This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 31 Januari 2023
Pria di Banyuwangi Kalap Nekat Aniaya Mantan Istri, Bermula dari Korban yang Ambil Pakaian
TRIBUNJATIM.COM, Banyuwangi - EP (47), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi diduga menganiaya mantan istri karena hal sepele.
Ia dilaporkan memukuli mantan istrinya SR (41) karena sang istri mengambil pakaiannya sendiri yang berada di rumah tersangka.
Penganiayaan itu mengakibatkan bagian tubuh korban lebam.
Tak hanya itu, telepon genggam milik korban juga dirusak oleh mantan suaminya.
Kapolsek Bangorejo AKP Mujiono menjelaskan, penganiayaan itu terjadi pada Rabu (25/1/2023) sekitar siang.
Ceritanya, sang mantan istri baru saja mengambil pakaian miliknya yang masih berada di rumah tersangka.
Pakaian itu ia ambil tanpa izin ke mantan suaminya itu.
Hal tersebut yang memicu EP emosi. Ia kemudian mendatangi mantan istrinya ke rumah kakak korban IK.
"Di sana korban dianiaya oleh mantan suaminya," kata Mujiono, Selasa (31/1/2023).
EP menganiaya mantan istrinya dengan memukul area wajah. Pukulan itu mengakibatkan pipi bagian kiri korban memar.
Usai menganiaya, tersangka kemudian mengambil handphone milik korban. Kemudian ia membantingnya hingga rusak.
"Atas kejadian yang menimpanya, korban dan saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bangorejo," katanya.
Dari laporan itu, polisi mengantarkan korban untuk menjalani visum di rumah sakit. Aparat juga memeriksa korban serta saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti.
Setelah barang bukti cukup, aparat bertindak menangkap tersangka. Kepada polisi EP mengakui penganiayaan dan pengerusakan hape mantan istrinya.
Polisi menjerat EP atas dugaan penganiayaan dan pengerusakan barang milik orang lain. Ia terancam hukuman 5 tahun penjara.
"Saat ini tersangka kami amankan di Mapolsek Bangorejo," kata dia.
Niat Hati Membuat Kopi Usai Lelah Bekerja, Kuli Bangunan di Surabaya Tewas Tersengat Listrik
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - SP (41), kuli bangunan proyek pembangunan di Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya, ditemukan tewas pada Minggu (29/1/2023) malam.
Pria asal Sukabumi, Jawa Barat, itu, tewas di dalam ruangan yang difungsikan sebagai tempatnya beristirahat selama merantau.
Separuh tubuh bagian atasnya hangus dengan kondisi menyerupai luka bakar.
SP diduga tewas tersengat listrik yang mengalir dari kabel alat pemanas air elektrik.
Alat pemanas air elektrik yang dinyalakan itu, diletakkan tepat di atas permukaan aluminium yang menjadi alas tempat SP berbaring dan tidur untuk melepas lelah.
Diduga kuat aliran listrik pada alat pemanas air elektrik tersebut, menyalur ke lapisan permukaan aluminium yang dimanfaatkan SP rebahan.
Pria tersebut akhirnya tewas seketika karena tersengat listrik.
Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, korban sempat berpamitan kepada teman-teman sesama pekerja bangunan, setelah memungkasi pekerjaan untuk mandi lalu beristirahat di ruangan tersebut.
Setelah rampung membersihkan badan dengan mandi, korban bergegas kembali ke ruangan tempatnya tidur, lalu menyalahkan alat pemanas air elektrik untuk membuat kopi.
"Tanpa disadari yang bersangkutan menaruh alat pemanas air tersebut di alas tempat istirahatnya yang terbuat dari aluminium. Saksi menghubungi Command Center 112," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Senin (30/1/2023).
BPBD Kota Surabaya yang tiba di lokasi langsung berkoordinasi dengan polsek setempat dan rekan-kerja korban di lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.
Setelah dilakukan olah TKP oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya, jasad korban dibawa menuju ke RSUD dr Soetomo Surabaya menggunakan ambulans dari Dinas Sosial, didampingi beberapa rekannya.
"Diduga penyebab kematian dikarenakan tersengat listrik yang berasal dari pemanas air," pungkasnya.
Dampak Pelecehanan Seksual Kepsek di Trenggalek, Korban Jadi Suka Marah hingga Kecanduan Video Syur
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Lima siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek menjadi korban pelecehan seksual oleh gurunya sendiri.
AS yang juga merupakan Plt Kepala Sekolah di SD tersebut telah melakukan pencabulan terhadap lima muridnya berulang kali.
