This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 21 Oktober 2023

Sosok Korban Pembacokan di Malang Dikenal Rajin Beribadah, Dihabisi Tetangga Sepulang Istighosah

 



TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang membuat warga setempat kaget.

Pasalnya, pelaku dan korban merupakan tetangga rumahnya saling berhadapan.

Persitiwa pembunuhan ini terjadi kemarin Rabu (18/10/2023) malam dan sempat menggegerkan warga.

Korban, Husairi (60) mendapatkan luka bacokan celurit di tubuhnya hingga ia meninggal dunia. Dugaanya, pelaku yakni Samidi (55) memiliki dendam dengan Husairi.

Kabar pembacokan itu, kini menyebar ke seluruh Desa Ganjaran bahkan hingga ke luar desa.

Zuhri, tetangga korban yang juga pemilik warung kopi di dekat rumahnya mengaku kaget mendengar kabar tersebut.

Ia masih tidak menyangka, Husairi yang kesehariannya ngopi di warung milik Zuhri harus meninggal di tangan tetangganya juga.

Padahal, baru saja kemarin Rabu (18/10/2023) siang, korban masih ngopi ditempatnya. Namun, hal itu menjadi kali terakhirnya bertemu.

"Kemarin siang masih ngopi di sini. Nggak nyangka saja, padahal orangnya rajin beribadah," terang Zuhri.

Diakui Zuhri, korban adalah sosok yang ramah dan rajin beribadah. Bahkan, sebelum terjadi pembunuhan, korban saat itu pulang dari istigosah.

"Iya, kemarin pulang istigosah," tandasnya.

Ia menambahkan, keseharian Zuhri tidak bekerja. Namun, ia sering mengantar istrinya untuk pergi ke sawah. Selain itu, Husairi juga kerap mengantar keponakannya ke sekolah.

Karena memang, sehari-hari Husairi tinggal bersama keponakannya. Zuhri juga menambahkan, bahwa korban tidak memiliki anak.

"Korban tidak punya anak. Sehari-hari ia tinggal sama istri dan tiga keponakan dari istrinya," sebutnya.

Sementara itu, Zuhri juga mengenal Samidi. Meskipun jarang ngopi di warung miliknya, akan tetapi Samidi sesekali menyapanya ketika melintas di depan warung.

"Pelaku kadang lewat sini ya nyapa biasa aja," imbuhnya.

Mengenai motif pembunuhan yang dilakukan oleh Samidi, Zuhri tidak mengatakan secara gamblang. Ia hanya menyebut, bahwa pelaku memiliki dendam terhadap Husairi.

"Pelaku punya dendam ke korban sudah lama sepeninggal istrinya," tukasnya.










SUMBERhttps://jatim.tribunnews.com/2023/10/19/sosok-korban-pembacokan-di-malang-dikenal-rajin-beribadah-dihabisi-tetangga-sepulang-istighosah


Jumat, 20 Oktober 2023

Tim SAR Mencari Bocah 6 Tahun Dalam Palung dan Ceruk Sungai Brantas di Kota Malang

 


SURYAMALANG.COM, MALANG - Tim SAR gabungan terus mencari bocah laki-laki bernama Dava (6), warga Jalan Muharto Gang 5 RT 6 RW 6 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang yang hanyut terseret arus Sungai Brantas, Kamis (19/10/2023) siang.

Salah seorang relawan SAR, Imam Supi'i (52) mengatakan, banyaknya sampah serta bebatuan sungai yang licin menjadi kendala dalam proses pencarian.

"Setelah kami tiba di lokasi, kami langsung melakukan pencarian terhadap korban. Banyaknya tumpukan sampah yang mengambang serta bebatuan sungai yang licin menjadi kendala," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Pada awalnya, tim SAR gabungan menduga tubuh korban tersangkut tumpukan sampah.

"Saat kami bersihkan tumpukan sampahnya, ternyata tidak ada (tubuh korban). Sehingga, kami lanjutkan pencarian memakai tubing dan difokuskan ke bagian cerukan dan palung sungai," terangnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno mengungkapkan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Basarnas Surabaya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas Surabaya, untuk selanjutnya dilakukan pencarian bersama. Untuk hari ini, kami telah membagi tim di beberapa titik dan melakukan penyisiran sejauh 50 meter,"

"Pencarian dilakukan hingga matahari terbenam. Apabila sudah malam, maka pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya. Dan kami juga telah menginstruksikan kepada pihak lurah, untuk mendirikan tenda sebagai posko pencarian," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bocah laki-laki bernama Dava (6), warga Jalan Muharto Gang 5 RT 6 RW 6 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang hanyut terseret arus Sungai Brantas, Kamis (19/10/2023) siang.

