Wongpasar adalah webstore yang mengkhususkan diri menjual baju, selimut, sprei, sepatu, sandal, tikar, celana dll. serta berbagai macam konveksi secara Grosir dan Eceran. Usaha ini sudah berdiri sejak tahun 1996. dan hingga saat ini, alhamdulillah kami dipercaya menjadi distributor terbesar di kota Malang. Dan keagenan kami menjadi priortas khusus dalam sistematika penjualan, maka daftarkan diri Anda untuk menjadi Agen kami. hubungi contact person kami, kepuasan Anda menjadi tanggung jawab kami.
MALANG KOTA – Operasi Zebra 2021 bakal digeber Polresta Malang Kota mulai hari
ini (15/11). Tak hanya menyasar pengguna jalan yang melanggar aturan berlalu
lintas, polisi juga mencermati pelanggaran prokes (protokol kesehatan).
Untuk pemanasan, Polresta Malang Kota menggelar latihan Pra Operasi (Lat
Praop) di Aula Sanika Satyawada Polresta Malang Kota Jumat sore (12/11).
Sesuai jadwal, operasi akan dilaksanakan selama 14 hari. “Lebih ke
ketertiban lalu lintas dan kepatuhan protokol kesehatan,” terang Kasatlantas
Polresta Malang Kota AKP Yoppi Anggi Khrisna.
Dalam operasi itu, ratusan personel Satlantas disiagakan di titik rawan.
“Kami juga menyasar tempat yang rawan kerumunan,” kata dia. Artinya,
personel akan disebar ke lokasi selain di Kawasan Tertib Lalu lintas (KTL)
seperti Jalan J.A Suprapto, Ijen, dan lainnya.
Menurut Khrisna, operasi bertujuan untuk menciptakan keamanan, keselamatan,
ketertiban dan kelancaran lalu lintas masyarakat (Kamseltibcarlantas),
sekaligus pencegahan penyebaran Covid-19. “Lebih ke arah imbauan kepada
masyarakat selama operasi ini,” ucapnya.
Dalam operasi tersebut, kepolisian tidak akan langsung memberikan tilang
jika menemukan pelanggaran berlalu lintas. “Kalau terpaksa saja. Tapi
tetap, langkah pertama akan diberikan imbauan terlebih dahulu,” kata
mantan Kasatlantas Polres Blitar itu.
Meski ada Operas Zebra 2021, Khrisna menyatakan tetap akan mengambil
tindakan untuk pengguna knalpot brong. Termasuk para pelaku balapan liar
yang semakin marak belakangan ini. “Selain tetap patroli, kami juga tindak
lanjuti jika ada laporan atau aduan masyarakat,” ujar dia.
(biy/nay/rmc)
Sumber
: https://radarmalang.jawapos.com/malang-raya/kota-malang/15/11/2021/hari-ini-polisi-geber-operasi-zebra-ini-sasaran-tembaknya/
Demi melayani keluhan dan permasalahan Hukum bagi masyarakat di Malang Raya,
Kantor Advokat dan Penasehat Hukum Dr. Solehoddin S.H.,M.H, melakukan
pelayanan hukum secara gratis untuk seluruh warga Malang Raya.
Pelayanan Hukum gratis yang mulai digelar pada Jum'at (12/11/2021) pukul
16.00 WIB bertempat di Continental House of Beans, Jl. Raya Sumbersekar
No.89, Banjartengah, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Sebagaimana istilah hukum yang cukup familiar dikalangan akademisi dan
masyarakat yakni (Salus Populi Suprema Lex Esto) yang artinya bahwa Hukum
Tertinggi Adalah Keselamatan Rakyat, pelayanan hukum gratis untuk masyarakat
ini akan digelar dua minggu sekali.
Solehuddin saat ditemui INVESTIGASINEWS.CO di sela-sela kegiatan ini
mengatakan agenda yang digelar hari ini adalah konsultasi dan sharing
seputar hukum yang bertujuan untuk mengedukasikan kepada masyarakat terutama
kaum milenial dalam meningkatkan wawasan hukumnya.
"Hari ini secara perdana konsultasi hukum dan sharing seputar hukum untuk
masyarakat dan kaum milenial kami gelar. Hal ini memang sudah sepatutnya
dilakukan sehingga masyarakat dapat memahami hukum serta mematuhi hukum
dengan baik," katanya.
Founder (pendiri) sekaligus Owner (pemilik) Kantor Advokat dan Penasehat
Hukum Dr. Solehoddin S.H.,M.H, yang beralamat di Jl. Kaliurang No.59,
Lowokwaru, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur ini juga menyampaikan
bahwa bagi siapapun yang ingin melakukan konsultasi hukum gratis dapat
langsung datang ke Continental Hose of Beans pada dua minggu mendatang.
"Pelaksana dan pihak manajemen kafe sudah berkoordinasi. Insha Allah, kita
akan gelar pelayanan hukum gratis ini setiap dua minggu sekali," ungkap
Advokat kondang Jawa Timur ini.
Sementara itu, Roy selaku pemilik (owner) kafe Continental House of Beans
saat dimintain tanggapan secara terpisah menyampaikan terimakasih kepada
pelaksana yang telah memilih tempatnya untuk pelaksanaan kegiatan ini.
