This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 31 Januari 2023

Pria di Banyuwangi Kalap Nekat Aniaya Mantan Istri, Bermula dari Korban yang Ambil Pakaian





TRIBUNJATIM.COM, Banyuwangi - EP (47), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi diduga menganiaya mantan istri karena hal sepele.

Ia dilaporkan memukuli mantan istrinya SR (41) karena sang istri mengambil pakaiannya sendiri yang berada di rumah tersangka.


Penganiayaan itu mengakibatkan bagian tubuh korban lebam.

Tak hanya itu, telepon genggam milik korban juga dirusak oleh mantan suaminya.

Kapolsek Bangorejo AKP Mujiono menjelaskan, penganiayaan itu terjadi pada Rabu (25/1/2023) sekitar siang.

Ceritanya, sang mantan istri baru saja mengambil pakaian miliknya yang masih berada di rumah tersangka.

Pakaian itu ia ambil tanpa izin ke mantan suaminya itu.

Hal tersebut yang memicu EP emosi. Ia kemudian mendatangi mantan istrinya ke rumah kakak korban IK.


"Di sana korban dianiaya oleh mantan suaminya," kata Mujiono, Selasa (31/1/2023).

EP menganiaya mantan istrinya dengan memukul area wajah. Pukulan itu mengakibatkan pipi bagian kiri korban memar.

Usai menganiaya, tersangka kemudian mengambil handphone milik korban. Kemudian ia membantingnya hingga rusak.

"Atas kejadian yang menimpanya, korban dan saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bangorejo," katanya.

Dari laporan itu, polisi mengantarkan korban untuk menjalani visum di rumah sakit. Aparat juga memeriksa korban serta saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti.

Setelah barang bukti cukup, aparat bertindak menangkap tersangka. Kepada polisi EP mengakui penganiayaan dan pengerusakan hape mantan istrinya.

Polisi menjerat EP atas dugaan penganiayaan dan pengerusakan barang milik orang lain. Ia terancam hukuman 5 tahun penjara.

"Saat ini tersangka kami amankan di Mapolsek Bangorejo," kata dia.





















Niat Hati Membuat Kopi Usai Lelah Bekerja, Kuli Bangunan di Surabaya Tewas Tersengat Listrik





TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - SP (41), kuli bangunan proyek pembangunan di Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya, ditemukan tewas pada Minggu (29/1/2023) malam.

Pria asal Sukabumi, Jawa Barat, itu, tewas di dalam ruangan yang difungsikan sebagai tempatnya beristirahat selama merantau.

Separuh tubuh bagian atasnya hangus dengan kondisi menyerupai luka bakar.

SP diduga tewas tersengat listrik yang mengalir dari kabel alat pemanas air elektrik. 

Alat pemanas air elektrik yang dinyalakan itu, diletakkan tepat di atas permukaan aluminium yang menjadi alas tempat SP berbaring dan tidur untuk melepas lelah. 

Diduga kuat aliran listrik pada alat pemanas air elektrik tersebut, menyalur ke lapisan permukaan aluminium yang dimanfaatkan SP rebahan.

Pria tersebut akhirnya tewas seketika karena tersengat listrik. 

Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, korban sempat berpamitan kepada teman-teman sesama pekerja bangunan, setelah memungkasi pekerjaan untuk mandi lalu beristirahat di ruangan tersebut. 

Setelah rampung membersihkan badan dengan mandi, korban bergegas kembali ke ruangan tempatnya tidur, lalu menyalahkan alat pemanas air elektrik untuk membuat kopi.

"Tanpa disadari yang bersangkutan menaruh alat pemanas air tersebut di alas tempat istirahatnya yang terbuat dari aluminium. Saksi menghubungi Command Center 112," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Senin (30/1/2023). 

BPBD Kota Surabaya yang tiba di lokasi langsung  berkoordinasi dengan polsek setempat dan rekan-kerja korban di lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. 

Setelah dilakukan olah TKP oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya, jasad korban dibawa menuju ke RSUD dr Soetomo Surabaya menggunakan ambulans dari Dinas Sosial, didampingi beberapa rekannya. 

"Diduga penyebab kematian dikarenakan tersengat listrik yang berasal dari pemanas air," pungkasnya. 




















Dampak Pelecehanan Seksual Kepsek di Trenggalek, Korban Jadi Suka Marah hingga Kecanduan Video Syur




TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Lima siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek menjadi korban pelecehan seksual oleh gurunya sendiri.

AS yang juga merupakan Plt Kepala Sekolah di SD tersebut telah melakukan pencabulan terhadap lima muridnya berulang kali.

