This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 28 Oktober 2023

Eks Kadispendik Jatim Syaiful Rachman Jadi Saksi Mahkota, Nekat Tanya Balik Hakim, Ending Diskak

 


TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Eks Kadispendik Jawa Timur, Syaiful Rachman, salah satu terdakwa dugaan kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dispendik Jatim tahun 2018, hingga rugikan negara Rp 8,2 miliar, tak menyangka proyek pembangunan ruang praktik siswa (RPS) tersebut bakal menyeretnya ke meja hijau. 

Sebagai saksi mahkota dalam agenda sidang lanjutan yang berlangsung di Ruang Sari, Kantor Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (27/10/2023) siang, Syaiful Rachman memberikan kesaksiannya atas terdakwa Eny Rustiana.

Selama bersaksi, Syaiful Rachman terus menegaskan dirinya sama sekali tidak meminta keuntungan dalam bentuk apapun, apalagi sejumlah uang kepada terdakwa Eny selama berlangsungnya proyek pembangunan RPS. 

Bahkan, menurutnya, proses pelengkapan laporan keuangan atas pengerjaan RPS untuk 60 SMK tersebut, nyaris rampung pada awal tahun 2019.

Namun dia mengatakan, ada yang melaporkan ke pihak kepolisian, ternyata persoalan RPS masuk meja penyelidikan pihak kepolisian Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim.

"Saya tidak pernah minta minta uang masalah RPS ini menjelang belum tuntas itu tapi sudah ada laporan di polda. Entah siapa yang melaporkan. Lupa saya, siapa yang laporan. Di tahun 2019, saya sudah selesai," ujar Syaiful Rachman.

Syaiful Rachman bertindak sebagai pengguna anggaran pembangunan RPS yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dispendik Jatim tahun 2018, dengan nilai keseluruhan Rp 63 miliar. 

Dana tersebut dialokasikan kepada 60 SMK; 43 SMK negeri dan 17 SMK swasta, untuk pembangunan ruang praktik siswa (RPS), pembangunan rangka atap rangka berbahan besi WF (Wide Flange Iron), beserta pembelian perabotan mebeler, secara swakelola. 

Dalam prosesnya, Syaiful Rachman menunjuk Hudiyono sebagai Kabid SMK Dispendik Jatim kala itu, sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), sebelum dimutasi untuk promosi jabatan sebagai Biro Kesra Setdaprov pada Agustus 2018.

Saat menjelaskan mengenai kewenangan sebagai Kadispendik Jatim kala itu, Syaiful Rachman dicecar oleh Hakim Ketua Arwana mengenai alasan penunjukan Ramlianto yang kala itu menjabat sebagai Sekretaris Dispendik Jatim, sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pembangunan RPS. 

Didapati fakta, Syaiful Rachman menunjuk Ramlianto sebagai PPK sementara yang diberikan surat keterangan (SK) dari dirinya sendiri yang saat itu menjabat sebagai Kadispendik Jatim. 

Alasannya, jika menunggu SK PPK yang didasarkan pada Peraturan Gubernur Jatim, akan memakan waktu yang lama. 

Apalagi proses pengerjaan proyek tersebut membutuhkan waktu yang cepat agar rampung dalam kurun waktu setahun. 

Oleh karena itu, dirinya berinisiatif membuat SK sementara tersebut dengan menunjuk sosok Ramlianto. 

"Saya lupa (soal SK penunjukan Ramli sebagai PPK). Iya mengangkat (Ramli jadi PPK). Saya menunjuknya sebagai PLT Kepala Bidang. Mohon maaf saya ingat ingat. Iya saya mengangkat," terangnya. 

Hakim Ketua Arwana mengaku janggal dengan pernyataan Syaiful Rachman mengenai langkah organisasi yang dilakukan sebagai Kadispendik Jatim. 

Pada beberapa pernyataan, Syaiful Rachman sempat berdalih bahwa tahapan pelaksanaan proyek tersebut sejak awal hingga akhir, dilakukan oleh pejabat terkait. 

Namun, pada beberapa keterkaitan yang berhasil ditemukan atas keterangan para saksi sebelumnya dengan pernyataan Syaiful Rachman, didapati Syaiful Rachman memiliki kewenangan penuh dalam pelaksanaan pembangunan proyek tersebut. 

"Karena semua surat penandatanganan proyek saksi (Anda) semua yang handel. Karena saksi bilang seakan semuanya ditangani PPK. Soalnya Anda sudah dengar keterangan Agus, gimana mau bertindak jika tidak ada persetujuan dari atas," ujar Hakim Ketua Arwana. 

