This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 06 Januari 2026

Kurang Tidur Sebabkan Obesitas? Ini Penjelasan Pakar

 


Obesitas dapat menjadi bahaya tersendiri karena dapat menyebabkan munculnya penyakit lain seperti diabetes, kadar kolesterol yang tinggi, dan tekanan darah tinggi. Namun, tanpa disadari banyak hal yang dapat memicu obesitas pada remaja, salah satunya yaitu kurangnya waktu tidur. Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair), Dr Nur Aisiyah Widjaja dr Sp A(K), menyebut bahwa kebiasaan jam tidur yang kurang dapat meningkatkan risiko obesitas. “Perlu regulasi jam tidur yang tepat, maksimal pukul 21.00, yang mana hormon melatonin yang mengatur regulasi tidur akan meningkat perlahan dari pukul 20.00," kata Nur Aisiyah, Senin (5/1/2026).

“Apabila tidur melebihi pukul 21.00, maka hormon melatonin akan digantikan dengan hormon leptin yang dapat memberikan rasa lapar dan keinginan untuk sekedar ngemil atau makan meningkat,” ujarnya lagi.

Dia menyebut bahwa kebiasaan tidur larut malam biasanya dibarengi dengan kegiatan makan cemilan yang kurang baik dimakan saat malam hari. Menurut dia, banyak remaja yang mengonsumsi mie instan dan terkadang ditambah telur sebagai campurannya saat malam hari. Tidak jarang juga, remaja memakan gorengan sebagai cemilan saat malam hari. “Tambahan tersebut juga akan menambah asupan kalori yang masuk pada tubuh, terlebih saat malam hari tubuh tidak terlalu aktif bergerak sehingga berisiko besar munculnya obesitas,” katanya.

Stres Pengaruhi Waktu Tidur Selain berkaitan dengan obesitas, kurangnya waktu tidur juga dapat dipengaruhi oleh stres. Nur Aisiyah mengatakan, tubuh dapat melepaskan hormon kortisol saat sedang stres. Padahal, menurut dia, peningkatan hormon kortisol akan mengganggu pelepasan melatonin yang mengatur tidur.

Oleh karena itu, Nur Aisiyah menekankan pentingnya menjaga stres tubuh, tidak hanya menjaga pola makan.

Dia menyebut durasi tidur yang kurang dapat memicu terjadinya obesitas yang nantinya dapat berdampak pada peningkatan Sindrom Metabolik (risiko diabetes, penyakit jantung koroner dan penyakit yang berhubungan dengan penyakit non communicable disease/NCD). “Usahakan tidur di jam 9 malam dan makan terakhir di jam 7 (malam), serta hindari pengerjaan tugas kebut semalam. Perhatikan durasi tidur karena dapat memicu terjadinya obesitas yang berdampak,” pungkasnya.

SUMBERhttps://surabaya.kompas.com/read/2026/01/05/214046678/kurang-tidur-sebabkan-obesitas-ini-penjelasan-pakar

7 Cara Mendukung Pertumbuhan Rambut agar Lebih Kuat dan Panjang

 


Ketika bicara soal pertumbuhan rambut, banyak klaim instan yang beredar di internet, mulai dari serum “ajaib” hingga perawatan yang menjanjikan rambut tumbuh panjang dalam hitungan minggu.  Namun, trichologist Anabel Kingsley menegaskan bahwa rambut tumbuh secara perlahan dan membutuhkan waktu serta konsistensi. “Ada perawatan efektif yang membantu mendorong pertumbuhan rambut,” ujar Kingsley, dikutip dari Glamour Magazine UK, Senin (5/1/2026).  “Namun, saya tidak akan menggunakan istilah ‘ajaib’. Setiap perawatan atau rutinitas membutuhkan waktu, hasil minimal terlihat setelah enam minggu, dan perubahan yang lebih nyata biasanya nampak setelah tiga bulan,” jelasnya lebih lanjut.

Meski tidak ada cara instan, terdapat sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk mendukung rambut tumbuh lebih kuat dan panjang.

