This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 12 Oktober 2023

Lansia di Jember Tewas usai Diserempet Pengendara Motor, Luka di Kepala

 


TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Waginten, wanita umur 50 tahun tewas dalam kecelakaan tragis di Jalan Raya Kotta Blater Desa Curahnongko Kecamatan Tempurejo Jember, Jawa Timur, Rabu (11/10/2023)

Pengemudi sepeda motor Vario bernomor polisi P-6026-GG, dinyatakan meninggal dunia, setelah dievakuasi di Puskesmas Desa Andongsari Kecamatan Ambulu Jember.

Kanit Laka Satlantas Polres Jember, Iptu Edy Purwanto mengatakan bahwa, kronologi kejadian itu bermula saat korban dan pengendara sepeda motor Beat bernama Ari Suripno mengendari kendaraan masing-masing dari arah timur.

"Melaju dari timur ke barat,sesampainya di TKP Kendaraan sepeda motor Honda Beat mendahului Kendaraan korban," katanya dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, saat itu pengendara sepeda motor Beat bernomor polisi P-5297-IG, kurang cukup ke kanan jalan raya. Sehingga menyerempet kendaraan korban.

"Sehingga dengan jarak yang dekat terjadi benturan antar kedua pengendara ini. Maka terjadilah laka lantas jalan raya tersebut," kata Edy.

Edy mengungkapkan, saat kecelakaan tersebut korban mengalami luka serius dan pendarahan di bagian kepala. Bahkan sempat dilarikan di Puskesmas terdekat.

"Mengalami luka di kepala dan meninggal dunia setelah dirawat di Puskesmas Andongsari Kabupaten Jember," ulasnya.

Polisi telah melakukan oleh tempat kejadian perkara. Edy mengaku telah mengamankan dua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

"Pengendara Beat, diketahui laki-laki asal Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo. Sementara korban perempuan asal Desa Sidodadi Tempurejo Jember," jlentrehnya.























SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/11/lansia-di-jember-tewas-usai-diserempet-pengendara-motor-luka-di-kepala

Rabu, 11 Oktober 2023

Anggota DPR dari PKB Akui Anaknya PAnggota DPR dari PKB Akui Anaknya Pemabuk.tapi Sopan Pada Orangtuaemabuk.tapi Sopan Pada Orangtua

 


SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Edward Tannur, anggota Fraksi PKB DPR RI dari NTT, mengaku kaget ketika anaknya Gregorius Ronald Tannur (31) alias GRT menjadi tersangka penganiayaan hingga tewas terhadap janda asal Sukabumi, Dini Sera Afrianti (29) di basement tempat hiburan malam Surabaya. 

Ia tak menyangka, anak sulungnya melukai seseorang sekaligus menghilangkan nyawanya. 

Menurutnya, Ronald Tannur  memiliki watak kalem, sopan, menurut, dan selalu mengayomi kedua orangtua. 

"Itu yang buat saya kaget. Anak pertama saya, anak itu kalem sekali sopan sekali. Selalu melayani orangtua," ujar Edward Tannur kepada awak media di sebuah balai pertemuan kawasan Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, pada Selasa (10/10/2023) sore. 

Entah apa penyebabnya. Mengetahui pertama kali kasus sang anak pada pekan lalu, Edward Tannur hanya geleng-geleng kepala. Apalagi pada hari kejadian tersebut, dia tidak sedang di Surabaya. 

"Tapi kok bisa jadi seperti itu, saya kok kaget. Kenapa ini. Kerasukan setan atau apa ini, sampai terjadi seperti ini. Saya enggak tahu. Saya tidak ada di tempat," jelasnya. 

Saat pertama kali kabar mengenai kasus tersebut didengarnya dari sang istri. Dada dan hati Edward Tannur sesaknya bukan main. Ia mengaku sakit hati dengan perbuatan yang dilakukan sang anak. 

Berkalang terlalu lama dengan rasa sakit hati, iba dan emosi yang terus berkecamuk di benaknya, disadari tak memberikan solusi. 

Kejadian yang tak diinginkan itu, terlanjur terjadi menjadi takdir. Edward Tannur memasrahkan sang anak untuk bertanggung jawab secara hukum. 

