menonton dan keluar stadion usai pertandingan, walapun tim kesayanganya kalah, begitu juga ucapan terima kasih atas dukungan dan kerja sama dari seluruh anggota TNI, kepolisian dan unsur terkait yang telah menjaga situasi tetap kondusif," pungkasnya.

















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/08/41-suporter-bandel-yang-mabuk-dan-bawa-miras-terjaring-razia-ada-yang-beli-tiket-rp-200-ribu-hangus?page=3

Sabtu, 07 Oktober 2023

Bus Bagong Adu Banteng dengan Daihatsu Zebra, Sopir Sempat Terjepit Dievakuasi Warga, Ringsek Parah

 


TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Sebuah Bus Bagong mengalami kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan umum Desa Purwotengah, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jumat (6/10/2023).

Laka tersebut melibatkan dua kendaraan yakni Bus PO Bagong bernomor polisi N 7923 UG yang dikendarai SWD (58) warga Sidoarjo serta Mobil Daihatsu Zebra bernomor polisi AG 1586 TI yang dikemudikan SWN (55) warga Kabupaten Malang.

Akibat laka lantas tersebut, Daihatsu Zebra mengalami ringsek parah, sementara bodi depan bus bagian kanan rusak. Pengemudi Daihatsu Zebra juga sempat terjepit dan dibantu oleh warga untuk evakuasi.

Dari keterangan saksi di lapangan, kecelakaan dipicu oleh dugaan pengemudi bus yang mengemudi dengan kecepatan tinggi karena saling salip dengan kendaraan lain di depannya.

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri Iptu Budi Winariyanto mengatakan, sebelum laka terjadi, Bus Bagong melaju dari arah selatan ke utara.

Sesampainya di TKP, bus yang dikemudikan SWD tersebut berjalan terlalu ke kanan. "Namun karena jarak terlalu dekat, dan di depannya ada kendaraan Daihatsu Zebra tadi, jadi laka tidak dapat dihindarkan. Terjadilah tabrakan," kata Iptu Budi saat dikonfirmasi.

Menurut Iptu Budi, kendaraan Daihatsu Zebra yang mengalami ringsek parah itu berisi tiga penumpang yakni SWN sebagai supir, PN dan DS di kursi penumpang.

Si supir, lanjutnya, mengalami luka yang robek di bagian kakinya kanannya. Sementara PN bengkak pada tangan dan DS luka di kaki.

"Semua korban dilarikan ke RS Bhayangkara Kediri untuk mendapatkan perawatan medis," ujar Iptu Budi.

Dari video yang beredar, kondisi mobil Daihatsu Zebra memang tampak ringsek. Bahkan, supir sempat terjepit dan dibantu evakuasi oleh petugas dan warga.














SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/07/bus-bagong-adu-banteng-dengan-daihatsu-zebra-sopir-sempat-terjepit-dievakuasi-warga-ringsek-parah

Lagi Isi Bensin di SPBU, Pria ini Tiba-tiba Didatangi Polisi, Pasrah saat Temukan Plastik di Sweater

 


TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Rino (30) ditangkap Polsek Duduksampeyan usai kedapatan membawa narkoba saat pelaku mengisi bensin di SPBU Menganti.

Satu pelaku lainnya bernama Abdilla turut diamankan petugas di Surabaya dengan barang bukti sabu lebih banyak.

Tersangka Rino adalah warga Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo tinggal di sebuah rumah kos yang ada di Perum Impian, Desa Hulaan, Kecamatan menganti, Kabupaten Gresik.

Dia membeli narkoba dari tangan Abdilla (43) warga Kalimas Baru Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Duduksampeyan Iptu Hendrawan mengatakan, pengungkapan peredaran narkoba bermula pada  Selasa, tanggal 3 Oktober 2023 lalu, sekira pukul 02.00 Wib di jalan masuk SPBU Bringkang, Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Petugas mengamankan satu orang yang kedapatan membawa narkoba jenis sabu sebanyak satu poket dengan berat 0,50 gram setelah ditimbang dengan bungkus plastik bening.

"Ketika Rino akan mengisi bensin di SPBU Bringkang, Menganti Gresik, dia didatangi beberapa petugas Kepolisian Polsek Duduksampeyan yang langsung melakukan penggeledahan badan dan pakaian dan berhasil ditemukan Barang bukti berupa sabu-sabu sebanyak satu poket dengan berat 0,50 gram setelah ditimbang dengan bungkus plastik bening pada pakaian pelaku. Satu poket sabu disimpan di dalam lubang kecil jaket sweater warna abu abu yang dikenakan tepatnya pada ujung lengan sebelah kiri," bebernya, Jumat (6/10/2023).

