Ready Stok Selimut Fata 200 X 200
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 12 Maret 2025
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 12/3/2025
Ready Stok Selimut Fata 200 X 200
Pengemudi Ojol Sambut Baik THR, tapi Repot Banyak Syaratnya
Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) mengungkapkan rasa syukur mereka atas kabar akan diberikan tunjangan hari raya (THR). Namun, di sisi lain, mereka merasa terbebani karena harus memenuhi berbagai syarat untuk mendapatkan tunjangan tersebut. "Alhamdulillah sih, tapi repot masih ada syarat-syaratnya," ujar Rahmat (33), salah satu pengemudi ojol, saat diwawancarai di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/3/2025).
Syarat yang harus dipenuhi antara lain adalah minimal 250 trip dalam satu bulan, jumlah hari dan jam online setidaknya sembilan jam, tingkat penyelesaian orderan, rating pengemudi, serta tidak melakukan pelanggaran kode etik aplikasi. Oleh karena itu, para pengemudi ojol harus rajin mengambil orderan sepanjang hari untuk memenuhi syarat tersebut.
"Para driver harus narik terus, biar jumlah orderannya dapat banyak," tambah Rahmat. Pengemudi ojol lain, Taufiq Rachmad (29), juga menyatakan kegembiraannya jika benar mendapatkan THR. "Bagus sih menurut saya, kalau emang kebijakan kaya gitu diberlakukan buat ojol yang statusnya mitra, saya sih senang-senang aja," ucap Taufiq saat diwawancarai di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada hari yang sama.
Taufiq menilai, meskipun statusnya sebagai mitra, para pengemudi ojol berhak mendapatkan THR Lebaran. Ia berpendapat, selama ini pengemudi telah memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan aplikasi. Senada dengan itu, Nuraini (40), seorang pengemudi ojol lainnya, merasa bersyukur jika THR benar-benar ada. "Alhamdulillah, kalau memang benaran ada. Udah sering juga lihat di sosial media," kata Nuraini. Ia berpendapat, sudah seharusnya pengemudi ojol mendapatkan THR karena mereka bermitra dengan perusahaan besar.
Sementara itu, Eko Novian (32) mengaku gembira dengan kabar THR tersebut. Menurut Eko, meskipun jumlahnya tidak seberapa, THR sangat dibutuhkan, terutama untuk para pengemudi ojol yang sudah lanjut usia. "Sependapat karena rata-rata lansia masih narik, karena di mana-mana tidak diterima kerja karena usia. Walaupun sedikit itu sangat membantu," tuturnya. Dengan adanya kebijakan ini, para pengemudi ojol berharap dapat merayakan Lebaran dengan lebih baik, meskipun harus berjuang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan.
Kurma Murni atau Berpemanis? Kenali 5 Ciri-cirinya
Kurma adalah buah yang identik dengan rasa manis alami dan sering dikonsumsi saat bulan Ramadan. Namun, tidak semua kurma yang beredar di pasaran memiliki kemanisan yang alami. Beberapa produsen menambahkan gula atau sirup ke dalam kurma agar rasanya lebih manis dan tampak lebih menarik. Padahal, kurma dengan pemanis tambahan tidak sesehat kurma alami. Kurma asli memiliki ciri khas yang membedakannya dari kurma berpemanis buatan. Jika ingin mendapatkan kurma yang lebih sehat, penting untuk mengetahui perbedaannya. Artikel ini akan membahas ciri-ciri kurma tanpa gula tambahan berdasarkan tekstur, rasa, serta tanda lain yang bisa dikenali saat membeli kurma.
1. Teksturnya Padat dan Tidak Lembek Dilansir dari Kompas.com (13/4/2021), kurma alami memiliki tekstur yang lebih keras dan padat dibandingkan dengan kurma yang diberi pemanis. Kurma berpemanis tambahan cenderung lebih lunak, lengket, dan terasa lebih basah di permukaannya. Hal ini terjadi karena kurma berpemanis mengalami proses pemanasan untuk memasukkan cairan gula ke dalamnya. Sementara itu, kurma alami tetap mempertahankan teksturnya yang lebih kering dan tidak terlalu lembek. 2. Manisnya Terasa di Daging Buah, Bukan di Permukaan Kurma alami memiliki rasa manis yang berasal dari daging buahnya, bukan dari lapisan luarnya. Jika menggigit kurma asli, rasa manis akan muncul secara bertahap dari bagian dalam buahnya.