"Jadi mamanya kontak. Saya kaget dan menyesal. Sakit hati juga. Tapi kemarin sudah terjadi. Ini bukan kehendak kita. Tapi beliau (GRT) sendiri yang menjalankan kegiatan yang sudah terjadi," terangnya. 

Edward Tannur mengaku tidak mengetahui sosok Dini korban tewas yang santer disebut-sebut sebagai kekasih dari sang anak. 


KUNJUNGI JUGA : 

Panci listrik serbaguna Elektrik Cooker Multifungsi Panci Kukus Elektrik 

Free Dus Packaging Pet Opeadia 17 Inch Big Tas Kucing Astrounot Travel Bag Nyaman dan Cat

Fabrica Kawat Nyamuk Magnet Kasa Anti Serangga Miniflex Aluminium Custom DIY seharga Rp2.334 - Rp3.507.

-  DASTER FLOW SATIN IMPORT REALPICT-GESER/DASTER SATIN PART 1/DASTER TANPA LENGAN seharga Rp21.032 - Rp26.631

PREMIUM Timbangan Digital 10kg Premium Kitchen Scale High Quality seharga Rp55.000 - Rp67.000


"Selama ini enggak pernah cerita. Memang sering pergi tapi kan kita enggak mungkin anak muda kita awasi dia terus, marah dia," katanya. 

Selama ini, perihal urusan asmara gejolak muda yang sedang dialami sang anak. Ia tak terlalu banyak 'cingcong' atau larangan yang mengekang.

Sebagai orangtua, Edward Tannur selalu dan tak pernah bosan memberikan 'wejangan' kepada GRT; soal urusan asmaran untuk pendamping hidup, merupakan hak prerogatif pribadi dari si anak. 

"Jadi mamanya kontak. Saya kaget dan menyesal. Sakit hati juga. Tapi kemarin sudah terjadi. Ini bukan kehendak kita. Tapi beliau (GRT) sendiri yang menjalankan kegiatan yang sudah terjadi," terangnya. 

Edward Tannur mengaku tidak mengetahui sosok Dini korban tewas yang santer disebut-sebut sebagai kekasih dari sang anak. 

"Selama ini enggak pernah cerita. Memang sering pergi tapi kan kita enggak mungkin anak muda kita awasi dia terus, marah dia," katanya. 

Selama ini, perihal urusan asmara gejolak muda yang sedang dialami sang anak. Ia tak terlalu banyak 'cingcong' atau larangan yang mengekang.

Sebagai orangtua, Edward Tannur selalu dan tak pernah bosan memberikan 'wejangan' kepada GRT; soal urusan asmaran untuk pendamping hidup, merupakan hak prerogatif pribadi dari si anak. 

Mengenai kegiatan sang anak selama di Surabaya. Edward Tannur mengungkapkan, sang anak kerap membantu ibundanya jikalau hendak bepergian ke suatu tempat. 

Soal pekerjaan, sang anak diketahui gemar melakukan aktivitas bisnis secara digital yakni jual beli saham atau sejenisnya. 

"Ronald aktivitasnya seperti kadang membantu mamanya ke mana-mana. Atau dia ada juga permainan saham. Jual beli saham. Ya seperti itu," terangnya. 

Soal kebiasaan menenggak minuman keras (miras), Edward Tannur mengaku tak menampik anaknya memang terkadang menenggak miras karena diajak beberapa temannya. 

Namun, ia selalu berusaha memberikan nasehat kepada sang anak atas kebiasaan tersebut. Yakni, untuk jangan terlalu sering menenggak miras. Dan jangan sampai terlalu mabuk hingga kelewatan melakukan perbuatan melanggar hukum.

"Kalau mabuk, saya lihat, ya kalau mungkin ada teman (yang ngajak), yang anak muda ini kan kadang-kadang sekali sekali sudah biasa. Boleh minum tapi jangan sampai kelewatan. Begitulah saya sering menasehati," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Kuasa Hukum keluarga korban Dini, Dimas Yemahura Alfarauq mengatakan, hubungan percintaan antara GRT dan Dini belum genap setahun. Mereka diketahui baru berpacaran kurun waktu lima bulan. 

Disinggung mengenai perlakuan kasar cenderung mengarah ke kekerasan fisik dari GRT ke Dini. 