Diketahui, pada awalnya korban bersama kedua temannya yaitu Nando dan Rehan bermain di pinggir sungai sekitar pukul 13.00 WIB. Kemudian, korban terpeleset lalu terseret derasnya arus sungai, dan salah satu temannya berusaha menolong dengan cara memegangi tangan korban

Karena tidak kuat, pegangan itu pun terlepas dan korban pun hanyut terbawa arus Sungai Brantas.














SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/19/tim-sar-mencari-bocah-6-tahun-dalam-palung-dan-ceruk-sungai-brantas-di-kota-malang

 


Pendam Dendam Selama 8 Tahun, Samidi Bunuh Tetangga di Gondanglegi, Kabupaten Malang

 


SURYAMALANG.COM, MALANG - Samidi (55) memendam dendam kepada tetangganya, Husairi (60) selama delapan tahun.

Pria asal Dusun/Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang ini baru melampiaskan dendamnya pada Rabu (18/10) malam.

Samidi membunuh Husairi di Jalan Kramat RT 17/RW 01 Desa Ganjaran. Setelah membunuh Husairi, Samidi langsung menyerahkan diri ke Kepala Desa Ganjaran, Ali Shodikin.

"Sekitar 20 menit setelah membunuh korban, dia ke rumah. Kemudian anggota Polsek Gondanglegi membawa pelaku ke Polres Malang," kata Ali kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (19/10).

Sebelum dibawa ke Polres, Samidi sempat mengungkapkan alasanya membunuh Husairi. Samidi memendam dendam sejak sebelumnya istrinya meninggal.

Sebelum istrinya meninggal, Samidi sering memergoki korban menebar garam mulai depan rumah sampai belakang rumah pelaku.

"Kata pelaku, tidak lama kemudian istrinya sakit. Pelaku berencana mau pindah, tapi saat itu almarhumah melarang pelaku pindah karena tidak enak dengan tetangga," terangnya.

Tak lama kemudian sang istri meninggal. Samidi mencoba melupakan perbuatan Khusairi yang menebar garam di sekitar rumahnya beberapa tahun lalu.

"Pelaku menikah lagi dengan harapan bisa melupakan kejadian itu. Tapi pelaku tidak bisa melupakannya, sehingga terjadi kejadian itu," imbuhnya.

Pembunuhan ini bermula saat korban pulang istigasah sekira pukul 21.30 WIB. Sebelum korban tiba di rumahnya, tiba-tiba Samidi mengadang Husairi.

"Pembunuhan itu terjadi sekitar 50 meter dari rumahnya," kata Ali Maskum, Kepala Dusun Ganjaran.

Maskum memperkirakan Samidi sudah mengintai korban sebelum sampai rumah. Saat kejadian, ada acara khitanan yang menghadirkan acara musik dangdut sekitar 300 meter dari lokasi pembunuhan. Pelaku memanfaatkan kondisi sepi untuk membunuh korban.

"Saat kejadian itu, banyak warga yang rewang dan nonton di acara orkesan itu," imbuhnya.

Pelaku membacok tubuh korban berkali-kali menggunakan celurit. Husairi meninggal dengan luka bacok di dada, wajah, dan perut.

"Saat kejadian, tidak ada warga yang tahu," lanjutnya.

Warga mengetahui pembunuhan ini setelah Samidi menyerahkan diri ke kepala Desa Ganjaran. Kemudian kepala desa menghubungi Polsek Gondanglegi.

Maksum menyebutkan motif pembunuhan adalah pelaku dendam kepada korban sejak 8 tahun lalu.

"Warga tidak menyangka bila sampai seperti ini," imbuhnya.

Kasihumas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik menyatakan saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polres Malang.

"Kami akan rilis pada Jumat (19/10)," kata Taufik.

Ngopi Terakhir

Warga tidak menyangka Husairi tewas akibat dibacok oleh tetangganya, Samidi. Tetangga korban, Zuhri kaget mendengar kabar pembunuhan tersebut. Pemilik warung kopi ini tidak menyangka Husairi meninggal di tangan tetangganya.

Setiap hari Husairi ngopi di warung milik Zuhri. Terakhir korban ngopi di warung kopi itu pada Rabu siang.

"Saya tidak menyangka saja. Padahal korban itu rajin ibadah," terang Zuhri.

Zuhri mengenal korban sebagai sosok yang ramah dan rajin ibadah. Bahkan sebelum pembunuhan, korban baru pulang dari istigasah.