Kini, lima siswa tersebut mendapatkan pendampingan psikolog dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Trenggalek.

Plt Kadinsos P3A Trenggalek, Ratna Sulistyowati mengatakan akibat pelecehan seksual tersebut korban mengalami trauma dan telah mengalami perubahan perilaku.

Salah satunya adalah korban yang suka marah-marah baik di sekolah maupun di rumah.

"Kasus ini terbongkar juga karena anak ini. Orang tuanya heran kenapa anak ini marah-marah terus, belajar juga tidak semangat. Akhirnya ditanya kenapa perilakunya berubah, akhirnya cerita kalau di sekolah mendapatkan perlakuan seperti ini (pencabulan)," kata Ratna, Selasa (31/1/2023).

Yang lebih parah, ada korban yang sudah mulai mengakses dan kecanduan video porno. 

Menurut Ratna, kecanduan video porno, lebih berbahaya daripada narkoba untuk tumbuh kembang anak, sehingga harus benar-benar mendapatkan pendampingan yang serius.

"Bahkan ada juga korban yang sudah melakukan hal yang serupa seperti yang dilakukan pelaku terhadap dirinya kepada anak lain yang lebih kecil," lanjutnya.

Korban melakukan hal tersebut karena tidak mengetahui bahwa pencabulan tersebut merupakan hal yang salah.

"Perubahan perilaku tersebut juga mengindikasikan kalau korban sudah mendapatkan perlakuan (pencabulan) lebih dari satu kali," tambah Ratna.

Untuk itu, pihaknya memberikan pendampingan tiga psikolog kepada lima korban termasuk orang tua dan lingkungan sekolah agar mendukung upaya penyembuhan dari korban.

"Pendampingan hukum kita dampingi sampai selesai atau vonis. Pendampingan anaknya dalam arti psikologis nya sampai harus benar-benar hidup normal, kita lihat perkembangannya seperti apa," pungkasnya





















Senin, 30 Januari 2023

STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 30/01/2023

Ready Stok Bedcover Rosanna Vito Polos 120 X 200


Bedcover Rosanna Vito Polos 120 magenta 
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 malibu blue 
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 marron  
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 olive green 
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 turquise 
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 dark green 
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 saphiere blue 
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 ultimate grey
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 dusty pink

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover Lady Rose 120 X 200


Bedcover Lady Rose 120 adina 
Bedcover Lady Rose 120 martin 
Bedcover Lady Rose 120 aurellia 
Bedcover Lady Rose 120 monstera 
Bedcover Lady Rose 120 DC girl 
Bedcover Lady Rose 120 william 
Bedcover Lady Rose 120 sailor 
Bedcover Lady Rose 120 lena 
Bedcover Lady Rose 120 scarlet 

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover My Love 180 X 200 Sprei Rumbai


Bedcover My Love 180 sekar  
Bedcover My Love 180 daisy 
Bedcover My Love 180 coastal 
Bedcover My Love 180 bulma  
Bedcover My Love 180 yasmin 
Bedcover My Love 180 alves
Bedcover My Love 180 kazumi  
Bedcover My Love 180 nigella 
Bedcover My Love 180 gardena 

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Sprei Rosanna Vito Polos 90 X 200


Sprei Rosanna Vito Polos 90 grey 
Sprei Rosanna Vito Polos 90 chocolate lava 
Sprei Rosanna Vito Polos 90 cappucino
Sprei Rosanna Vito Polos 90 dark violet 
Sprei Rosanna Vito Polos 90 marron 
Sprei Rosanna Vito Polos 90 dusty pink 
Sprei Rosanna Vito Polos 90 green peacock
Sprei Rosanna Vito Polos 90 burgundy 
Sprei Rosanna Vito Polos 90 dark brown 
Sprei Rosanna Vito Polos 90 coffea late

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Sprei Fata 120 X 200


Sprei Fata 120 kennedy 
Sprei Fata 120 freya 
Sprei Fata 120 trinity garden
Sprei Fata 120 bilabong 
Sprei Fata 120 atmosphere 
Sprei Fata 120 amanda 
Sprei Fata 120 anthena 
Sprei Fata 120 napoleon  
Sprei Fata 120 clyde 
Sprei Fata 120 gwenn 
Sprei Fata 120 shakira
Sprei Fata 120 happy doraemon 
Sprei Fata 120 ezensa 
Sprei Fata 120 hk apple
Sprei Fata 120 safari garden 
Sprei Fata 120 black florest 
Sprei Fata 120 kaktus 
Sprei Fata 120 claretta 
Sprei Fata 120 peneapple 
Sprei Fata 120 odeyy seyy 
Sprei Fata 120 alexa