Dimas mengungkapkan, GRT diduga sempat beberapa kali melakukan kekerasan fisik kepada Dini, selama kurun waktu lima bulan ini menjalin hubungan percintaan. 

"Kalau dari beberapa teman, pernah beberapa kali Dini mengalami perlakuan itu. Selama kurun 5 bulan menjalani hubungan. Informasinya begitu," katanya, saat dihubungi TribunJatim.com, Jumat (6/10/2023).

"Tapi yang paling parah hingga terjadi sampai seperti ini, bahkan Dini sampai mengirim voice note kepada salah seorang temannya," tambahnya. 

Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, Dini bekerja sebagai freelance. Dan ia menegaskan, Dini tidak bekerja di dalam tempat hiburan yang menjadi lokasi dirinya terkapar. 

Uang hasil bekerja di Kota Surabaya selalu dikirimkan untuk keluarga dan anak semata wayang Dini yang berusia 12 tahun. 

"Satu anak, 12 tahun. Sejak lahir, ditinggal mencari nafkah. Si Dini belum pernah ketemu anaknya. Tapi ujungnya dia MD sekarang. (Profesi) berganti ganti, freelance," pungkasnya. 

Sekadar diketahui, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce mengatakan, pihaknya telah menetapkan sosok GRT sebagai tersangka atas tindakan penganiayaan hingga menyebabkan pacarnya; Dini, meninggal dunia, pada Jumat (6/10/2023). 

Tersangka yang ternyata merupakan anak salah satu pejabat DPR RI Dapil NTT itu, dengan Pasal 351 Ayat 3 KUHP Tentang Tindak Pidana Penganiayaan yang menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

"Korban dan pelaku sempat cekcok. Pelaku kemudian memukul korban hingga mengalami luka memar di sekujur tubuhnya," ujarnya dalam konferensi pers, di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (6/10/2023). 

Mengenai kronologi kejadiannya, Pasma Royce menerangkan, GRT dan Dini bersama beberapa teman mereka berkaraoke di salah satu tempat hiburan malam dalam gedung pusat perbelanjaan kawasan Jalan Mayjen Yono Suwoyo No 9, Pradah Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya, sejak Selasa (3/10/2023) malam. 

Kemudian, sekitar pukul 00.30 WIB pada Rabu (4/10/2023) dini hari, kedua sejoli tersebut terlibat pertengkaran di area parkir basement pusat perbelanjaan tersebut.

Berdasarkan hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka. Pasma mengungkapkan, tersangka GTR melakukan kekerasan fisik kepada Dini. 

Yakni, tersangka GRT menendang kaki kanan dan memukul kepala Dini menggunakan botol minuman Tequila, sebanyak dua kali. 

"Posisi GRT masuk mobil dijalankan, lalu  parkir kanan. Padahal posisi korban duduk di sebelah kiri sehingga korban terlindas, sampai terseret kurang lebih 5 meter," jelasnya. 

Kemudian, tersangka GRT sempat membawa korban ke RS terdekat. Namun, nyawa korban tak dapat terselamatkan.

Disinggung mengenai motif tersangka GRT melakukan serangkaian kekerasan fisik terhadap korban. 

Pasma mengatakan, pihaknya masih mendalami mengenai motif tersangka GRT melakukan perbuatan kekerasan fisik terhadap Dini yang dipacarinya selama lima bulan.

"Kami masih mendalami motif pelaku. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya," pungkasnya. 




















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/10/anggota-dpr-dari-pkb-akui-anaknya-pemabuktapi-sopan-pada-orangtua?page=3



Cegah Bencana Hidrometrologi di Kota Batu, Gencarkan Bersih-bersih Sungai

 


SURYAMALANG.COM, BATU - Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai bersama masyarakat dan TNI membersihkan sungai yang berada di Jalan Lesti Kota Batu, Selasa (10/10/2023).

Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Timur terkait antisipasi menghadapi bencana hidrometrologi yang mengancam saat musim hujan tiba.

Untuk itu kegiatan bersih-bersih sungai dari sampah dilakukan mulai dari sungai Lesti hingga nantinya juga dilakukan masyarakat Kota Batu di sungai sekitar lingkungan mereka.