Keseharian Husairi tidak bekerja. Tapi, Husairi rajin mengantar istrinya pergi ke sawah. Husairi juga kerap mengantar keponakannya ke sekolah.

"Korban tidak punya anak. Sehari-hari dia tinggal dengan istri dan tiga keponakan dari istrinya," imbuhnya.

Zuhri juga mengenal Samidi. Menurutnya, Samidi jarang ngopi di warung miliknya. "Kadang pelaku lewat sini, menyapa saya," terangnya.
















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/19/pendam-dendam-selama-8-tahun-samidi-bunuh-tetangga-di-gondanglegi-kabupaten-malang?page=2


Kamis, 19 Oktober 2023

450 Keturunan Arya Kanuruhan dari Bali Gelar Ritual Mejauman di Candi Singhasari, Malang

 


SURYAMALANG.COM, MALANG - Sekitar 450 orang dari Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, menggelar ritual di Candi Singhasari, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (18/10/2023) siang. 

Rombongan besar ini naik 8 bus. Iring-iringan bus yang itu membuat jalan di sekitar Candi Singhasari menjadi macet. 

Mereka menggelar ritual Mejauman lima tahunan karena merasa sebagai keturunan Arya Kanuruhan di Karangasem, Bali. Ritual ini dilakukan 5 tahun sekali.

Mejauman berasal dari kata bahasa Bali, jaum, dalam bahasa Indonesia memiliki arti jarum atau alat jahit manual. 

"Ini adalah cari kami menjahit/merajut dan mempersatukan kembali dengan leluhur kami dari asalnya, yaitu Singosari Jawadwipa," ujar Ketut Kartika (40), warga Karanganyar, Bali.

Acara ini digelar setelah upacara ngaben dan ngeroras, penyucian roh leluhur dan dianjurkan untuk disembahyangkan di Candi Singhasari.

Sebelumnya, rombongan ini juga bersembahyang di Pura Semeru Agung, Senduro, Kabupaten Lumajang. 

"Candi Singhasari bukan hanya milik warga Malang dan Hindu, ini milik bangsa kita yang harus dijaga dan dirawat, sayang sekali jika kurang perhatian dari pemerintah," terang Ketut Kartika.

Hadir menyambut rombongan, suami istri pelaku budaya yang juga dikenal sebagai pembatik tulis dengan brand Batik Lintang, Indranesia dan Ita Fitriyah.

"Kami sengaja hadir menyambut kedatangan saudara kami, sekaligus belajar budaya pelestarian situsnya," ujar Ita Fitriyah

"Jika merunut dari sejarah ini harusnya bisa jadi sister city Singosari dengan Karangasem, karena ini acara lima tahunan, dan semoga pemerintah lebih memperhatikan fasilitas penunjang dan kondisi candi," tegas Indranesia. 

















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/18/warga-karangasem-bali-geruduk-singosari-adakan-upacara-mejauman



Pegawai Rendah Berlagak Pejabat Gadaikan 6 Mobil Sewaan di Tulungagung

 


SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Polisi menyerahkan berkas perkara JJ, pegawai rendahan berlagak pejabat di Pemkab Tulungagung, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung, Selasa (17/10/2023).

JJ yang terakhir menjadi staf Kecamatan Kedungwaru diduga menggadaikan 6 mobil sewaan.

Pelimpahan dilakukan penyidik Satreskrim Polres Tulungagung, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap.

“Benar sudah dilakukan pelimpahan tahap dua. Dalam waktu dekat kami limpahkan ke pengadilan,” ujar Kasi Intelijen Kejari Tulungagung, Amri Rahmanto Sayekti, Rabu (18/10/2023).  

Lanjut Amri, tidak ada pemeriksaan tambahan kepada JJ.

Tersangka JJ langsung dititipkan ke Lapas Kelas IIB Tulungagung.

Dalam modusnya, JJ mengaku menyewa mobil untuk kepentingan kegiatan di Pemkab Tulungagung.

“Kami akan hadirkan saksi dari Pemkab Tulungagung. Karena dia membawa nama Pemkab Tulungagung,” ungkap Amri.

Dugaan penipuan dan penggelapan ini dilakukan sejak dua tahun lalu.

Saat itu JJ masih bekerja di bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Tulungagung.

Dari berkas perkara, kerugian para korban hampir mencapai Rp 1 miliar.

“Modusnya dia menyewa mobil, kemudian digelapkan. Kendaraannya digadaikan lagi ke orang lain,” terang Amri.

Enam mobil yang digelapkan terdiri dari sebuah truk, satu pikap dan 4 minibus.