Kepada petugas Polsek Duduksampeyan, pelaku mengaku mendapatkan sabu tersebut dengan cara membeli dari seorang pria bernama Abdilla seharga Rp 400 ribu. Sabu tersebut untuk dikonsumsi sendiri.

Setelah mengetahui informasi tersebut selanjutnya Unit Reskrim Polsek Duduksampeyan melakukan penangkapan terhadap Abdilla di daerah Pesapen Surabaya.

"Tersangka berhasil kami amankan di Pesapen, Kota Surabaya dengan barang bukti tujuh poket sabu siap edar," tegasnya.

Petugas berhasil mengamankan barang bukti Narkotika sabu sebanyak tujuh poket dengan rincian berat 0,56 gram, 0,47 gram, 0,51 gram, 0,44 gram, 0,31 gram, 0,50 gram, 0,51 gram. Berat total : 3,30 gram setelah ditimbang dengan bungkus plastik bening dari tangan Abdilla.

Kedua tersangka langsung dikeler ke kantor polisi dengan barang bukti masing-masing. Abdilla dan Rino mendekam di balik jeruji besi usai COD di SPBU.

Tersangka Abdilla dijerat dengan Pasal 114 ayat (1)  atau Pasal 112 ayat (1), Undang –Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sedangkan tersangka Rino dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a, UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.





















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/06/lagi-isi-bensin-di-spbu-pria-ini-tiba-tiba-didatangi-polisi-pasrah-saat-temukan-plastik-di-sweater

Jumat, 06 Oktober 2023

Ganjar Tunggu Hari Baik Umumkan Sosok Bacawapresnya di Pilpres 2024, Nama Sudah Mengerucut, Siapa?

 




TRIBUNJATIM.COM - Deklarasi Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) yang akan mendampingi Ganjar Pranowo akan segera diumumkan.

Diketahui hingga kini Bakal Calon Presiden (Bacapres) dari PDIP, Ganjar Pranowo masih belum menentukan sosok pendampingnya di Pilpres 2024.

Ganjar kini menyebut akan segera mengumumkan siapa Bacawapresnya, namun pihaknya masih menunggu momen hari baiknya.

Sejumlah nama yang muncul juga disebut berpotensi jadi Bacawapres dari Ganjar Pranowo.

"Ya bentar lagi (dideklarasikan), kita cari hari baik," kata Ganjar ditemui di Pondok Pesantren (Ponpes) Luhur Al-Tsaqafah di Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (5/10/2023).

Mantan Gubernur Jawa Tengah ini pun menyebut nama-nama cawapresnya tak jauh dari yang beredar di media.

"Kalau nama sudah ada di media," ujar Ganjar.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan nama cawapres pendamping Ganjar tak jauh dari yang beredar selama ini.

Meski begitu, Hasto enggan membocorkan siapa sosok yang dimaksud sudah mengerucut itu.


KUNJUNGI JUGA : 

Panci listrik serbaguna Elektrik Cooker Multifungsi Panci Kukus Elektrik 

Free Dus Packaging Pet Opeadia 17 Inch Big Tas Kucing Astrounot Travel Bag Nyaman dan Cat

Fabrica Kawat Nyamuk Magnet Kasa Anti Serangga Miniflex Aluminium Custom DIY seharga Rp2.334 - Rp3.507.

-  DASTER FLOW SATIN IMPORT REALPICT-GESER/DASTER SATIN PART 1/DASTER TANPA LENGAN seharga Rp21.032 - Rp26.631

PREMIUM Timbangan Digital 10kg Premium Kitchen Scale High Quality seharga Rp55.000 - Rp67.000


"Ditunggu. Nama-nama tidak jauh dari yang beredar. Tetapi secara empiris (Pemilu) 2019 juga bisa muncul nama yang lain," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Selasa (3/10/2023).

Lebih lanjut, Hasto memilih berkelakar saat ditanya soal penggodokan nama cawapres Ganjar.

Dia menyebut, bahwa waktu yang semakin dekat membuktikan semakin banyak pihak yang menunggu soal cawapres tersebut.

"Tapi, dari apa yang didialogkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri bersama ketua umum (parpol pengusung Ganjar) bersama Bapak Presiden Jokowi yang sangat intens, itu sudah mengerucut," ucap Hasto.