7 cara merangsang pertumbuhan rambut 1. Pilih suplemen dan vitamin yang tepat Suplemen dapat membantu pertumbuhan rambut, terutama jika pola makan belum memenuhi kebutuhan protein, zat besi, zinc, vitamin B12, vitamin D, omega-3, dan biotin.  “Suplemen dapat membantu mereka yang memiliki pola makan tidak seimbang,” kata penata rambut Michael Van Clarke.

2. Memijat kulit kepala dan keramas teratur Menurut Kingsley, kondisi terbaik untuk rambut tumbuh adalah kulit kepala yang sehat sehingga penting untuk membersihkannya secara teratur. Hal ini didukung oleh trichologist Stephanie Sey yang menyebut keramas bisa menghilangkan berbagai kotoran di kulit kepala. “Keramas menghilangkan kotoran dan debu di kulit kepala, termasuk polusi, keringat, dan sel kulit mati,” kata Sey. Selain itu, memijat lembut kulit kepala saat keramas juga membantu sirkulasi darah ke folikel rambut sehingga setiap helainya mendapatkan cukup nutrisi.

3. Gunakan bahan alami yang ramah kulit kepala Beberapa bahan alami dinilai menyehatkan kulit kepala, misalnya lidah buaya untuk menenangkan dan melembapkan kulit, serta menyeimbangkan produksi sebum. Tidak hanya lidah buaya, bahan alami lain seperti charcoal dapat menyerap minyak berlebih, madu dengan sifat antibakteri dan minyak zaitun untuk menutrisi. Selain itu, minyak rosemary juga dipercaya memiliki manfaat yang baik dalam menumbuhkan rambut.

Melansir Glamour Magazine UK, terdapat sebuah studi yang membandingkan minyak rosemary dengan minoxidil (obat oles untuk merangsang pertumbuhan rambut).

Hasilnya, kelompok partisipan dengan minyak rosemary mengalami pertumbuhan rambut yang signifikan dibanding kelompok minoxidil.

4. Pakai masker dan kondisioner Masker rambut membantu memperkuat rambut, mengurangi kerontokan akibat patah, serta membuat helai rambut tampak lebih tebal dan sehat.  “Masker rambut bisa mengurangi kerusakan, meningkatkan ketebalan bagian tengah dan ujung rambut, melembapkan batang rambut, dan memberi tampilan rambut yang lebih bervolume,” kata Kingsley. Sementara itu, kondisioner membantu menghaluskan kutikula rambut setelah keramas sehingga lebih terlindungi. 5. Lindungi rambut dari panas Alat styling seperti pengering atau catokan dapat merusak rambut jika digunakan tanpa pelindung panas. 

Gunakan pelindung panas dan atur suhu alat pada setting sedang atau rendah. Jarakkan pengering sekitar 30 sentimeter dari rambut.

6. Sisir rambut dengan lembut Rambut sangat rentan saat basah, karena ikatan rambut melemah oleh air. Gunakan sikat berbulu lentur dan hindari sisir logam yang dapat membuat rambut patah atau rusak. “Sikat dengan ujung plastik yang membulat dan alas empuk berventilasi adalah sikat yang paling ramah untuk rambut,” kata Kingsley. 

7. Gunakan ikat rambut yang lembut Pilih ikat rambut berbahan lembut seperti kain atau scrunchies. Ikat rambut yang keras dapat menarik dan mematahkan helai rambut, terutama saat diikat ketat. “Apa pun yang mengikat rambut harus memiliki sedikit kelenturan sehingga jika ada tekanan, ia dapat melentur di sekitar batang rambut,” tutur Clarke.