Sebaliknya, kurma yang mengandung pemanis tambahan biasanya memiliki rasa manis yang lebih kuat di permukaannya. Ini karena cairan gula yang ditambahkan akan menyelimuti bagian luar buah, sehingga rasa manisnya terasa lebih menyengat.
3. Tidak Dikerubungi Semut Dikutip dari Kompas.com (25/5/2018), kurma tanpa tambahan gula biasanya tidak menarik perhatian semut meski dibiarkan terbuka. Semut cenderung lebih tertarik pada makanan dengan pemanis buatan yang mengandung sukrosa atau glukosa tambahan. Jika kurma dibiarkan di tempat terbuka dan tetap bebas dari semut, kemungkinan besar kurma tersebut tidak mengandung tambahan gula. Sebaliknya, jika semut berkumpul di sekitarnya, ada kemungkinan kurma tersebut telah diberi pemanis tambahan.
4. Memiliki Label "Tanpa Gula Tambahan" Saat membeli kurma di supermarket atau toko, pastikan untuk membaca label kemasan dengan teliti. Kurma alami biasanya memiliki keterangan “tanpa gula tambahan” atau “100% natural” pada kemasannya. Selain itu, pastikan membaca daftar komposisi pada label produk. Jika ditemukan kandungan seperti "sirup glukosa" atau "gula tambahan", berarti kurma tersebut telah diproses dengan pemanis tambahan. 5. Warna Kurma Cenderung Gelap dan Tidak Mengkilap Kurma alami umumnya memiliki warna yang lebih gelap dan sedikit kusam dibandingkan dengan kurma berpemanis. Kurma dengan tambahan gula sering kali tampak lebih mengkilap karena permukaannya telah dilapisi oleh sirup atau cairan pemanis lainnya.
Jika kurma terasa terlalu licin atau terlihat seperti dilapisi sesuatu yang lengket, ada kemungkinan kurma tersebut telah diproses dengan tambahan gula.
Perbedaan Tekstur Kurma Manis Alami dan Berpemanis Tambahan Dilansir dari laman Kompas.com yang tayang pada Kamis (25/02/2025), pakar kurma dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Sudarsono, MSc., menjelaskan bahwa kurma dari Timur Tengah dan Afrika Utara umumnya alami tanpa tambahan pemanis. Sebaliknya, beberapa kurma dari Pakistan sering mengalami proses penambahan cairan gula. Menurutnya, kurma dengan rasa manis alami cenderung lebih keras dan padat, sedangkan kurma dengan tambahan gula terasa lebih lunak dan lembek. Hal ini terjadi karena adanya pemanasan dalam proses penambahan gula ke dalam jaringan buah.
Selasa, 11 Maret 2025
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 11/3/2025
MAU IKUT GABUNG GROUP.... SILAHKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI !!
Whatsapp admin 1 : 08-1945-155-144
Whatsapp admin 4
: 0818-0408-1983
SHOPEE
SHOPEE
Shopee : https://shopee.co.id/grosirpsprei
Shopee : https://shopee.co.id/tokowongpasar
Shopee : https://shopee.co.id/wongpasargrosir
ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / Twitter
MORE VIDEOS ►
Subscribe for More Youtube :
ikuti juga Info Produk kami di Line /
Facebook / Telegram / Instagram /
Twitter
Follow WP : https://twitter.com/TokoWongpasar
WP Instagram : https://www.instagram.com/wongpasarbesar/
MORE CHAT ►
Telegram : https://t.me/tokowongpasar
MORE BLOG ►
KONTAK KAMI UNTUK PENDAFTARAN RESELLER
Hindari Tidur Setelah Sahur, Ini Dampaknya bagi Pencernaan dan Kesehatan
Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Respati, menyarankan agar tidak langsung tidur setelah sahur, karena dapat mengganggu proses pencernaan tubuh. Hal ini disampaikan dr. Andhika, seperti dikutip dari Antara, Senin (10/3/2025). "Kalau kita habis makan kan butuh waktu untuk mencerna makanan kita. Jadi kalau kita langsung tidur (usai sahur) dikhawatirkan nanti mengganggu pencernaan," ujar dr. Andhika. Selain itu, dr. Andhika menambahkan bahwa tidur setelah makan juga dapat memicu gangguan pada individu yang memiliki riwayat penyakit asam lambung atau GERD.
