This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 10 November 2021
Benarkah Minum Air Es Setelah Makan Bakso Sebabkan Kanker?
Perluas Penggunaan QRIS, BI Malang Targetkan Ada 238.000 Merchant
Selasa, 09 November 2021
STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 09/11/2021
MAU IKUT GABUNG GROUP.... SILAHKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI !!
ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / Twitter
KONTAK KAMI UNTUK PENDAFTARAN RESELLER
KAMI HANYA DI MALANG, TIDAK MEMILIKI CABANG DIMANAPUNKECUALI PERWAKILAN AGEN AGEN, RESELLER, DROPSHIP DISETIAP DAERAH.
@ Pengiriman via JNE, JNT, WAHANA, POS INDONESIA, SAKURA, DAKOTA, DOT CARGO, KGP (Kerta Gaya Pusaka). dll.@ Welcome Reseller & Customer
Ratusan Warga Kota Malang Mulai Tinggalkan Posko Pengungsian Banjir Bandang
Ratusan warga terdampak banjir bandang di Kota Malang, Jawa Timur mulai meninggalkan tempat pengungsian di Brawijaya Edupark atau Eks Senaputra, Minggu (7/11/2021).
Ratusan warga dari empat RT di RW 06 Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, atau Kampung Putih itu mulai pulang ke rumahnya masing-masing melalui jalur evakuasi.
Camat Klojen, Heri Sunarko menjelaskan, total pengungsi ada 390 jiwa yang telah meninggalkan pengungsian secara bertahap.
"Sampai sekarang kami usahakan jatah hidupnya kami penuhi dan hari ini atas seizin Bapak Wali Kota Malang saya selaku camat Klojen mengizinkan mereka kembali ke rumah masing-masing tapi dengan kewaspadaan yang tinggi," katanya, Minggu (7/11/2021).
Namun, lanjut Heri, tidak semua warga pulang ke rumahnya masing-masing. Ada sejumlah warga yang rumahnya rusak parah memilih tidak pulang dan tinggal di tempat saudaranya.
"Yang hilang itu satu, rusak parah ada tiga dan terendam ada beberapa itu memilih tidak pulang dan sementara tinggal di rumah saudaranya," tutur dia.
Sebelum pulang, Heri mengatakan, warga yang mengungsi juga dibekali wawasan mitigasi bencana. Tujuannya jika nanti ada banjir bandang susulan warga bisa menyelamatkan diri.
"Kami berikan mitigasi bencana secara sederhana agar mereka paham betul. Bagaimana tanda-tanda air sungai naik. Tadi sepakat kalau ada teng-teng itu tanda waspada. Kalah ada bunyi lonceng kencang mereka harus kabur lewat jalur evakuasi," tutur dia.
Selain dibekali wawasan mitigasi bencana, para pengungsi juga dibekali dengan bantuan sosial atau family kit dari Dinas Sosial.
Sementara itu, Heri menuturkan banjir bandang Kamis (4/11/2021) kemarin menyebabkan kecamatan di wilayahnya terdampak paling parah. Ada lima kelurahan di Kecamatan Klojen yang terdampak.
sumber : https://malang.suara.com/read/2021/11/07/152758/ratusan-warga-kota-malang-mulai-tinggalkan-posko-pengungsian-banjir-bandang
Rawan Banjir Bandang, Wali Kota Malang Berharap Warga di Bantaran Sungai Brantas Pindah
Wali Kota Malang Sutiaji berharap warga yang bermukim di kawasan bantaran Sungai Brantas pindah, pasca diterjang banjir bandang, Kamis (4/11/2021) pekan lalu.
Seperti diberitakan, Sungai Brantas meluap dan menerjang permukiman warga di Kelurahan Klojen atau dikenal Kampung Putih. Sedikitnya tiga rumah hancur diterjang air bah tersebut. Ratusan warga sempat mengungsi, namun dipastikan tidak ada korban jiwa akibat banjir Malang itu.