Syaiful Rachman mengaku pernah memperoleh informasi dari Hudiyono bahwa pada beberapa pelaksanaan proyek tersebut, terutama pengadaan rangka atap dan mebeler, bakal diserahkan kepada terdakwa Eny Rustiana. 

Namun, Syaiful Rachman berdalih bahwa dirinya tidak menyetujui langkah tersebut, dengan memasrahkan semua keputusan tersebut kepada Hudiyono. 

"Saya tidak menyetujui secara langsung sebagai PA, tapi saya kembalikan ke KPA (Hudiyono). Terserah pak Hudiyono saja. lya saya tetap dengan BAP. Yang akan mengerjakan. Iya (Eny)," jawab Syaiful Rachman. 

Kemudian, Hakim Anggota Agus sempat memberikan sejumlah pertanyaan lanjutan menambahi rentetan pertanyaan Hakim Ketua Arwana kepada Syaiful Rachman.

Namun, sebelum itu, ia sempat memberikan tinjauan atas kesaksian yang telah disampaikan oleh Syaiful Rachman. 

Bahwa kewenangan dan tanggung jawab penuh yang dimiliki oleh Syaiful Rachman selama menjabat sebagai Kadispendik Jatim, kala itu, sangat memungkinkan untuk memutuskan adanya indikasi atau praktik pelanggaran penggunaan anggaran. 

Apalagi Syaiful Rachman mengetahui adanya informasi bahwa indikasi pelanggaran tersebut, baru 'akan' dilakukan oleh sejumlah pihak. 

Oleh karena itu, Hakim Anggota Agus sempat meragukan fungsi pengendalian dan pencegahan pelanggaran yang sebenarnya dapat dan memungkinkan dilakukan oleh Syaiful Rachman pada saat itu. 

"Tadi Anda ditanya PH ternyata 'akan' kata pak Hudiyono, uang belum cair. Sedangkan kalau dikontrakuangkan atau dipihaktigakan. Seandainya Anda merasa memiliki fungsi pengendalian, itu sebenarnya luar biasa dan tidak terjadi," ujar Hakim Anggota Agus. 

Mendekati pernyataan tersebut, Syaiful Rachman meresponsnya dengan jawaban yang sama. Bahwa, keputusan tersebut telah diserahkannya kepada pihak Hudiyono, sebagai Kabid SMK Dispendik Jatim, yang juga sebagai KPA kala itu. 

"Saya kembalikan ke pak Hudiyono. Mencegah yang bagaimana," jawab Syaiful Rachman bertanya balik kepada majelis hakim. 

Mendengar pertanyaan balik yang terkesan 'bengal' itu, justru memantik kegeraman Hakim Ketua Arwana. 

Hakim Ketua Arwana balik menyebutkan aturan sederhana dalam tata laksana persidangan, kepada Syaiful Rachman, sebagai penegasan. 

Bahwa terdakwa ataupun saksi hanya cukup menjawab pertanyaan yang diajukan majelis hakim dengan pernyataan yang memang diketahui jawabannya. 

Atau, jikalau memang tidak mengetahui jawaban atau pertanyaan tersebut. Dapat menjawab tidak tahu atau lupa. 

"Eh saudara kenapa bertanya ke pak hakim lagi. Ini bukan pasar tanya jawab gini. Kalau saudara ditanya hakim ya jawab aja. Kok bisa tanya jawab," tegas Hakim Ketua Arwana. 

Sekadar diketahui, terungkap modus mantan Kadispendik Jatim, Syaiful Rachman dan mantan kepala SMK swasta di Jember, Eny Rustiana, dalam menyunat dana renovasi pembangunan atap dan pembelian mebeler seluruh SMK se-Jatim. 

Nilai kerugian negara akibat praktik dugaan korupsi yang dilakukan kedua tersangka, sekitar Rp 8,2 miliar. 

Uang tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dispendik Jatim, tahun 2018, dengan nilai keseluruhan Rp 63 miliar. 

Seharusnya uang tersebut dialokasikan kepada 60 SMK; 43 SMK negeri dan 17 SMK swasta, untuk pembangunan ruang praktik siswa (RPS), pembangunan rangka atap rangka berbahan besi WF (Wide Flange Iron), beserta pembelian perabotan mebeler, secara swakelola. 

Panit Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim, Ipda Aan Dwi Satrio Yudho menerangkan, dalam pelaksanaan, proses pencairan dana tersebut disunat oleh kedua tersangka.

Modusnya, ada beberapa prosedur pembelian bahan material pembangunan dan perabotan mebeler, diwajibkan melalui mekanisme akal-akalan yang ditetapkan kedua tersangka. 

