This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 10 Juni 2026
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 10/06/2026
Eks Finalis Puteri Indonesia Tersangka Malapraktik: Saya Tulang Punggung Keluarga
Jeni Rahmadial Fitri, eks finalis Puteri Indonesia 2024 yang menjadi tersangka kasus malapraktik klinik kecantikan di Pekanbaru, mengaku kondisi mentalnya terganggu setelah kasus yang menjeratnya menjadi sorotan publik. Pernyataan itu disampaikan Jeni usai menjalani pelimpahan tahap dua dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Selasa (9/6/2026). Mengaku Jadi Tulang Punggung Keluarga Saat ditemui wartawan, Jeni mengungkapkan bahwa usaha klinik kecantikan yang dijalankannya dimulai sejak 2019 setelah mengikuti pelatihan kecantikan di Jakarta. "Saya buka klinik kecantikan setelah ikut pelatihan di Jakarta tahun 2019," ujar Jeni.
Menurut dia, usaha tersebut bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga menopang ekonomi keluarganya.
Jeni mengaku telah menjadi tulang punggung keluarga sejak kecil setelah kehilangan sosok ayah. "Saya sejak kecil jadi tulang punggung keluarga. Saya tidak memiliki ayah sejak kecil, sehingga harus menghidupi mama. Dari kecil saya mengikuti banyak kompetisi demi bantu ekonomi mama," katanya. Mengaku Mentalnya Terganggu Jeni mengatakan, perhatian publik yang besar terhadap kasusnya membuat dirinya belum siap menghadapi situasi yang terjadi. Ia mengaku mengalami tekanan mental sejak kasus tersebut viral di media sosial. "Berita saya viral ke mana-mana, membuat saya belum siap. Mental saya jadi tidak baik-baik saja," ujarnya. Meski demikian, Jeni menyatakan akan mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berjalan. "Mohon doanya agar saya tetap sehat," katanya.
Akui Lakukan Tindakan Medis Sendiri Dalam kesempatan itu, Jeni juga mengakui bahwa dirinya melakukan tindakan medis secara langsung kepada pasien di klinik kecantikannya. "Kalau tindakan (medis) memang yang melakukan sendiri. Karyawan cuma membantu," ucapnya.
Namun, saat ditanya mengenai dugaan penggunaan sertifikat pelatihan palsu maupun asal-usul obat yang digunakan dalam praktik kecantikannya, Jeni memilih tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Dari mana saya dapat obat, itu sudah saya menyampaikan kepada penyidik. Saya rasa itu sudah cukup, tidak perlu saya jelaskan lagi," kata Jeni. Ditahan 20 Hari Sebelum Disidang Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Pekanbaru Mey Ziko mengatakan, pihaknya telah menerima pelimpahan dua berkas perkara dari penyidik Subdit I dan Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau. "Kami menerima limpahan dua perkara dari Subdit I dan IV Ditreskrimsus Polda Riau. Tersangka kita titip di Lapas Perempuan Pekanbaru untuk 20 hari ke depan. Selanjutnya akan disidangkan. Kami menunjuk tiga jaksa penuntut," ujar Ziko.
Jeni kemudian dibawa ke Lapas Perempuan Pekanbaru untuk menjalani masa penahanan sebelum berkas perkaranya dilimpahkan ke pengadilan. Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Riau mengungkap praktik klinik kecantikan ilegal yang dijalankan Jeni di Pekanbaru.
Polisi menyebut Jeni melakukan berbagai tindakan medis tanpa memiliki keahlian khusus di bidang kesehatan. Sejumlah prosedur yang dilakukannya diduga menyebabkan beberapa korban mengalami cacat permanen. Kasus tersebut terungkap setelah sejumlah korban melapor ke Polda Riau. Hingga saat ini, sedikitnya tiga korban telah membuat laporan resmi, meski jumlah korban diduga mencapai puluhan orang.
Jangan Anggap Sepele Cuaca Panas, Heat Stroke Bisa Mengancam Saat Kemarau
Musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia. Di balik cuaca panas yang sering dianggap biasa, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan adanya risiko gangguan kesehatan serius, salah satunya heat stroke. Melalui unggahan akun Instagram resmi @kemenkes_ri pada Senin (8/6/2026), Kemenkes menyebut penyakit akibat panas, termasuk dehidrasi ekstrem dan heat stroke, menjadi salah satu dampak kesehatan yang perlu diwaspadai selama musim kemarau. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan atau tidak mampu mengendalikan suhu tubuh akibat paparan panas yang berlebihan.
Apa itu heat stroke? Heat stroke merupakan kondisi yang terjadi ketika tubuh mengalami peningkatan suhu secara ekstrem akibat paparan panas yang berkepanjangan.
Menurut Kemenkes, heat stroke termasuk salah satu gangguan kesehatan yang dapat muncul selama musim kemarau, terutama saat suhu lingkungan meningkat dan tubuh tidak mendapatkan cukup cairan. Risiko ini dapat bertambah apabila seseorang tetap melakukan aktivitas di luar ruangan dalam kondisi cuaca panas atau tidak mencukupi kebutuhan cairan harian. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh cuaca panas yang terjadi selama musim kemarau.
Musim kemarau tidak hanya ditandai dengan berkurangnya curah hujan, tetapi juga peningkatan suhu udara di sejumlah wilayah. Kemenkes menjelaskan bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang, dimulai sejak April dan masih meluas hingga Mei dan Juni.
Semakin lama paparan panas yang diterima tubuh, semakin besar pula risiko seseorang mengalami gangguan kesehatan terkait suhu tinggi. Selain itu, cuaca panas juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi dehidrasi ekstrem dan meningkatkan risiko heat stroke.
Kelompok yang perlu lebih waspada Tidak semua orang memiliki tingkat risiko yang sama saat menghadapi cuaca panas. Menurut Kemenkes, beberapa kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih selama musim kemarau meliputi: Anak-anak Lansia Ibu hamil Orang dengan penyakit penyerta atau komorbid Kelompok tersebut cenderung lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat perubahan cuaca maupun suhu lingkungan yang meningkat. Karena itu, keluarga diimbau lebih memperhatikan kondisi anggota keluarga yang termasuk dalam kelompok rentan tersebut.
Cara melindungi diri dari dampak cuaca panas Kemenkes menegaskan bahwa risiko kesehatan selama musim kemarau dapat dikurangi melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan sehari-hari. Salah satu yang paling penting adalah memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Masyarakat juga dianjurkan menghindari konsumsi alkohol maupun minuman berkafein secara berlebihan karena dapat memperburuk risiko kehilangan cairan.
Selain itu, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika cuaca sangat panas atau saat kualitas udara sedang memburuk. Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau kondisi kesehatan selama musim kemarau.
Jika muncul keluhan kesehatan atau kondisi tubuh terasa menurun setelah terpapar cuaca panas, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Di tengah musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang tahun ini, menjaga kecukupan cairan dan membatasi paparan panas berlebihan menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mencegah dehidrasi maupun heat stroke.
