"Kami sangat berterimakasih serta mengapresiasi rekan-rekan pelaksana
layanan konsultasi hukum gratis dari Kantor Advokat dan Penasehat Hukum Dr.
Solehoddin S.H.,M.H, yang telah memilih tempat kami sebagai sentral kegiatan
yang sangat positif ini," ungkapnya.
Dirinya juga menyampaikan jika pihak manajemen Continental House of Bean
kedepannya akan segera berbenah dan siap mengsupport secara penuh kegiayan
ini.
"Karena ini kegiatan kemanusiaan, maka mungkin kedepannya kami juga akan
mengupayakan tidak hanya konsultasi hukum yang gratis akan tetapi kami juga
akan menyediakan kopi gratis bagi pengunjung yang ingin melakukan konsultasi
hukum," terang pengusaha muda ini.
Untuk diketahui, kegiatan pelayanan hukum gratis yang digelar oleh Kantor
Advokat dan Penasehat Hukum Dr. Solehoddin S.H.,M.H ini terinspirasi dari
Kopi Jony yang ada di Ibukota Jakarta yang juga didirikan oleh Advokat
kondang yakni Hotman Paris Hutapea.***
Penulis : Damanhury Jab (Kaperwil Jatim)
Sumber
: https://www.investigasinews.co/2021/11/kantor-advokat-dan-penasehat-hukum-dr.html
Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Tuban menggelar operasi bersama pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal di Kabupaten Tuban. Operasi yang dimulai sejak 25 Oktober – 4 November 2021 melibatkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Bojonegoro, Satpol PP Tuban, Polres Tuban, dan Kodim 0811/Tuban.
Operasi bersama menyasar produsen rokok, toko, pasar, maupun pedagang di 17 desa pada 8 Kecamatan di Kabupaten Tuban. Personil gabungan berhasil mengamankan 34 pack rokok ilegal/polos dan 544 bungkus tembakau iris tanpa pita cukai.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban, Ir. Sunarto mengungkapkan operasi penegakan digelar sebagai bentuk tindak lanjut dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 206/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, menyebutkan adanya sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan/atau pemberantasan barang kena cukai ilegal.
“Selain melakukan operasi pemberantasan, diberikan edukasi kepada penjual maupun masyarakat tentang keberadaan rokok dan BKC ilegal,” ungkapnya.
Cucuk Sukwanto mengatakan pihaknya juga menjadi koordinator kegiatan pengumpulan informasi BKC Ilegal dan operasi bersama pemberantasan BKC Ilegal, serta pemantauan dan evaluasi terhadap OPD pengguna DBHCHT. Tujuan diadakannya operasi penegakan untuk meminimalkan peredaran rokok dan tembakau ilegal. Sehingga mampu menambah pajak serta pendapatan DBHCHT Kabupaten Tuban.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sub Bagian Perekonomian dan Ekonomi Mikro pada Bagian Perekonomian dan SDA Setda, Ir. Aning Bekti Lestari menjelaskan rokok dan tembakau ilegal disita pihak Bea dan Cukai sebagai barang bukti. Personil mendata penjual dan memberi penjelasan terkait regulasi yang mengatur rokok dan cukai.
Saat operasi digelar para pedagang tidak mengetahui bahwa tembakau yang diamankan merupakan BKC ilegal. Berdasarkan peraturan yang berlaku, tembakau iris tradisional atau yang dijual langsung dari petani tanpa ada merk masih diperbolehkan. Sedangkan, tembakau iris yang sudah dikemas, bermerk, dan tidak berpita cukai juga termasuk BKC ilegal dan harus diamankan. “Alhamdulillah, penjual bisa menerima penjelasan dari kami dan merelakan barang bukti untuk dibawa petugas. Mereka juga tidak akan menjual baik rokok maupun tembakau ilegal,” jelasnya.
Aning Bekti menambahkan pihaknya akan memberi pendampingan kepada petani tembakau unggulan Kabupaten Tuban, yaitu tembakau varietas Codong. Petani tembakau di desa Sumberagung Kecamatan Plumpang ini melakukan penanaman, pengeringan, hingga pengirisan tembakau. Proses pendampingan melibatkan DPKP dan Diskoperindag Tuban. Pendampingan yang diberikan akan mampu mengangkat tembakau Codong menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Tuban, bersanding dengan buah duku Prunggahan maupun belimbing Tasikmadu.
“Harapannya, mampu meningkatkan nilai jual tembakau serta kesejahteraan petani tembakau,” tandasnya. [adv]
sumber :https://beritajatim.com/advertorial/gelar-operasi-gabungan-pemkab-tuban-amankan-rokok-dan-tembakau-ilegal/
Sebanyak 950 pohon bonsai bersaing dalam Pameran dan Kontes Bonsai Nasional
Surabaya, yang berlangsung di East Parking Area Ciputra World (Ciwo) sejak
tanggal 8 – 18 November 2021. Ratusan bonsai terbaik itu, merupakan milik para
kolektor yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi secara khusus hadir sekaligus membuka event
tersebut, Sabtu (13/11/2021). Selain membuka acara, ia juga berkeliling dan
meninjau langsung ratusan pohon bonsai yang memiliki nilai jual mulai jutaan
hingga miliaran rupiah tersebut.