Sementara, Hasto mengungkapkan jika partainya tidak menutup kemungkinan kejadian pada Pemilu 2019 soal cawapres kembali berulang pada Pemilu 2024.

Di mana, saat itu nama lain sebagai cawapres yang muncul pada 2019, karena kebutuhan konsolidasi politik.

Pertimbangan Cawapres untuk Ganjar Pranowo

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri hingga saat ini, ditegaskan masih melakukan pencermatan kandidat cawapres Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Salah satu yang dilakukan adalah menjalin komunikasi dengan ulama dan kiai untuk meminta restu cawapres pendamping Ganjar. 

Hal ini sebagaimana disampaikan Said Abdullah, Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim perihal kepastian siapa nama pendamping Ganjar.

Politisi asal Sumenep yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan itu menyebut, Megawati rutin melakukan komunikasi dengan para kiai. 

"Hubungan Ibu Mega dengan para ulama sangat dekat dan intens berkomunikasi. Sehingga tidak ada kendala apapun bagi Ibu Mega untuk berkomunikasi dengan para kiai, terutama para kiai sepuh NU," kata Said, Kamis (5/10/2023). 

Menurut Said, selama ini partainya cukup dekat dengan para tokoh NU. Apalagi, banyak pengurus PDIP juga merupakan tokoh NU.

Dia memberi contoh nama Gus Falah yang menjadi Ketua PBNU, di samping sejumlah tokoh NU kultural yang berada di PDIP.

"Seperti Gus Nabil, ada Pak Ahmad Basarah yang selama ini menjadi jembatan PDI Perjuangan dengan NU. Jadi hubungan PDI Perjuangan dengan NU sangat dekat," ungkap Said yang juga Ketua Banggar DPR RI tersebut. 

Ditegaskan Said, sejauh ini nama cawapres Ganjar belum sepenuhnya mengerucut. Meskipun, sejumlah nama sudah mulai dirumorkan menguat. Misalnya, nama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Lalu, Menkopolhukam Mahfud MD. 

Termasuk, Sandiaga Uno Menparekraf yang juga politisi PPP. Said bercerita, Megawati hingga saat ini masih melakukan pencermatan dengan matang yang diantaranya juga dengan mempertimbangkan masukan berbagai pihak. 

Terutama tokoh tokoh penting seperti Presiden Jokowi, para ulama dan para senior partai. Sebagai pemegang mandat keputusan partai untuk menentukan capres dan cawapres, Said menyebut Megawati melakukan hal tersebut dengan cermat. 

Sepanjang belum ada keputusan, seluruh tokoh kandidat Cawapres disebut memiliki peluang yang sama. "Siapa yang nantinya akan di putuskan, tentu itu wewenang penuh Ibu Ketum dan para ketua umum partai yang bekerja sama dengan PDI Perjuangan, yakni PPP, Hanura dan Perindo," tandasnya

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com























SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/05/ganjar-tunggu-hari-baik-umumkan-sosok-bacawapresnya-di-pilpres-2024-nama-sudah-mengerucut-siapa?page=3

Nasib Kakek Penjual Gula Aren, Sedih Sambil Pegangi Uang Rp 50 Ribu Hasil Jualan: Terpukul

 


Pilu kakek seorang penjual gula aren yang menjadi korban penipuan.

Kakek itu tampak sedih setelah tahu ia ditipu oleh pembelinya.

Ternyata, pembeli itu memberikan uang palsu alias uang mainan untuk membeli gula aren kakek tersebut.

Kakek itu seketika bersedih saat mengecek uang tersebut.

Kisah kakek penjual aren ini pertama kali viral dari unggahan TikTok @rizkimaolani, Senin (25/9/2023) lalu.

Dalam video viral tersebut tampak seorang pria mengenakan topi sedang duduk di depan sebuah warung. 

Kakek tersebut membawa dua karung gula aren yang ia tawarkan kepada pelanggan.

Pemilik akun TikTok @rizkimaolani kemudian didekati penjual gula aren tersebut.

Kakek penjual gula aren ditipu pembeli pakai uang palsu, akhirnya dapat rezeki nomplok

Rupanya, kakek tersebut meminta tolong untuk mengecek uang yang baru saja diterimanya.

Dia menceritakan bahwa seorang pembeli baru saja membeli 4 bungkus gula aren dan memberikan selembar uang Rp 50 ribu.

Namun, kakek tersebut merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan uang tersebut.

Sayangnya, pembeli gula aren itu sudah pergi dengan cepat sebelum kakek bisa menanyakan lebih lanjut.