Kini, lima siswa tersebut mendapatkan pendampingan psikolog dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Trenggalek.
Plt Kadinsos P3A Trenggalek, Ratna Sulistyowati mengatakan akibat pelecehan seksual tersebut korban mengalami trauma dan telah mengalami perubahan perilaku.
Salah satunya adalah korban yang suka marah-marah baik di sekolah maupun di rumah.
"Kasus ini terbongkar juga karena anak ini. Orang tuanya heran kenapa anak ini marah-marah terus, belajar juga tidak semangat. Akhirnya ditanya kenapa perilakunya berubah, akhirnya cerita kalau di sekolah mendapatkan perlakuan seperti ini (pencabulan)," kata Ratna, Selasa (31/1/2023).
Yang lebih parah, ada korban yang sudah mulai mengakses dan kecanduan video porno.
Menurut Ratna, kecanduan video porno, lebih berbahaya daripada narkoba untuk tumbuh kembang anak, sehingga harus benar-benar mendapatkan pendampingan yang serius.
"Bahkan ada juga korban yang sudah melakukan hal yang serupa seperti yang dilakukan pelaku terhadap dirinya kepada anak lain yang lebih kecil," lanjutnya.
Korban melakukan hal tersebut karena tidak mengetahui bahwa pencabulan tersebut merupakan hal yang salah.
"Perubahan perilaku tersebut juga mengindikasikan kalau korban sudah mendapatkan perlakuan (pencabulan) lebih dari satu kali," tambah Ratna.
Untuk itu, pihaknya memberikan pendampingan tiga psikolog kepada lima korban termasuk orang tua dan lingkungan sekolah agar mendukung upaya penyembuhan dari korban.
"Pendampingan hukum kita dampingi sampai selesai atau vonis. Pendampingan anaknya dalam arti psikologis nya sampai harus benar-benar hidup normal, kita lihat perkembangannya seperti apa," pungkasnya
Senin, 30 Januari 2023
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 30/01/2023
Ready Stok Bedcover Rosanna Vito Polos 120 X 200
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 malibu blue
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 marron
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 olive green
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 turquise
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 dark green
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 saphiere blue
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 ultimate grey
Bedcover Rosanna Vito Polos 120 dusty pink
Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller
Ready Stok Bedcover Lady Rose 120 X 200
Bedcover Lady Rose 120 martin
Bedcover Lady Rose 120 aurellia
Bedcover Lady Rose 120 monstera
Bedcover Lady Rose 120 DC girl
Bedcover Lady Rose 120 william
Bedcover Lady Rose 120 sailor
Bedcover Lady Rose 120 lena
Bedcover Lady Rose 120 scarlet
Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller
Ready Stok Bedcover My Love 180 X 200 Sprei Rumbai
Bedcover My Love 180 daisy
Bedcover My Love 180 coastal
Bedcover My Love 180 bulma
Bedcover My Love 180 yasmin
Bedcover My Love 180 alves
Bedcover My Love 180 kazumi
Bedcover My Love 180 nigella
Bedcover My Love 180 gardena
Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller
Ready Stok Sprei Rosanna Vito Polos 90 X 200
Sprei Rosanna Vito Polos 90 chocolate lava
Sprei Rosanna Vito Polos 90 cappucino
Sprei Rosanna Vito Polos 90 dark violet
Sprei Rosanna Vito Polos 90 marron
Sprei Rosanna Vito Polos 90 dusty pink
Sprei Rosanna Vito Polos 90 green peacock
Sprei Rosanna Vito Polos 90 burgundy
Sprei Rosanna Vito Polos 90 dark brown
Sprei Rosanna Vito Polos 90 coffea late
Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller
Ready Stok Sprei Fata 120 X 200
Sprei Fata 120 freya
Sprei Fata 120 trinity garden
Sprei Fata 120 bilabong
Sprei Fata 120 atmosphere
Sprei Fata 120 amanda
Sprei Fata 120 anthena
Sprei Fata 120 napoleon
Sprei Fata 120 clyde
Sprei Fata 120 gwenn
Sprei Fata 120 shakira