SUMBERhttps://lifestyle.kompas.com/read/2026/01/05/210600620/7-cara-mendukung-pertumbuhan-rambut-agar-lebih-kuat-dan-panjang?page=2

Senin, 05 Januari 2026

Super Flu Ditemukan di Jatim, Warga Kota Malang Diimbau Gunakan Masker

 


Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengimbau masyarakat untuk hidup sehat, termasuk menggunakan masker saat berada di luar rumah. Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya penyebaran virus Influenza A (H3N2) subclade K atau dikenal dengan super flu di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus Influenza A (H3N2) subclade K telah terdeteksi di delapan provinsi. Jumlah kasus terbanyak tercatat di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Tertinggi ditemukan di Jawa Timur, dengan jumlah mencapai puluhan kasus. Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengatakan bahwa belum ditemukan kasus baik suspek maupun terkonfirmasi di wilayah Kota Malang.

Meskipun demikian, masyarakat harus mewaspadai super flu ini karena tingkat keparahannya lebih berat dibandingkan flu pada umumnya.

“Untuk Kota Malang, sejauh ini belum ada laporan kasus. Namun, kami tetap mengingatkan masyarakat agar waspada dan tidak lengah,” kata Husnul saat ditemui, Minggu (4/1/2026). Meski belum ada arahan teknis tertulis dari Dinkes Provinsi Jawa Timur, Dinkes Kota Malang telah melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan menyiagakan tenaga kesehatan di puskesmas dan posyandu. Para tenaga kesehatan (nakes) diminta meningkatkan kewaspadaan serta melakukan deteksi dini apabila menemukan warga dengan gejala yang mengarah ke influenza berat. “Jadi, apabila ditemukan ada yang bergejala yang mencurigakan, maka petugas bisa langsung melakukan deteksi awal dan merujuk pasien ke rumah sakit bila diperlukan,” ujar Husnul.

Selain itu, dia menyebut, fasilitas kesehatan di Kota Malang dinilai siap menghadapi kemungkinan munculnya kasus. Menurut dia, pengalaman selama Pandemi Covid-19 menjadi bekal penting bagi tenaga medis dalam penanganan penyakit menular. “Baik tenaga kesehatan maupun fasilitas seperti puskesmas dan RSUD sudah siap. Kami juga berkoordinasi dengan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) jika dibutuhkan penanganan lanjutan,” kata Husnul.

Tanda atau Gejala Terkait gejala, Husnul menjelaskan bahwa Influenza A (H3N2) memiliki tanda yang mirip dengan flu biasa, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, tingkat keparahan super flu bisa lebih berat karena merupakan hasil mutasi virus.

Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, serta menggunakan masker saat merasa tidak sehat. “Kami imbau agar masyarakat tidak bingung, tidak panik dengan adanya super flu ini. Tetap waspada dan jaga kesehatan, dengab cara menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta mengonsumsi makanan bergizi,” pungkasnya.

SUMBERhttps://surabaya.kompas.com/read/2026/01/04/154026278/super-flu-ditemukan-di-jatim-warga-kota-malang-diimbau-gunakan-masker

Studi Ungkap Bentuk Bokong Bisa Menjadi Petunjuk Risiko Diabetes dan Penurunan Kesehatan

 


Bokong sering kali hanya dikaitkan dengan penampilan atau estetika tubuh, padahal bagian ini ternyata menyimpan informasi penting tentang kondisi kesehatan seseorang. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perubahan bentuk otot bokong dapat mencerminkan kesehatan metabolik, kebugaran fisik, hingga risiko penyakit tertentu. Temuan ini membuka sudut pandang baru bahwa sinyal kesehatan tidak selalu datang dari berat badan atau ukuran tubuh semata.

Hubungan bentuk otot bokong dan kesehatan Peneliti dari University of Westminster, Inggris, menemukan bahwa bentuk otot gluteus maximus, otot terbesar di bokong, mengalami perubahan seiring usia, jenis kelamin, gaya hidup, tingkat kebugaran, serta kondisi medis seperti osteoporosis dan diabetes tipe 2. Penelitian ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Radiological Society of North America (RSNA) pada Desember lalu, seperti dikutip dari Fox News.

Berbeda dari studi sebelumnya yang hanya menilai ukuran otot atau jumlah lemak, penelitian ini menggunakan pemindaian MRI tiga dimensi untuk melihat perubahan bentuk otot secara detail.