“Kami akan terus bergerak agar kegiatan ini menyebar diseluruh wilayah Kota Batu, sehingga masyarakat sadar dan peduli pentingnya menjaga kebersihan utamanya sungai dari pencemaran sampah,” kata Aries Agung Paewai, Selasa (10/10/2023).

Selain bersama masyarakat, bersih-bersih sungai juga diikuti Sabers Pungli, Poltekad Kodiklatad, warga RT 1-3 RW 4 Desa Pesanggrahan dan Dinas PUPR Kota Batu.

Dari bersih-bersih sungai itu didapati banyak sampah rumah tangga. Hal itu menandakan banyak masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Sehingga Pj Walikota Batu meminta agar masyarakat tak membuang sampah ke sungai, melainkan memilah sampah dari sumbernya, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjadi kompos ataupun didaur ulang.

“Segala langkah dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah instansi vertikal maupun relawan harus didukung oleh masyarakat yang sadar dan paham untuk mengolah dan memilah sampah dari rumahnya, kemudian di sambung dengan kesadaran wisatawan untuk membuang sampah pada tempatnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Aries menginginkan agar di usia Kota Batu yang ke-22 ini, gerakan bersih-bersih lingkungan sungai terus lebih intensif dilakukan untuk mencegah bencana hidrometrologi di tahun 2023-2024.














SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/10/cegah-bencana-hidrometrologi-di-kota-batu-gencarkan-bersih-bersih-sungai

Selasa, 10 Oktober 2023

Kasus Kopi Sianida Mencuat, Dokter Forensik Yakin Tak Ada Jejak Sianida di Jasad Mirna Salihin

 


TRIBUNJATIM.COM - Sejauh ini, film dokumenyer Ice Cold, Coffee and Jessica Wongso di Netflix masih ramai jadi perbincangan netizen.

Satu hal yang masih dibahas adalah klaim adanya jejak sianida di jasad Mirna Salihin saat meninggal dunia.

Hal ini diungkap langsung oleh Dokter Djaja Surya Atmadja.

Dokter Djaja adalah seorang ahli forensik yang saat itu terlibat dalam kasus kopi sianida dan memeriksa langsung jasad Mirna Salihin.

Dalam wawancara di kanal Youtube milik Dokter Richard Lee, Dokter Djaja Surya Atmadja menggugat keyakinan umum bahwa kopi sianida adalah penyebab kematian Mirna.

Dengan latar belakang 30 tahun pengalaman sebagai dosen dan peneliti sianida, Dokter Djaja Surya Atmadja mengklaim bahwa ia dapat mengenali sianida dari jarak jauh.

Namun, ketika ia memeriksa Mirna, ia tidak mendeteksi bau karakteristik sianida sama sekali.

"Saya kan dosen sianida selama 30 tahun, dari jauh aja saya bisa tahu itu sianida. Saya peneliti [sianida], makanya saya apal luar kepala. Jadi saya yakin itu bukan sianida," ujarnya tegas.

Menurut Dokter Djaja, pemeriksaan jasad Mirna Salihin tidak mengungkapkan adanya bukti yang mendukung dugaan bahwa sianida adalah penyebab kematian.

Ia bahkan menyebutkan bahwa tanda-tanda fisik yang biasanya terlihat pada korban sianida, seperti perubahan warna kulit menjadi merah, tidak ada pada Mirna yang malah memiliki kulit membiru.

Keputusannya untuk melakukan proses formalin pada jenazah Mirna, yang didasarkan pada keyakinannya bahwa sianida tidak terlibat dalam kasus ini, mengakibatkan panggilan dari pihak kepolisian untuk memberikan kesaksian dalam berita acara pemeriksaan (BAP).


KUNJUNGI JUGA : 

Panci listrik serbaguna Elektrik Cooker Multifungsi Panci Kukus Elektrik 

Free Dus Packaging Pet Opeadia 17 Inch Big Tas Kucing Astrounot Travel Bag Nyaman dan Cat

Fabrica Kawat Nyamuk Magnet Kasa Anti Serangga Miniflex Aluminium Custom DIY seharga Rp2.334 - Rp3.507.

-  DASTER FLOW SATIN IMPORT REALPICT-GESER/DASTER SATIN PART 1/DASTER TANPA LENGAN seharga Rp21.032 - Rp26.631


"Gara-gara itu saya dipanggil sama polisi di BAP. Saya ditanya kenapa melakukan formalin. Saya bilang saya berani kerjain karena enggak nyium apa-apa, itu masuk ke dalam berkasnya Mirna kesaksian ada," paparnya.