Cara kerjanya, khusus untuk pengadaan perabotan mebeler dan atap rangka berbahan besi WF, diwajibkan melalui mekanisme pencairan dana yang dikelola melalui kedua tersangka. 

Kedua tersangka menginstruksikan kepada semua kepala sekolah SMK swasta dan negeri untuk memberikan sebagian dari dana alokasi tersebut dengan beragam nilai nominal, kepada para tersangka.

Agar siasat dan akal-akalan para tersangka berjalan mulus, tersangka Syaiful Rachman mengumpulkan semua kepala sekolah SMK negeri dan swasta di sebuah tempat pertemuan untuk melakukan rapat internal. 

Di dalam ruang rapat tersebut, para peserta rapat; para kepala sekolah SMK, dilarang membawa ponsel. Artinya, ia menginstruksikan para peserta rapat untuk meletakkan atau menyimpan ponsel miliknya di luar ruangan. 

Selama berlangsungnya rapat, Syaiful Rachman memberikan instruksi khusus agar proses pembelian rangka atap dan mebeler dapat dilakukan secara kolektif kepada Eny Rustiana. 

"Dalam acara tersebut, para kepala sekolah dikumpulkan oleh kepala dinas, yang pada waktu saat itu. Diimbau oleh kadis, posnel untuk dikeluarkan atau tidak dimasukkan ke dalam ruang rapat tersebut. Kadis menyampaikan terkait pengadaan atap dan mebeler, nanti dikelola oleh saudara ER," katanya dalam jumpa pers di Ruang Pertemuan Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jatim, Kamis (3/8/2023). 

Kemudian, kedua terdakwa, Syaiful Rachman dan Eny Rustiana, dikenakan dakwaan sesuai Pasal 2, subsidair Pasal 3 juncto pasal 18 UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/27/eks-kadispendik-jatim-syaiful-rachman-jadi-saksi-mahkota-nekat-tanya-balik-hakim-ending-diskak?page=4





Jumat, 27 Oktober 2023

SOSOK Ray Wilson Imanuel, Donatur yang Disebut Prank Panti Asuhan Elnuza Akhirnya Jujur, 'Saya Lupa'

 


- Inilah sosok Ray Wilson Imanuel, donator yang disebut ngeprank Panti Asuhan Elnuza.

Setelah namanya viral di media sosial dan banjir hujatan, Ray Wilson Imanuel akhirnya jujur soal fakta sebenarnya.

Ray Wilson Imanuel disebut memberikan bantuan kepada anak-anak panti lalu setelah berfoto bantuan itu diambil lagi.

Hal itu disampaikan oleh pengurus Panti Asuhan Elnuza, Sarmi Samiati.

Soal pernyataan Sarmi Samiati, Ray Wilson Imanuel pun buka suara

Tampang Ray Wilson Imanuel viral setelah diunggah dalam akun Facebook Sarmi Sarmiati.

Potret Ray Wilson Imanuel kala itu berada di Panti Asuhan Elnuza di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel).

Dalam postingannya, Sarmi Samiati menyebut Ray Wilson Imanuel adalah sosok donator yang membuat anak-anak menangis.

Disebut bahwa sang donatur membuat anak-anak menangis setelah bingkisan yang dibawanya diambil lagi usai mengambil foto

Publik pun geram dan menganggap donatur itu keterlaluan karena hanya numpang foto.

Kata Sarmi Sarmiati, donatur tersebut membawa beberapa dus makanan ringan yang dikira akan diberikan ke panti asuhan.

Setelah donatur tersebut datang, mereka pun berfoto bersama donatur dan penerima dari pihak Panti Asuhan Elnuza.

Namun terjadi selanjutnya, semua dus bingkisan tersebut malah dibawa pulang kembali hingga membuat anak-anak panti asuhan gigit jari hingga menangis.

Sarmi Sarmiati yang mengaku dari pihak pengurus merasa kecewa dan marah melihat sikap kurang ajar dari donatur tersebut.

Apalagi mereka sudah meminta foto dan stempel dari panti asuhan.

Bahkan pihak pengurus panti asuhan tersebut melarang donatur tersebut untuk datang lagi jika hanya ingin membuat mereka sakit hati.

"Pak terimah kasih,,ke PD BPK yg pernah minta Potobersama anak2 panti ELNUZA beberapa dus tenggo jgn LG datang k panti ELNUZA meminta ttd tangan dan stempel pengurus..

Membuat kami kecewa dan menangissi anak2 kami,,karna tenggo itu satupun TDK d kasih anak2 kami," tulisnya.