Hasil pemindaian menunjukkan pola bentuk gluteus maximus yang berbeda pada penderita diabetes tipe 2. Para peneliti menilai bahwa bentuk otot, bukan besar kecilnya, dapat mencerminkan perbedaan metabolisme di dalam tubuh. “Otot gluteus maximus memainkan peran penting dalam kesehatan metabolik,” ujar penulis utama studi, E. Louise Thomas, Ph.D., profesor metabolic imaging di University of Westminster. Penelitian ini menganalisis lebih dari 61.000 hasil MRI dari basis data kesehatan besar di Inggris, lengkap dengan data kebugaran, riwayat penyakit, kebiasaan hidup, dan biomarker kesehatan peserta.

Duduk terlalu lama dan kurang aktif berpengaruh Menurut salah satu peneliti, Marjola Thanaj, Ph.D., bentuk otot bokong yang lebih baik ditemukan pada orang dengan tingkat kebugaran tinggi, yang diukur dari aktivitas fisik intens dan kekuatan genggaman tangan. Sebaliknya, penuaan, kondisi frail, serta kebiasaan duduk terlalu lama dikaitkan dengan penipisan otot gluteus maximus. “Kami melihat perubahan bentuk otot yang bisa menjadi tanda awal penurunan fungsi tubuh,” kata Thanaj dalam rilis resmi penelitian tersebut. Perbedaan dampak pada pria dan wanita Penelitian ini juga menemukan perbedaan respons biologis antara pria dan perempuan. Pria dengan diabetes tipe 2 cenderung mengalami penyusutan otot bokong, sementara pada perempuan justru ditemukan pembesaran otot yang diduga akibat infiltrasi lemak di dalam otot. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit yang sama bisa berdampak berbeda pada tubuh pria dan perempuan. Pada kelompok pria yang tergolong lemah, penyusutan otot terlihat lebih menyeluruh, sementara pada perempuan efek lemah dinilai lebih terbatas.

Pentingnya melatih otot bokong Menurut Tanya Becker, co-founder Physique 57 di New York, melatih otot bokong bukan sekadar soal bentuk tubuh, tetapi investasi kesehatan jangka panjang. “Otot bokong adalah peredam kejut tubuh,” kata Becker kepada Fox News Digital. Ia menjelaskan bahwa otot ini membantu melindungi punggung bawah, pinggul, dan lutut dari tekanan berlebih. Selain itu, otot besar seperti gluteus maximus berperan dalam pembakaran kalori dan pengaturan kadar gula darah, sehingga kerap disebut sebagai “organ umur panjang”. Latihan sederhana yang bisa dilakukan di rumah Becker menyarankan latihan kekuatan secara menyeluruh, dengan perhatian khusus pada otot bokong. Bagi pemula atau orang dengan keterbatasan fisik, latihan tanpa beban seperti pilates dan barre dinilai lebih aman dan mudah dilakukan. Beberapa latihan yang direkomendasikan antara lain:

Quadruped leg lifts, untuk melatih otot bokong dan inti tubuh Clamshells, untuk memperkuat otot bokong bagian samping Glute bridges, untuk melatih bokong dan punggung bawah Latihan ini dapat dilakukan selama 30–60 detik per set dan diulang beberapa kali sesuai kemampuan. Namun, Becker mengingatkan agar seseorang berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai rutinitas olahraga baru, terutama bagi lansia atau mereka yang memiliki riwayat cedera.