Eri menyatakan, bahwa pameran dan kontes bonsai ini menunjukkan kreativitas
dan kreasi UMKM bonsai bisa terus bergerak dan dijalankan. Hal ini seiring
dengan situasi Covid-19 di Kota Surabaya yang sudah berada di level 1.
“Saya matur nuwun kepada seluruh masyarakat yang terus menjaga Surabaya.
Sehingga Surabaya dapat turun menjadi level 1, tapi ini bukan berarti euforia.
Karena kalau sudah level 1 semua kegiatan termasuk UMKM pameran bonsai ini
juga bisa berjalan,” kata Eri.
Oleh sebab itu, Eri berharap, pameran dan kontes bonsai seperti ini dapat
terus diadakan rutin ke depannya. Sehingga UMKM yang bergerak di bidang bonsai
bisa terus bergeliat dan khususnya bagi Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia
(PPBI) Kota Surabaya.
“Sehingga pameran bonsai terus bisa bergerak, terus bisa berkembang. Tapi
bukan berarti pamerannya menunggu Nasional. Kalau Surabaya bisa mengadakan,
tidak (harus) menunggu pameran Nasional,” ujarnya.
Bahkan, supaya UMKM Bonsai di Kota Surabaya bisa terus berkembang, Eri juga
bersedia untuk memfasilitasi mereka. Salah satunya yakni dengan menyediakan
tempat pameran baik di Balai Kota atau Balai Pemuda Surabaya. “Sehingga
pergerakan UMKM nya bonsai di Kota Surabaya terus berkembang bersama-sama
dengan Kota Surabaya,” terangnya.
Eri berpendapat, bahwa hidup itu juga harus didampingi dengan seni.
Manifestasi seni tersebut, salah satunya dapat diwujudkan melalui pohon bonsai
yang di dalamnya juga memiliki nilai ekonomis tinggi.
“Semoga pameran ini bisa memberikan manfaat kepada seluruh UMKM bonsai dan
menjadi kebangkitan awal setelah masa pandemi Covid-19, khususnya di Kota
Surabaya,” imbuhnya.
Di samping berkeliling dan mengamati langsung ratusan bonsai milik para
peserta, Eri juga diberi kesempatan oleh panitia acara untuk memberikan
penilaian. Ia memberikan penilaian sekaligus trophy Best In Show dan Pilihan
Favorit kepada dua pohon bonsai milik peserta.
Sementara itu, Ketua Panitia acara Pameran dan Kontes Bonsai Nasional
Surabaya, Andre Sutanto menjelaskan, bahwa Pameran dan Kontes Bonsai Nasional
Surabaya ini sekaligus untuk memperingati Hari Pahlawan. Seluruh bonsai
terbaik milik kolektor dari berbagai daerah di Indonesia dipamerkan dan
dilakukan penilaian dalam event ini.
“Ada 950 pohon yang ikut bagian dari seluruh Indonesia dan semuanya adalah
bonsai-bonsai terbaik di daerahnya. Kita sangat bangga teman-teman
mengeluarkan pohon-pohon terbaiknya untuk diikutsertakan dalam kontes,” kata
Andre.
Andre menyebut, kontes bonsai ini juga terbagi menjadi lima kelas. Mulai dari
kelas prospek atau pemula, regional, madya, utama, dan bintang. Bagi dia,
event kali ini bisa dibilang spektakuler. Karena, bonsai yang dipamerkan
mencapai 950 pohon.
“Ini adalah jumlah yang spektakuler dan rekor. Para juara-juara best in show
berkumpul di Surabaya untuk bertarung memperebutkan siapa yang terbaik,”
katanya.
Meski demikian, Andre pun tak menampik pandemi juga berdampak signifikan
terhadap geliat UMKM bonsai. Selama hampir dua tahun terakhir, UMKM bonsai
termasuk perputaran ekonomi di dalamnya ikut terhenti. Karenanya, ia bersyukur
situasi Covid-19 di Surabaya kini sudah berada di Level 1.
“Kalau tidak ada pameran bonsai, geliat UMKM dan semuanya tidak berjalan
dengan lancar. Jadi stop, berhenti, pendapatan untuk mereka (UMKM) juga tidak
ada. Pengaruh juga terhadap pengrajin pot, budidaya bonsai, seniman bonsai
hingga jual beli bonsai,” kata dia.
Menurutnya, semua kalangan dapat berperan serta dalam pohon bonsai. Terlebih
lagi, kaum milenial saat ini juga mulai menjadikan pohon bonsai sebagai
investasi jangka panjang. “Karena tidak ada bonsai itu tambah lama tambah
murah (harganya). Tambah lama itu tambah mahal. Karena tingkat kematangan
tinggi dan lain-lain,” jelasnya. (asg/ted)
sumber :
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/pameran-bonsai-nasional-surabaya-awal-kebangkitan-umkm-di-kota-pahlawan/