Sprei Fata 120 happy doraemon
Sprei Fata 120 ezensa
Sprei Fata 120 hk apple
Sprei Fata 120 safari garden
Sprei Fata 120 black florest
Sprei Fata 120 kaktus
Sprei Fata 120 claretta
Sprei Fata 120 peneapple
Sprei Fata 120 odeyy seyy
Sprei Fata 120 alexa
Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller
Ready Stok Bedcover Fata 180 X 200 Sprei Rumbai
Bedcover Fata 180 oliver
Bedcover Fata 180 LV alma
Bedcover Fata 180 maggie
Bedcover Fata 180 chloe
Bedcover Fata 180 chessy
Bedcover Fata 180 gucci bloom
Bedcover Fata 180 blue berry blush
Bedcover Fata 180 holly
Bedcover Fata 180 penelope
Bedcover Fata 180 belvina
Bedcover Fata 180 rocky
Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller
Ready Stok Bedcover Bonita 180 X 200 Sprei Flat
Bedcover Bonita 180 starlight
Bedcover Bonita 180 jungle park
Bedcover Bonita 180 padma
Bedcover Bonita 180 lenovo
Bedcover Bonita 180 rania
Bedcover Bonita 180 poppy
Bedcover Bonita 180 shinta
Bedcover Bonita 180 marianna
Bedcover Bonita 180 desmond
Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller
Ready Stok Sprei Kintakun D'luxe 120 X 200
Sprei Kintakun D'luxe 120 lavana
Sprei Kintakun D'luxe 120 kartika
Sprei Kintakun D'luxe 120 Gista
Sprei Kintakun D'luxe 120 rahajeng
Sprei Kintakun D'luxe 120 candrika
Sprei Kintakun D'luxe 120 dahayu
Sprei Kintakun D'luxe 120 bunny
Sprei Kintakun D'luxe 120 Joanne
Sprei Kintakun D'luxe 120 danielle
Sprei Kintakun D'luxe 120 nadine
Sprei Kintakun D'luxe 120 ariandra
Sprei Kintakun D'luxe 120 kezia
Sprei Kintakun D'luxe 120 caroline
Sprei Kintakun D'luxe 120 fleur
Sprei Kintakun D'luxe 120 graciella
Sprei Kintakun D'luxe 120 andari
Sprei Kintakun D'luxe 120 unicorn
Sprei Kintakun D'luxe 120 arnita
Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller
Ready Stok Selimut Bonita Premier 160 X 200
Selimut Bonita Premier 160 camelia
Selimut Bonita Premier 160 palma
Selimut Bonita Premier 160 laguna
Selimut Bonita Premier 160 friska
Selimut Bonita Premier 160 rania
Selimut Bonita Premier 160 dellana
Selimut Bonita Premier 160 lovely rose
Selimut Bonita Premier 160 malvino
Selimut Bonita Premier 160 messi
Selimut Bonita Premier 160 venetta
Selimut Bonita Premier 160 alvaro
Selimut Bonita Premier 160 emma
Selimut Bonita Premier 160 delanna
Selimut Bonita Premier 160 ashanty
Selimut Bonita Premier 160 miami
Selimut Bonita Premier 160 madison
Selimut Bonita Premier 160 Ganesha
Selimut Bonita Premier 160 grren tulip
Selimut Bonita Premier 160 cintaka
Selimut Bonita Premier 160 Grania
Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller
MAU IKUT GABUNG GROUP.... SILAHKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI !!
SHOPEE
Shopee : https://shopee.co.id/grosirpsprei
Shopee : https://shopee.co.id/tokowongpasar
Shopee : https://shopee.co.id/wongpasargrosir
ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / Twitter
MORE VIDEOS ►
Subscribe for More Youtube :
ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / Twitter
Follow WP : https://twitter.com/TokoWongpasar
WP Instagram : https://www.instagram.com/wongpasarbesar/
MORE CHAT ►
Telegram : https://t.me/tokowongpasar
MORE BLOG ►
KONTAK KAMI UNTUK PENDAFTARAN RESELLER
KAMI HANYA DI MALANG, TIDAK MEMILIKI CABANG DIMANAPUNKECUALI PERWAKILAN AGEN AGEN, RESELLER, DROPSHIP DISETIAP DAERAH.
@ Pengiriman via JNE, JNT, WAHANA, POS INDONESIA, SAKURA, DAKOTA, DOT CARGO, KGP (Kerta Gaya Pusaka). dll.@ Welcome Reseller & Customer
Takut Diselingkuhi saat Kondangan, Suami Sekap Istri & 4 Anaknya di Rumah, Kini Diamankan Polisi
TRIBUNJATIM.COM - Takut dirinya diselingkuhi saat kondangan, seorang suami tega sekap istri dan keempat anaknya sendiri di dalam rumah.
Video seorang istri dan sejumlah anaknya dikurung oleh sang suami di dalam kontrakan ini pun viral di media sosial.