Postingan Sarmi Sarmiati di Facebook itu pun sontak jadi sorotan netizen.

Si pria dalam foto yang ternyata bernama Ray Wilson Imanuel pun angkat bicara.

Ray Wilson Imanuel ternyata adalah perwakilan Sales Area PT Anta Boga Cemerlang, dikutip dari TribunTimur.

Video klarifikasi Ray Wilson Imanuel rupanya juga dibagikan Sarmi Sarmiati beberapa waktu kemudin.

Di dalam video tersebut, Ray Wilson Imanuel menjelaskan bahwa pihaknya sudah memberikan bantuan ke Panti Asuhan Elnuza pada Senin (23/10/2023) sore.

"Senin sore barangnya sudah saya serahkan," kata Ray Wilson Imanuel pada Kamis (26/10/2023).

Kemudian pada Selasa (24/10/2023), Ray Wilson Imanuel kembali mendatangi panti asuhan dengan maksud berfoto dengan penghuni panti asuhan.

Hal ini dilakukan sebagai tanda bukti penyerahan bantuan yang sudah diberikan sebelumnya.

"Sebenarnya saya sudah kasih tahu, sebenarnya ini cuma numpang foto saja."

"Tapi karena kesibukan mereka, (panti asuhan) lupa sama saya karena kesibukan mereka," kata dia.

"Saya mohon maaf karena saya lupa untuk konfirmasi ulang bahwa saya orang yang datang kemarin ke sini," kata dia.

Atas kesalahpahaman ini, Sarmi Samiati akhirnya juga minta maaf dan menjadikan ini sebagai pembelajaran baginya.

"Aku manusia biasa yg tak luput dari dosa, tuhan saja maha pengampun apa lagi aku manusia biasa ini jadi pelajaran buat kita semoga silaturahmi kita ke depannya lebih baik lagi," tulis Sarmi Sarmiati.

Ia mengatakan, kedua belah pihak sudah saling memaafkan atas kejadian tersebut.

"Kami sudah saling memaafkan kepada seluruh yg membaca status kami atas nama Sarmi sarmiati mohon maaf jgn d sebar luaskan lagi," lanjutnya.

Meski demikian, Sarmi Samiati bersyukur karena kini bantuan mengalir untuk anak-anak di Panti Asuhan Elnuza.

Beberapa pihak hingga hamba Allah diketahui datang memberikan bantuan kepada panti asuhan tersebut.

"Alhamdulillah Terimah kasih hamba Allah yg telah mengobati hati kami yg kecewa yang telah menggantikan rezeki kami semoga berkah dan dinikmati oleh anak anak panti ELNUZA," tulis pengurus panti Sarmi, melansir dari Sripoku.

Sebelumnya, Ketua Panti Elnuza Nurjanah mengatakan peristiwa yang dilakukan oknum dalam memberi bantuan tetapi tidak diberikan bantuannya merupakan hal yang pertama.

Pihaknya sangat menyesali perbuatan oknum yang melakukan prank terhadap anak-anak Panti Elnuza.

"Ini merupakan hal yang pertama bagi kami, kami mengimbau oknum donatur tersebut jangan mengulanginya pada panti-panti lainnya.

Kami meminta oknum donatur tersebut datang kesini dan meminta maaf kepada anak-anak panti,"kata Nurjanah.

Lanjutnya, dengan prank yang dilakukan oknum donatur anak-anak sempat kecewa karena barang tersebut diambil kembali.

"Anak-anak kasian karena di bohongi, anak-anak sangat ingin makan barang diberikan saat itu.

Mereka nangis mau makanan itu, semoga kedepan kejadian serupa tidak terjadi lagi," jelasnya.

Tapi kini terbukti bahwa semua hanyalah salah paham belaka.















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/27/sosok-ray-wilson-imanuel-donatur-yang-disebut-prank-panti-asuhan-elnuza-akhirnya-jujur-saya-lupa?page=3





JATIM TERPOPULER: Resepsi Pernikahan Ponorogo Disapu Hujan Angin - Mahasiswi Dibunuh Guru Les Musik

 


TRIBUNJATIM.COM - Kumpulan berita peristiwa yang terjadi di Jawa Timur (Jatim) tersangkum dalam berita terpopuler Jatim, Jumat 27 Oktober 2023.

Berita pertama, siswa di Tulungagung terjaring razia bolos di warung kopi. 

Ada juga berita video resepsi pernikahan bubar gegara hujan angin di Ponorogo, viral di media sosial. 

Selanjutnya berita motif guru les musik habisi nyawa Angeline Nathanie (21), yang merupakan mahasiswi Universitas Surabaya (Ubaya).