SUMBERhttps://health.kompas.com/read/26A04101846668/studi-ungkap-bentuk-bokong-bisa-menjadi-petunjuk-risiko-diabetes-dan-penurunan

Sabtu, 03 Januari 2026

Kayutangan Heritage Malang Jadi Model Penataan Kampung Kumuh di Jakarta

 


Keberhasilan penataan kawasan Kayutangan Heritage di Kota Malang, Jawa Timur, menarik perhatian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kawasan yang semula dikenal kumuh itu kini disiapkan menjadi model penataan kawasan padat di Jakarta, salah satunya di Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan, kunjungan Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP ke Kayutangan merupakan tindak lanjut arahan Menteri PKP Maruarar Sirait saat berkunjung ke Malang sebelumnya. “Pak Menteri melihat langsung bagaimana kawasan yang dulu kumuh bisa berubah menjadi destinasi wisata. Dari situ, Pak Sekjen dan Bu Dirjen diminta untuk mempelajari prosesnya dan menjadikannya pilot project di daerah lain,” kata Wahyu di Balai Kota Malang, Jumat (2/1/2026).

Menurut Wahyu, kunci utama keberhasilan Kayutangan Heritage terletak pada perubahan pola pikir masyarakat. Proses tersebut dilakukan secara bertahap dengan melibatkan warga sejak awal.

“Yang mau direplikasi itu bukan hanya fisiknya, tapi proses awalnya, bagaimana mengubah mindset masyarakat. Itu tidak mudah, tapi dengan pendekatan dan keterlibatan warga, akhirnya berhasil,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, keberhasilan Kayutangan juga berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Saat libur Natal dan Tahun Baru, kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut mencapai ribuan orang per hari dan menggerakkan ekonomi lokal. Upaya mengubah kampung kumuh di Jakarta Sementara itu, Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati menegaskan, penataan kawasan kumuh tidak bisa hanya berfokus pada perbaikan rumah.

“Kalau renovasi rumah tanpa diiringi pembekalan kepada masyarakat untuk bagaimana ekonomi bisa meningkat, kawasan itu bisa kembali kumuh lagi setelah kami renovasi,” kata Sri.

Tahap awal, Kementerian PKP mengajak perwakilan dari Kelurahan Menteng, Tanah Tinggi, dan Johar Baru untuk melihat langsung keberhasilan Kayutangan Heritage.

Kehadirannya di Kota Malang juga untuk meyakinkan masyarakat, bahwa kawasan kumuh jika dikelola dengan baik serta adanya keterlibatan pemerintah maka akan menjadi potensi besar yang dapat meningkatan kulitas ekonomi.

“Kami juga mengajak tokoh masyarakat, RT, dan pelaku UMKM dari kawasan padat di Jakarta, agar mereka bisa melihat sendiri bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat itu bisa berhasil. Kesejahteraan juga akan meningkat,” kata Sri.

Meski demikian, Sri menegaskan konsep Kayutangan Heritage tidak akan diterapkan secara sama persis di Jakarta. Ia akan melihat potensi masing-masing daerah, untuk selanjutnya dikembangkan sesuai potensi yang ada.  “Tidak bisa copy-paste, karena setiap daerah punya kearifan lokal sendiri. Kayutangan ini menjadi contoh, lalu kita sesuaikan dengan karakter wilayah masing-masing,” ujarnya.

Harapannya, ke depan hasil pembelajaran dari Kota Malang ini akan dirumuskan sebagai model penataan kawasan perkotaan yang diterapkan secara bertahap di berbagai kota-kota di Indonesia.  “Jangka panjang kami akan terapkan di daerah lain juga. Kenapa kami pilih Jakarta, karena kami berada di Jakarta, juga banyak kawasan kumuhnya. Nanti tentu kota-kota lain juga akan melihat sisi baiknya Kayutangan,” pungkas Sri.

SUMBERhttps://surabaya.kompas.com/read/2026/01/02/202501878/kayutangan-heritage-malang-jadi-model-penataan-kampung-kumuh-di-jakarta?page=2



Super Flu Masuk Indonesia, Kasus Terbanyak di Jatim, Jabar, dan Kaltim

 


Kasus super flu di Indonesia terdeteksi paling banyak di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur, memicu kewaspadaan karena virus influenza A H3N2 subclade-K dikenal menular cepat dan berisiko berat pada kelompok rentan. Berdasarkan hasil surveilans Kementerian Kesehatan hingga akhir Desember 2025, total 62 kasus super flu di Indonesia tercatat di delapan provinsi, dengan konsentrasi tertinggi berada di tiga wilayah tersebut.