Video kasus ini menjadi sorotan publik setelah diunggah oleh akun TikTok Siti Rohma Dayanti.
Melansir Tribun Lampung, polisi pun kini turun tangan dan mengamankan sang suami.
Dalam video tersebut, tertera keterangan bahwa suami diduga pergi berhari-hari dan suami menggembok pintu rumah dari luar.
"Seorang istri dan 8 anaknya dikurung dalam rumah kontrakan dan kondisi pintu dikunci oleh suaminya dan sudah berapa hari tidak pulang ke rumah," demikian keterangan yang tertulis pada video yang diunggah Rabu (25/1/2023).
Terdapat pula penjelasan bahwa ada salah satu anak yang sedang dalam kondisi sakit.
"Bahkan anak yg paling kecil suhu badannya panas."
Hingga Sabtu (28/1/2023), unggahan tersebut telah disukai sebanyak 34.000 kali, mendapat komentar sebanyak 1.208 kali dan dibagikan sebanyak 1.044 kali.
Dikutip dari Kompas.com, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Mekar Sar, Gang Mekar Indah, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung.
Kapolsek Tanjung Karang Timur, Kompol Doni Aryanto mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari warga setempat.
Doni mengatakan, keluarga tersebut sudah dievakuasi pada Rabu (25/1/2023).
Petugas membongkar paksa gembok dan rantai yang mengunci pintu rumah kontrakan tersebut.
"Sudah dievakuasi, anaknya paling kecil sudah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan," kata Doni saat dihubungi pada Sabtu (28/1/2023) sore.
Selain itu aparat kepolisian juga sudah mengamankan sang suami yang berinisial RD di Mapolsek Tanjung Karang Timur.
"Masih dalam pemeriksaan," kata Doni.
Setelah diperiksa polisi, terungkap motif penyekapan diduga karena sang suami cemburu dengan istrinya.
Sang suami sekap istri dan anak karena suami khawatir istri selingkuh.
Oleh karena itu, saat suami mau kondangan ke luar kota Menggala, Tulangbawang, Lampung, ia mengurung istri dan empat anaknya di dalam kamar kontrakan.
RD kemudian mengunci pintu kamar kontrakan menggunakan rantai dan digembok.
Hal tersebut dikatakan oleh Kapolsek Tanjungkarang Timur, Kompol Doni Aryanto, Sabtu (28/1/2023).
Menurut Doni, sang suami curiga istrinya dekat dengan laki-laki lain selain dirinya.
Alhasil sang suami melarang istri dan empat anaknya keluar kontrakan supaya tidak selingkuh.
"Pada Minggu (21/1/2023), pelaku hendak pergi ke daerah Menggala untuk menghadiri adanya pesta."
"Sehingga berpesan, istrinya jangan keluar kontrakan," kata Doni Aryanto.
Ia menambahkan, kemudian pelaku pergi ke Menggala dan hanya memberikan uang Rp140.000 pada istrinya.
Menurut Doni, alasan suami mengurung istri dan empat orang anaknya di dalam kamar kontrakan karena cemburu takut nanti istrinya selingkuh.
"Istri pelaku hanya ketahuan bahwa dia dicurigai suaminya ada laki lain, hingga cemburu dan tidak boleh keluar-keluar rumah," katanya.
"Tidak ada kekerasan fisik yang dialami oleh korban," ujar Kompol Doni.
Sebelum pergi ke Menggala, lanjut Kompol Doni, pelaku berpesan kepada anak tertuanya berinisial DS jika sekolah atau keluar, pintu kontrakan dikunci lagi.
Sehingga saat DS sekolah di hari Selasa, pintu kontrakan dikunci olehnya atas permintaan sang ayah.
Namun dalam kamar kontrakan tersebut ada ibu dan empat adiknya, sedangkan tiga orang adik lainnya juga sekolah.
Lebih lanjut Doni Aryanto mengatakan, pelaku kini sudah diamankan di Mapolsek Tanjung Karang Timur.
"Petugas sudah ke lokasi, dan pelaku sudah berhasil kami diamankan," ujar Kompol Doni, Sabtu (28/1/2023).
"Pelaku mengurung istri bersama empat orang anaknya di dalam kamar kontrakan, dengan pintu terkunci dengan menggunakan rantai dan tergembok."
Doni pun mengatakan bahwa para korban kini telah dievakuasi ke tempat yang aman.
Sementara salah satu anak yang mengalami sakit telah dibawa berobat ke rumah sakit.
