This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 08 April 2026
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 8/04/2026
Harga Plastik Naik, Akademisi Umsura Ingatkan Bahaya untuk Kemasan Makanan
Lonjakan harga plastik di pasaran membuka perhatian publik terhadap tingginya ketergantungan masyarakat pada material tersebut. Plastik yang merupakan turunan dari polimer sintetis selama ini menjadi pilihan utama industri karena murah, mudah diproduksi, dan fungsional. Namun kini harga plastik naik dipengaruhi gangguan rantai pasok global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Akademisi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Baterun Kunsah, mengingatkan bahwa di balik kepraktisannya, plastik menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan, terutama jika digunakan untuk produk konsumsi. “Langkah paling mudah untuk menghindari bahaya plastik adalah dengan mengetahui jenis plastik yang digunakan, terutama dalam kemasan makanan maupun minuman,” ujar Kunsah, Selasa (7/4/2026).
Kenali Jenis Plastik Kunsah menjelaskan, masyarakat perlu memahami jenis plastik berdasarkan standar global yang dikembangkan The Society of the Plastic Industry dan diadopsi International Organization for Standardization (ISO).
Beberapa jenis plastik yang umum digunakan antara lain: • PET/PETE (Polyethylene Terephthalate), banyak digunakan untuk botol minuman. Jenis ini hanya disarankan untuk sekali pakai. • LDPE (Low Density Polyethylene), digunakan pada plastik fleksibel dan relatif lebih aman, meski sulit terurai.
• PS (Polystyrene) atau styrofoam, berisiko melepaskan senyawa berbahaya saat terkena makanan panas. • Kode 7 (polycarbonate/PC), dapat melepaskan bisphenol-A (BPA) jika terpapar panas. “Senyawa styrene berdampak serius pada kesehatan, mulai dari gangguan fungsi kognitif hingga kerusakan sistem saraf,” kata Kunsah.
Risiko bagi Kesehatan Ia menambahkan, beberapa senyawa dalam plastik seperti BPA dan styrene berpotensi mengganggu hormon, sistem imun, hingga fungsi otak jika terakumulasi dalam tubuh. Penggunaan ulang plastik tertentu, terutama botol minuman sekali pakai, juga dinilai berisiko. Untuk mengurangi risiko, Kunsah menyarankan masyarakat mulai beralih ke wadah yang lebih aman, seperti kaca atau logam.
“Seperti kebiasaan generasi sebelumnya yang membawa rantang saat membeli makanan, itu lebih sehat dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menyarankan penggunaan wadah kaca saat memanaskan makanan, serta memilih plastik berlabel polyethylene jika terpaksa digunakan. “Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari ini adalah investasi nyata bagi kesehatan kita di masa depan,” katanya.
Anak BAB Setelah Makan, Normal atau Tanda Masalah Pencernaan?
Sebagian orangtua mungkin pernah merasa khawatir ketika anak buang air besar (BAB) tidak lama setelah makan. Kondisi ini kerap dianggap sebagai tanda gangguan pencernaan, padahal dalam beberapa kasus, hal tersebut bisa menjadi reaksi normal tubuh. Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A, Subsp. GH (K) menjelaskan, fenomena ini berkaitan dengan mekanisme alami dalam sistem pencernaan yang disebut refleks gastrokolik.
“Refleks gastrokolik sebenarnya bisa saja normal. Tubuh itu menerima makanan masuk ke dalam lambung, lalu ada nervus vagus yang mengkoneksi ke semuanya termasuk ke otak,” jelas dr. Frieda dalam Diskusi Media ‘Monitor Kesehatan Pencernaan Anak dengan Bebeclub AI Poop Tracker’, Kamis (2/4/2026). Normalkah anak BAB setelah makan? Apa itu refleks gastrokolik pada anak? Refleks gastrokolik merupakan respons alami tubuh ketika makanan masuk ke dalam lambung. Sistem saraf akan memberikan sinyal untuk mengosongkan isi usus yang sebelumnya sudah ada.