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover Fata 180 X 200 Sprei Rumbai


Bedcover Fata 180 ollando 
Bedcover Fata 180 oliver 
Bedcover Fata 180 LV alma 
Bedcover Fata 180 maggie 
Bedcover Fata 180 chloe 
Bedcover Fata 180 chessy  
Bedcover Fata 180 gucci bloom
Bedcover Fata 180 blue berry blush 
Bedcover Fata 180 holly 
Bedcover Fata 180 penelope 
Bedcover Fata 180 belvina 
Bedcover Fata 180 rocky 

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover Bonita 180 X 200 Sprei Flat


Bedcover Bonita 180 mexico 
Bedcover Bonita 180 starlight 
Bedcover Bonita 180 jungle park 
Bedcover Bonita 180 padma 
Bedcover Bonita 180 lenovo 
Bedcover Bonita 180 rania 
Bedcover Bonita 180 poppy 
Bedcover Bonita 180 shinta 
Bedcover Bonita 180 marianna 
Bedcover Bonita 180 desmond

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Sprei Kintakun D'luxe 120 X 200


Sprei Kintakun D'luxe 120 Gian 
Sprei Kintakun D'luxe 120 lavana 
Sprei Kintakun D'luxe 120 kartika 
Sprei Kintakun D'luxe 120 Gista 
Sprei Kintakun D'luxe 120 rahajeng 
Sprei Kintakun D'luxe 120 candrika 
Sprei Kintakun D'luxe 120 dahayu 
Sprei Kintakun D'luxe 120 bunny 
Sprei Kintakun D'luxe 120 Joanne 
Sprei Kintakun D'luxe 120 danielle 
Sprei Kintakun D'luxe 120 nadine 
Sprei Kintakun D'luxe 120 ariandra 
Sprei Kintakun D'luxe 120 kezia 
Sprei Kintakun D'luxe 120 caroline
Sprei Kintakun D'luxe 120 fleur 
Sprei Kintakun D'luxe 120 graciella
Sprei Kintakun D'luxe 120 andari
Sprei Kintakun D'luxe 120 unicorn 
Sprei Kintakun D'luxe 120 arnita

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Selimut Bonita Premier 160 X 200


Selimut Bonita Premier 160 green wood 
Selimut Bonita Premier 160 camelia 
Selimut Bonita Premier 160 palma 
Selimut Bonita Premier 160 laguna 
Selimut Bonita Premier 160 friska 
Selimut Bonita Premier 160 rania 
Selimut Bonita Premier 160 dellana 
Selimut Bonita Premier 160 lovely rose 
Selimut Bonita Premier 160 malvino
Selimut Bonita Premier 160 messi 
Selimut Bonita Premier 160 venetta 
Selimut Bonita Premier 160 alvaro 
Selimut Bonita Premier 160 emma 
Selimut Bonita Premier 160 delanna 
Selimut Bonita Premier 160 ashanty 
Selimut Bonita Premier 160 miami 
Selimut Bonita Premier 160 madison 
Selimut Bonita Premier 160 Ganesha 
Selimut Bonita Premier 160 grren tulip 
Selimut Bonita Premier 160 cintaka 
Selimut Bonita Premier 160 Grania

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller



MAU IKUT GABUNG GROUP.... SILAHKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI !!



Untuk Pembelian Grosir dengan Motif berbeda atau Ongkos kirim termurah bisa ditanyakan via SMS/WA atau dapat dilihat di menu cek ongkir




Whatsapp

Whatsapp admin 1 : 08-1945-155-144
Whatsapp admin 2 :  0821-4294-2469
Whatsapp admin 3 :  0812-9393-9474
Whatsapp admin 4 :  0818-0408-1983



SHOPEE



ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / Twitter



KONTAK KAMI UNTUK PENDAFTARAN RESELLER





KAMI HANYA DI MALANG, TIDAK MEMILIKI CABANG DIMANAPUN
KECUALI PERWAKILAN AGEN AGEN, RESELLER, DROPSHIP DISETIAP DAERAH.

@ Pengiriman via JNE, JNT, WAHANA, POS INDONESIA, SAKURA, DAKOTA, DOT CARGO, KGP (Kerta Gaya Pusaka). dll.
@ Welcome Reseller & Customer















Takut Diselingkuhi saat Kondangan, Suami Sekap Istri & 4 Anaknya di Rumah, Kini Diamankan Polisi





TRIBUNJATIM.COM - Takut dirinya diselingkuhi saat kondangan, seorang suami tega sekap istri dan keempat anaknya sendiri di dalam rumah.