Kurir Ditusuk Pembeli COD yang Tak Terima Ditagih Buat Bayar, Pelaku Kini Kabur & Dikejar Polisi
TRIBUNJATIM.COM - Malang nasib seorang kurir ditusuk pembeli COD yang enggan bayar di Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).
Ya, diduga pelaku tak terima saat ditagih untuk membayar atas barang pesanan yang diantarkan tersebut.
Informasi kurir paket COD ditusuk pemilik rumah di Banyuasin ini pun viral di media sosial.
Seperti apa kejadian yang terjadi ?
Dalam posting-an yang diunggah akun IG @mediahektubogalo, terlihat kondisi pilu kurir tersebut.
Tubuhnya kini berdarah dan harus memakai selang oksigen di hidung.
Melansir Tribun Sumsel, korban diketahui bernama Akbar Makrup (22), warga Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin.
Ia kini menderita luka tusuk di rusuk kiri dan dirawat di RSUD Banyuasin.
Kejadiannya disebutkan di Simpang Limau, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, sekitar pukul 18.30 WIB.
Awalnya korban mengantarkan paket di Desa Limau, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (28/1/2023), sekitar pukul 17.30 WIB.
Ternyata diduga pemilik rumah tidak senang lantaran ditagih uang paket, padahal paket sudah diterima.
Korban ditusuk pelaku yang belum diketahui namanya tersebut, sempat mendapat perawatan di Puskesmas Sembawa.
Karena kondisi luka tusuk yang dialami korban parah, sehingga harus dirujuk ke RSUD Banyuasin.
Kasat Reskrim Polres Banyuasin, AKP Harry Dinar, pun mengungkap kronologi kejadian penganiayaan terhadap kurir.
Menurutnya, awalnya kurir Akbar bersama rekannya, Robi Yobiansyah (23), mengantarkan paket COD ke Desa Limau, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin.
Saat sampai di rumah pemesan paket, pemilik rumah mengambil paket yang diberikan korban.
Namun pemilik rumah enggan membayar paket tersebut padahal paket sudah diambil pelaku.
"Saat korban dan rekannya meminta pembayaran, pelaku marah dan berteriak, 'Ambillah paket itu!'."
"Sambil mengacungkan pisau ke arah korban dan rekannya," kata Harry.
Diduga tidak senang paketnya akan diambil korban lagi, pelaku langsung maju.
Ia menusuk korban Akbar sebanyak satu kali di rusuk sebelah kiri.
Usai menusuk korban Akbar, pelaku yang melihat rekan korban juga ada di lokasi berupaya untuk menusuk Robi.
Melihat hal tersebut, saksi Robi memutuskan untuk melarikan diri karena akan ditusuk oleh pelaku.
"Rekan korban berhasil kabur dan tidak sampai kena tusuk."
"Sedangkan pelaku, setelah menusuk langsung melarikan diri," katanya.
"Saat ini korban Akbar yang mengalami luka tusuk sebanyak satu lubang di rusuk sebelah kiri sudah mendapatkan perawatan di RSUD Banyuasin," imbuhnya.
"Akan tetapi, karena luka tusuk yang terbilang cukup parah, membuat korban harus dirujuk ke rumah sakit di Palembang."
"Pihak RSUD Banyuasin merujuk korban ke rumah sakit di Palembang, karena luka tusuk yang cukup parah."
"Pihak keluarga juga berkoordinasi dengan kami, memutuskan untuk di bawa ke RS Bhayangkara Palembang," katanya.
Penusukan yang dilakukan pemilik rumah di Desa Limau Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, langsung ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polres Banyuasin.
Kasatreskrim Polres Banyuasin, AKP Harry Dinar menjelaskan, pihaknya langsung mendatangi korban dan meminta keterangan terkait kejadian tersebut.
Identitas pelaku pun sudah dikantongi polisi dan saat ini sedang dikejar.
"Untuk pelaku, sudah kami ketahui. Saat ini, sedang kami lakukan pengejaran terhadap pelaku," katanya, Sabtu (28/1/2023).
Motif sementara pelaku melakukan penusukan terhadap korban Akbar, diduga karena tidak senang.
Padahal paket sudah diterima, akan tetapi pemilik rumah enggan membayar paket tersebut.
Pelaku malah mengancam dan menusuk korban Akbar sebanyak satu lubang di rusuk kiri.
Setelah menusuk, pelaku langsung melarikan diri.
Kepolisian saat ini masih mengejar pelaku.
"Motifnya diduga pelaku tidak senang ditagih untuk bayar COD paket yang dipesan. Saat ini pelakunya masih kami kejar," jelas Harry.