“Dia mengatakan, 'Hai ini sudah ada makanan baru masuk nih, yang lama tolong keluarin dong' seperti itu. Nanti dia akan memompa makanan yang lama dan mulai dikeluarkan,” ujar dr. Frieda. Proses ini membuat anak bisa BAB tidak lama setelah makan. Pada kondisi tertentu, terutama pada anak yang sistem pencernaannya masih berkembang, refleks ini bisa terjadi lebih sering. Kapan kondisi ini masih dianggap normal? Menurut dr. Frieda, refleks gastrokolik masih termasuk normal selama tidak disertai gejala lain yang mengganggu kesehatan anak. “Gastrocolic reflex berhubungan sama gastro sistem, hal ini aman kalau tumbuh kembangnya tetap bagus sesuai kurva pertumbuhan,” ucapnya. Orangtua tidak perlu khawatir jika anak terlihat sehat, aktif, dan mengalami pertumbuhan yang sesuai dengan usianya. Selain itu, konsistensi feses yang normal serta tidak adanya keluhan lain seperti nyeri perut juga menjadi indikator bahwa kondisi tersebut masih dalam batas wajar.
Tanda yang perlu diwaspadai Meski demikian, orangtua tetap perlu waspada jika kondisi BAB setelah makan terjadi secara terus-menerus dan disertai gejala tertentu. “Kalau anaknya terus-terusan dan fesesnya ambyar, dan berat badan anak enggak naik, itu harus diwaspadai,” jelas dr. Frieda. Ia juga menambahkan, keluhan lain seperti nyeri perut yang berulang dapat menjadi tanda adanya masalah pada saluran cerna.
“Kemudian, anak sakit perut terus, sehingga mengganggu well-being sama tumbuh kembangnya,” lanjutnya.
Gejala-gejala tersebut bisa mengindikasikan adanya gangguan yang lebih serius, sehingga tidak boleh diabaikan. Perlu pemeriksaan jika muncul gejala tambahan Apabila tanda-tanda tersebut muncul, orangtua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis guna mendapatkan diagnosis yang tepat.
“Jika tandanya muncul, bisa jadi ada infeksi atau alergi baru, kemudian bisa diperiksakan,” ujar dr. Frieda. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab pasti dari kondisi tersebut, apakah berkaitan dengan infeksi, alergi, atau gangguan pencernaan lainnya.
Dengan memahami mekanisme refleks gastrokolik dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai, orangtua diharapkan dapat lebih tenang dalam menyikapi kondisi anak. Pemantauan yang tepat serta konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dan tumbuh kembang anak tetap optimal.
Selasa, 07 April 2026
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 7/04/2026
ready Stok Sprei Royal Polos 160 X 200
Sprei Royal Polos 160 Coklat tuaSprei Royal Polos 160 Hijau lumutSprei Royal Polos 160 Merah cabeSprei Royal Polos 160 Biru langitSprei Royal Polos 160 ToscaSprei Royal Polos 160 SalemSprei Royal Polos 160 UngguSprei Royal Polos 160 fantaSprei Royal Polos 160 Biru mudaSprei Royal Polos 160 Biru terangSprei Royal Polos 160 MarronSprei Royal Polos 160 HitamSprei Royal Polos 160 Abu abuSprei Royal Polos 160 Coklat
Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller
Ready Stok Sprei Royals Polos 180 X 200
Sprei Royals Polos 180 UngguSprei Royals Polos 180 HitamSprei Royals Polos 180 GoldSprei Royals Polos 180 Merah cabeSprei Royals Polos 180 Unggu fantaSprei Royals Polos 180 Coklat tuaSprei Royals Polos 180 ToscaSprei Royals Polos 180 Biru terangSprei Royals Polos 180 Biru
Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller
Ready Stok Sprei Midori 180 X 200
Sprei Midori 180 WhiteSprei Midori 180 VioletSprei Midori 180 dusty pinkSprei Midori 180 DenimSprei Midori 180 olive greenSprei Midori 180 blue seaportSprei Midori 180 silverSprei Midori 180 maronjSprei Midori 180 caramelSprei Midori 180 green wardahSprei Midori 180 saphire blueSprei Midori 180 creamSprei Midori 180 kopi
Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller
Ready Stok Sprei Midori 160 X 200
Sprei Midori 160 VioletSprei Midori 160 Sage greenSprei Midori 160 MarronSprei Midori 160 Dark greySprei Midori 160 WhiteSprei Midori 160 KopiSprei Midori 160 denimSprei Midori 160 creamSprei Midori 160 Green wardah
Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller
MAU IKUT GABUNG GROUP.... SILAHKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI !!