Berikut selengkapnya berita terpopuler Jatim hari ini, Jumat (27/10/2023) di TribunJatim.com.

1. Puluhan Siswa di Tulungagung Terjaring Razia Bolos di Warung Kopi, Ada yang Ngopi Sambil Merokok

Razia gabungan Satpol PP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, TNI serta Polri menemukan 26 siswa sekolah bolos.

Mereka kedapatan di dua warung kopi berbeda, di wilayah Kecamatan Tulungagung, Kamis (26/10/2023).

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah warung kopi biliar Abah Ary di tepi Sungai Ngrowo sebelah timur.

Petugas gabungan mendapati 5 siswa SMKN 3 Boyolangu dan 2 siswa SMAN 1 Kauman.

Selanjut lokasi ke-2 yang disasar adalah Warkop Oke yang ada di sisi barat Sungai Ngrowo.

Petuga menemukan 19 siswa SMKN 3 Boyolangu, dimana para siswa nongkrong sambil ngopi.

“Saat kami temukan, ada yang ngopi sambil merokok, ada yang sedang main biliar,” ungkap Kabid Trantibum Satpol PP Tulungagung, Agung Setyo Widodo.

Satpol PP melakukan pendataan dan meminta para pelajar membuat surat pernyataan, tidak mengulangi perbuatannya.

Selebihnya para pelajar ini diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung.

Para pelajar langsung mendapatkan pembinaan di lokasi.

2. Kemeriahan Resepsi Pernikahan Bubar Seketika Disapu Angin Kencang, Pengantin hingga Tamu Berlarian

Sebuah video resepsi pernikahan bubar Gegara hujan angin viral di media sosial. Video viral itu pertama kali diupload instagram akun @infoponorogo.

Admin instagram @infoponorogo mengupload video berdurasi 10 detik.

Dalam video tersebut itu terlihat sepasang pengantin menggunakan baju serba merah.

Sepasang pengantin itu lari tunggang-langgang seketika apalagi terop terlihat ambruk. Pun tamu kedua orang tua maupun tamu-tamu ikut berlarian menghindari ambruknya tembok.

Dalam captionnya @infoponorogo menuliskan “Hujan Disertai Angin Porak Porandakan Resepsi Pengantin di Tlasih, Lembah, Babadan, Ponorogo,” tulisnya.

Video tersebut disukai oleh 4085 netizen. Pun ratusan mengomentari.

“Benar memang kemarin sore kami mendapatkan informasi tersebut (acara resepsi bubar karena hujan angin),” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, Kamis (26/10/2023)

3. Motif Mahasiswi Ubaya Dibunuh Guru Les Musik Terkuak di Sidang, Singgung Hinaan dan Utang

Rochmad Bagus Apriyatna alias Roy (41) didakwa melakukan pembunuhan terhadap Angeline Nathanie (21), yang merupakan mahasiswi Universitas Surabaya (Ubaya).

Rochmad dendam karena korban menghina anak dan memiliki utang senilai Rp 15 juta. Terdakwa membunuh mahasiswi Ubaya ketika mengunjungi kosnya.

Dakwaan tersebut dibacakan Suparlan Hadiyanto jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Surabaya. Berkas tersebut dibacakan di ruang Cakra, Kamis (26/10). Saat itu sidang diketuai majelis hakim, I Ketut Kimiarsa.

Terdakwa mendengarkan dakwaan dari Lapas Medaeng, Sidoarjo, melalui via zoom.

Pihak terdakwa yang hadir di lokasi sidang adalah tiga pengacaranya. Tidak banyak informasi mengapa meskipun sudah tak ada Covid-19, sidang tindak pidana di Pengadilan Negeri Surabaya kerap digelar secara daring.

Saat itu orang tua korban terlihat hadir di persidangan. Ibu korban tampak menenteng foto Angelina Nathanie yang terbingkai di pigora. Selama sidang berlangsung ibu korban terlihat sering menangis.

"Menurut pengakuan terdakwa, pembunuhan mahasiswi Ubaya ini bermula korban (Angeline Nathanie) meminjam uang Rp.15 juta dipergunakan untuk keperluan kuliah, tetapi tidak pernah dikembalikan. Sehingga terdakwa meminta jaminan berupa STNK mobil Mitsubishi Xpander warna abu-abu metalik nomor polisi L-1893-FY milik korban. Terdakwa kemudian berupaya menagih uangnya. Tetapi, belum dikembalikan sehingga timbul niat terdakwa untuk menggadaikan mobil. Ditambah lagi terdakwa mengaku sakit hati dengan ucapan korban," kata Suparlan.

