Namun, yang lebih mencurigakan adalah fakta bahwa Dokter Djaja tidak pernah dipanggil sebagai saksi dalam persidangan meskipun namanya tercantum dalam berita acara pemeriksaan (BAP) sebagai salah satu dokter pertama yang menangani mayat Mirna. Hal ini memunculkan pertanyaan besar tentang potensi kecurangan dalam kasus ini.

"Semua orang di BAP dipanggil ke pengadilan kecuali saya. Kesaksian dokter mustinya utama, saya jadi orang pertama tapi kali enggak dipanggil," tambahnya lagi.

Menilik video di kanal YouTube dr Richard Lee yang tayang Jumat (6/10/2023), dr Djaja membeberkan sejumlah hasil pemeriksaan Mirna.

Disebutkan, saat itu mirna sempat dibawa ke rumah sakit dalam posisi masih hidup.

Kala itu, Mirna Salihin juga sempat muntah-muntah.

Dokter pun langsung mengambil sampel muntahan itu untuk diperiksa lebih lanjut.

"Dia habis dari Olivier masih hidup. Dibawa ke rumah sakit Abdi Waluyo ke IGD, masih hidup. Dia muntah-muntah diambil sampel lambungnya sama dokternya. Dia meninggal, dikasih surat kematian," cerita Dr Djaja, Jumat (6/10/2023).

Namun, dari hasil pemeriksaan, muntahan Mirna Salihin itu negatif sianida.

Begitupun dengan sampel organ lainnya yang diperiksa.

Kemudian, ditemukan 0,2 mg/liter sianida di lambung Mirna Salihin.

"Akhirnya dia bilang setujunya diambil sample. Dibukalah lambungnya, diambil jaringan hati, darah, urine. Dikirim ke Puslabor, hasilnya sianida negatif. Yang muntahan juga hasilnya negatif," lanjutnya.

Meski begitu, dr Djaja masih kekeh bahwa kemaian Mirna Salihin itu bukan karena sianida seperti yang ditudingkan.

Menurutnya, sianida yang ditemukan di lambung Mirna itu bisa saja merupakan hasil dari pembusukan.

"Nah kecuali di lambung. Di lambung ketemu sianida 0,2 Mg itu kecil banget. Dan logikanya kalau dari awal ada sianida terus jumlahnya mengecil itu masuk akal. Nah tapi kalau awal tidak ada sianida, kan tanda tanya dari mana. Nah sianida kecil itu bisa jadi itu dari pembusukan," tandas Dokter Djaja.

Di sisi lain, pengacara terkenal Jessica Wongso, Otto Hasibuan, langsung bertindak ketika mengetahui bahwa Dokter Djaja tidak dipanggil ke pengadilan. Ia mencari dokter forensik kontroversial ini untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut, mengungkapkan ketidakpuasan atas ketidakadilan yang terjadi dalam kasus yang selalu menuai perdebatan dan kontroversi.

"Pak Otto dia baca satu per satu, ini kok enggak dihadirkan saya dicari dihubungin sama Pak Otto, ditanya kan, saya jawab yakin ini bukan sianida," ungkap dokter Djaja.

Sementara itu, keracunan kalium sianida memang memiliki ciri khas. Gejala keracunan bisa muncul secara instan setelah terjadi paparan, yakni:

  • Sesak Napas
  • Pusing
  • Pucat
  • Detak Jantung Cepat
  • Mual dan Muntah
  • Kejang
  • Kehilangan Kesadaran

Penting untuk diingat bahwa gejala keracunan sianida bisa sangat cepat muncul, dan tindakan medis segera sangat diperlukan untuk menyelamatkan nyawa.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal diduga terpapar kalium sianida, segera hubungi layanan darurat medis atau pusat racun lokal untuk mendapatkan bantuan dan perawatan secepat mungkin.

Pengakuan Dokter Djaja menambah lagi daftar kejanggalan yang ditemukan di kasus pembunuhan Mirna Salihin oleh Jessica Wongso.



