Whatsapp admin 1 : 08-1945-155-144Whatsapp admin 2 : 0812-9393-9474Whatsapp admin 3 : 0818-0408-1983
SHOPEE
SHOPEE
Shopee : https://shopee.co.id/grosirpspreiShopee : https://shopee.co.id/tokowongpasarShopee : https://shopee.co.id/wongpasargrosir
ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / Twitter
ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / TwitterFollow WP : https://twitter.com/TokoWongpasarWP Instagram : https://www.instagram.com/wongpasarbesar/
MORE CHAT ► Telegram : https://t.me/tokowongpasar
MORE BLOG ►
KONTAK KAMI UNTUK PENDAFTARAN RESELLER
Bromo Ditutup Seminggu Mulai 6 April 2026, Ini Alasannya
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi menutup sementara kawasan wisata Gunung Bromo mulai Senin (6/4/2026) pukul 09.00 WIB hingga Minggu (12/4/2026) pukul 10.00 WIB. Kebijakan ini diambil untuk memulihkan ekosistem kawasan konservasi yang mengalami tekanan akibat tingginya aktivitas wisata. Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa penutupan ini merupakan bagian dari upaya memberi waktu bagi alam untuk beristirahat.
Menurutnya, alam memiliki kesamaan dengan manusia yang membutuhkan jeda untuk melakukan proses pemulihan secara alami. “Kalau yang ini memang kita untuk pemulihan ekosistem. Alam itu sama seperti manusia, butuh waktu untuk beristirahat dan memulihkan dirinya. Tidak mungkin digunakan terus-menerus tanpa jeda,” ujar Rudijanta kepada Kompas.com, Senin (6/4/2026).
Proses pemulihan ini mencakup ruang bagi pertumbuhan vegetasi, ketenangan aktivitas satwa liar, hingga pemulihan struktur porositas pasir di kawasan kaldera. Rudijanta menekankan bahwa aktivitas kendaraan dan wisatawan yang masif setiap hari dapat menghambat proses alami tersebut.
Pemulihan Pasca-Libur Lebaran Selama masa penutupan, seluruh aktivitas wisata di kawasan Laut Pasir Bromo dihentikan total, meski kegiatan konservasi dan pengawasan tetap berjalan. Kebijakan ini sengaja dipilih setelah masa puncak kunjungan libur Lebaran dan Paskah berakhir. Pihak TNBTS melihat adanya penurunan tren kunjungan setelah masa peak season, sehingga dampak ekonomi terhadap pendapatan wisata tidak terlalu besar.
![]() |
| SERENA - Sprei Bonita t25 180 X 200 |
Kebijakan ini juga menjadi momentum untuk mengembalikan tradisi penutupan kawasan yang sempat terhenti saat pandemi Covid-19. “Sekarang aktivitas wisata sudah meningkat pesat pasca-pandemi. Maka kita kembalikan lagi kebijakan ini agar ada keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian,” tambahnya. Catatan dari Wisatawan Asing Langkah penutupan sementara ini menuai apresiasi dari wisatawan mancanegara. Emmy Verstegen, turis asal Belanda, menilai komitmen TNBTS dalam menjaga kelestarian alam Gunung Bromo sebagai langkah yang krusial untuk keberlanjutan kawasan di masa depan.
“Menurut saya ini sangat penting, bahkan sangat krusial untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Penutupan seperti ini tidak menjadi masalah, selama tidak terlalu sering dilakukan,” ungkap Emmy. Namun, Emmy memberikan catatan kritis terkait rendahnya kesadaran sebagian pengunjung menjaga kebersihan lingkungan.
Ia mengaku masih kerap menjumpai sampah plastik yang berserakan di beberapa titik kawasan yang sangat indah tersebut. “Bromo itu luar biasa indah, tetapi masih ada wisatawan yang kurang peduli dengan kebersihan. Sampah plastik masih terlihat, dan ini sangat disayangkan. Menjaga lingkungan seharusnya menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Emmy.
![]() |
| Greenland - Bedcover Akiko 160 X 200 (sprei flat) |
Makan Daging Kambing Sebabkan Darah Tinggi, Benarkah? Ini Kata Profesor IPB
Banyak orang memercayai anggapan bahwa daging kambing bersifat panas dan menjadi penyebab utama hipertensi. Alhasil, hidangan lezat ini kerap dijauhi, meski tanpa bukti ilmiah yang kuat. Bagaimana faktanya? "Sebagaimana halnya dengan daging merah lainnya, daging kambing secara ilmiah tidak menjadi pemicu hipertensi," tulis Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, MRur.Sc, dalam situs resmi universitas, yang dikutip pada Minggu (5/4/2026). Peningkatan tekanan darah usai bersantap sebenarnya lebih banyak dipengaruhi oleh cara pengolahan, bukan dagingnya.