Setelah diperiksa, ternyata uang pecahan Rp 50 ribu yang dipegang oleh kakek tersebut adalah uang mainan yang diberikan oleh pembeli.

Pemilik video menjelaskan bahwa pembeli memberikan uang mainan kepada kakek tersebut.

Mendengar hal ini, kakek penjual gula aren merasa terpukul dan tak dapat menyembunyikan kekecewaannya.

Kakek penjual gula aren ditipu pembeli pakai uang palsu, akhirnya dapat rezeki nomplok

Unggahan video yang TikTok itu pun sontak menuai reaksi dari warganet.

“Gk punya otak. Ntr yg nipu bkln kena tipu berjuta2 kali lipat. Abah sabar yah.. Aku doain mdh2n abah nya selalu sehat lncr trs rezekinya aamin yrb,” tulis @keinaputri1.

Allah mengirim hal yg tidak baik untk si mbah mungkin untk memberi hal yg terbaik untk si mbah,” tulis @g.a.j.a.h_.

“Yaallah kakek.. smoga kakek stelah ini diberikan rezeki yg berkali2 lipat ya kek sehat2 terus kakek,” tulis @apriliyantilili1.

“Ya Allah abah semoga rejekinya dilipat gandakan, semoga ketemu orang baik jg yang bener bener mau bantu abahnya,” tulis @ain.t.pathetic.


KUNJUNGI JUGA : 

Panci listrik serbaguna Elektrik Cooker Multifungsi Panci Kukus Elektrik 

Free Dus Packaging Pet Opeadia 17 Inch Big Tas Kucing Astrounot Travel Bag Nyaman dan Cat

Fabrica Kawat Nyamuk Magnet Kasa Anti Serangga Miniflex Aluminium Custom DIY seharga Rp2.334 - Rp3.507.

-  DASTER FLOW SATIN IMPORT REALPICT-GESER/DASTER SATIN PART 1/DASTER TANPA LENGAN seharga Rp21.032 - Rp26.631

PREMIUM Timbangan Digital 10kg Premium Kitchen Scale High Quality seharga Rp55.000 - Rp67.000


Dapat Rezeki Nomplok

Setelah video tersebut viral, banyak orang yang memberikan komentar dan ingin membantu, sehingga pemilik akun TikTok @rizkimaolani membuka donasi.

Dengan dukungan pihak kepolisian setempat dan keluarga, pemilik akun tersebut memberikan hasil donasi langsung kepada kakek di rumahnya.

Donasi sekitar Rp 3 juta berhasil terkumpul dan diberikan kepada kakek tersebut.

Sang kakek sangat terharu ketika menerima donasi ini dari pemilik akun yang telah menjalankan tugas dengan amanah dalam mengumpulkan dan menyalurkan bantuan tersebut.

Dalam momen ini, terlihat juga sejumlah petugas yang mendampingi proses penyerahan donasi ke rumah kakek penjual gula aren tersebut.

KISAH Kakek Curi Motor Demi Sambung Hidup, Padahal Anak Sudah Bekerja, Ada Kisah Haru di Baliknya

Kisah kakek yang nekat mencuri sepeda motor demi menyambung hidup.

Meski masih memiliki keluarga, namun sang kakek lebih memilih mencuri motor ketimbang harus merepotkan keluarganya.

Pengakuan sang kakek pun membuat haru warganet.

Diketahui, kakak itu bernama Agim (64).

Kakek asal Pemalang itu dieketahui memiliki sembilan cucu.

Meski masih memiliki keluarga, namun dia nekat mencuri motor demi menyambung hidup.

Agim berdalih tak mau merepotkan para anaknya di usia senja sehingga melakukan pencurian motor dengan spesialisasi motor terparkir di pinggir sawah.

"Iya ngincernya motor yang diparkir petani di pinggir sawah," ucap Agim saat dihadirkan di markas Polda Jateng, Kota Semarang, Rabu (4/10/2023).

Di antara ratusan pencuri motor yang digelandang ke markas Polda Jateng, Agim tampak kontras.

Para pelaku lainnya tampak sangar dengan tubuh penuh tato, pria asal Randudongkal, Kabupaten Pemalang ini, hanya tampak mencolok rambutnya yang putih akibat semir alami.

"Ya anak udah pada kerja semua, uang hasil nyuri buat makan," bebernya.

Mbah Agim (64) kakek sembilan cucu asal Pemalang nekat melakukan pencurian motor demi menyambung hidup, Markas Polda Jateng, Kota Semarang, Rabu (4/10/2023).