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/09/kasus-kopi-sianida-mencuat-dokter-forensik-yakin-tak-ada-jejak-sianida-di-jasad-mirna-salihin?page=3

Kemarau Panjang, 10 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan Polres Kediri untuk Warga Terdampak Kekeringan


 


TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Beberapa wilayah di Indonesia mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang, tak terkecuali di Kabupaten Kediri.

Musim kemarau disertai cuaca sangat panas yang mencapai suhu 37 derajat ini semakin menambah kesulitan warga. Apalagi sumber air bersih terbatas.

Para petani adalah pihak pertama merasakan kesulitan akibat kekeringan tersebut. Banyak dari mereka yang harus menggunakan diesel pompa air untuk mengairi sawah hingga membuat sumur bor.

Masyarakat di beberapa desa juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Melihat hal ini, pihak Polres Kediri tergerak untuk melakukan aksi sosial penyaluran 10 ribu liter air bersih untuk masyarakat.

Jajaran Polres Kediri menggelar kegiatan baksos penyediaan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di Desa Kebonrejo Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. 

Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho melalui Kasi Humas AKP Uji Langgeng mengatakan, saasaran dari bantuan air bersih ini adalah masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang dan hujan yang tak kunjung datang.

"Sebanyak 10.000 liter air bersih layak konsumsi disalurkan pada sejumlah titik melalui dua unit mobil tangki air, masing-masing mengangkut 5.000 liter," kata AKP Uji Langgeng, Senin (9/10/2023).

Ia menuturkan, selain sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, penyaluran air bersih ini juga dilakukan dalam rangka memperingati HUT Humas Polri ke-72 tahun 2023.

Selain itu, aksi ini juga mencerminkan komitmen kepolisian dalam menjaga kebersamaan dan keamanan wilayahnya.

"Semoga bantuan air bersih ini dapat membantu meringankan beban mereka dan memberikan manfaat yang besar," ujarnya.

 Sementara itu, warga menyambut positif inisiatif para aparat penegak hukum tersebut, dimana penyediaan air bersih ini sangat dirasakan oleh masyarakat setempat.

Mereka berbondong-bondong untuk mendapatkan air bersih yang sudah lama sulit didapatkan.

"Perhatian yang ditunjukkan oleh Polres Kediri diharapkan dapat menginspirasi kerja sama yang lebih erat antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih baik lagi," pungkasnya.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk jajaran Polres Kediri, Wakapolsek Kepung dan anggota. Juga Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa dan perangkat desa Kebonrejo serta warga yang menjadi penerima bantuan
























SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/10/kemarau-panjang-10-ribu-liter-air-bersih-disalurkan-polres-kediri-untuk-warga-terdampak-kekeringan

Senin, 09 Oktober 2023

Nasib Wanita Diramal Mati Muda Lalu Seolah Jadi Nyata, Tak Sadar Makan Permen Racun dari Si Peramal

 


TRIBUNJATIM.COM - Inilah kisah wanita diramal mati muda dan dibuat seolah menjadi kenyataan.

Wanita itu bernama Fernanda Silva Valoz da Cruz Pinto asal Brasil.

Fernanda tewas setelah memakan permen cokelat dari seorang wanita peramal gipsi.

Sebelumnya ia diramal mati muda oleh peramal itu.

Fernanda masih berusia 27 tahun.

Ia jatuh sakit pada 3 Agustus 2023.

Ia mengalami sakit perut yang parah, muntah, mimisan dan air liur berlebihan.

Kemudian Fernanda Silva Valoz da Cruz Pinto dilarikan ke rumah sakit Santa Casa de Misericórdia.

Sesampainya di rumah sakit, pihak dokter mengatakan tidak dapat berbuat apa pun dan meninggal pada keesokan harinya, seperti dilansir TribunJatim.com dari Tribunnews.

Sebelumnya, keluarga Fernanda juga memberi tahu dokter bahwa ia juga memiliki riwayat penyakit maag yang memiliki gejala mirip keracunan makanan.

Sehingga kematiannya belum dapat diklarifikasi.

Namun, setelah hasil autopsi keluar, Fernanda tersebut dinyatakan meninggal karena zat beracun, dikutip dari OddityCentral.

Menurut informasi awal yang diberikan oleh keluarganya, Fernanda memberi tahu mereka bahwa dia telah menerima permen coklat dari seorang peramal gipsi di pusat Kota Maceió.