Hal ini terjadi akibat peningkatan tekanan di lambung yang berisiko menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Untuk menjaga kualitas tidur selama bulan Ramadan, dr. Andhika juga menyarankan agar pola istirahat tetap terjaga dengan rutin, yang berarti tidur pada jam yang sama setiap hari.
Ia menjelaskan, waktu tidur yang ideal adalah setelah melaksanakan ibadah Shalat Tarawih, sekitar pukul 20.00 hingga 20.30 WIB. "Jadi harusnya tidur jam 21.00 kalau bisa dibiasakan itu nggak mungkin di bulan puasa. Jadi jam 21.00 tidur, jam 3 dini hari bangun (untuk persiapan memasak sahur). Masih aman-aman saja apalagi kalau jam bangun jam 4 pagi ya kalau nggak masak," tambah dr. Andhika. Namun, apabila waktu tidur malam tidak mencukupi, ia menyarankan untuk tidur siang agar tubuh tetap segar dan bugar saat beraktivitas.
Meskipun tidur siang tidak bisa menggantikan tidur malam secara penuh, dr. Andhika berharap hal tersebut dapat mengurangi rasa kantuk yang mungkin muncul di siang hari. "Jadi tidur siang itu tidak didesain untuk menggantikan tidur malam," jelasnya. Sebagai langkah alternatif, dr. Andhika juga merekomendasikan untuk memaksimalkan waktu tidur pada hari berikutnya, serta memperhatikan asupan nutrisi agar tubuh dapat pulih dengan baik dari kekurangan tidur yang mungkin terjadi selama bulan Ramadhan.
Tak Ada Bilik Asmara Salah Satu Penyebab 50 Napi Lapas di Aceh Kabur
Kaburnya warga binaan Lapas Kelas II B Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, diduga akibat tidak terpenuhinya beberapa tuntutan dari para narapidana. Kepala Lapas Kelas II B Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Andi Hasyim, mengatakan, salah satu tuntutan mereka adalah ingin adanya bilik asmara di dalam lapas. "Sedangkan untuk mengadakan hal itu, kewenangan ada di tingkat pusat," kata Andi saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (10/3/2025) malam.
Menyangkut tuntutan tersebut, kata Andi, nantinya mereka akan menyampaikan hal itu ke pusat. "Kita akan sampaikan ke pusat apa-apa yang menjadi keluhan dari mereka, untuk tindak lanjutnya ada di pusat," ujarnya.
Andi menjelaskan, terkait dengan pengamanan, hanya ada enam orang petugas, sementara isi lapas dihuni oleh sebanyak 362 narapidana. "Jadi untuk rasio keamanannya tidak berbanding. Jadi kalau ada mobilisasi dari warga binaan, pasti tidak cukup," tuturnya. Di Lapas Kelas II B Kutacane sendiri, sebut Andi, ada tiga pintu dan ketiganya dalam kondisi terkunci.
Namun, pada saat kejadian, dua di antaranya berhasil dijebol. "Karena mereka jebol pintu dan pintu terakhir juga terkunci, akhirnya mereka lewat atap," katanya. Andi berharap, bagi napi yang masih di luar agar bisa segera kembali. "Semua bisa kita komunikasikan asal sesuai dengan koridor hukum," pungkasnya.




