Video seorang istri dan sejumlah anaknya dikurung oleh sang suami di dalam kontrakan ini pun viral di media sosial.

Video kasus ini menjadi sorotan publik setelah diunggah oleh akun TikTok Siti Rohma Dayanti.

Melansir Tribun Lampung, polisi pun kini turun tangan dan mengamankan sang suami.

Dalam video tersebut, tertera keterangan bahwa suami diduga pergi berhari-hari dan suami menggembok pintu rumah dari luar.

"Seorang istri dan 8 anaknya dikurung dalam rumah kontrakan dan kondisi pintu dikunci oleh suaminya dan sudah berapa hari tidak pulang ke rumah," demikian keterangan yang tertulis pada video yang diunggah Rabu (25/1/2023).

Terdapat pula penjelasan bahwa ada salah satu anak yang sedang dalam kondisi sakit.

"Bahkan anak yg paling kecil suhu badannya panas."

Hingga Sabtu (28/1/2023), unggahan tersebut telah disukai sebanyak 34.000 kali, mendapat komentar sebanyak 1.208 kali dan dibagikan sebanyak 1.044 kali.

Dikutip dari Kompas.com, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Mekar Sar, Gang Mekar Indah, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung.

Kapolsek Tanjung Karang Timur, Kompol Doni Aryanto mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari warga setempat.

Doni mengatakan, keluarga tersebut sudah dievakuasi pada Rabu (25/1/2023).

Petugas membongkar paksa gembok dan rantai yang mengunci pintu rumah kontrakan tersebut.

"Sudah dievakuasi, anaknya paling kecil sudah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan," kata Doni saat dihubungi pada Sabtu (28/1/2023) sore.

Selain itu aparat kepolisian juga sudah mengamankan sang suami yang berinisial RD di Mapolsek Tanjung Karang Timur.

"Masih dalam pemeriksaan," kata Doni.

Setelah diperiksa polisi, terungkap motif penyekapan diduga karena sang suami cemburu dengan istrinya.

Sang suami sekap istri dan anak karena suami khawatir istri selingkuh.

Oleh karena itu, saat suami mau kondangan ke luar kota Menggala, Tulangbawang, Lampung, ia mengurung istri dan empat anaknya di dalam kamar kontrakan.

RD kemudian mengunci pintu kamar kontrakan menggunakan rantai dan digembok.

Hal tersebut dikatakan oleh Kapolsek Tanjungkarang Timur, Kompol Doni Aryanto, Sabtu (28/1/2023).

Menurut Doni, sang suami curiga istrinya dekat dengan laki-laki lain selain dirinya.

Alhasil sang suami melarang istri dan empat anaknya keluar kontrakan supaya tidak selingkuh.

"Pada Minggu (21/1/2023), pelaku hendak pergi ke daerah Menggala untuk menghadiri adanya pesta."

"Sehingga berpesan, istrinya jangan keluar kontrakan," kata Doni Aryanto.

Ia menambahkan, kemudian pelaku pergi ke Menggala dan hanya memberikan uang Rp140.000 pada istrinya.

Menurut Doni, alasan suami mengurung istri dan empat orang anaknya di dalam kamar kontrakan karena cemburu takut nanti istrinya selingkuh.

"Istri pelaku hanya ketahuan bahwa dia dicurigai suaminya ada laki lain, hingga cemburu dan tidak boleh keluar-keluar rumah," katanya.

"Tidak ada kekerasan fisik yang dialami oleh korban," ujar Kompol Doni.

Sebelum pergi ke Menggala, lanjut Kompol Doni, pelaku berpesan kepada anak tertuanya berinisial DS jika sekolah atau keluar, pintu kontrakan dikunci lagi.

Sehingga saat DS sekolah di hari Selasa, pintu kontrakan dikunci olehnya atas permintaan sang ayah.

Namun dalam kamar kontrakan tersebut ada ibu dan empat adiknya, sedangkan tiga orang adik lainnya juga sekolah.

Lebih lanjut Doni Aryanto mengatakan, pelaku kini sudah diamankan di Mapolsek Tanjung Karang Timur.

"Petugas sudah ke lokasi, dan pelaku sudah berhasil kami diamankan," ujar Kompol Doni, Sabtu (28/1/2023).

"Pelaku mengurung istri bersama empat orang anaknya di dalam kamar kontrakan, dengan pintu terkunci dengan menggunakan rantai dan tergembok."

Doni pun mengatakan bahwa para korban kini telah dievakuasi ke tempat yang aman.

Sementara salah satu anak yang mengalami sakit telah dibawa berobat ke rumah sakit.





