Apa itu super flu? Dokter spesialis anak konsultan respirologi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), menjelaskan bahwa istilah super flu merujuk pada influenza A H3N2 dengan subclade-K, yang memiliki kemampuan penularan lebih cepat dibandingkan flu musiman biasa. “Salah satu alasan disebut super flu karena penularannya cepat. Satu orang bisa menularkan ke dua sampai tiga orang di sekitarnya,” kata Nastiti dalam diskusi daring yang dikutip dari Antara, Senin (29/12/2025) Virus ini menular melalui droplet saat batuk, bersin, atau kontak langsung dengan cairan pernapasan, sehingga mudah menyebar di lingkungan padat dan mobilitas tinggi.

Jatim, Jabar, dan Kaltim jadi wilayah dengan kasus terbanyak Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menyebutkan bahwa dari hasil Whole Genome Sequencing (WGS) yang rampung pada 25 Desember 2025, subclade-K sudah terdeteksi sejak Agustus 2025 di Indonesia. “Hingga akhir Desember tercatat 62 kasus di delapan provinsi, terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat,” ujar Widyawati, dikutip dari Antara, Kamis (1/1/2026). Data surveilans menunjukkan mayoritas kasus terjadi pada anak usia 1–10 tahun, dengan proporsi perempuan mencapai 64 persen, menandakan kelompok anak menjadi populasi yang paling rentan tertular.

Gejala super flu dan kelompok paling berisiko Secara klinis, gejala super flu mirip dengan influenza A pada umumnya, sehingga sulit dibedakan tanpa pemeriksaan laboratorium. Menurut Nastiti, gejala yang sering muncul meliputi: Demam tinggi Menggigil Sakit kepala Nyeri tenggorokan Pilek dan batuk Kelompok yang berisiko mengalami kondisi berat meliputi balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan gangguan imunitas.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Kementerian Kesehatan memastikan bahwa vaksin influenza yang tersedia saat ini tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian akibat influenza A H3N2, termasuk subclade-K. “Berdasarkan penilaian WHO, subclade-K tidak menunjukkan peningkatan keparahan dibandingkan varian lain,” ujar Widyawati. Meski begitu, vaksin tetap menjadi perlindungan penting, terutama bagi kelompok rentan yang tinggal di wilayah dengan kasus super flu tinggi seperti Jatim, Jabar, dan Kaltim.

Kapan vaksin influenza perlu diberikan? Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF), Prof. DR. dr. Cissy B Kartasasmita, SpA(K), menegaskan bahwa vaksin influenza dianjurkan diberikan setahun sekali, karena virus yang bersirkulasi selalu berubah. “Vaksin influenza diberikan setiap tahun karena virusnya berbeda-beda, dan kasus influenza di Indonesia bisa terjadi sepanjang tahun,” kata Cissy, dikutip dari Antara, Jumat (19/11/2021). IDAI merekomendasikan vaksin influenza mulai usia 6 bulan ke atas, dengan dua kali suntikan pada vaksin pertama untuk anak tertentu, lalu dilanjutkan vaksinasi tahunan.

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, Prof. DR. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, menambahkan bahwa vaksin flu memiliki efektivitas tinggi untuk mengurangi keparahan penyakit, terutama pada pasien dengan komorbid.

Cara menghindari super flu Selain vaksinasi, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah penularan super flu, antara lain: Mencuci tangan secara rutin Menggunakan masker saat sakit Menerapkan etika batuk dan bersin Istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi Tetap di rumah saat mengalami gejala flu Dengan kasus super flu yang paling banyak ditemukan di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur, kewaspadaan dan langkah pencegahan menjadi kunci agar penyebaran virus tidak semakin meluas.


SUMBERhttps://health.kompas.com/read/26A02140000368/super-flu-masuk-indonesia-kasus-terbanyak-di-jatim-jabar-dan-kaltim