Wanita tersebut, meramalkan dia akan segera meninggal.

Fernanda memakan permen tersebut, pada hari yang sama.

Kemudian jatuh sakit dan mulai mengalami gejala keracunan.

Sementara Kantor Polisi Bagian Pembunuhan dan Perlindungan Pribadi (DHPP) memulai penyelidikan terhadap kasus aneh ini.

Namun kemungkinan untuk benar-benar menemukan petunjuk baru sangat kecil.

Hal tersebut, karena kesenjangan waktu yang lama antara Fernanda dan penyelidikannya.

“Cerita yang tidak biasa ini menimbulkan kesulitan dalam penyelidikan,” kata Lucimério Campos dari DHPP kepada wartawan.

“Jarak waktu yang hampir dua bulan juga menghadirkan tantangan, karena penyelidikan pembunuhan dimulai di TKP, dan kami tidak berada di sana. Namun, kami akan melakukan segala upaya untuk mengompensasi hilangnya informasi ini dan memberikan solusi terhadap kasus ini," jelasnya.

Pihak kepolisian sangat mengapresiasi keluarga Fernanda karena telah membantu menjelaskan kronologi dengan jelas tanpa meminta tes toksikologi, bahkan tidak akan ada penyelidikan.

Terkait dugaan peramal yang memberikan permen coklat kepada korban saat ini masih menjadi teori.

Pihak kepolisian mengatakan, akan mengidentifikasi pelaku namun jika memungkinkan.

Pasalnya hal tersebut,akan membutuhkan waktu yang lama dan prosesnya sulit.

Sementara sistem pengawasan CCTV di daerah tempat mereka diduga bertemu tidak lagi memiliki rekaman rekaman dua bulan lalu.

Untuk menemukan saksi mata juga sulit dilakukan.

Ditambah lagi, setelah pemberitaan media yang luas mengenai kasus ini, pelakunya mungkin baru saja bersembunyi.

Soal peramalan, Indonesia juga sempat dihebohkan dengan artis yang diterawang akan meninggal dunia di tahun 2023.

Sosok yang meramalkan hal itu adalah Hard Gumay.

Ia menyebut bahwa si artis berinisial I.

Banyak yang menduga bahwa sosok itu adalah Indra Bekti, lantaran sang presenter kala itu jatuh sakit.

Sebagai sahabat Indra Bekti, Indy Barends geram dengan omongan peramal yang bikin sakit hatinya itu.

Memang, kala itu sudah seminggu lebih Indra Bekti jalani perawatan di rumah sakit.

Diketahui, Indra Bekti dilarikan ke rumah sakit akibat pecah pembuluh darah di otak pada 28 Desember 2022 lalu.

Sayangnya, kabar duka tersebut justru memunculkan isu baru yang juga tak kalah buruk.

Bahkan, ada peramal yang memprediksi bahwa Indra Bekti tak akan berumur panjang.

Indy Barends pun mencoba buka suara. Dia mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin mendengar isu tak jelas.

"Aku sudah nggak mau dengar yang aneh-aneh. Makanya keseharian aku jadi di rumah sakit terus, misal ada apa-apa aku jadi dapat info yang terupdate," ungkap Indy Barends saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (6/1/2023).

Indy Barends mengaku hanya akan mendengar kabar dari dokter.

"Aku nggak mau dengar dari orang lain tentang Bekti.

Jadi aku datang ke RS cuma pengin standby dan bisa tanya-tanya langsung ke dokter," ungkap Indy Barends.

Lagi pula, Indy Barends lebih meyakini takdir Tuhan dibandingkan peramal.

"Misal peramal bicara ini itu, ya kita kan punya Tuhan ya. Kalau misal meramal yang baik ya diaminin, kalau diramal yang nggak baik ya nggak usah dipikirin. Biar nggak jadi beban pikiran," tutup Indy Barends.

Di sisi lain, Indra Bekti kini kondisinya telah membaik bahkan dikabarkan rujuk dengan istrinya, Aldila Jelita.






















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/08/nasib-wanita-diramal-mati-muda-lalu-seolah-jadi-nyata-tak-sadar-makan-perman-racun-dari-si-peramal?page=4