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/27/jatim-terpopuler-resepsi-pernikahan-ponorogo-disapu-hujan-angin-mahasiswi-dibunuh-guru-les-musik?page=3



SPREI KINTAKUN CANDRIKA



KUNJUNGI JUGA : 

Sarung Instan Anak Laki Laki Karakter Font Sholat Untuk Usia 2 Sampai 7 Tahun  Rp. 31.540

Jilbab Bella Square Segi Empat / Jiba Bella Square Terbaru Warna Terlengkap Rp. 5.777

Parfum Thailand Spray 70ml Unisex (kemasan ekonomis) Travel Size Rp 8.000

Temukan 2 pcs Spion Blind Spot / Kaca Cembung Spion Mobil Motor Universal Tambahan Cermin SPion Bulat Rear Mirror Rp. 10.682

Temukan Spoiler Calya Sigra Model Luxury TRD dan Luxury GR seharga Rp. 325.000

Sarung Jok Mobil Avanza, Xenia, Calya, Sigra, Full Set 3 Baris Rush Terios Mobilio dll Rp. 210.000

Alat Penyiram Air Otomatis, Alat Penyiram Rumput berputar 360 Derajat Rp. 69.000

Kamis, 26 Oktober 2023

Penyegaran Organisasi Polresta Malang Kota, Jabatan Kapolsek Sukun Resmi Berganti

 


TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Lakukan penyegaran organisasi, Polresta Malang Kota melaksanakan mutasi jabatan di Ballromm Sanika Satyawada, Rabu (25/10/2023) siang.

Ada sebanyak tiga perwira kepolisian yang masuk di dalam gerbong mutasi.

Yaitu, Kapolsek Sukun yang sebelumnya dijabat oleh Kompol Nyoto Gelar, kini digantikan oleh AKP Yoyok Ucuk Suyono yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Klojen.

Sedangkan Kompol Nyoto Gelar, mendapat jabatan baru sebagai Kapolsek Gondanglegi Polres Malang.

Kemudian, Kanit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Satlantas Polresta Malang Kota yang semula dijabat oleh AKP Dadang Ponsen Mardianto. Kini digantikan oleh AKP Yulian Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota.

Sedangkan AKP Dadang Ponsen Mardianto, mendapat jabatan baru sebagai Kasat Lantas Polres Batu.

Lalu yang terakhir, Kasat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polresta Malang Kota yang sebelumnya dijabat AKP M Sochib, kini digantikan oleh AKP Soeparno yang sebelumnya menjabat Wakapolsek Blimbing.

Sedangkan AKP Sochib, dimutasikan sebagai Kapolsek Karangploso Polres Malang.


Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada ketiga perwira yang melaksanakan mutasi tersebut.

"Terima kasih saya ucapkan kepada pak Nyoto Gelar, karena telah memberikan pengabdian terbaik dan bekerja dengan hati nurani. Saya juga memberikan apresiasi tinggi atas kinerja yang telah diberikan," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Pria yang akrab disapa BuHer itu juga turut berpesan kepada Kompol Nyoto Gelar untuk terus memberikan kinerja terbaik di tempat yang baru.

Di samping itu, BuHer juga memberikan ucapan selamat kepada pejabat baru.

"Saya berharap kepada pejabat baru, dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pekerjaannya masing-masing. Selalu jalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat," ujarnya.

"Tetap selalu berikan pelayanan dan rasa aman yang terbaik untuk masyarakat. Sekali lagi saya ingatkan, tidaklah cukup menjadi hebat, tetapi cukuplah menjadi bermanfaat," pungkasnya.















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/25/penyegaran-organisasi-polresta-malang-kota-jabatan-kapolsek-sukun-resmi-berganti

Maut di Jembatan Kaca Banyumas, 1 Tewas Sempat Bergelantungan, Suami: Padahal Tahun Depan Mau Haji

 


TRIBUNJATIM.COM - Rupanya ada kisah pilu di balik insiden Jembatan Kaca di Banyumas pecah.

Maut di Jembatan Kaca di Banyumas Jawa Tengah itu berakhir memakan korban.

Satu orang tewas akibat insiden kaca pecah di jembatan tersebut.

Mautpun tak terhindarkan, rupanya korban tewas akan menjalankan ibadah naik haji tahun depan.

Sungguh memilukan, belum sempat naik haji, korban sudah meregang nyawa terlebih dahulu.

Empat orang menjadi korban insiden pecahnya jembatan kaca pecah The Geong di kompleks Hutan Pinus Limpakuwus, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (25/10/2023).