Menelurusi kandungan gizi daging kambing Kualitas nutrisi ternak ditentukan oleh jenis, fakor genetik, dan manajemen pemeliharaannya. Hewan yang digembalakan di alam bebas memproduksi daging yang lebih sehat. "Kandungan lemak jenuh dan kolesterolnya pun lebih sedikit dibandingkan dengan ternak yang dihasilkan dari sistem penggemukan," kata Ronny.
Daging kambing, atau chevon, adalah alternatif daging merah terbaik bagimu. Opsi ini menyajikan lebih sedikit lemak, kepadatan protein yang lebih tinggi, dan profil kolesterol ramah tubuh dibandingkan sapi dan domba. "Daging kambing mengandung lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan daging merah lainnya yang bermanfaat dalam menunjang kesehatan jantung. Di samping itu, daging kambing kaya zat besi dan protein yang mendukung kesehatan secara keseluruhan," tutur Ronny.
Kolesterol di dalamnya berada di batas sedang. Jadi, menyantapnya dalam porsi wajar tak akan serta-merta melambungkan tekanan darah maupun kadar kolesterolmu. Keunggulan kalori dan mineral Setiap 100 gram daging kambing hanya menyumbang 122 kalori. Angka ini sangat baik untuk menstabilkan berat badan dibandingkan kalori sapi (190 gram) atau domba (175 gram). "Nilai gizi yang paling menonjol dari daging kambing adalah kandungan total lemaknya yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan daging merah lainnya," jelas Ronny. Lemak pada kambing hanya tercatat sebesar 2,6 gram, kontras dengan sapi (7,9 gram) dan domba (8,1 gram). Lemak jenuhnya pun paling rendah di angka 0,79 gram. "Dari sisi kandungan protein, kandungan protein daging kambing hampir seimbang dengan daging sapi dan daging domba pada kisaran 23–25 gram," ungkap Ronny. "Namun, daging kambing lebih unggul dari sisi kandungan zat besinya, yaitu sebesar 3,2 miligram, dibandingkan dengan daging sapi dan daging domba yang masing-masing hanya mengandung 2,9 miligram dan 1,4 miligram saja," tambahnya. Bukan biang kerok hipertensi Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan pola makan yang moderat dan seimbang tidak akan memengaruhi tekanan darah maupun profil lemak individu penderita hipertensi ringan, meski mereka menyantap daging kambing. "Studi ini juga mengungkap bahwa untuk penderita hipertensi direkomendasikan untuk membatasi konsumsi daging merah utamanya yang sudah diproses yang mengandung lemak jenuh tinggi," ujar Ronny. Untuk mengupas tuntas faktor hipertensi, Ronny menekankan bahwa kamu perlu memahami bahwa metode penyajian membawa dampak yang jauh lebih besar daripada jenis dagingnya.
Menggoreng daging atau memasaknya menggunakan tambahan garam, mentega, maupun saus berlemak secara berlebihan, dapat mengubah hidangan sehat menjadi bahan makanan yang memicu darah tinggi. Selain proses mengolahnya, besaran porsi yang kamu konsumsi juga wajib dibatasi. Menyantap daging merah jenis apa pun, termasuk kambing, dalam porsi yang melampaui batas dapat menimbulkan tekanan pada kardiovaskularmu. "Porsi konsumsi daging merah ini sangat bergantung pada status kesehatan individu. Orang dengan hipertensi atau kondisi kardiovaskular harus memantau asupan daging merah, termasuk daging kambing," ucap Ronny. Cara mengolah daging kambing agar lebih sehat Sajian lezat ini tetap aman jika kamu cermat memerhatikan cara penyiapannya. Langkah awal yang penting adalah teliti saat berbelanja. "Jika membeli daging kambing, pilih daging kambing yang tidak mengandung lemak yang berlebihan," imbau Ronny.
Sebelum mulai dimasak, pastikan kamu membuang bagian lemak yang menempel, agar daging tersebut sebersih mungkin dari lemak bawaan. Saat membumbuinya, disarankan untuk menggunakan rempah-rempah bernatrium rendah. "Metode memasak yang dianjurkan adalah memanggang, membakar, atau merebus. Alangkah baiknya menghindari menggoreng daging kambing," terang Ronny.
Jangan lupa mengombinasikan makananmu dengan aneka sayuran dan biji-bijian utuh agar nilai gizinya seimbang. "Jadi, pada intinya untuk mengelola tekanan darah dan kolesterol, daging kambing dapat menjadi bagian dari diet asalkan dikonsumsi secara moderat dan memperhatikan dengan baik cara menyiapkan dan memasaknya," pungkas Ronny.












.png)