Dijelaskan Wali Kota Sutiaji, kawasan Kampung Putih dan Kampung Warna-warni memang titik rawan bencana banjir. Sehingga pemerintah telah menyiapkan daerah relokasi dengan membangun rumah susun (rusun).
Namun, lanjut dia, rencana relokasi dengan membangun rusun tersebut dikhawatirkannya muspro alias sia-sia.
Sebab, menurutnya, warga menginginkan rusun dibangun tidak jauh dari tempat tinggal semula. Namun, tanah yang ada untuk rusun berada di kawasan Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Sukun, cukup jauh dari lokasi tempat tinggal warga saat ini.
"Belum bicara ke sana, tapi sudah ada rencana rusun dibangun. Kita punya aset di Kecamatan Sukun atau Kedungkandang. Tapi mereka-mereka akhirnya gak nempati karena jauh mereka gak mau," katanya, Senin (8/11/2021).
Sutiaji berharap dengan kejadian banjir pada Kamis (4/11/2021) kemarin, warga yang tinggal di bantaran sungai kian sadar bahayanya tinggal di sana.
"Mudah-mudahan menyadarkan bahwa sungai brantas namanya kali besar itu pasti terjadi banjir setiap tahun ada banjir besar menurut ahli," tutur dia.
Sementara itu, yang saat ini dilakukan Pemkot Malang adalah mengedukasi warga dengan mitigasi bencana. Satgas telah dibentuk untuk memberi peringatan jika ada hujan di Kota Batu atau berpotensi banjir bandang.
"Dan kamu lakukan normalisasi rumah kemudian warga terdampak kami berikan kebutuhan bahan baku semua. Juga inventarisir alat-alat kesehatan buku-buku yang hanyut seragam juga," tutur dia.
sumber : https://malang.suara.com/read/2021/11/08/173136/rawan-banjir-bandang-wali-kota-malang-berharap-warga-di-bantaran-sungai-brantas-pindah
Viral Bayi Merangkak di Genting Rumah, Warganet Ketar-ketir: Kasihan Si Dedek
Sebuah video yang menunjukkan seorang bayi laki-laki berada di genting rumah, viral di media sosial. Belum diketahui bagaimana si bayi berada di tempat tak semestinya tersebut.
Dalam video yang diunggah oleh akun instagram @infokediriraya, terlihat seorang bocah laki-laki berbaju biru merangkak di atas genteng. Sementara seorang laki-laki yang diduga ayahnya mencoba untuk meraih bocah tersebut.
Pria itu bahkan terlihat takut saat mencoba meraih anak tersebut. Sejumlah pria yang berada di sekitar dia pun berteriak agar anak tersebut turun.
"le wes le, mudun le, le mudun (Nak sudah nak, turun nak, nak turun)," ujar seorang pria dalam video.
Baca Juga:
Guru Ini Rekam Akses Jalan ke Sekolah, Warganet: Lemes Lihatnya
Bocah tersebut pun tetap merangkak naik ke atas. Dia kemudian terdiam dan terlihat bingung melihat banyak orang yang memanggilnya.
Unggahan tersebut pun mengundang beragam komentar dari warganet. Tidak sedikit pula menyalahkan orang tua bayi karena dianggap membahayakan.
"Demi konten nyawa anak dipertaruhkan. Segitunya warga +62," kata @pap***
"Kasihan si dedek dipertruhkan nyawanua Demi sebuah konten," imbuh @afath***
"Pak…..Pak….. angel temen to tuturanmu………. Anak e kog di jak panjat tebing i py ??? Yen bojoku ngajak dulinan ngunu kui tak sliding yakin," tulis @betty***
Baca Juga:
Sandiaga Uno Ngeri Lihat Emak-emak Goreng Pisang Pakai Tangan: Bisa Tarik Wisatawan
"Heru bakat'e ndk penekan ki. Cocok kon melu lomba panjat tebing ," kata @prime***
Sumber :https://malang.suara.com/read/2021/11/09/122745/viral-bayi-merangkak-di-genting-rumah-warganet-ketar-ketir-kasihan-si-dedek






