Dua korban jatuh dan salah satunya tewas.

Kemudian dua lainnya sempat bergelantungan di rangka jembatan sebelum akhirnya dapat diselamatkan.

"Dua korban enggak sampai jatuh, (hanya) menggelantung di besi (rangka jembatan)," tutur Ketua Koperasi Hutan Pinus Limpakuwus, Eko Purnomo yang turut mengevakuasi korban ke rumah sakit kepada wartawan, Rabu (25/10/2023) sore, dikutip TribunJatim.com dari Kompas.com

Namun demikian, kedua korban yang bergelantungan itu sempat mengalami syok.

Keduanya juga sempat dilarikan ke rumah sakit.

"Sempat syok, masuk IGD, cuma rawat jalan, ada luka sedikit," ujar Eko.

Sedangkan korban selamat satunya yang jatuh ke bawah, kata Eko, sampai sore tadi masih dirawat di rumah sakit.

Eko mengatakan, usai insiden itu mengevakuasi para korban secara bergantian.

Pertama, yaitu FA (49) yang merupakan korban tewas, kemudian disusul korban yang kini masih dirawat.

"(Korban yang meninggal) kondisinya lemas, tidak ada darah, seperti orang pingsan. Yang satunya bisa duduk, sehingga satu dievakuasi dulu," kata Eko.

Diberitakan sebelumnya, jembatan kaca setinggi 15 meter, pecah, Rabu (25/10/2023).

Akibatnya, empat orang wisatawan asal Cilacap yang sedang selfie atau swafoto terjatuh.

Salah satu di antaranya berinisial FA (49) tewas dalam peristiwa tersebut.

Kemudian, ada kisah pilu korban tewas dalam insiden tersebut.

Di balik insiden pecahnya jembatan kaca The Geong di kompleks Hutan Pinus Limpakuwus, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (25/10/2023) terdapat cerita memilukan.

Anak korban tewas berinisial FA (49) ternyata sempat menyusul rombongan ibunya ke lokasi tersebut dengan niat untuk memberi kejutan.

Ketua Koperasi Hutan Pinus Limpakuwus Eko Purnomo menceritakan, sempat bertemu dengan anak korban di loket pintu masuk saat akan mengevakuasi korban lainnya ke rumah sakit.

Anak korban datang menggunakan motor bersama temannya.

Sedangkan ibunya telah datang lebih dulu bersama rombongan yang keseluruhan berjumlah 11 orang.

"Anaknya cerita bahwa hari ini mau bikin kejutan untuk ibunya karena diterima kerja. Saya ketemu di depan loket waktu mau ngantar korban kedua," kata Eko kepada wartawan di lokasi, Rabu (25/10/2023) sore, dikutip Tribun Jatim dari Kompas

Namun sesampainya di loket masuk, anaknya menerima informasi bahwa ibunya ternyata menjadi salah satu korban insiden tersebut.

Saat itu, ibunya sudah dievakuasi ke rumah sakit.

"(Mau memberi) kejutannya mungkin di sini (lokasi kejadian), sampai sini dengar ibunya jatuh meninggal dunia. Padahal saya sudah kasih tahu teman-teman jangan diberi tahu dulu, karena belum jelas," ujar Eko.

Setelah menerima informasi tersebut, anaknya kemudian langsung menyusul ke rumah sakit.

Informasi lain yang diterima, kata Eko, korban meninggal rencananya akan menunaikan ibadah haji tahun depan.

"Kalau cerita dari bapaknya, tahun besok mau naik haji," kata Eko.

Diberitakan sebelumnya, jembatan kaca setinggi 15 meter, pecah, Rabu (25/10/2023). Akibatnya, empat orang wisatawan asal Cilacap yang sedang selfie atau swafoto terjatuh. Salah satu di antaranya berinisial FA (49) tewas dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, saat ini standar keamanan jembatan kaca itu disoroti.

Standar keamanan jembatan kaca The Geong di kompleks Hutan Pinus Limpakuwus, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sempat menjadi sorotan.

Ketua Koperasi Hutan Pinus Limpakuwus, Eko Purnomo mengatakan, usai libur lebaran kemarin sempat mengundang pengelola The Geong untuk melakukan evaluasi.

"Sudah kami undang, karena setelah lebaran ada evaluasi terkait pengelolaan manajemen, manajemen medsos, manajemen risiko dan lainnya," kata Eko kepada wartawan di lokasi, Rabu (25/10/2023) sore.

Eko mengatakan, pihaknya mengundang pemiliknya karena sebelumnya menemukan beberapa komentar di medsos yang menyoroti soal standar keamanan wahana tersebut.