Kurir Ditusuk Pembeli COD yang Tak Terima Ditagih Buat Bayar, Pelaku Kini Kabur & Dikejar Polisi





TRIBUNJATIM.COM - Malang nasib seorang kurir ditusuk pembeli COD yang enggan bayar di Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).

Ya, diduga pelaku tak terima saat ditagih untuk membayar atas barang pesanan yang diantarkan tersebut.

Informasi kurir paket COD ditusuk pemilik rumah di Banyuasin ini pun viral di media sosial.

Seperti apa kejadian yang terjadi ?

Dalam posting-an yang diunggah akun IG @mediahektubogalo, terlihat kondisi pilu kurir tersebut.

Tubuhnya kini berdarah dan harus memakai selang oksigen di hidung.

Melansir Tribun Sumsel, korban diketahui bernama Akbar Makrup (22), warga Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin.

Ia kini menderita luka tusuk di rusuk kiri dan dirawat di RSUD Banyuasin.

Kejadiannya disebutkan di Simpang Limau, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, sekitar pukul 18.30 WIB.

Awalnya korban mengantarkan paket di Desa Limau, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (28/1/2023), sekitar pukul 17.30 WIB.

Ternyata diduga pemilik rumah tidak senang lantaran ditagih uang paket, padahal paket sudah diterima.

Korban ditusuk pelaku yang belum diketahui namanya tersebut, sempat mendapat perawatan di Puskesmas Sembawa.

Karena kondisi luka tusuk yang dialami korban parah, sehingga harus dirujuk ke RSUD Banyuasin.

Kasat Reskrim Polres Banyuasin, AKP Harry Dinar, pun mengungkap kronologi kejadian penganiayaan terhadap kurir.

Menurutnya, awalnya kurir Akbar bersama rekannya, Robi Yobiansyah (23), mengantarkan paket COD ke Desa Limau, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin.

Saat sampai di rumah pemesan paket, pemilik rumah mengambil paket yang diberikan korban.

Namun pemilik rumah enggan membayar paket tersebut padahal paket sudah diambil pelaku.

"Saat korban dan rekannya meminta pembayaran, pelaku marah dan berteriak, 'Ambillah paket itu!'."

"Sambil mengacungkan pisau ke arah korban dan rekannya," kata Harry.

Diduga tidak senang paketnya akan diambil korban lagi, pelaku langsung maju.

Ia menusuk korban Akbar sebanyak satu kali di rusuk sebelah kiri.

Usai menusuk korban Akbar, pelaku yang melihat rekan korban juga ada di lokasi berupaya untuk menusuk Robi.

Melihat hal tersebut, saksi Robi memutuskan untuk melarikan diri karena akan ditusuk oleh pelaku.

"Rekan korban berhasil kabur dan tidak sampai kena tusuk."

"Sedangkan pelaku, setelah menusuk langsung melarikan diri," katanya.

"Saat ini korban Akbar yang mengalami luka tusuk sebanyak satu lubang di rusuk sebelah kiri sudah mendapatkan perawatan di RSUD Banyuasin," imbuhnya.

"Akan tetapi, karena luka tusuk yang terbilang cukup parah, membuat korban harus dirujuk ke rumah sakit di Palembang."

"Pihak RSUD Banyuasin merujuk korban ke rumah sakit di Palembang, karena luka tusuk yang cukup parah."

"Pihak keluarga juga berkoordinasi dengan kami, memutuskan untuk di bawa ke RS Bhayangkara Palembang," katanya.

Penusukan yang dilakukan pemilik rumah di Desa Limau Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, langsung ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polres Banyuasin.

Kasatreskrim Polres Banyuasin, AKP Harry Dinar menjelaskan, pihaknya langsung mendatangi korban dan meminta keterangan terkait kejadian tersebut.

Identitas pelaku pun sudah dikantongi polisi dan saat ini sedang dikejar. 

"Untuk pelaku, sudah kami ketahui. Saat ini, sedang kami lakukan pengejaran terhadap pelaku," katanya, Sabtu (28/1/2023).

Motif sementara pelaku melakukan penusukan terhadap korban Akbar, diduga karena tidak senang.

Padahal paket sudah diterima, akan tetapi pemilik rumah enggan membayar paket tersebut.

Pelaku malah mengancam dan menusuk korban Akbar sebanyak satu lubang di rusuk kiri.

Setelah menusuk, pelaku langsung melarikan diri.
Kepolisian saat ini masih mengejar pelaku.

"Motifnya diduga pelaku tidak senang ditagih untuk bayar COD paket yang dipesan. Saat ini pelakunya masih kami kejar," jelas Harry.