Ia mengaku, hanya seorang buruh tani yang tak berpenghasilan tetap.

Oleh karena itu, ia mengiyakan ketika diajak seorang rekannya untuk beraksi.

Mereka berhasil menggondol motor Beat lalu dijual seharga Rp2 juta.

"Bawa kunci T, ngincernya ke pinggir-pinggir sawah, saya baru pertama kali nyuri, belum pernah terlibat kriminal," ucapnya.

Agim merupakan tersangka yang diciduk dari operasi Sikat Jaran Candi tahun 2023 yang dilakukan pada 18 Agustus sampai 6 September oleh Polda Jateng.

Operasi tersebut berhasil menggulung 293 tersangka dengan rincian tersangka target operasi 129 orang dan non target 164 orang.

Kendaraan hasil curian berupa 379 unit sepeda motor, dan 10 kendaraan roda empat.

Tiga Polres dengan pengungkapan tertinggi meliputi Polresta Pati 44 kasus, Polresta Banyumas 40 kasus dan Polrestabes Semarang 33 kasus.

"Polres yang paling sedikit ungkap kasusnya meliputi Karanganyar, Surakarta, dan Wonosobo, ini wilayah aman sekali atau gerakan (anggota) lamban nanti kita petakan," ucap Kapolda Jateng, Irjen Ahmad Luthfi.






















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/05/nasib-kakek-penjual-gula-aren-sedih-sambil-pegangi-uang-rp-50-ribu-hasil-jualan-terpukul?page=4


Kamis, 05 Oktober 2023

Jual Motor Curian di Facebook, Pria di Tulungagung Tak Berkutik Ternyata yang Beli Polisi

 


TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Unit Reskrim Polsek Kalangbret menangkap AW (33), tersangka pencuri sepeda motor di kawasan persawahan Desa/Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung.

Warga Desa Punjul, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, ini mencuri sepeda motor Suzuki Shogun 110 warga merah milik seorang pencari rumput.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno, mengatakan, pencurian terjadi pada Sabtu (30/9/2023) sore.

"Saat itu korban parkir sepeda motor di tepi jalan persawahan, lalu dia pergi untuk mencari rumput. Kunci motor masih menancap di lubang kunci," ujar Iptu Mujiatno, Rabu (4/10/2023).

Saat korban kembali dari mencari rumput, sepeda motor itu sudah hilang.

Korban sempat menyusuri area persawahan untuk mencari sepeda motornya, namun tidak ketemu. 

Ia lalu melapor ke Polsek Kalangbret dan ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan oleh polisi.

"Kami minta keterangan korban dan saksi-saksi yang mungkin bisa memberi petunjuk," papar Iptu Mujiatno.

Awalnya polisi kesulitan melacak sepeda motor milik korban.

Namun patroli siber mendapati sebuah sepeda motor yang dijual di sebuah forum jual beli sepeda motor Tulungagung-Trenggalek di media sosial Facebook, pada Minggu (1/10/2023). 

Sepeda motor jenis Suzuki Shogun itu identik dengan milik korban yang hilang.

"Sepeda motor itu dijual online seharga Rp 1,5 juta. Dari forum itu kami melakukan transaksi," ucap Iptu Mujiatno. 

Polisi berhasil menghubungi pelaku untuk melakukan transaksi jual beli sepeda motor itu. 

Namun saat anggota Unit Reskrim Polsek Kalangbret tiba di rumahnya, AW sedang tidak ada di rumah. 

Polisi berhasil menangkapnya di rumah mertuanya.

"Kami amankan terduga pelaku ini bersama sepeda motor milik korban. Selanjutnya kami bawa ke Mapolsek Kalangbret," ungkap Iptu Mujiatno. 

AW tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya di depan penyidik Unit Reskrim Polsek Kalangbret.

Penyidik pun meningkatkan statusnya menjadi tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polsek Kalangbret. 

AW dijerat dengan pasal 362 KUHPidana tentang pencurian, dengan ancaman 5 tahun penjara. 

Iptu Mujiatno mengimbau masyarakat mengamankan sepeda motornya, meski dianggap jelek hanya untuk mencari rumput. 

Sebab motor yang biasa disebut "pengaritan" ini masih mempunyai nilai jika dijual di antara para petani. 

"Tetap amankan meski dianggap jelek, karena motornya masih punya nilai. Masih dilirik pelaku kejahatan," pungkas Iptu Mujiatno.























SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/04/jual-motor-curian-di-facebook-pria-di-tulungagung-tak-berkutik-ternyata-yang-beli-polisi?page=2