"(Komentarnya) terkait kurang safety, banyak yang menyoroti, konstruksinya kurang ini ...," ungkap Eko tanpa menjelaskan lebih lanjut isi komplain dari warganet.

Namun saat itu pemilik tidak datang secara langsung dan hanya mengirimkan perwakilannya.

"Di situ tidak ada titik temu, karena kami hanya menitipkan pesan (kepada pemiliknya)," ujar Eko, dikutip jatim.tribunnews.com dari Kompas.com

Eko menjelaskan, meski dalam satu area, wahana The Geong yang baru dibuka lebaran kemarin itu bukan di bawah pengelolaaan Koperasi Hutan Pinus Limpakuwus.

"Lahan yang digunakan The Geong milik Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden. Kami hanya kerja sama lahan parkirnya," kata Eko.

Diberitakan sebelumnya, jembatan kaca setinggi 15 meter, pecah, Rabu (25/10/2023).

Akibatnya, empat orang wisatawan asal Cilacap yang sedang selfie atau swafoto terjatuh.

Salah satu di antaranya berinisial FA (49) tewas dalam peristiwa tersebut.

Pihak pengelola menyatakan, sebelum insiden itu jembatan kaca dalam kondisi baik.



















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/26/maut-di-jembatan-kaca-banyumas-1-tewas-sempat-bergelantungan-suami-padahal-tahun-depan-mau-haji?page=4


Rabu, 25 Oktober 2023

FAKTA Terbaru Kasus Pembunuhan Sekdes di Tuban, Pelaku Tak Beraksi Sendirian, Polisi: Terencana

 



TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Jano, pelaku pembacokan menewaskan Sekdes Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban bernama Agus Sutrisno (33) pada Selasa (24/10/2024) pagi, tak beraksi seorang diri.

Pria 45 tahun itu menghabisi nyawa Agus Sutrisno dibantu seorang rekan yang hingga kini masih melarikan diri dan sedang diburu Satreskrim Polres Tuban.

Kapolres Tuban AKBP Suryono menerangkan, rekan pelaku mengendarai motor.

Bertugas mengawal pelaku dan korban selama berbuntutan di jalan.

"Rekan itu juga memboncengkan pelaku untuk melarikan diri usai menghabisi korban," ujarnya kepada awak media, Selasa (24/10/2023) malam.

Berdasarkan keterangan sementara dari pelaku, lanjut AKBP Suryono, pembunuhan Sekdes Sidonganti ini nampak terencana.

Selama dua hari sebelum kejadian, pelaku mengaku intens memantau korban.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sekdes Sidonganti Agus Sutrisno tewas dibacok Jano saat perjalanan menghadiri rapat di kantor Kecamatan Kerek, Selasa (24/10/2023) pagi.

Jasad Sekdes Sidonganti itu ditemukan tertelungkup. Menderita luka bacok di beberapa bagian tubuh. Yakni kepala, tangan, dan punggung.

Peristiwa pembacokan ini persisnya terjadi di tengah ladang turut pinggir Jalan Raya Kerek-Montong, Dusun Bawi, Desa Hagoretno, Kecamatan Kerek.

Sebelum tewas dibacoki Jano di tengah ladang itu, korban melintasi Jalan Raya Kerek-Montong ruas dimaksud dengan mengendarai motor trail S 2182 EAF.

Korban kemudian ditabrak dari belakang oleh mobil pikap A 8382 YX dikemudikan Jano. Mengetahui korban jatuh, Jano keluar dari kendaraan yang dikemudikan.

Warga Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban ini lantas menyergap korban yang jatuh. Korban pun panik, mencoba menghindar dan melarikan diri.

Namun, Jano terus mengejar dan berhasil menangkap korban di tengah ladang lalu menghabisi korban. Usai melakukan aksi sadis ini, Jano pergi begitu saja.

Jasad pria yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya itu, tak Jano pedulikan. Mobil pikap yang dia dikemudikan, juga ditinggalkan.

Selasa (24/10/2023) malam sekira pukul 19.00, Jano menyerahkan diri ke Mapolsek Grabagan. Dia pasrah sambil membawa parang yang digunakan untuk membacoki korban.

Berikutnya, Jano dibawa ke Mapolees Tuban. Kepada Satreskrim Polres Tuban, Jano mengaku nekat membunuh Agus Sutrisno sebab sakit hati. Dia merasa, istrinya berselingkuh dengan korban.















SUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2023/10/25/fakta-terbaru-kasus-pembunuhan-sekdes-di-tuban-pelaku-tak-beraksi-sendirian-polisi-terencana