Uang hasil penggelapan mobil sewaan ini dipakai untuk judi online dan pergi ke tempat hiburan malam.

JJ dijerat dengan pasal 378 KHUPidana tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara.

Dalam menjalankan modusnya, JJ menggunakan ruang yang ada di Pemkab Tulungagung.

Ruang ini jarang digunakan sehingga seolah JJ seorang pejabat yang mempunyai ruang kerja sendiri.

Para calon korbannya pun yakin setelah bertemu JJ di ruang belakang kantor Prokopim ini.

Dari catatan kepolisian, sebelumnya JJ pernah dia kali melakukan tindak pidana.

Ia pernah dijatuhi hukuman dalam perkara penipuan pada 18 Desember 2018, berupa pidana penjara 1 tahun 4 bulan.

Lalu pada 17 Desember 2018 JJ kembali divonis bersalah dalam perkara pengeroyokan, dengan pidana penjara selama 1 tahun. 

















SUMBER :  https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/18/pegawai-rendah-berlagak-pejabat-gadaikan-6-mobil-sewaan-di-tulungagung?page=2

Rabu, 18 Oktober 2023

Respon Pertamina pada Pengemudi Mobil Bawa Kabur Uang Operator SPBU Rp 1,5 Juta, Kronologi Terungkap

 


SURYAMALANG.COM, - Pihak Pertamina merespons viralnya video pengemudi mobil bawa kabur uang operator SPBU senilai Rp 1,5 juta. 

Pertamina pun menjelaskan seperti apa kronologi yang sebenarnya terjadi di SPBU Masjid Agung Semarang itu.

Sedangkan pihak pengemudi yang mengendarai mobil Ford sampai kini belum diketahui identitasnya. 

Awalnya, masalah ini viral setelah beredar rekaman CCTV di SPBU yang dibagikan oleh akun Instagram @andreli_48 pada Senin (16/10/2023).

Dalam keterangan video, pengunggah menulis seorang operator SPBU tidak sadar uang yang dibawanya jatuh.

Lalu operator lain yang melihat ada uang jatuh mengira duit itu milik pengemudi mobil yang sedang mengisi BBM.

Setelah itu pengemudi mobil mengambil uang tersebut dan tidak mengakui perbuatannya saat dikejar oleh petugas SPBU. 

'Ditunggu itikad baiknya bagi pemilik mobil dg nopol tersebut???? uang hilang kurang lebih 1,5jt' tulis pengunggah.

'Lokasi : SPBU 44.501.18 / SPBU Masjid Agung Semarang . Jalan Arteri soekarno Hatta no.10,' imbuhnya. 

Respon Pertamina 

Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho, membenarkan peristiwa itu.

Terduga pelaku adalah pengemudi Ford dengan nomor polisi K8611** yang pada saat kejadian tengah mengisi BBM Pertamina Dex sebesar Rp 300.000.

Brasto mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di SPBU 4450118 Jalan Soekarno Hatta No 10 Kota Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (14/10/2023) sekitar pukul 18.45 WIB.

Peristiwa bermula ketika operator SPBU hendak memasukkan uang setoran BBM senilai Rp 1,5 juta tetapi uang.

Pada saat itu, operator SPBU mengira uang yang dibawa sudah masuk ke saku.

Setelahnya, teman operator mengira uang yang jatuh milik pengemudi Ford.

"Kemudian ditunjukkan kepada penumpang Ford dan uang diambil penumpang Ford dan dibawa pergi," jelas Brasto kepada Kompas.com, Selasa (17/10/2023).

Operator baru menyadari uangnya tidak ada di saku setelah pengemudi Ford pergi.

Brasto menyampaikan, saat ini pihak SPBU 4450118 masih berkoordinasi secara internal.

Namun, pihaknya belum melaporkan peristiwa pengemudi Ford yang membawa uang operator senilai Rp 1,5 juta tersebut ke pihak kepolisian.

"Kami berharap penumpang mobil Ford tersebut berniat baik dengan segera mengembalikan uang tersebut ke operator SPBU dimaksud," katanya lagi.

Brasto menambahkan, apabila pengemudi Ford mengetahui hal tersebut, maka dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 melalui:

Voice: 135

Video Call: aplikasi MyPertamina

Chatbot NADIA: Aplikasi MyPertamina dan WhatsApp di nomor 08111350135

Email: pcc135@pertamina.com

Instagram:pertamina.135

Twitter: @pertamina135

Facebook: Pertamina Call Center 135.



















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/10/17/respon-pertamina-pada-pengemudi-mobil-bawa-kabur-uang-operator-spbu-rp-15-juta-kronologi-terungkap?page=2